Menikahi Brondong

Menikahi Brondong
Kemarahan Bee


__ADS_3

Bee memejamkan matanya menahan emosi, ketika mendapat surat panggilan yang dia terima daris sekolah. Alhasil dia harus berpura-pura jadi kakak sepupu Bastian untuk mengurus kenakalan lelaki yang menjadi suaminya tersebut.


"Maaf Ayang," ucap Bastian menunduk malu.


Ini pertama kalinya Bastian mengucapkan kata maaf seumur hidupnya. Entah kenapa dia tidak bisa melawan Bee. Bee seperti pawang yang menarik sifat buruk Bastian.


"Dia duluan yang menyerangku. Dia mengatakan bahwa aku menikahi tante-tante," jelas Bastian.


Bastian tidak tahu entah dari mana rival nya mengetahui pernikahan nya dengan Bee dan akan mengancam untuk membocorkan hal tersebut ke pihak sekolah. Sebenarnya Bastian tidak masalah jika sekolah tahu bahwa dirinya sudah menikah. Bahkan berhenti sekolah pun tidak masalah untuk Bastian. Sejak awal dia memang tidak mau sekolah, tetapi kedua orang tua nya malah memaksa lelaki itu.


"Aku marah, aku tidak mau istri ku di hina," ucap Bastian menjelaskan.


Sementara Bee hanya diam dan tak menanggapi ucapan suaminya tersebut. Dia kecewa, dia marah. Dia bukan perempuan lemah yang harus di bela.


"Maafkan aku Ayang," ucap Bastian sungguh-sungguh menyesal sambil berlutut dikaki Bee.


Bee tetap diam. Begitulah dia kalau sudah marah, hanya diam saja tanpa berniat merespon lawan bicaranya.


"Ayang, jangan hanya diam. Jangan marah sama aku Ayang," renggek Bastian.


"Bastian dengarkan aku." Bee menatap suaminya. "Duduklah," suruhnya. Bee seperti seorang ibu yang tengah mengintrogasi putranya.


"Aku tidak perlu di bela. Aku tidak peduli jika orang mengatakan bahwa kau menikahi tante-tante seperti ku."


"Aku tidak bisa mengubah mu, Bastian. Tetapi kau akan berubah jika kau menghargai ku sebagai istrimu."


"Aku tidak akan mengatur hidupmu, kau punya pilihan tersendiri. Jika kau terus begini, jangan salah kan aku. Jika akhirnya aku menyerah sebelum waktunya," ucap Bee.


Bastian menggeleng, dia tidak mau Bee pergi meninggalkan nya. Walau istrinya itu dingin dan jutek padanya. Tetapi Bastian merasa bahwa hanya Bee yang bisa memahami nya. Bahkan kedua orang tua nya sendiri saja tidak paham apa keinginan anaknya.


"Ayang, jangan pergi tinggalkan aku," mohon Bastian bersujud di kaki istrinya.


Bee menatap suaminya yang berlutut dikakinya. Jika Bastian tidak bisa berubah, untuk apa dia bertahan. Bee ingin Bastian meninggalkan segala kebiasaan lamanya dan berubah menjadi pribadi yang baru.

__ADS_1


"Apa yang membuat aku tidak bisa meninggalkan mu, Bastian? Ini kali keduanya aku dipanggil oleh sekolah sejak menjadi istrimu! Aku sudah katakan berulang kali, jangan dengarkan omongan orang lain, kau tidak hidup dengan telunjuk mereka," ucap Bee dingin.


"Aku bukan wanita baik yang harus bertahan dengan laki-laki yang tidak mau sadar diri seperti mu. Seperti yang sudah aku katakan kemarin, aku tidak bisa merubahmu. Tetapi kau bisa berubah jika kau mencintai ku," imbuh Bee lagi. Rasanya emosi nya ingin membuncah. Dirinya hanya mengurus lelaki itu saja. Belum lagi pekerjaan kantor yang menumpuk.


"Maaf," ucap Bastian menyesal.


Bee berdiri dari duduknya, dia meletakkan surat panggilan itu diatas meja.


"Perbaiki dirimu, baru rumah tangga mu. Kau harus sadar diri bahwa kau sudah menikah Bastian. Harusnya kau tegaskan pada wanita bernama Cantika untuk tidak mendekati mu," ucap Bee memperingatkan.


Bastian terkejut ketika istrinya tahu masalah Cantika, wanita cantik dan ketua OSIS disekolah nya. Memang beberapa hari ini dia bersama gadis itu mengurus semua keperluan OSIS serta diantar pulang oleh Cantika karena semua fasilitas yang Bastian miliki telah disita oleh ayahnya.


"Dari mana kau tahu Ayang?" tanya Bastian heran.


"Aku tahu dari mana itu tidak penting. Jika kau ingin rumah tangga ini bertahan maka tegaskan pada dia. Bukankah, kita sudah membuat peraturan yang sudah di sepakati bersama. Jika kau ingin melanggarnya silahkan, aku sama sekali tidak melarang. Tetapi ingat aku akan pergi mungkin dari hidupmu."


Setelah berkata demikian, Bee melenggang pergi meninggalkan sang suami. Dia lelah harus mengungkapkan seluruh isi hatinya. Masalahnya terlalu banyak dan kepalanya serasa sakit memikirkan hal-hal yang tak seharusnya.


Tanpa sadar Bastian menangis, air mata lelaki itu leleh. Entah kenapa melihat wajah Bee yang dingin padanya, terasa sakit sekali. Padahal istrinya itu memang selalu dingin. Tetapi kali ini kemarahan Bee, membuat hatinya terenyuh sakit.


"Ayang," renggek laki-laki manja itu sambil menyeka air matanya dengan kasar.


Bastian tidak tahu kenapa dia selalu melakukan kesalahan, padahal ini bukan kali pertama Bee marah tetapi dirinya tak bisa juga berubah.


.


.


Bee merebahkan tubuhnya lelah. Sebenarnya dia tidak ingin mengatakan hal seperti tadi, tetapi dia merasa sudah tak kuat menghadapi sifat Bastian.


Bastian menyusul Bee masuk kedalam kamarnya. Lelaki itu menunduk malu.


"Ayang," panggil nya pelan.

__ADS_1


Namun, Bee tak menjawab. Wanita kulkas itu malah menatap langit-langit kamar.


"Ayang, aku berjanji tidak akan melakukan nya. Tolong jangan marah dan diamkan aku," renggek Bastian.


"Aku tidak marah Bastian. Aku hanya kecewa, pahami perbedaan nya. Ini sudah berapa kali kau meminta maaf, jika maaf mu itu berbentuk uang. Mungkin aku sudah mau beli pulau Amerika," omel Bee kesal.


"Pulau Amerika tidak dijual, Ayang," sahut Bastian dengan polos nya sambil menyeka air mataku.


Bee menahan senyumnya. Wanita itu sebenarnya tak tega melihat wajah Bastian yang malah terlihat lucu. Hanya saja dia ingin suaminya dewasa. Lelaki itu yang akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga, jika sang suami tidak dewasa. Maka hubungan rumah tangga tersebut tidak akan pernah akur.


"Ayang, marah nya jangan lama-lama. Nanti aku kesepian," ucap Bastian sendu.


Bee geleng-geleng kepala, apa hubungannya marah dan kesepian.


Bee duduk diatas ranjang dan menatap suaminya yang terisak segugukan di bibir ranjang.


"Bas, sini," panggil Bee.


Seperti anak kecil lelaki itu dengan cepat menghampiri suaminya.


"Kenapa Ayang?" tanya Bastian masih terisak.


Bee merengkuh tubuh Bastian masuk kedalam pelukan nya. Bastian ini tipe orang yang tidak bisa di kasari. Dia harus lebih lembut dan tidak boleh terlalu keras. Kepribadian Bastian yang liar jauh berbeda dengan Bee yang hanya sekilas dunia pekerjaan.


Bastian terkejut ketika wanita itu memeluk nya. Ini pertama kali Bee memeluk dirinya ketika menangis. Sejak menikah Bastian lebih cenggeng. Padahal dia pria yang paling pantang mengeluarkan air mata.


"Jangan diulangi lagi. Kau harus dewasa," ucap Bee.


Bastian membalas pelukan sang istri. Kenapa rasanya nyaman sekali pelukan ini? Ini pertama kalinya Bastian dipeluk saat dirinya melakukan kesalahan. Biasanya dia akan di omeli oleh kedua orang tua nya.


"Terima kasih Ayang."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2