
Gio tengah belajar memakaikan popok dan membersihkan bayinya.di ajari oleh perawat yang di sewa oleh Monica dari yayasan.mertua Gio itu tidak tahu menahu tentang mengurus bayi,karena dirinya tidak berpengalaman.dulu saat memiliki Ayana. mereka menyewa baby sitter dan di bantu oleh orang tua Frans.
"Nanti kalau dedek BAB cukup di elap pakai kapas yang sudah di basahi oleh air hangat aja ya,Pak." ujar perawat yang berusia tiga puluh tahunan itu.karena Gio dan Ayana sepakat untuk tetap mengurus buah hati mereka tanpa lepas tangan. perawat itu tugasnya hanya membantu mereka saja tidak dua puluh empat jam mengurus dan menjaga bayi.
"Iya sus.nanti di jemur kan kalau pagi?." tanya Gio sembari mencium pipi Jemia yang baunya seperti surga.dengan pelan tangannya membuka satu persatu pakaian Jemia.
"Iya.nanti bapak jemur sekitar jam setengah delapan pagi.kurang lebih dua puluh menitan ya,Pak.jangan kelamaan juga nanti dedek dehidrasi." ujar suster Eva.
Gio mulai membersihkan seluruh badan Jemia.dirinya begitu hati-hati dan telaten usai memandikannya Gio mulai memakaikan minyak telon dan bedak tabur ke seluruh tubuh putrinya.lalu memakaikan baju dan popok.dan terkahir membedong hingga membentuk kepompong." Oke sudah siap.saatnya kita nen ya sayang." Gio membawa Jemia ke tempat di mana Ayana berada.istrinya Gio itu sedang berkumpul dengan keluarga dari pihak Monica.
"Waduh sudah wangi ya princes." ujar Melani nenek Ayana.lalu menerima Mia ke dalam pangkuannya dengan sangat hati-hati.
"Cantik sekali seperti Ayana saat kecil." timpal Raharjo lalu mengusap tubuh Mia yang terbungkus bedong berwarna kuning.
"Seperti Ayana gimana sih,Pa?ini mirip ayahnya lihat tuh semua wajahnya mewarisi Gio semua hampir seratus persen ini mah.mana cewek lagi masa kaya bapaknya banget." Melani memperlihatkan wajah Mia kepada suaminya.
Raharjo terkekeh dan mengangguk sembari menatapi cucu buyutnya." Iya juga tapi bagus mirip Gio,kalau cowok mirip ibunya bagus." ucapnya sembari menimang Mia yang mengedip-kedip dan memeletkan lidahnya dengan lucu.
"Iya.kalau mau punya lagi,Gio bilang gak mau punya lagi." ujar Monica dari dapur.
Raharjo dan Melani menoleh kepadanya." Loh kenapa?bukannya harus tambah anak setidaknya dua atau tiga lagi?biar rumah ramai gak sepi begini,cuma Ayana dan Abi saja.kalau sudah dewasa rumah kaya kuburan." ucap Raharjo sembari menatap Gio.
"Katanya gak tega lihat aku lahiran Kek. kata Gio kasihan,padahal akunya mah biasa aja malah seru." sahut Ayana sembari menerima Mia dari tangan Raharjo.
Gio baru akan menjawab tapi di sela oleh Melani." Setidaknya tambah satu lagi.gak enak kalau cuma satu doang,nanti kalian akan kesepian seperti Mamah dan Papah kalian." ujar Melani.
Gio hanya mengangguk walau ragu." Bukan gak mau nambah Nek,Kek.tapi kasihan lihat ka Aya gak tega aja lihatnya." ucapnya kemudian.
Raharjo dan Melani tertawa di buatnya." Karena baru melihat Ayana melahirkan. coba kalau udah beberapa minggu pasti lupa.dan malah gak kerasa semangat banget nambahnya." Raharjo masih terkekeh kala melihat Gio salah tingkah.
"Makanya Ayana di kasih jamu terus jangan kendor.biar Gio betah dan nempel terus.beuh,Gi,Kake aja jaman dulu nempel banget ke nenek.ramuan para tetua emang jos banget." goda Raharjo membuat Gio semakin salah tingkah.
"Udah Papa jangan godain Gio terus kasihan malu dia." tegur Melani dan Monica membuat tawa Raharjo semakin kencang.
"Sini ka,aku pengen gendong." Althea yang baru dari kamarnya meminta Jemia untuk di pindahkan ke dalam gendongannya.
Ayana menggeleng tidak mau anaknya di pegang oleh banyak tangan." Nanti aja kalau udah agak gedean.sekarang masih rentan banget." tolaknya dengan tegas.
"Tapi kan ini udah lima hari,Ka.boleh kali cuma gendong doang,sambil duduk juga." rengek Althea kepada Ayana.Thea kesal sedari kemarin sepupunya itu banyak alasan padahal dirinya hanya ingin menggendong saja,bukan ingin menyakiti.
"Jangan memaksa,Thea,udah sana kamu maen aja.ngapain kumpul sama orang dewasa?" ketus Melani,dirinya tahu jika Ayana tidak menyukai gadis menyebalkan itu.
"Di nenin dulu itu.kasihan haus dia." suruh Gio kepada istrinya.agar Ayana membawa putrinya ke kamar supaya Althea tidak memaksa ingin menggendong Mia.tentu saja Gio tidak suka kepada Althea.Ayana mengangguk lalu berdiri sembari mengendong Jemia.mereka berdua ke kamar untuk menyusui bayi merah itu.
"Brutal banget sih dek nyusunya, pelan-pelan aja sih,lagian gak ada yang minta kok.Ayah udah iklas berbagi sama kamu loh" ujar Gio kepada putrinya.
"Kaya lo,Gi.brutal banget gak bisa pelan-pelan." sahut Ayana.
Gio mendekus tapi menyengir." Enakan mana?di kenyot sama aku apa sama Mia?rasanya sama gak?." ujarnya sembari menatapi anaknya yang sedang anteng menyusu.dengan matanya yang setengah menutup itu,membuat Gio gemas bukan main kepada putrinya yang menggemaskan ini.
Ayana memukul pelan paha Gio." Bedalah, Mia biasa aja dan normal seperti bayi pada umumnya.sedangkan lo kan beda caranya lebih aneh rasanya kalau lo yang nyedot." jawab Ayana seraya menatap mata Jemia yang terbuka sedikit.
Gio tersenyum simpul." Lebih enak iya gak?lebih mendebarkan sensasinya kan?" sahutnya dengan ciuman mantep di pipi Ayana.
"Ishh.udah sana ih,gak usah cium-cium gue lagi pake borehan ini.mana bau jamu lagi." ujar Ayana menyingkir dari dekapan Gio.
Gio mengangguk serius." Gapapa bau jamu juga.kan bagus buat badan kaka itu. kata Mamah bagus biar rapet dan singset lagi." ucapnya lalu menciumi pipi putrinya.
Ayana menoleh pada suaminya itu." Terus kalau badan gue gak serapet dan sesingset dulu,lo bakal nyari yang lain gitu?" tanya Ayana penuh curiga.
Gio mendelik sembari mengibaskan tangannya." Ya enggaklah,ngapain,punya kamu aja udah mengigit banget."
"Ya siapa tahu kan?namanya juga cowok. kalau udah longgar mah nyari yang rapet lagi." cetus Ayana lalu mengelap mulut putrinya dengan kapas basah agar bersih dari sisa ASI.
"Suka so udzon aja,mana mungkin aku kaya gitu?." Gio menatap heran istrinya yang suka berpikiran negatif.
"Ya,gue percaya sama lo.pokonya awas aja kalau lo macam-macam di luar sana. pokonya gak ada kesempatan kedua,Gi" ancam Ayana.baru Gio akan menjawab terdengar ketukan di pintu suara Monica.
"Teman-teman kamu datang tuh,Ay." ucap Monica dari luar kamar.kemudian Ayana dan Gio keluar untuk menemui teman-teman Ayana.
Ayana dan Gio menyambut teman-teman Ayana,yang sejak kemarin tidak henti berdatangan.membuat Gio bingung ternyata teman Ayana banyak juga,kado pemberian mereka sampai menumpuk di kamar Mia.dan sekarang teman-teman dekat Ayana membawa begitu banyak kado dan tentu saja harganya sangat mahal.
"Gila cuy lo udah kurus lagi aja ampun deh gue." Giselle memuji tubuh Ayana yang sudah kembali kurus lagi.bahkan dirinya iri melihat bentuk tubuh yang sudah kembali itu.
__ADS_1
Ayana hanya tersenyum dengan bangga." Lo diet,Ay?." tanya Cindy sembari menatapi tubuh Ayana dari atas hingga bawah.
"Boro-boro diet,Cyn.gue makan mulu apa aja di badog.dikit-dikit laper coba.kalau habis nyusuin berasa kosong tenaga di sedot semua sama dia." jawab Ayana dengan serius sembari menunjuk Mia di pangkuan Aneska.
"Oh di sedot anak lo.kirain di sedot bapaknya." ucap Cindy.
"Gila ini anak.puasa woy empat puluh hari loh." sahut Devan.
"Buset emang Ayana kuat sampe emoat puluh hari." celetuk Aneska.
"Kuat-kuatin aja,iya gak,Mas?" sambar Jullian sembari melihat Gio yang tersenyum malu-malu.membuat teman-teman Ayana tergelak melihat ekspresi Gio itu.
"Ya bagus dong.kalau lo gak diet mah Ay. biar dedek gak kekurangan vitamin.kalau lo diet kan kasihan anak lo nanti gizi buruk." ucap Aneska membuat Giselle dan Cindy melemparinya dengan sedotan air kemasan.
"Mulut lo musti gue lakban,Nes." sungut Ayana.
"Ya maaf.kan gue bicara fakta,Ay.bukan asal bicara aja kok." Aneska membela diri.
"Heleh,bisa aja lo kang ngeles." balas Cindy.
Aneska dan Cindy saling pandang dan mengode.melihat Gio yang sejak tadi hanya diam tidak jauh di samping Ayana." Hmm,Ay,bilangin laki lo dong ada gak teman dia yang jomblo gitu.gue pengen pacaran juga sama brondong." ucap Aneska.
"Aneska udah gila.mana ada brondong mau sama emak-emak modelan lo.udah deh Nes.gak usah halu lo." ujar Giselle.
Ayana dan teman-temannya terkekeh mendengarkan ucapan Giselle." Gi,ada gak katanya temen kamu yang mau sama emak-emak kaya Aneska itu tuh?." tanya Ayana.
Gio tersenyum." Ada banyak.tapi gak tahu mau apa enggak sama ka Aneska.nanti aku tanyain dulu." jawab Gio dengan polos membuat gelak tawa meledek Aneska terdengar dari yang lain.
"Suami lo polos banget sih,Ay." ucap Jullian dan Devan.
"Sekarang mah pasti udah gak polos lagi lah.secara Ayana kan otaknya kotor.pasti udah tercemar." cetus Aneska.
"Tapi otak gue gak sekotor lo kok,Nes." sahut Ayana.
"Ngomong-ngomong ini anak lo kok gak ada elonya sih,Ay?ini mah Gio versi perempuan ya." celetuk Cindy yang sejak tadi memperhatikan Mia yang berada di pangkuan Aneska.
Mereka seketika saja menatapi Mia yang tertidur dengan pulas." Iya yah?ah yang semangat bapaknya nih pasti." cetus Giselle dan Devan.
"Otak Aneska kesana mulu heran gue." ucap Jullian dan pacarnya.
"Tahu tuh.biasanya yang kaya gitu udah ngebet banget." sahut Ayana.kemudian di kasih jempol oleh Giselle dan Cindy juga Devan.
"Ye,enak aja gue malah gak kepikiran ke sana tahu." sungut Aneska yang di balas gelak tawa oleh teman-temannya.
Usai mengobrol dan menikmati hidangan yang di sajikan oleh keluarga Ayana,semua teman-teman Ayana pada pulang.karena tidak ingin mengganggu waktu istirahat Ayana.wanita yang baru selesai melahirkan itu harus banyak istirahat agar mental dan fisiknya tetap terjaga dan waras.tadi Cindy dan Giselle,sengaja cepat-cepat membawa Aneska pergi dari sana.karena kawatir perempuan itu akan bicara yang tidak-tidak kepada Ayana. mereka tahu Aneska sering kali keceplosan meski tidak di sengaja,tapi takut ucapannya menyinggung Ayana dan melukai perasaannya.Ayana baru saja melahirkan rentan terkena baby blue.blues dong,gimana sih yang nulis ini.
...πππππ...
Gio dan Ayana kembali ke kamar,Gio sengaja ingin terus menempel pada Ayana karena malas jika harus bertemu Althea di luar kamarnya.terkadang perempuan itu juga sering kali ke kamar Ayana,membuat Gio tidak nyaman dan risih." Ka,mau makan di kamar apa di bawah?" tanya Gio sembari memperhatikan istrinya yang sedang menyusui Mia.
Ayana menoleh seraya melepaskan put*ng susunya dari mulut Mia.bayi itu menggeliat menjilat sisa-sisa ASI di bibirnya." Di tutup, Sayang.jangan di umbar dong,nanti kalau ada yang masuk kamar tiba-tiba gimana?aku udah baik loh mau berbagi sama Mia. masa berbagi sama yang lain juga?" ujar Gio dengan serius.
"Sama anak aja perhitungan amat Gi.lagian siapa yang akan melihat di dalam kamar kita ini?" sewot Ayana heran kepada Gio itu possesif sekali.
Gio mengecup pipi Ayana dengan sayang." Takut ada yang lihat,yang." ucapnya.
Ayana menutup kancing baju terusannya." Tubuh gue ekslusif cuma buat lo dan anak-anak,Gi." kemudian Ayana mengecup singkat pipi putih Gio.
"Baru seminggu ya,Ka.masih ada berapa minggu lagi coba?lama juga ya ternyata." keluh Gio dengan wajah layu.
Ayana terkikik geli." Sabar atuh.nanti juga lupa kalau kita fokus ngurus Mia. tahu-tahu udah selesai aja." sahut Ayana tangan lentiknya mengusap rambut tebal Gio.
"Iya dong.masa iya aku gak kuat sih." Gio mengusap pipi merah Mia yang menuruni rupanya hampir seratus persen itu.jika di lihat-lihat hanya matanya yang menuruni Ayana yang lumayan besar.
Ayana tersenyum lalu mengusap pipi Gio dan mengecupnya singkat.buru-buru menghentikan karena Gio sudah ingin menyosor saja.bahaya jika Gio di ladeni. karena akan berujung kesana pastinya. sedangkan jahitan Ayana saja masih belum kering masih basah dan belum menyatu sempurna.
"Sini pindahin dulu dedeknya biar kamu juga tidur.jangan kurang tidur,yang,nanti kalau kamu gak tidur malah kelelahan. kurang tidur bisa sakit loh." ujar Gio sembari mengambil Mia dari pangkuan Ayana lalu menaruhnya di box bayi.Ayana menurut lalu merebahkan diri,usai menaruh Mia,Gio kembali ke ranjang untuk menemani Ayana tidur.setelah mendengar dengkuran halus dari Ayana,Gio memutuskan untuk keluar setelah meminta suster menjaga putrinya agar tidak mengganggu Ayana.
"Aya mana,Gi?" tanya Monica saat Gio baru tiba di bawah.
"Lagi tidur Mah.aku suruh banyak tidur aja kasihan kalau malam nyusuin dedek. soalnya kan Ka Aya gak mau pompa. maunya langsung aja.otomatis sering bangun" ujar Gio sembari mengisi gelas dengan air dingin.
"Ya bagus atuh,gapapa banyak tidur biar dia seger terus.kasihan nanti malah kelelahan." timpal Melani dari luar.
__ADS_1
"Nanti bangunin ya.itu ada bibi urut Mamah panggil tadi biar ngurut badan Ayana supaya rileks dan gak pegal-pegal." ujar Monica kemudian meninggalkan Ayana Gio untuk mencari suaminya.
"Nanti pas mau akikahan undang ibu kamu ya,Gio.kemarin nenek gak sempat ketemu kan?karena buru-buru pulang.nah pas akikah pengen ketemu biar kenal sama besan." ucap Melani sembari tersenyum dengan ramah kepada cucu menantunya itu.
"Iya pasti Nek.kemarin juga ibu pengen ketemu sama nenek dan kakek.kata Gio nanti aja pas akikah,karena Mamah sama Papah meminta untuk mengundang seluruh keluarga." sahut Gio.
"Iya bagus dong,biar semuanya hadir lagi pula keluarga kita ini sedikit kan?dari Papah Frans cuma keluarga Kevin aja.dari Mama Monica juga cuma keluarganya Thea dan nenek sama Kakek,Mas Abi dan istrinya" ujar Melani.Gio mengangguk dan tersenyum lalu keluar mencari Frans ingin bicara kepada ayah mertuanya mengenai akikahan.
"Akikah sekaligus sukuran pernikahan kalian.banyak yang gak tahu pernikahan kalian kan?sewaktu kalian menikah kami cuma ngundang yang dekat-dekat aja.jadi untuk kali ini undang teman-teman kamu juga." Frans meminta Gio untuk mengundang seluruh teman dan keluarga Gio.
Gio mengangguk namun dalam hati bingung." Waduh berarti nanti pada tahu dong.kalau ka Aya di kira hamil duluan repot juga nanti." batin Gio.
"Iya Pah.nanti aku undang yang dekat-dekat aja,soalnya kalau yang gak dekat malu juga. takut di kira ka Ayana di tuduh yang enggak-enggak." sahut Gio.
Frans mengangguk setuju." Ya sudah terserah kamu aja." ucapnya kemudian meninggalkan Gio karena akan ke bogor pergi golf dengan temannya.
...ππππππ...
Dua minggu berlalu,saat malam tiba Gio mengerjakan tugas kuliah di kamarnya. Ayana dan keluarga sedang kumpul usai makan malam.seluruh keluarga itu tengah menikmati tontonan acara komedi sembari menikmati cemilan dan buah.kakek Raharjo dan nenek Melani masih berada di rumah Ayana.Gio menguap dan merentangkan tangannya merasakan pegal di bahunya.pria muda itu membereskan seluruh kertas-kertas dan laptopnya.Gio berdiri hendak menyusul Ayana kebawah,ingin bergabung dengan keluarga istrinya itu.namun,saat Gio akan membuka kenop pintu dirinya terkejut karena di dorong oleh Althea masuk kembali ke dalam kamarnya.lalu perempuan itu menutup pintu dengan kakinya.
"Apaan sih kamu?" ucap Gio menatap tajam sepupu istrinya itu.
Althea tak segera menjawab malah tersenyum menggoda dan menatap Gio dengan tatapan sensual." Kenapa,Gi?aku cuma pengen lihat kamu lagi apa di sini?" jawabnya sembari tersenyum.
Gio mendekus dirinya tahu apa yang ada di otak gadis gila ini." Lo pikir gue gak tahu niat busuk lo itu?ngapain lo malam-malam gini masuk ke kamar orang?lo gak punya etika ya?masuk kamar orang malam-malam gini,buat apa coba kalau gak punya niat busuk." tukas Gio sudah tidak sesopan sebelumnya.
Althea maju dua langkah kepada Gio. membuat laki-laki itu mundur dengan sikap waspada." Bagus dong kalau lo tahu niat gue,berarti gue gak perlu repot-repot ngasih tahu lo,Gi." ujar Althea dengan senyum simpul.
"Keluar lo dari sini,gue gak mau orang rumah salah paham ngelihat lo di sini." usir Gio dengan tegas bahkan dirinya enggan menatap sepupu Ayana itu.
"Lo kenapa sih marah-marah terus?lo mumet ya gara-gara gak di kasih jatah sama Aya?mau gue bantu keluarin gak?" tawarnya dengan kurang ajar.lalu jari telunjuk yang lentik itu ia masukan ke mulutnya dan menggerakan dengan sensual berharap Gio akan terpancing gairahnya itu.
Rahang Gio mengeras dengan cepat ia menarik tangan Althea dan membuka pintu kamar lalu membawanya keluar." Udah gila lo ya,gue sabarin tapi malah ngelunjak." maki Gio marah." Gue gak peduli mau lo sepupu istri gue pun.karena lo udah kurang ajar banget." lanjutnya sembari menyeret Althea.
"Lo kasar banget sih jadi cowok.gue teriak nih biar semua tahu kelakuan lo ke sodara istri lo sendiri,biar lo di usir dari sini_"
"Kamu yang akan kaka usir dari sini,Thea. berani-beraninya kamu godain suami sepupu sendiri." potong Ayana dari ujung tangga dengan wajah merah karena marah kepada sepupunya itu.
Wajah Gio memucat begitu pun Althea. demi apa pun dirinya ketakutan jika Ayana tahu bahwa ialah yang memulai." Ka.bisa dengerin aku dulu.ini salah paham,tadi Gio meminta aku ke masuk kamar kaka.aku kira mau ngapain tahunya_"
"Lo jangan memutar balikan fakta ya,lo nyamperin gue.lo yang_"
"Udah-udah,gue udah tahu semuanya.lo turun sana Thea.dan besok pagi pulang sama kakek dan nenek.gue gak mau ada lo lagi di sini,biar gue yang akan bilang ke Mamah dan Papah lo kalau kelakuan anaknya kaya lomte." usir Ayana dengan tegas.
"Ka.jangan usir aku dong.harusnya kaka usir Gio dari sini.dia cuma parasit di sini numpang sama kaka.dan ngabisin uang keluarga kaka untuk apa coba?mending usir aja kaka bisa cari suami yang lebih dari Gio_"
"Kalau dia parasit lalu kamu apa?kamu juga cuma numpang di sini.Gio gak numpang di sini tapi berhak tinggal di sini karena ini rumah gue.dia memberikan kebahagiaan buat gue,sedangkan lo cuma musingin dan cari masalah terus di sini." sela Ayana dengan emosi karena Althea begitu membuat emosinya meningkat.
Mendengar keributan di lantai dua itu. keluarga Ayana naik ke atas dan terkejut mrndengar pertengkaran Ayana dan Althea sebenarnya,hanya Ayana di sini yang terlihat sangat marah.sedangkan Althea masih santai.entah sengaja atau bukan mereka tidak tahu.
"Ada apa lagi sih ini?kenapa ribut-ribut?." tanya Raharjo dengan heran.
"Kakek tanya saja sama cucu kakek ini. tanyakan kenapa dia gatel banget mau godain suami sepupunya sendiri." ucap Ayana matanya menatap Althea begitu tajam.
"Benar begitu,Thea?" tanya Raharjo dengan tegas.
Tentu saja Althea menggeleng tidak ingin mengakui." Gio yang mulai,Kek.aku di paksa di tarik masuk sama dia_"
"Gak usah fitnah,Thea,lo pikir gue gak tahu?lo diam-diam masuk kesini dan memaksa Gio.Gue lihat pake mata kepala Gue sendiri." potong Ayana dengan tegas.
"Benar begitu,Gi?" tanya Raharjo pandangannya beralih pada pemuda itu.
Gio mengangguk dengan cepat." Iya,Kek." jawab Gio cepat.
Melani dan Raharjo menggeleng mereka malu." Kamu benar-benar keterlaluan Althea.malam ini juga pulang kamu." ucapnya begitu emosi kepada cucunya itu.
Althea langsung memohon dengan tangis. wajahnya terlihat begitu terluka." Kalian gak ada yang percaya sama aku.oke gapapa,tapi suatu saat aku akan tunjukan kepada kalian seperti apa kelakuan Gio itu." ucapnya sembari menuruni tangga.
"Silakan,lo yang gatal mentang-mentang gue gak bisa ngasih jatah ke Gio,lo sok-sokan mau gantiin gue.jangan mimpi." maki Ayana lalu mengajak Gio yang berdiri dengan kaku masuk ke kamar.
...Si cabe kering ini emang ya...
__ADS_1