
Beberapa hari setelahnya ternyata Sally tidak main-main dengan ucapannya rupanya perempuan itu serius dengan apa yang ia ucapkan kepada Gio.ternyata bukan sekedar ancaman semata,namun Gio tidak peduli dan tidak pernah sekali pun menggubris perempuan gila itu.malah kini dirinya di sibukkan dengan pelatihan futsal karena Minggu ini turnamen itu akan di adakan.
"Gue akan buat dia bertekuk lutut di bawah kaki gue." ucap Sally.saat ini dirinya tengah memerhatikan Gio yang sedang mengobrol dengan teman-temannya di koridor kampus.
"Caranya?" tanya Nolla-sahabat dari Sally.
"Gampang itu mah,gue akan buat seolah-olah kami ini memiliki hubungan gue bakal sewa salah satu orang yang bisa ngebuat seolah-olah gue dan Gio benar-benar telah berbuat intim.lalu setelah itu gue bakal serahin ke keluarga istrinya,gue yakin dia bakal di tendang.dan kembali jadi miskin.gua akan lihat sejauh mana dia bakal bersikap sombong sama gue." Sally tersenyum sembari memerhatikan Gio yang tengah tertawa bersama teman-temannya." Ayana gak akan serendah itu yang mau tetap menerima Gio.gue yakin setelah dia tahu seperti apa Gio itu,dia pasti ilfil." lanjutnya.
"Lo yakin?" Nolla tak percaya dengan apa yang di ucapkan Sally itu.
"CK.lo ini suka banget meragukan.belum juga lihat hasilnya." Sally berdecak malas pada sahabatnya.mengapa susah sekali sih untuk percaya padanya.
"Bukannya gitu.tapi lo jangan coba-coba deh.sukur-sukur kalau lo menang dan bisa ngehancurin Gio.nah kalau nggak gimana?yang ada lo rugi sendiri." nasehat Nolla yang langsung di tanggapi dengan decakan dari Sally." Setelah lo ngehancurin rumah tangga mereka.emang lo yakin Gio bakal mau sama lo?." lanjutnya.
"Gue sih gak harus milikin dia,La.gue cuma pengen Gio hancur itu aja sih.gue pengen ngelihat dia bertekuk lutut dan memohon meminta pekerjaan sama gue.soalnya gue yakin setelah Ayana tahu,Gio bakal di tendang." Sally tersenyum bagaikan iblis,ia sudah dapat membayangkan seperti apa wajah nelangsa Gio nantinya.
...☘️☘️☘️☘️🍀🍀...
Di rumah setelah Gio kembali dari kantor. pemuda itu terlihat memasuki rumah dengan wajah kusut.bagaimana tidak siang tadi Gio di buat kesal oleh salah satu staf ayah mertuanya itu.pasalnya pria itu sering kali mencari muka di hadapan Frans dan terkesan membuat citra Gio menjadi buruk.
"Ayah..." Jemia berlari dan langsung memeluk paha Gio dengan riang." ayah ia puyang." celotehnya.
Gio mengangguk dan tersenyum sembari meletakan tas kerjanya." Ayahnya capek Dek.biarin ayah duduk dulu nanti baru gendong." peringat Ayana kepada putrinya.
"Ayah mandi dulu ya." ucap Gio sembari menunduk agar tubuhnya sejajar dengan sang putri.
"Ikut." jawab Jemia dengan polos.
"Masa mandi aja ikut?nanti basah dong." cegah Ayana sembari menggendong Mia ke pangkuannya.
"Mau panggil tukang pijit gak?." tanya Ayana karena ia melihat Gio yang begitu kelelahan sepertinya.
"Boleh.aku mandi dulu ya,tadi abis bantu cek mesin kotor ini penuh debu." pamit Gio sembari melenggang ke kamar mandi.
Sembari menunggu Gio selesai.Ayana memanggil mbok Iyem-tukang pijat langganan mereka.setelah itu dirinya seperti biasa melanjutkan memakai rangkaian skincare yang tadi sempat tertunda.tak lama Gio sudah keluar kamar mandi dengan wajah segar.tubuh kekarnya masih di penuhi tetesan air membuatnya menjadi semakin tampan.tubuh bagian bawahnya hanya terbalut handuk putih yang Ayana yakini di tarik sedikit saja benda pusaka itu langsung terpampang dengan jelas.
"Baju belum di susun semua ya,yang?." tanya Gio,saat ini ia tengah mencari boxer dan baju rumahan yang akan ia kenakan." Perasaan kemarin sudah aku taruh sini deh?." lanjutnya dengan heran.
Ayana masih memandangi suaminya dengan pikiran mesumnya.merasai tak ada jawaban dari sang istri,Gio menoleh ke belakang mendapati Ayana yang tengah memperhatikannya." Kamu ngelihatin apa sih?kok serius banget?." tanya Gio membuat Ayana langsung tersadar.
"eh.kamu tadi ngomong apa?." tanyanya.
Gio hanya berdecak dengan heran." Kamu mikirin apa?"
"Nggak mikirin apa-apa.cuma bengong aja." jawab Ayana.
"Masih gak betah di sini?kalau emang pengen balik ke Mamah ya udah kita balik aja." ucap Gio serius membuat Ayana langsung mendekatinya.
"ih,siapa yang gak betah di sini sih?bukan gitu.aku betah di sini,aku cuma kepikiran Papah aja.Mas Surya tadi laporan kalau Papah di pabrik marah-marah terus.aku kawatir tensi Papah naik" kilah Ayana.
"Kirain,iya papah tadi di buat kesel sih sama anak-anak produksi." Gio mengoleskan body lotion ke tubuhnya sama seperti Ayana jika habis mandi maka laki-laki itu begitu rajin merawat dirinya.tak heran Gio selalu rapih wangi dan tampan juga terawat.gimana cewek-cewek tidak menempel coba.
"Gi,boleh gak sih aku di kantor lagi itung-itung bantu Papah?." ucap Ayana pelan sembari menududukan dirinya di tepi ranjang.
Gerakan tangan Gio terhenti ia menoleh pada istrinya." Kamu pengen kerja?."
"Sejujurnya iya,tapi kalau kamu bolehin kalau gak mah ya gapapa.aku di rumah aja." cicit Ayana.
"Lalu anak-anak?Vindi dan Raven masih full asi kan,yang?emang gak apa-apa kalau mereka kamu tinggal?." Gio ikut duduk di samping Ayana.
"Stok ASI banyak di kulkas,mereka gak akan kekurangan.aku juga kalau makan siang bisa pulang dulu lagian dekat ini.aku kasihan sama Papah,sering kali di bohongi sama orang kepercayaannya.aku gak mau usaha papah hancur untuk ke dua kalinya dia membangun semua itu gak mudah Gi.Papah bisa sampe sekarang ini melewati banyak hal,masa iya aku tega biarin Papah kerepotan sendiri.aku bukan mau ngorbanin anak,tapi kan kondisinya mereka juga sudah bisa di lepas.jadi aku gak terlalu kawatir membiarkan mereka dengan suster." Ayana menatap wajah Gio yang juga sedang menatapnya.wajah laki-laki itu tak berekspresi hanya diam namun.biar pun begitu.sepertinya Gio memang sangat pengertian terhadap istrinya.
"Iya,kamu boleh kerja.aku ijinin." jawab Gio membuat Ayana mengerjakan mata beberapa kali.
"Gi,ini seriusan?kamu ngijinin?gak kepaksa kan?gak pura-pura juga kan?." rentetan pertanyaan dari bibir tipis Ayana keluar membuat Gio gemas sendiri.
"Gak lah,mana ada kepaksa atau pura-pura aku serius,kamu mau kerja ya udah gapapa." jawab Gio dengan suaranya yang lembut.
Tanpa banyak tanya Ayana langsung memeluk suaminya.menciuminya dengan sayang,dan berakhir menyembunyikan kepalanya di dada Gio." Terima kasih.kamu memang selalu pengertian."
"Sama-sama.lakukan apa yang membuatmu senang,asal waktu untuk aku dan anak-anak tetap ada ya." pinta Gio sembari mengeratkan pelukannya.dan kini Ayana sudah naik ke atas pangkuannya melingkarkan kaki jenjangnya di pinggang Gio.
"Ihhhhh,ayahnya Jem manis banget sih." Ayana menjemil pipi suaminya yang tipis itu ia mengelus bulu halus yang tumbuh di sekitar pipi Gio.
"Iya,ayah udah manis banget.tapi bundanya cuek bebek.suka gak peka." sindir Gio membuat Ayana terkekeh.
"Kapan aku cuek bebek?." tanyanya.
"Udah beberapa hari,bilangnya mau nungguin kalau aku nidurin Jemia.taunya udah molor duluan.kan gak jadi tempur." omel Gio dengan malas.bukannya marah,Ayana malah terbahak sampai terbatuk membuat Gio segera menepuk punggungnya." Jangan keras-keras nanti kesedak "
__ADS_1
"Habis kamunya." Ayana dengan segera meredakan tawanya.
"Boleh aku tanya sesuatu gak?" ucap Gio dengan hati-hati.
"Boleh,kenapa?." Ayana yang tampak penasaran di buatnya.
"Apa kamu pernah ngerjain orang di hape aku?." tanya Gio langsung.Ayana segera memalingkan wajahnya tanda bahwa dia memang merasa." Aku cuma mau tanya aja alasannya kenapa,yang?."
"Ya.ya dia aja yang kurang ajar.ngapain spam chat gak jelas begitu.udah tau suami orang masih aja di Pepet." Ayana terlihat sudah mode judes.
"Yang terpenting gak aku ladeni,Sayang. aku biarkan aja kan?toh nanti dia capek sendiri kok." ucap Gio dengan gampangnya dia tidak tahu saja kalau ada sebagian perempuan jaman sekarang itu gatalnya melebihi kurap.
"Gampang bener ngomongnya.itu kan menurut kamu.beda pikiran sama para lon di luar sana.kamu kira mereka akan menyerah begitu aja?gak semudah itu mereka akan terus saja berusaha masuk sampai dapat.memang ada sebagian yang gampang nyerah,tapi sebagian lagi usahanya sangat keras melebihi laki-laki yang kurang tanggung jawab." Ayana terlihat memberengutkan wajahnya suasana hatinya begitu cepat berubah." Kamu marah,aku kerjain dia?"
"Nggak.aku cuma gak suka kamu begitu nanti kamu dapat masalah yang ada repot nanti." kedua tangan Gio mengelusi punggung Ayana dengan lembut.
"Dia laporan ya sama kamu?." wajah Ayana sudah berubah jauh lebih masam dari sebelumnya.
"Nggak.cuma beberapa waktu lalu aku denger dia ngancem akan laporin aku ke polisi katanya sih atas dugaan penipuan dan kejahatan berencana." jelas Gio dengan tenang.
Mendengar itu lantas kening Ayana mengerut sempurna." Dia mau laporin kamu?." tanyanya yang langsung di angguki Gio." Wah,kurang ajar itu betina satu."
"eh eh.kenapa jadi galak begini?." Gio menahan Ayana yang hendak turun dari pangkuannya.
"Siapa nama dia?dan di mana alamat rumahnya?." desak Ayana dengan wajah emosi.
"Mau apa?"
"Mau aku samperin lah."
"Untuk?"
"Untuk di ajak duet tiktok,Gi." jawab Ayana dengan malas.membuat Gio terkekeh." Mau aku gerus lah.yakali pelakor mau masuk kita diam aja." kesal Ayana.
"Aku gak minta kamu begitu,mau gimana pun orang di luar sana.berusaha sekeras dan sekuat apa pun dia.kalau aku gak buka pintu untuk mereka.mereka gak akan masuk" Gio berusaha memberikan pemahaman.akan bahaya jika anak dari Frans Himawan terkena kasus menghajar orang.pasti akan ramai di khalayak umum lebih baik Gio mencegahnya untuk kedamaian keluarganya.
"Tapi dianya gatal,Gi.gimana kalu nanti kamu ke goda dia?aku gak mau itu terjadi mending di basmi sebelum dia bertindak."
"Kutu kali,yang.di basmi segala." Gio tetap menggelengkan kepalanya tidak setuju akan tindakan sang istri yang menurut Gio akan merugikan Ayana sendiri nantinya melihat itu bahu Ayana hanya melemah.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
"Di pake dulu bajunya,yang." titah Gio kala ia melihat Ayana yang lupa memakai baju malah melilitkan selimbut ke tubuhnya.
"Iya," Ayana meraih bajunya yang berserak sisa semalam.
"Behanya juga.masa nongol gitu.nanti orang salfok lagi." merasa istrinya itu Lemot sekali. Gio meraih beha Ayana lalu menarik baju sang istri yang baru masuk separuh.Gio dengan telaten mengaitkan tali bra Ayana,persis seperti orang yang sedang memakaikan pakaian untuk putrinya.
"Udah sana duluan.aku mau ke kamar mandi dulu." titah Gio yang langsung di turuti istrinya.
"Bini gue kok jadi lemot sih?." gumam Gio sembari menggelengkan kepala.usai mengobrol dengan orang itu,Gio dan Ayana sudah siap hendak ke kantor mengantar sang istri.karena Gio pasti kuliah dulu usai itu ia akan menyusul.
"Cantik banget sumpah.gak rela aku,kalau kamu di lihat banyak orang,pakaian itu cocok banget di kamu,tahu" ucap Gio saat Ayana meraih tasnya dan akan menarik gagang pintu kamar hendak keluar karena akan bersiap pergi.
Ayana yang hendak memutar knop pintu pun terhenti,lantas menoleh kepada Gio dengan tatapan heran." Terus aku harus gimana?pake karung aja apa gimana nih?."
Gio tergelak mendengarnya." Ya nggak juga dong.nanti gatal gimana?pake apa ya kamu,supaya gak terlihat cantik gitu?." tanya Gio dengan bodoh.
"Pake setelan ninja" jawab Ayana dengan malas.dirinya jadi serba salah oleh Gio ini memakai rok span katanya tidak boleh padahal rok itu terlihat sopan karena sedikit panjang.lalu memakai baju terusan dengan blazer tidak boleh juga,katanya terlihat sangat seksi dan hot banget.lalu karena sudah menjadi pusing,Ayana memilih kemeja garia yang di padukan dengan celana hitam.
Sedangkan Gio memakai celana adatnya ripped jeans hitam dengan kaus hitam dan kemeja kotak yang di sampirkan di bahunya.seperti biasa suami Ayana itu gemar memakai kemeja.mungkin dia terinspirasi dari orang-orang prindavan atau yang kita kenal dengan India.untung saja kemejanya tidak seketat orang-orang sana.
"Sama ncus ya pinter.nda kerja dulu ya." Ayana menciumi anak anaknya bergantian ia berat meninggalkan mereka namun bagaimana lagi." Kalau ada apa-apa hubungi kami ya sus.mamah juga pasti kesini kok nanti." pinta Ayana.
"Iya non." jawab kedua suster anak anak mereka.
"Kalau suster mau melakukan apapun gantian ya.pokonya jangan sampe ninggalin anak-anak bentar lagi bibi yang bersih-bersih akan sampai." kini Gio yang bicara.
"Iya Mas." jawab mereka kompak.lalu setelah itu,pasangan beda usia itu pergi meninggalkan rumah mereka dengan perasaan tak menentu.ini untuk pertama kalinya keduanya di buat tidak tega karena meninggalkan anak-anak.
"Mereka rewel gak ya?" gumam Ayana sembari menempelkan dagunya pada pundak Gio.hari ini Gio membawa motor guna menghindari macet.
"Nggak.berdoa aja supaya mereka anteng." ucap Gio menenangkan.beberapa saat mereka telah sampai di kantor membuat para karyawan mengigit jari dengan gemas.bagaimana tidak.pasangan itu terlihat begitu romantis,Gio yang tampan itu terlihat keren menaiki motor besar dengan Ayana yang cantik di belakangnya duduk dengan anggun.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1
Saat Gio tiba di area kampus,dirinya langsung di hampiri oleh Sally,dengan langkah anggun perempuan itu mendekati Gio.Gio tak berekspresi apa pun.ia merapikan rambutnya di spoin motor sambil bersiul.
"Gi?" panggil Sally dengan suara lembut.
"Kenapa?" jawab Gio tanpa menoleh.
"Gue akan menarik kata-kata gue.tapi dengan satu syarat.temani gue nonton konser Adam Levon di Bekasi malam minggu nanti." ucap Sally dengan wajah serius.
"Gak bisa.gue sibuk." tolak Gio yang membuat rahang Sally mengetat.
"Kenapa sih,Gi?cuma menuruti permintaan gue aja sulit banget lo.gue janji gak ngapa-ngapain kok,kita cuma nonton aja abis itu pulang."
"Gak ngapa-ngapain,yakin?gue lebih percaya Billie Ellish lahir di Nganjuk." jawab Gio sembari melenggang dari sana.
"Lo ngeremehin gue banget ya." ucap Sally dengan langkah cepat menyami langkah Gio.
"Bukan ngeremehin.tapi gue kurang kerjaan banget nganter dan nemenin lo nonton konser.mending ngasuh anak gue." balas Gio santai.
"Lo pikir gue gak serius sama peringatan gue,Gi?gue sengaja menunda supaya lo mau berpikir ulang.tapi nyatanya lo nyepelein.lihat aja setelah ini,lo akan di tendang sama istri lo yang kaya itu." ujar Sally dengan serius membuat langkah Gio terhenti." Lo akan nyesel kalau gak mau nurut sama gue.lo akan kehilangan segalanya." lanjutnya.
"Anaknya aja udah tiga,Sall.gimana dia mau nendang gue?dan sukur tuh di perutnya tumbuh satu lagi benih gue soalnya gue lagi rajin nanaem nih,silakan aja.dia mah gak bakal mempan sama ancaman lo.meski lo bawa bukti setumpuk pun,Ayana itu otaknya cerdas asal lo tahu dia S2 woy.udah pasti wawasannya luas banget kan?emang kita esdoger." jawaban Gio membuat kepala Sally mengeluarkan asap panas.
"Otak dia encer,jadi gak akan mudah percaya dan terhasut dengan ancaman dan bukti murahan.udah lah Sall.lebih baik belajar yang benar dari pada buang-buang waktu kaya gini.cari cowok yang mau sama lo.jangan gue.emang lo mau setelah sama gue nanti ngurusin anak tiri?tiga loh?dan mana tau di perut Ayana ada lagi,apa gak belenger lo ngurus bocil?."
"Udah mending mundur deh.gue sih kawatir lo di gaplok bini gue.dia galak pake banget.jangankan orang cuma modelan lo doang modelan Ade Rai aja bisa geser rahangnya di tinju sama dia." tanpa banyak bicara Sally meninggalkan Gio dengan langkah cepat.kakinya menghentak lantai begitu keras.air matanya meluruh dengan deras sambil menangis ia berlari menuju tempat sepi.
"Yah,belum apa-apa udah kena mental." Nolla yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Gio dan Sally pun menggelengkan kepalanya. menyayangkan sikap Sally yang terlanjur membuatnya malu itu.Nolla saja yang mendengarnya malu sendiri.apa lagi Sally.
Usia kuliah Gio langsung menuju kantor.di sana sudah ada Ayana tengah berbicara dengan beberapa karyawan.perempuan itu marah karena Dino-OB kesayangannya di pecat oleh Frans,lantaran membuat kesalahan katanya kinerjanya yang ceroboh.
"Gak mau tahu saya.Pak Surya harus hubungi dan panggil dia lagi." perintah Ayana yang mutlak untuk di bantah.
"Masalahnya,Bu.Dino udah dapat kerja baru di kedai kopi.mana bisa saya langsung panggil kesini." jawab Surya.
"Ya saya gak mau tahu.pokonya bapak panggil dia kemari." sewot Ayana membuat Surya bergeming.Gio hanya diam menyaksikan di sana,dia tidak tahu harus berbuat apa.melihat istrinya yang galak itu nyali Gio menjadi ciut seketika ternyata kalau di perusahaan begini Ayana itu dua kali lipat lebih kejam.
"Ini yang Papah kawatirkan,kenapa dia gak papah ijinin kerja lagi.lihat coba?baru setengah hari semua orang sudah kena smprot.bawa istrimu ke ruangannya ajak dia makan mungkin perutnya kosong makanya ngamuk-ngamuk mulu." Gio terjangkit kala Frans berbicara di sebelahnya.
"Iya,iya.Pah."jawab Gio dengan segera meminta Ayana untuk ikut dengannya.
"Kemana?"tanya Ayana wajahnya menoleh pada Gio.
"Lah suaranya berubah melembut." dumel Surya dalam hati.
"Aku udah pesen makanan di dalam masuk yuk makan dulu." bujuk Gio.wajah yang tadinya mengeras itu seketika melunak.
"Hayuk.kebetulan aku lapar benget." Ayana melangkah dari sana mengikuti Gio seketika orang-orang bernapas lega.
Usai makan siang Gio dan Ayana terlihat mengantuk efek kekenyangan.lalu Ayana meminta Gio untuk memijat kepalanya katanya sih pusing,Gio menuruti dengan lembut ia memijat kepala sang istri.hingga Ayana ketiduran di paha Gio.dan Gio pun ikut memejamkan matanya walau hanya lima menit.setidaknya bisa mengurangi rasa kantuknya selagi jam istirahat masih ada.
"Gi.." panggil Ayana membuat Gio terbangun dengan cepat.
"Kenapa?"
"Susu aku sakit banget." ucap Ayana membuat Gio mengerutkan kening.
"Sakit gimana?."
"Bengkak,gak di susuin kali ya.aku juga lupa bawa pompa.jadi sakit ini haduh penuh banget rasanya.kalau di kenyot sih enak gak berat begini." ujar Ayana yang membuat Gio menelan ludah.apa sih istrinya ini.siang-siang begini membahas beginian.otak Gio yang acap kali di penuhi paha mulus Ayana pun.jadi traveling kan.
"coba lihat.mau aku pijat gak?." tawarnya.
"Boleh deh.tapi pelan pelan ya.takut ASI-nya keluar." jawab Ayana sembari mendudukan diri dan menaikan sedikit kausnya.
"Buset sampe begini banget,yang.ngeri meletus." Gio menatap ngeri pada dada Ayana yang terlihat membengkak itu.tidak bisanya ia melihat seperti itu.kecuali pada saat Ayana baru melahirkan Jemia beberapa waktu lalu" Sini pijat dulu siapa tahu mendingan" ucap Gio sembari meraba buah kesukaannya itu.namun baru akan memulai gerakan itu terhenti karena pintu yang terbuka.
"Mas,di panggil tuan." ucap Surya membuat Gio dan Ayana terjangkit saking kagetnya.beruntung Surya tidak melihat apa pun pria itu hanya melongokan kepalanya sedikit.
...Pak Sur...
__ADS_1
^^^Istigfar ayah🤧🤧tapi lanjutkan saya suka👍😭^^^