Menikahi Brondong

Menikahi Brondong
69


__ADS_3

Memang benar kasiatnya,jamu yang Gio beli itu benar-benar bagus,kata Gio sih begitu.namun tidak dengan Ayana.baginya minuman herbal atau jamu seperti itu sangat lah bohong jika dapat mengencangkan kembali.itu hanya trik marketing saja,nyatanya,Ayana merasa biasa aja.tidak ada yang mendadak kencang tidak pula mendadak ada yang tiba-tiba menjadi sempit.


"Harga memang tidak membohongi hasil. pantesan kata si emak.itu bahannya kualitas premium semua bayangin,yang. kunyit aja di impor dari negara prindavan padahal mah di belakang rumah ceu Piyah juga banyak.tapi yang penting hasilnya sih wow banget." ujar Gio sembari mengunyah nasi goreng buatan Bu Narti.Ayana tak menanggapi memilih fokus menyuapi Jemia dengan bubur ayam yang di beli Kevin tadi pagi.


"Abis ini mau lagi ya." Gio mendongak menatap Ayana yang sedang mengelap area mulut putrinya yang belepotan." Yang.." panggil Gio.


"Apa sih?ambil aja kalau mau lagi." sahut Ayana.Gio berdecak sebal lalu menyuapkan nasi goreng itu dengan kesal.


"Bukan nasi goreng,aku maunya ya itu." ucapnya sembari menatap ke bagian bawah tubuh Ayana.


"Ampun deh.gak ada bosen-bosennya libur napa,aku aja males banget loh." balas Ayana.


"Libur mulu." sahut Gio.


"Lah baru juga dua hari,libur mulu,kapan?" sungut Ayana.


"Kamu itu nolak mulu kerjaannya.padahal mah yang bikin aku semangat apa pun itu. selain anak-anak dan kamu,ya itu." ucap Gio membuat Ayana menoleh seketika padanya.


"Pikiran kamu itu gak jauh-jauh dari sana ya Gi." Ayana berdecak dengan heran.


"Ya iyalah.namanya juga cowok." sahut Gio.


"Iya iya." balas Ayana mengalah saja lah dari pada suami bocahnya itu ngambek repot urusannya.lagi pula,Gio memang tidak pernah meminta apa pun pada Ayana,selain urusan itu yang selalu menuntut agar setiap hari melakukannya agar selalu mendapat energi katanya.wajar namanya juga anak muda,tapi Gio ini memang kebangetan sih,tidak jauh-jauh dari sana.


"Jangan minta di atas tapi,aku capek." ucap Ayana,Gio hanya mengangguk.


"Kan aku bilang.kamu mah cukup nikmati aja di bawah,biar itu jadi urusan aku." ujar Gio.Kevin yang baru tiba di meja makan pun mengerutkan dahinya heran.mereka ini sedang membahas apa sih pikirnya.


"Ya udah.deal ya." pinta Ayana.yang langsung di angguki Gio.


"Kalian bahas apa sih?kok di atas di bawah?." sambar Kevin tiba-tiba membuat Ayana dan Gio terkejut.mereka langsung fokus pada urusan masing-masing.


"Nggak.cuma bahas harga sembako." sahut Ayana asal.


"Ka Aya mau buka warung?" tanya Kevin.


"Baru rencana." jawab Gio datar.


"Oh,setelah pindah ya?wah enak dong nanti aku maen dan bisa jajan terus." ucap Kevin antusias membuat Gio mendelik.


"Enak aja,bangkrut dong gue." ujar Gio.


"Ya elah,kalau bangkrut kan minta modal lagi ke Pakde.ngapain pusing,mertua lo kaya raya masa modal warung aja gak bisa ngasih.kebangetan kalau gitu mah." ucap Kevin heran.untuk apa soal modal saja di pusingin pikirnya.secara pakdenya itu kaya raya tinggal membuka warung doang mah gak perlu susah.bahkan membuka seratus warung pun.pakdenya itu pasti mampu.weleh,yang kaya pakdenya yang sombong ponakannya.


"Diem lo,anak kecil tau apa." ujar Gio.


"Lah lo juga anak kecil,umur kita sama bro. gak usah so dewasa gitu lah.sama-sama bocil gak usah saling serang." sewot Kevin.


"Beda dong." sahut Gio.


"Beda apanya?umur kita aja sama,yang ngebedain itu.lo udah pinter nyetak anak. sedangkan gue pacaran aja belom pernah." ujar Kevin terlihat sangat memperihatinkan di mata Gio.


"Owalah jomblo ternyata,pantesan sensitif banget kek anak gadis lagi datang bulan buru cari pacar sana,biar gak sensian kurang belaian itu." ledek Gio.


"Emangnya lo.sibuk mulu dengan urusan percetakan orok." sewot Kevin.


"Yang,sepupu kamu ini nyebelin ya?" Gio ngadu pada Ayana .


"Baru tau lo." sahut Kevin.membuat Ayana terbahak melihat kedua pemuda itu.


"Udah buruan abisin sarapannya.abis ini kita berangkat.Kev.bantu masukin barang ke mobil ya.kaka repot soalnya.Gio juga mau bantu anak-anak." pinta Ayana membuat Kevin berdecak sebal,niat ingin healing ke rumah pakdenya malah di jadikan babu di sana.coba saja,tadi pagi Kaka sepupunya itu meminta dirinya untuk membelikan bubur ayam.setelah itu menyuruh Kevin untuk membeli nasi kuning dan begitu sampai rumah.Kevin di suruh menjaga Jemia.karena susternya sedang pada sarapan.


"Iya Kaka sayang." jawab Kevin,pemuda itu menurut saja." Awas aja lo,Gio,pasti dia yang nyuruh nih." lanjutnya dalam hati.ia yakin semua ini karena Gio yang menghasut Kaka sepupunya itu.


Melihat Kevin yang menurut saja meski dengan terpaksa,Gio mengulum senyum puas.memang benar itu adalah ulahnya. pasalnya Gio sebal juga pada sepupu istrinya itu,lelaki yang seumuran dengannya itu sangat lah menyebalkan berlaku sesukanya dan kadang kala merepotkan semua orang.dalam waktu beberapa bulan ini,Gio dan Kevin memang sudah akrab dan mulai dekat.mereka menjadi dekat satu sama lain.yang awalnya kaku,kini mencair dan berbaur seperti keluarga.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


"Mau berapa hari emang Ay?." tanya Monica setelah meletakan cucunya di tempat main yang ada di ruang tivi.


"Sebetahnya aja,Mah.lagian gak bakal lama-lama takut anak-anak sakit doang." jawab Ayana seraya menyusui putranya bayi itu memang paling aktif menyusu dari pada kakanya.


"Bagus lah.jangan lama-lama nanti mama kangen." ujar Monica yang mendadak menjadi melow.wanita tua itu mengusap kaki montok Raven yang bergerak-gerak tidak bisa diam.


"Oma gak bisa bayangin,kalau kalian udah pindah,pasti oma kesepaian di sini,rumah sebesar ini isinya cuma dua orang tua doang.pasti sepi banget." ujar Monica sembari menyeka air matanya.


"Loh Mamah kok malah nangis sih?kan kita pindahnya juga gak jauh Mah,masih daerah sini,masih bisa ketemu tiap hari juga.udah ah gak usah nangis gitu.nanti aku malah ikutan nangis." ucap Ayana,ia tidak suka melihat ibunya menangis apa lagi jika menangis karenanya.dan membahas mengenai kepindahan ini Ayana juga memang sering kali melow rencananya mereka pindah minggu kemarin.berhubung masih sibuk,jadi di undur rencananya setelah pulang dari Bali.


"Emang kamu gak sedih?mamah itu sedih tau,kalian mau ninggalin mamah sama Papah di sini.padahal rasa kesepian kami sudah terobati dengan hadirnya kalian,juga anak-anak.tapi hanya sebentar,kalian memilih pindah.bagaimana kami tidak sedih,coba." lirih Monica tangan tua itu terus mengusapi kaki cucunya.dan langsung mengambil Vindi yang sedang bermain bola kecil di tempat mainnya.


"Apa lagi si gembul ini,dia yang paling pinter kalau mau tidur tinggal di usap dua kali aja punggungnya,udah tidur.nanti siapa yang ngusapin kalau udah pindah." Monica masih berdrama,ia ingin membujuk anak dan menantunya itu agar tidak pindah rumah.namun mereka tetap memilih pindah saja.


"Kenapa gak bujuk Gio sekali lagi,Ay.bilang sama dia undur aja pindahnya sampe anak-anak dewasa " pinta Monica.


Ayana menarik napas sepenuh dada. permintaan ibunya yang ini sudah lebih dari sepuluh kali ia dengar." Kalau sampe anak-anak dewasa.namanya bukan di undur mah.tapi di batalin,dan tetap di sini selamanya." sahut Ayana.


"Biasanya Gio itu nurut banget sama Mamah.tapi kali ini dia bebal loh.tiap mamah ngomong ke dia.jawabannya pasti Mamah ngertiin Gio ya,Gio pengen mandiri belajar menghidupi anak dan istri tanpa bantuan Mamah dan Papah terus.Gio juga gak mau ngerepotin Mamah dan Papah selamanya.masa mau selamanya apa-apa ke kalian.kalau begini terus,Gio merasa gak berguna sebagai kepala keluarga.gitu katanya." Jelas Monica,menceritakan apa yang ia dengar dari menantunya itu.Ayana hanya mengangguk saja,sebetulnya ia pun tidak ingin berpisah dengan kedua orang tuanya.Ayana sudah kebiasaan bergantung pada mamah papahnya.


Dan kali ini ia harus memilih menurut pada Gio.bagaimana pun pemuda itu adalah suaminya,imamnya yang harus ia hormati dan turuti.meskipun rasanya berat, tapi Ayana tetap akan menurut pada Gio.

__ADS_1


"Nanti kami juga pasti sering kesini kok mah.tapi Mamah juga harus sering nginep di sana,ya." ujar Ayana.Monica mengangguk,walau berat tetap harus mengikhlaskan.bagaiman pun putrinya itu sudah menikah,dan harus mengikuti suaminya kemana pun perginya.karena tanggung jawab Frans dan Monica kini beralih pada Gio sepenuhnya.setelah pernikahan mereka.


...☘️☘️☘️☘️☘️🍀...


Akhirnya yang Ayana impikan dari semenjak mengandung si kembar,akhirnya terwujud juga.saat ini mereka baru menginjakan kakinya di tanah Bali.mereka sampai di sana jam empat sore.sangat pas untuk segera melihat senja." Ayah.ayo ain ail." pinta Jemia seraya memberontak dari gendongan suster mengajak Gio untuk main air.


"Iya sayang.tapi ganti dulu yuk bajunya masa berenang Pake renda-renda begini." ujar Gio.lalu mengambil alih Mia.setelah memberikan Vindi pada Ayana yang saat itu memang sedang tangan kosong.


"Iya dek,ganti dulu bajunya pake yang bunda beli kemarin itu." suruh Ayana." Sus baju renang yang pink itu pakein gih.lucu deh pasti." suruhnya pada suster Titi." Eh kalau gak saya aja deh yang pakein.sus pegang Vindi aja."


"Iya non.saya ambilkan dulu bajunya." ucapnya suster Titi.


"Jem,ikut bunda yuk ganti baju nanti kita renang sama ayah." ajak Ayana pada putri sulungnya itu.namun gadis kecil itu tidak mau ia malah melekat pada ayahnya.


"Ayah mulu deh,heran Mama.yang lahirin kamu itu mama loh Jem.bukan ayah maunya ayah terus." dumel Ayana.


Gio menahan senyum mendengar dumelan sang istri.ia pun terkadang heran sendiri. mengapa Jemia begitu dekat padanya. padahal bisa di bilang Gio kalau siang jarang di rumah.ia sibuk kuliah dan kerja tapi Jemia sangat lengket padanya.


"Udah gapapa.kamu duduk aja di sini,biar aku yang gantikan baju Mia.udah jangan marah-marah mulu ya,sayang.nanti capek." bujuk Gio sembari mengusap punggung istrinya.dan Ayana pun terlihat melunak merasakan usapan lembut itu.


Suster Risma dan suster Titi hanya bisa menatap iri pada bos perempuan itu mereka sangat ingin berada di posisi Ayana.bagaimana tidak,Gio setiap saat selalu memanjakan Ayana.perlakuan lembutnya membuat siapa saja iri.


"Pengen juga di gituin ya sus." bisik Risma pada temannya itu.


"Sama.saya juga mau atuh kalau suaminya kaya mas Gio mah.gak kaya suami saya bisanya mukul doang." ujar Titi.ia memang sudah memiliki suami dan terpaksa bekerja karena suaminya hanya pengangguran.


"Kita cuma bisa iri aja sus.tapi gak bisa kaya non Aya." balas Risma


"Andai mas Gio itu gak setia dan gampangan.sudah aku gebet." ucap Titi


"Kalau ncus cantiknya kaya non Aya mah gak apa sus.lah kita mah cuma remehan astor gini.mas Gio mana mau lah." sahut Risma membuat Titi malu.secara tidak langsung gadis itu mengatakan kalau dirinya sangatlah jelek.


Gio mengetuk kamar mandi,katanya tadi Ayana sedang berganti pakaian,tapi kok lama sekali pikiranya." Yang,masih lama gak?." tanya Gio.namun belum mendapat sahutan dari dalam membuatnya tambah khawatir." Yang.." panggilnya sekali lagi di iringi ketukan.


Ceklek


Ayana membuka pintu kamar mandi dengan wajah lesu.membuat Gio khawatir." Kamu kenapa,kok pucet?." tanya Gio.


"Gi,tadi aku kok ngedadak gak enak perut ya.kaya mules gitu.tapi aku bab gak mau tuh tapi perut aku mules melilit gitu." ujar Ayana.


"Kamu kemarin sore kelamaan jogging itu." Gio mengusap perut Ayana." Apa salah makan,hmm?"


"Aku makan yang biasa di makan aja.apa karena minum jamu itu ya?." tanya Ayana.


"Nggak lah sayang.mana mungkin minum jamu masa sakit perut." sahut Gio." Terus ini renangnya jadi gak?atau kamu diem aja istirahat.biar aku aja yang temani Mia. sebentar doang kok gak lama." ucapnya.


"Ikut aja.nanti kamu malah ketemu Mbak-mbak yang kaya wewe gombel gitu di sini kan tempatnya.ngeri banget kalau kamu ketemu mereka." tolak Ayana,tentu saja ia harus ikut dengan Gio.masalahnya di sini banyak sekali perempuan pemburu bule.soalnya kan wajah Gio itu bule sekali jadi mereka sudah pasti akan mendekati Gio.


"Tetap aja.aku harus waspada.ada banyak pasang mata yang natapin kamu dari tadi." kekeuh ya sembari membuka pakaiannya dan mengambil bajunya yang sudah di siapkan.


"Pake itu,yang?" tanya Gio yang syok melihat pakaian yang Ayana kenakan.


"He'em.kenapa emang.aku udah lama gak pake ini." jawab Ayana santai.


"Astaga,yang.itu sama aja kaya gak pake baju dong?nggak-nggak.cari yang lain aja yang agak mendingan coba." larang Gio bisa kacau kalau Ayana memakai itu di sini bule-bule pemburu wanita Asia pasti melotot semua matanya.


"Ish.ya udah." Ayana mengalah dan memilih pakaian yang sedikit tertutup padahal sangat ingin memakai bikini sedari masih mengandung.meski kesal,Ayana tetap menurut pergi ke pantai dengan Gio dan putrinya.si kembar hanya mereka biarkan main di pantai saja.tidak di ajak berenang,karena kedua suster itu harus menjaga bayi.


Saat ini Ayana dan Gio tengah berenang beserta putri mereka.ketiga manusia berbeda umur itu begitu menikmati kebersamaannya.Gio berusaha menikmati waktu bersama anak dan istrinya." Ayah cini.nda mau ayah." ujar Jemia.saat Ayana membawanya mendayung-dayung.


"Sana ke ayah.mama mau renang." usir Ayana kesal pada putrinya.sudah jelas-jelas bersamanya.masih saja mencari Gio.


Gio hanya terkekeh lalu menangkap putrinya dan membawanya berenang sembari terus mengawasi Ayana,takut istrinya kecantol bule." Mia.ingat apa yang ayah bilang tadi?kalau ada tante cantik manggil ayah ini apa?" tanya Gio.


"Abang.." jawab Jemia sembari memainkan kalung ayahnya.


Ayana yang sedang mengusap wajahnya itu pun terbelalak mendengar ucapan putrinya." Eh,eh.apaan maksudnya?gak gak boleh.masa begitu,Mia jangan ikutin ayah." ucap Ayana .


"Iya." Jemia mengganguk dengan polos membuat Gio terkekeh.


"Anak ayah pinter banget sih."ujarnya lalu menggigit pipi Jemia hingga kemerahan.


"Gio,jangan ajari anaknya begitu." sungut Ayana.


"Bercanda,yang.lagian Mia gak paham ini." sahut Gio dengan santai.


"Iya sekarang gak paham.tapi lama-lama paham." sewot Ayana.


"Iya udah maaf.kamu kok emosian terus sih?." heran Gio.


"Habisnya punya suami suka aneh-aneh aja.masa anak di ajari begitu." sahut Ayana lalu memeras rambutnya dan mengajak Gio dan Mia pulang ke hotel.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Saat makan malam tiba.Gio dan Ayana meminta suster untuk makan terlebih dulu. karena akan gantian,menjaga tiga balita lumayan repot juga.


"Yang,Raven dan Vindi tidur ya?" tanya Gio saat ini dirinya baru kembali dari kamar mandi mencuci tangan Mia,tadi habis memakan cokelat.


"Iya.aku udah laper banget." ujar Ayana cacing perutnya sudah demo sejak tadi.

__ADS_1


"Makan duluan aja kalau gitu.kalau nunggu suster kelamaan.keburu ilang nanti lapernya." suruh Gio dan berinisiatif akan menelepon pelayan untuk membawakan makanan ke kamar mereka.


"Gak usah.bareng kamu aja." tolak Ayana Gio hanya mengangguk dan berusaha menidurkan Jemia yang susah sekali untuk tidur.Ayana tiduran di kasur sembari memainkan ponsel.baju terusannya terbuka begitu saja.entah lupa atau sengaja.Gio yang melihatnya pun segera membetulkan kancing baju sang istri,meski dengan tangan satunya.


"Jangan teledor.kalau di kamar gapapa. takutnya pas di luar kelupaan.nanti repot kalau di lihat orang." ujar Gio.


"Lupa,Gi.maklum lah udah ibu-ibu lupa mulu." sahut Ayana.ia sedang sibuk mengunggah momen mereka ke Instagram pribadinya,dan tak lupa juga mentag akun Gio di sana.Ayana mengunggah beberapa foto Gio hasil jepretannya,dan ada fotonya juga.Dengan caption seperti ini.


Gak kuat sama ketampanan suami sendiri







Dan selang lima menit pun sosial media Ayana langsung banjir oleh Komenan dan like.


@Aneskacute:Gila pren.rupanya keluarga cemara yang rempong ini lagi ke Bali.tapi gak ngajakin antenya🥺


@Giselle Belviana:Ke Bali gak ngajak-ngajak.Mia nte nitip kue semprong ya.


@CindyAuristiela:Mia,ayahnya onti culik boleh ya😍


@Jullianjul19:Parah gak ngajak2:)


@DevanoSeans:Gua nyusul ah besok.


@Giovannopram17:Itu cowok siapa sih?kek kenal.keren parah.


@Anggarompies:Ka Aya,makin cantik aja sih.


@Muhammad Ruri:Ay.gue tunggu janda lo.


@Vitalia:Gila emak-emak rasa gadis.tapi itu bapak2nya juga minta di culik.


@Eryshan:Maaf itu siapa ya Bun,kok jiwa pelakor saya meronta ingin merebut.


@Dinann:Ka Aya cantik banget😍


@Tivanaa:Kirian jodohku,tahunya suami orang:)sad bet idup w


@AydishHimawan@GiovannoPram17:Suami aku itu.cakep ya?


@AydishHimawan@GiselleBelviana:Nyusul aja sih kelean.


@GiovannoPram17@AydishHimawan: mbaknya masih jomblo gak?saya mau daftar dong,mau gak jadi teman hidup selamanya?😚


@AydishHimawan@GiovannoPram17:Kalau saya punya suami jg,saya bakal cerain suami saya.kalau yg ngerayunya km mah☺😍🤣


@Aneskacute@AyDish Himawan@GiovannoPram17:Huekkk🙄


Begitulah komenan teman Ayana,dan masih banyak lagi komenan random di akunnya itu.Ayana membiarkannya saja dan hanya membalas beberapa.dan ia malah sibuk berbalas komen dengan Gio padahal lelaki itu di sampingnya.begitu juga dengan Gio,usai makan malam ia bermain ponsel sembari menunggu Ayana yang sedang di kamar suster,di sebelah kamar mereka.Gio memposting foto dirinya dan Ayana dan langsung banjir pujian dari beberapa pengikutnya.banyak pula yang memuji Ayana sangatlah cantik ada pula yang mengatai dengan kata kasar karena itu Gio memfilter Komenan yang menurutnya sangat unfaedah sekali.





...My wife@AydishHimawan...


Caption yang di tulis Gio.pada gambar Ayana.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Sally yang sedang bermain ponsel sambil tiduran pun,segera mengecek akun Instagram milik Gio karena mendapat pemberitahuan.dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang di tag dalam foto pada keterangan tersebut.


"Gila apaan ini?Gio keterlaluan banget anj." maki Sally membuat Elsa-temannya menoleh dengan heran.


"Kenapa sih lo?" tanyanya


"Lo lihat,Gio sama istrinya bahagia banget gue jadi kesel lihatnya" jawab Sally.


"Lah emang ngapa?masalahnya di mana?kan emang mereka suami istri ya wajar dong kalau bahagia.kenapa lo kesel?."tanya Elsa.


"Ish.lo goblog apa gimana sih,Sa?gue itu suka sama Gio.gue bertekad buat dapatin dia.gue sih gak apa gak bisa miliki asal gue bisa tidur sama dia." sahut Sally.


"Lo yang goblog Sall,orang lagi bahagia kok lo rusak sih.lo gak takut karma.dan gak kasihan sama anak-anaknya?." decak Elsa tak percaya bahwa Sally akan senekat itu.


"Gak peduli gue.asal gue bisa dapatin Gio. jangan panggil gue Sally Purnawan kalau gak bisa dapatin lelaki itu,persetan dengan anak bininya gue gak peduli." ucap Sally dengan senyum bak nenek lampir.


"Cepet sadar sebelum lo kena masalah. jangan main-main sama keluarga Pak Frans.orang tua itu serem cuy.dia banyak duitnya.sekali sikat kelar keluarga lo." peringat Elsa.


"Halah,emangnya keluarga dia doang yang banyak duit.bapak gue juga banyak duit kalau mau adu duit mah hayok aja." sahut Sally bebal.

__ADS_1


"Ya udah terserah lo aja deh,gue gak ikutan kalau gitu." ujar Elsa.


__ADS_2