Menikahi Brondong

Menikahi Brondong
Penyesalan


__ADS_3

Cantika mengeram kesal, gadis cantik itu mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Lihat saja nanti Bastian, kau akan jatuh kedalam pelukanku. Aku akan menyingkirkan wanita tidak tahu diri itu dari hidupmu," ucap Cantika dengan tatapan dan senyuman sinis nya.


Gadis itu berjalan dengan menghentakkan kakinya. Bastian adalah pria paling tampan disekolah, banyak yang mengejar laki-laki tersebut. Apalagi Bastian ketua basket yang sering ikut pertandingan antar sekolah. Tak hanya itu Bastian menjadi ketua geng motor yang banyak ditakuti. Tentu saja nama Bastian bagai malaikat yang mampu menyihir hati para penggemarnya.


"Kenapa wajahmu?" tanya Alsya, sahabat Cantika.


"Lagi kesal," jawab Cantika sambil duduk dikursi.


"Kesal kenapa?" sambung Silva.


"Ternyata Bastian sudah punya pacar," jelas Cantika.


Alsya dan Silva saling melihat satu sama lain. Bukannya Bastian dekat dengan Cantika? Kenapa sekarang lelaki itu malah memiliki pacar?


"Sejak kapan? Bukannya kau yang dekat dengan Bastian?" tanya Silva heran.


"Iya seharusnya. Tetapi ternyata Bastian memiliki wanita lain," sahut Cantika.


"Siapa wanita itu?" tanya Alsya penasaran.


Wanita hebat mana yang bisa meluluhkan hati seorang Bastian Schweinsteiger, pria tampan idaman para siswi yang sulit didekati karena keliaran nya.


"Entahlah, aku tidak tahu," jawab Cantika.


Cantika masih kesal bahkan gadis itu makan sambil mengomel. Dia benar-benar geram melihat tangan Bastian yang menggenggam wanita itu dengan seorang, seolah tak ingin terpisahkan.


"Wait, bukan nya itu Bastian?" Tunjuk Silva pada salah satu meja yang tidak jauh dari mereka. Disana tampak dua orang tengah makan sambil mengobrol hangat.


"Iya," jawab Cantika ketus.


"Wait, bukan nya itu Kak Bee," ucap Alsya mengingat wajah wanita yang duduk disana.


"Kau kenal?" tanya Cantika dengan wajah penasaran nya. Sebab dia saja tidak kenal siapa wanita itu.


"Iya. Mantan Kak Ragil," jawab Alsya menatap Bee lekat dari jauh.

__ADS_1


"Jadi itu mantan nya Kak Ragil yang hampir menikah dengan nya?" ulang Cantika setengah tak percaya.


"Iya Can," jawab Alsya.


"Berarti dia lebih tua dari kita dan artinya dia juga tua dari Bastian," sambung Silva.


Cantika dan Alsya mengangguk, mereka fokus menatap Bastian dan Bee yang tengah makan berdua. Pasangan suami istri itu tampak bahagia jika dilihat dari raut wajahnya.


Cantika menatap tajam. Hatinya benar-benar panas. Tak pernah dia lihat Bastian sebahagia itu. Dan ternyata Bee adalah mantan kekasih dari sahabatnya. Artinya usia Bee lebih tua dari Bastian.


"Aku punya ide," ucap Cantika tersenyum miring dengan tatapan liciknya.


"Ide apa?" tanya Silva dan Alsya bersamaan.


"Something," jawab Cantika cepat.


.


.


Seorang pria tampak duduk sambil menatap kosong kedalam ruangan nya yang menampilkan hiruk pikuk kehidupan kota Jakarta. Dia tampak menghela nafas panjang. Melamun seperti ini ternyata tidak buruk, bahkan dapat memberikan ide-ide yang sebenarnya tertutup dibalik wajah dingin tersebut.


Lelaki itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Penyesalan kian menyeruak masuk kedalam sana.


"Aku menyesal Bee telah meninggalkan mu, harusnya aku bisa mempertahankan mu. Bukan malah menyerah karena ancaman kedua orang tua ku," ucap nya lagi.


Terkadang penyesalan membuat orang menyadari semua kesalahannya. Terkadang penyesalan membuat beberapa orang memperbaiki diri atas semua kesalahannya.


Lelaki itu menarik laci meja kerjanya. Dia mengambil selembar foto wanita cantik yang tengah tersenyum hangat padanya.


Pria tersebut mengusap lembar foto tersebut dengan lembut. Air mata menetes membasahi pipi tampannya dia memang manusia bodoh yang tega melepaskan permata demi imitasi yang berkarat.


"Dia menyakiti ku, Bee. Dia memilih laki-laki lain," ucap nya lirih.


"Apa kabar kamu disana? Sudah lama rasanya kita tak bertemu," ungkap lelaki itu.


Ragil Indrawan, mantan kekasih Bee yang telah menyesal karena meninggalkan nya. Ragil dipaksa kedua orang tua nya menikahi wanita lain demi bisnis dan uang. Tetapi ternyata perempuan yang dia nikahi tersebut tak seperti yang Ragil bayangkan. Wanita itu tega mengkhianatinya dan berselingkuh dengan laki-laki lain.

__ADS_1


Meninggalkan Bee disaat perasaan wanita itu menggebu didalam dada. Membuat penyesalan tersendiri dalam hidup Ragil, dia tak pernah bayangkan ternyata karma itu berlaku untuknya. Dia mengkhianati keputusan yang telah dia dan Bee sepakati bersama. Kini, dia malah merasakan sakit yang sama, ketika dirinya juga di khianati dengan hal yang sama.


"Kak."


Seorang gadis masuk kedalam ruangannya. Secepatnya lelaki tersebut menyimpan foto ditangannya. Dia seolah takut jika sang adik mengetahui bahwa dirinya masih terjebak dengan perasaan nya di masa lalu.


"Kenapa Sya?" tanyanya mengusap pipi basahnya. Jangan sampai sang adik tahu bahwa dirinya menangisi sang mantan.


"Kakak habis menangis?" ucap gadis itu melihat mata kakak nya yang sembab.


"Tidak," kilah nya.


Sang adik menghela nafas panjang. Setelah dari mall bersama teman-teman nya. Dia memutuskan langsung menemui sang kakak, untuk melaporkan apa yang dia lihat tadi.


"Ada apa kau sini?" tanya Ragil. "Apa uang jajan mu sudah habis?" tebak nya


Gadis itu malah menggeleng, "Bukan Kak," sahut nya. "Tadi di mall aku tidak sengaja bertemu Kak Bee," lapornya.


Ragil menatap sang adik ketika mendengar nama mantan kekasihnya. Jujur saja dia merindukan sosok wanita itu. Wanita manja yang selalu membuatnya rindu akan tingkahnya. Tetapi sekarang Ragil tidak tahu bahwa akibat ulah nya yang telah menciptakan luka dalam dihati sang mantan, mengubah sifat wanita itu seratus delapan puluh derajat.


"Bee?" ulang Ragil sekali lagi.


"Iya Kak," jawab Alsya. "Kakak tahu ternyata dia menjalin hubungan dengan Bastian, Kak. Teman sekelas ku," sambung Alsya.


Ragil tampak terkejut mendengar penjelasan sang adik. Dia selalu penasaran tentang hidup Bee, meski mereka telah usai beberapa tahun lalu, tetapi tetap rasa ingin tahu itu selalu ada.


"Bastian?" gumam Ragil.


"Iya Kak, anaknya pemilik Schweinsteiger," sahut Alsya.


Tentu saja Ragil cukup terkejut jika memang Bee menjalin hubungan dengan lelaki dibawah umur tersebut. Bagaimana bisa? Usia Bee sudah dewasa tetapi malah jatuh cinta pada anak yang masih bau kencur.


"Kenapa bisa?" tanya Ragil penasaran.


Ragil cukup penasaran pada Bastian, sebab untuk menaklukkan hati Bee bukanlah hal yang gampang. Wanita itu tak mudah jatuh cinta seorang laki-laki. Jika Bastian bisa menaklukkan hati Bee yang sedingin es itu, bukankah ini hal yang luar biasa?


"Aku juga tidak tahu, Kak," jawab Alsya. "Bagaimana hubungan Kakak dan Kak Sisil?" tanya Alsya. Sebenarnya dia kasihan pada sang kakak karena tekanan dari kedua orang tua nya, membuat lelaki itu harus terjebak dalam satu pernikahan yang salah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2