Menikahi Brondong

Menikahi Brondong
79


__ADS_3

Jam lima sore Ayana sudah berangkat ke bandara seorang diri.ia akan menjemput Gio yang sebentar lagi akan sampai perempuan yang kata Gio sangat cantik dan tiada duanya itu menyetir dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,supaya cepat sampai di bandara lantaran ia sudah telat dari waktu yang seharusnya.setelah sampai Ayana memarkirkan mobilnya dengan buru buru ia berlari sembari celingungkan mencari keberadaan Gio yang mungkin saja sudah datang sejak tadi.Ayana Mengecek apakah pesawat yang datang dari kota bengkulu dengan jam yang sama dengan pesawat yang di tumpangi Gio itu sudah tiba apa belum.setelah ia menanyakan ternyata memang sudah sampai sepuluh menit yang lalu.


"Kemana ini orang?" gumam Ayana sembari menghubungi Gio.dan tak lama setelah pandangannya mengedar seorang lelaki tampan yang sedang menggeret dua koper besar melambaikan tangan padanya.


"Udah nunggu ya,Sayang?" tanya Gio sembari meletakan tas ransel di atas kopernya.


Ayana mengeleng dengan cepat seraya menaruh ponsel ke dalam sling bag yang tersampir di pundaknya." Aku baru aja sampe.tadi telat banget pas mau jemput kamu."


"Maaf udah bikin kamu buru-buru dan repot." Gio memeluk kembali istrinya sebenarnya ingin menciumnya saat ini juga tapi kan Gio masih waras dia malu harus mengumbar kemesraan di depan umum.


"Kamu jelek banget Gi,kaya kumel gitu deh" Ayana memerhatikan suaminya saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Affah iyah?" Gio tertawa sambil mengeluarkan ponselnya untuk menyalakan kamera depan dan mulai memerhatikan wajahnya." Perasaan tetep ganteng deh.masa iya jelek dan kumel sih?" lanjutnya dengan kenarsisan yang HaQQ.


"Serahmu lah." Ayana sudah lelah menanggapi ia memilih menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.tadi mereka sudah rebutan menyetir tapi Ayana kekeuh ingin ia yang membawa mobil. mengingat Gio baru sampai kawatir lelaki itu kelelahan.di dalam mobil mereka banyak bercerita tentang keseharian dari masing-masing meski kadang kala setiap waktu mereka selalu saling bercerita. keduanya sudah tidak sabaran ingin cepat sampai di rumah agar bisa segera saling melepas rindu.


"Aku aja sih yang nyetir." pinta Gio,ia tidak suka istrinya menyetir dan dirinya hanya duduk manis seperti ini,rasanya seperti ia menjadi perempuan.


"Oke deh" Ayana menurut kali ini ia langsung menepikan mobil ke pinggir jalan dan bertukar posisi duduk dengan suaminya.


usai bertukar tempat duduk Gio mengelus rambut istrinya dengan lembut" Gitu dong nurut sama suami."


Ayana mendengus istri Gio itu memang susah di ajak romantis." Mampir ke rumah buah dulu Gi.stok buah anak anak udah abis."


"Oke sayang." sahut Gio sembari melajukan mobilnya dengan lihai.Ayana hanya menatapi suaminya sesekali di lihat dari samping saat sedang fokus menyetir dengan satu tangan seperti ini Gio terlihat sangat tampan.tangan kiri lelaki itu sejak tadi tak henti menggenggam tangan Ayana sembari sesekali mengelus dan menciumnya.


"Gi.."


"Hmm?..." Sahut Gio tanpa menoleh ia sedang fokus pada jalanan yang sore ini terlihat ramai karena jamnya orang pada pulang kerja, " Apa?"


"Kamu di sana cuma kerja aja,iya kan?gak kemana-mana dan gak aneh aneh maksudnya gak genit kan ke cewek?" pertanyaan konyol keluar dari mulut Ayana yang sejak tadi di tahannya.sebenarnya itu wajar karena perempuan biangnya cemburu dan curiga.


Gio terkekeh dan melirik sebentar sebelum fokusnya kembali pada jalan." Iyalah emang apa lagi?" Ayana yang merasa kurang percaya pun hanya mendelik yang di balas kekehan oleh Gio.


"Siapa tau kan kamu genit ke cewek cewek di sana.laki laki kan gitu jauh dikit sama istri eh matanya jelalatan" Gio menggelengkan kepalanya seraya berdecak lidah namun fokusnya tetap pada jalanan.


"Itu kan laki orang,laki kamu mah nggak dong.tetap setia sama satu wanita aja kecuali kalau kamu selingkuh duluan" ujar Gio dengan santai.


Ayana menoleh ke samping." Kalau aku selingkuh kamu juga selingkuh,gitu?"


Gio mengangguk dengan cepat." Iya dong masa nggak?yakali istri selingkuh suami diam aja.mending selingkuh juga biar sama-sama pernah kan,terus abis itu hubungan kita makin berkembang dan mesra." ujar suami Ayana itu dengan entengnya,ia hanya menganggap ini adalah candaan semata.


"Edan." balas Ayana dengan wajah di tekuk.pandangannya ia alihkan ke jendela tak lagi menatap lurus kedepan dan sesekali menoleh pada Gio.


"Ngambek?" tanya Gio yang yakin bahwa istrinya itu sedang ngambek.


"Nggak.ngapain ngambek?cuma males aja pengen tidur." jawabnya sembari memejamkan matanya pura-pura tidur karena tidak ingin meladeni Gio.ia jadi sebal sendiri.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Mobil sedan berwarna merah mengkilau yang Gio kemudikan itu telah sampai di garasi rumahnya.pekikan riang dari dalam rumah terdengar menyambut kedatangan Gio dan Ayana,anak anak mereka berlarian di ikuti susternya mereka begitu gembira menghampiri sang ayah yang baru saja turun." Ayah..." pekik Jemia dengan gembira.di susul kedua adiknya yang juga ikut meneriakan nama panggilan ayah mereka.


"Ayah,Unda.." ucap Vindi berbeda dengan Raven yang memilih diam hanya memasang senyum manis meski wajahnya begitu bahagia.


"Anak Ayah.sini semuanya peluk ayah."Gio memeluki ketiga anaknya dengan perasaan bahagia.hampir dua minggu ia berada di luar kota membuatnya begitu merindukan mereka.

__ADS_1


"Ayah bawa jajan?." tanya Jemia setelah ia mengendurkan pelukannya dari leher sang ayah,sembari matanya mengedarkan pandang pada barang bawaan ayahnya yang sedang suster Risma angkut ke dalam.


"Jajan mulu Jemi.baru juga ayahnya sampe.harusnya Jem senang karena ayah selamat sampai rumah,malah tanya jajanan." tegur Ayana.ia tidak suka sikap Jemia karena menurutnya itu sangat tidak sopan.kalau tidak di tegur dan di hentikan anak itu akan kebiasaan kebawa sampai gede.tidak baik di saat orang tua baru saja sampai dari perjalanan jauh dan tiba-tiba sang anak atau keluarga menanyakan oleh-oleh atau jajanan.


Sebenarnya hal itu sangat lumrah dan terdengar norml-normal saja namun bagi sebagian orang itu sangat tidak sopan apa lagi bagi keluarga Ayana.kedatangan dan keselamatannya yang harusnya kita tanyakan.bukan oleh oleh.lagi pula siapa sih yang tidak suka oleh oleh.semua orang pasti suka oleh-oleh.kecuali bunda Rita Sugiarto.hanya ia satu satunya wanita yang tidak minta oleh oleh,emas permata dan juga uang.


"Bawa dong.lihat di dalam situ ayah bawa makanan untuk kalian.ayo ke dalam kita makan sama sama." berbeda dengan Ayana.Gio itu selalu memanjakan anaknya ia selalu mendidik dengan caranya sendiri tidak terlalu kasar malahan cenderung lembut.melihat itu Ayana hanya memasang wajah masam karena ia tidak suka.cara didik Ayana dan Gio jelas berbeda.mereka mempunyai cara masing masing untuk mendidik anak anak mereka.jika Ayana sangat disiplin dan tegas juga galak,maka berbeda dengan Gio.lelaki itu sangat lembut dalam mendidik anak anaknya malah terkesan santai dan luwes tidak terlalu mengekang dan memaksakan semua apa maunya.


Malam semakin larut dan sepi,bahkan jarum jam sudah menunjukan pukul sebelas malam lewat.tapi Gio belum juga kembali dari kamar anaknya.hingga Ayana mengantuk menunggu kedatangan suaminya itu.katanya tadi ia di suruh persiapan buat buka puasa.tapi hingga malam begini lelaki itu belum juga muncul. merasa jenuh Ayana membuka sosmednya ia melihat begitu banyak sekali dm di instagram yang masuk.ia membukanya satu persatu dan membalas jika isinya berfaedah.namun kebanyakan isinya dari akun lelaki yang mengajaknya berkenalan.


@Arshakadanuatmaja:Hi,kamu cantik banget sih,sayang udah ada yang punya.


@Bimantara:Bagi wanya dong.


@Nakalamahesa:Ini wa aku 0812xxxxx,ingin lebih dekat sama kamu.


@Johannesgregory:Masih inget gak sama aku?kangen kebersamaan kita semasa di Swiss dulu Ay.


@Adentaorlen:Miss u Ayana,pengen deh kenal sama Mamah Papah kamu.


Ayana membuka semua dm tersebut.ia hanya membalas sebagian dengan balasan seadanya.dan selebihnya ia abaikan begitu saja sampai lumutan.sedari dulu memang Ayana itu super duper sombong dan angkuh.dia tidak akan membalas sapaan para buaya buntung yang berusaha menarik perhatiannya,apa lagi dari para brondong unyu.idih jauh jauh deh Ayana gak doyan.tentu saja karena sedari dulu ia selalu menjaga utuh hatinya hanya untuk Leonardo dicapurin.lelaki dongo tapi sayangnya pernah Ayana cintai itu entah bagaimana kabarnya sekarang setelah pertengkaran mereka keduanya tidak lagi saling bertemu.


Sejenak Ayana merenung pikirannya kembali ke masa masa dimana ia masih bebas.dahulu ia merupakan primadona di kampusnya sebelum menempuh pendidikan S2nya di Swiss dulu.banyak pria matang yang menyukainya rata-rata merupakan dari anak konglomerat sama seperti dirinya.banyak juga pembisnis muda yang berusaha menarik perhatiannya.tapi Ayana sama sekali tidak merespon mereka.ia hanya menganggap mereka semua tidak serius kepadanya melainkan hanya ingin menggapai maksud tertentu yang entah apa itu bahkan Aya sendiri pun tidak tahu.ia hanya menebak saja sesuai apa yang ia lihat.


Ayana mempunyai kriteria pria yang ia idamkan.ya itu pria matang dan hot yang tidak banyak bicara sama sepertinya.yang tidak ribet dalam hal apapun termasuk tidak mencampuri urusannya.pria seperti Leonardo sebelum mengenal Imelda.tapi sekarang keadaan begitu berbeda Ayana malah menikah dengan lelaki muda yang usianya sepuluh tahun di bawahnya.lelaki yang sama sekali bukan tipenya.lelaki yang begitu menyebalkan sejak awal pertemuan pertama.tapi sekarang menjadi lelaki yang paling ia cinta di dunia ini,setelah ayahnya dan Abi kakanya.


"Takdir tuhan memang tidak bisa di tebak." guman Ayana dengan senyum merekah. sembari memandangi foto Gio yang sedang memangku putrinya,yang ia unggah di instagramnya beberapa waktu lalu.


...Happy Father's day Ayah hebat...



[Belum tidur Ay?laper gak,mau aku bawain makanan?kamu suka apa?biar aku beliin mungpung masih seger ini mata]


Ayana memaki dirinya karena tidak sengaja membuka pesan yang di kirim lelaki itu.mau tidak mau ia membalasnya walau sangat seadanya.


Ayana :Udah makan Jerr,kenyang.


[Oh gitu,oke deh.ya udah besok aja nanti aku bawain toast yang kek di janji jiwa itu yang waktu itu kamu pengen banget.good nite Ayana,tidur gih jangan malam malam nanti besok pagi gak semangat kerjanya]


Apaan sih lelaki itu


Ayana hanya membalas dengan emoticon alis menukik.persis di kartun angry bird atau alisnya tante Lala Makarena ya ges ya oke,ini pembersih penghilang daki kulit kusam dan dosa-dosa ya sayang ya silakan di order ya sayang.setelah memakai produk ini di jamin dosa,daki dan aib kalian akan luntur ya gaes ya.eh kok malah jualan sih.


Pukul dua malam Gio terbangun di kamar anaknya.ia begitu kaget saat melihat jam sudah menunjukan tengah malam.dengan perlahan ia bangkit untuk ke kamarnya,dan setelah itu Gio menemukan istrinya tidur begitu pulas dengan ponsel yang masih menampilkan tayangan mukbang orang korea.


Gio ingat betul.setelah dia mengalami kecelakaan yang di akibatkan oleh permintaan aneh dari Ayana,ya itu meminta sate biayak yang sangat susah di dapatkan pada saat itu.perempuan itu tidak lagi menyukai apa pun yang berbau thailand.dulu Ayana tergila gila dengan negara tersebut beserta isinya.namun setelah kejadian naas itu ia memilih menghapus nama Thailand dari daftar negara kesukaannya.bahkan jika ada video mukbang yang isinya orang orang yang memakan serangga dan binatang.Ayana akan menskip itu lalu mematikan ponselnya.rupanya kejadian yang menimpa Gio beberapa waktu lalu cukup meninggalkan rasa trauma pada wanita itu.


Dengan sangat pelan dan hati hati Gio menaiki ranjang dan masuk ke dalam selimbut yang sama dengan Ayana.setelah itu ia mematikan ponsel istrinya,namun sebelum benar-benar menaruh ponsel itu matanya tak sengaja melihat ada satu pesan yang masuk dengan nama Jerrian.


Gio membaca pesan itu dari notifikasi.


[Hahaha macan kosplay jadi tante Lala nih ceritanya?cocok Ay kamu jadi itu.kalian sama sama galak tapi bikin orang seneng nyaman dan pengen ketawa terus]


"Ngapain ini anak?" gumam Gio tak suka.ia membuka pesan itu.dan melihat percakapan di dalamnya yang isinya lebih dominan lelaki itu yang terus mendekatkan diri pada strinya." Gue kasih kendor dia ngegas." dumel Gio kesal.ia segera menghapus balasan pesan tersebut agar Ayana tidak mengetahuinya.

__ADS_1


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Pagi telah menyapa semesta dengan matahari yang mulai menunjukan dirinya. Ayana menggeliat di dalam pelukan Gio yang hangat.ia mengerjapkan matanya lalu membuka netra indah itu dan langsung di suguhi pemandangan dada bidang Gio yang pelukable sekali.ia mendongak ke atas untuk bisa melihat pahatan karya tuhan yang begitu sempurna.Ayana tersenyum dalam pelukan hangat suaminya ini.ia langsung membenamkan wajahnya ke dada Gio yang keras dan ugh itu.


"Ini rambutnya wangi banget" ujar Gio dengan suara beratnya yang khas bangun tidur.rupanya ia ikut bangun saat merasai ada yang mencium dada telanjangnya.


"Kamu udah bangun?"


"Belum" jawab Gio dengan heran." Kalau belum bangun terus ini siapa,Sugiono?" Ayana terkekeh mendengar jawaban suaminya itu.


"Semalam kamu ketiduran ya di kamar Jem?aku tungguin gak masuk-masuk,ya udah deh aku juga ketiduran." ujar Ayana sembari memainkan burung emprit,eh burung gagak dong milik Gio di bawah sana yang sejak tadi rupanya sudah terbangun bahkan mendahului pemiliknya.


"Ya udah masukin sekarang." sahut Gio sembari mengecupi bahu terbuka istrinya. Ayana hanya menggenakan daster dengan tali kecil itu merupakan pakaian dinas malamnya.


"Bau jigong Gi,baru juga bangun mau gosok gigi dulu,awas ih." mendapat penolakan Gio malah semakin merapatkan dirinya.


"Abis gosok gigi boleh dong berarti. melanjutkan buka puasa malam yang tertunda?"


"Nggak,enak aja.ini balasan semalam kamu bikin aku nunggu." ketus Ayana seraya bangkit dari tidurnya.mengabaikan si gagak yang terluka karena hanya di baperin oleh sarangnya.


"Sabar ya boy,nanti kita rayu lagi." ucap Gio pada adik kecilnya yang berotot itu." Gak boleh sedih kamu harus tetap happy kiyowok." meski wajahnya tidak demi kian.


Anak anak Ayana sudah rapih dan cantik semua.mereka berjejer duduk di meja makan sembari menunggui ayah dan bunda mereka keluar dari kamar.


"Hari ini kayanya kita bakal sarapan telat sus.belum ada tanda tanda mau keluar." ujar suster Risma sembari memandangi pintu kamar majikannya.


Suster Titi hanya tertawa mengiyakan." Ya udah kita sarapan aja dulu.anak anak mulai aja deh suapi dulu kasihan loh udah setengah jam nungguin."


"Jem mau punya adik lagi gak?noh Ayah sama Nda lagi buat adik lagi buat kamu" tanya suster Risma.


Balita yang sedang mengunyah nugget ayam itu hanya memasang wajah cengo tentu saja ia tak paham." Ayah sama bunda buat adik?" ucapnya dengan wajah tak mengerti.


"Iya sekarang adiknya Jem lagi di buat." sahut suster Titi dengan geli.untung saja tidak ada majikannya di sana.jika saja mereka ada mungkin ia dan temannya itu sudah pasti kena omel.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Pagi yang hampir siang ini Ayana terlihat baru sampai di loby kantor.dengan terburu buru perempuan itu berjalan memencet tombol lift dan setelah lift terbuka dengan gerakan cepat ia langsung masuk.namun saat pintu akan tertutup ada tangan yang menahan.kemudian seseorang masuk dan seketika mood Ayana menjadi buruk.


"Hai.pagi Ay,tumben nih macan outfitnya ramai sekali?sepertinya mood macan lagi asik nih,seperti outfitnya." komentar Jerrian di sertai kekehan bernada menggoda.


"Ya pagi juga Jerr" balas Ayana datar dan seadanya.terlihat sekali bahwa dia enggan bercengkrama dengan pria itu.


Jerrian tersenyum mendengar balasan Ayana yang terkesan malas." Tadi pagi aku nitipin Dino naruh toast jiwa di meja kamu di makan ya Ay.sayang kalau di kasih ke orang soalnya aku belinya jauh banget.di tempat biasa pada abis."


Ayana yang sedang bersidekap dada itu Menoleh ke samping.untuk apa lelaki ini sampai segitunya sih rempong sekali padahal kan dirinya tidak meminta." Oh iya sore pulang cepet gak?kalau gak mau gak ikut aku ke M.di sana lagi ada festival kuliner dari berbagi daerah.kali kali kita jajan bareng Ay.tenang.gratis kok aku bayarin sampe kamu kenyang."


"Gak bisa.kamu aja." tolak Ayana cepat.


"Ih aku gak ada temen.masa iya sendirian sih?gak banget.gak asik makan sendirian." sahut Jerrian.


Ayana memaki dalam hatinya kemudian suara lift berdenting pertanda mereka sudah sampai di tujuan." Usahain bisa ya kita jajan sore ini.makanannya enak enak loh." Ayana tak menjawab karena ada salah satu karyawan mengajaknya menyapa dan menyempatkan bicara sebentar.


"Sinting." gumamnya saat ia melihat bungkusan roti di mejanya.ia menjadi risih terhadap sikap Jerrian yang terkesan sok dekat dan berusaha mengakrabkan diri.ia sudah sebisanya untuk tidak merespon lelaki itu karena menyadari dirinya telah berkeluarga dan posisinya di sini adalah seorang atasan dari lelaki itu.ia berusaha menbangun benteng setinggi mungkin agar tak seorang pun yang berani dan semua orang merasa segan padanya.tapi pria edan itu malah terang terangan mendekatinya.walau ia sudah jelas tahu bahwa Ayana sudah berkeluarga.


"Tapi lumayan lah buat makan siang." Ayana memakan toast tersebut yang merupakan makanan kesukaannya.ia tidak menolak rejeki yang datang.toh cuma roti tidak lebih.jadi makan saja selagi enak dan tidak ada racun di dalamnya.namun di sela kunyahan Ayana teringat sesuatu.ia terdiam dengan pipi mengembung. " Ini gak ada peletnya kan?jadi ngeri kena jampe jampe dia." tapi sesaat kemudian Ayana menelan roti itu dan memakannya hingga tak tersisa.

__ADS_1


__ADS_2