
Proyek pembuatan pabrik somil di daerah banten sudah mulai di kerjakan.Gio sudah mulai rutin mengunjungi kota tersebut guna memantau selama proses pengerjaan. suaminya Ayana itu sering kali menginap di sana karena memang tempatnya jauh jadi tidak bisa setiap saat harus pulang pergi bisa gempor jika Gio melakukannya setiap hari.mereka juga masih betah tinggal di rumah Frans membuat ayah dan ibu mertua Gio itu senang.pasangan tua itu begitu bahagia merasa cucunya kembali kumpul di rumah besarnya.selama ini Gio juga tidak merasa keberatan tinggal lama di sana,ia justru malah senang dan merasa aman kala meninggalkan anak istrinya untuk urusan pekerjaan.
Hari ini Frans meminta Gio untuk berada di rumah,karena mereka akan mengadakan acara keluarga.menantu Frans itu menurut dan sekarang terlihat begitu sibuk membantu pekerja ayah mertuanya yang sedang menata kursi dan meja di depan kolam renang untuk persiapan besok pagi.
"Meja ini kayanya taruh sana aja kali ya Pah?" tanya Gio sembari menepuk meja kayu berukuran panjang di sebelahnya.
Ayah mertua Gio terlihat berpikir sejenak." Iya deh taruh sana aja.nanti kursi-kursi yang itu kita taruh sini,nanti kamu keluar bareng Ajun beli lemari pendingin Gi,beli aja dua atau tiga mah ini cuma satu gak cukup,nanti taruh depan situ buat naro minuman untuk anak-anak," katanya sembari menarik dompet dari celana bahannya,kemudian menyerahkan satu kartu Atm kepada Gio.
"Iya Pah,gak usah aku ada kok" tolak Gio tentu saja Frans tidak suka.
"Ini pakailah,uangmu simpan untuk kebutuhan lain,pinnya tanggal lahir Aya." kekeuh Frans sambil menaruh paksa kartu itu ke tangan Gio,mau tidak mau Gio menerima takut juga kena omel.
"Iya Pah," jawabnya dan langsung menggotong meja panjang yang berada di hadapannya dengan Pak satpam.tidak lupa Frans juga memintanya mampir ke super market untuk membeli beberapa minuman kemasan untuk tamu yang datang.
"Ayah,pengen eskyim ning nong itu ada di depan," Gio menoleh saat mendengar rengekan anaknya.lelaki itu celingukan mencari keberadaan sang istri atau pengasuh yang menjaga Jemia tapi tidak ada.
"Nda mana?"
"Nda lagi makan sama Nteu Jenni"
Gio melepaskan pekerjaannya sebentar lalu mendekati Jemia." Jangan eskrim ya Sayang,kue aja ya." bujuk Gio.
Anak itu menggeleng dengan bibir maju."Jem mau eskyim ayah.ga mau kue ga enak," tolaknya.
"Tapi dari kemarin kamu makan eskrim terus,nanti sakit tenggorokannya.katanya ga mau ke dokter takut di suntik?nanti kalau sakit Jemi mau di suntik?," Jemia diam tak menjawab ia menatap ayahnya dengan mata berkaca." Mau di suntik,hmm?"
Kepala Jemia menggeleng hidungnya sudah mulai memerah,gadis cantik tapi ganteng itu mulai siap menangis membuat ayahnya gemas." Ga mau,takut,tapi pengen eskyim," rengeknya,Gio terkekeh sambil memangku putrinya.
"Gemes banget sih,udahlah ayah kalah ini mah,asli gak bisa lihat kamu kaya gini. " ucapnya sambil mencium wajah anaknya dengan gemas.
"Geli ayah,ih jangan kenceng kenceng kumis ayah sakit." protes Jemia karena kumis ayahnya yang baru tumbuh itu menusuk kulit wajahnya.
"Lebai,bunda aja senang dan suka kalau ayah cium kaya gini.masa Jemi ga suka?," Gio mencium kembali putrinya ia mendusek wajah mungil anaknya itu sampe kemerahan.
"Ayah geli." Jemia terpingkal di pangkuan ayahnya,ia menggeliat karena Gio terus menciumi wajahnya hingga memerah semua.
"Kaya gini geli gak?nih nih begini" seakan tidak puas Gio mengahabisi wajah Jemia dengan hidung mancungnya sampai suara tawa putrinya itu tidak terdengar saking kuatnya ia tertawa.
"Udah,udah sayang.hey,maafin ayah." Gio meredakan tawa putrinya ia takut kelepasan dan berujung membahayakan anaknya.
Tawa Jemia mereda namun balita itu masih terkekeh pelan." Leher aku geli." ucapnya sambil mengusap lehernya yang memerah ulah bapaknya.
Gio menghapus air mata di ujung mata Jemi, putrinya itu tertawa sampai keluar air mata." Iya,ayah minta maaf.udah jangan ketawa lagi nanti rahangnya pegel." ia membawa anaknya duduk di kursi tepat di depan kolam renang.Gio mendudukan Jemia di pahanya.
"Ke bunda ya,ayah mau pergi dulu sama mas Ajun.di suruh opa beli lemari pendingin nanti kalau udah datang lemarinya kita isi dengan makanan dan minuman,oke." ujar Gio sambil membenarkan ikatan rambut Jemia,dan rupanya Jemia sudah melupakan eskrim Gio memang sengaja mengalihkan perhatian putrinya dan itu berhasil.
"Ikut ayah.Jemi ikut ya" pinta gadis kecil itu.
Gio menumpukan tanganya ke belakang menyangga tubuhnya.dan membiarkan Jemia bermain di pahanya." Ikutnya nanti aja.nanti sore kita beli buku gambar lagi."
"Mau ikut,sekarang." sama seperti Ayana. Jemia keras kepala dan tidak mau di bantah.
Gio menarik napas dalam dan mengangguk mengalah,ia selalu kalah dengan melihat wajah lucu di depannya ini ia mengangguk lagi membuat sang putri bersorak girang,Gio menatapi wajah Jemia yang merupakan dirinya versi perempuan semua yang ada di wajah Jemia merupakan turunannya.semakin besar anak itu wajahnya semakin mirip dengan Gio,entah mengapa tidak ada wajah Ayana sama sekali di sana.
Jemia menyentuh jakun Gio yang kadang naik turun itu,ia memainkan jakun yang menonjol dengan jelas itu.runcing dan seksi membuat kadar ketampanan Gio bertambah." Ini apa yah?" tanya Jemia penasaran.
"Ini namanya buah," jawab Gio ngasal saja lah anak kecil ini mana ngerti.
"Buah?Jemi kok ga ada ya?" ia meraba lehernya membuat Gio terkekeh gemas.
"Kamu kan perempuan,jelas ga ada,bunda juga ga ada,kalau ayah atau opa baru ada. " jelas Gio membuat Jemia mengangguk entah mengerti atau tidak.
"Ayah,eskyim." Gio menepuk dahinya dan memejamkan mata,ia kira Jemia akan lupa setelah ia ajak bercanda seperti ini.namun rupanya ia salah,gadis itu tetap ingat.
"Ya udah ayo ikut ayah,beli di jalan aja,ayo cepet ambil sandal dulu sana ayah tunggu di sini." Jemia mengangguk dengan senyum senang ia segera turun dari paha ayahnya lalu berlari kecil masuk ke dalam tapi suara Gio menghentikannya." Mintain dompet ayah ke nda ya."
"Oke ayah." Gio tekekeh lagi melihat tingkah lucu anaknya.ia menggeleng pelan kadang tidak percaya kalau ia akan mempunyai malaikat selucu itu.
__ADS_1
...☘☘☘☘☘...
Hari ini Monica telah memanggil seluruh keluarga besar yang dekat mau pun yang berada di luar kota.ia sengaja mengundang hampir seluruh keluarganya untuk mengadakan pengajian tahunan dan memperingati kematian orang tua Frans. bukan semata-mata hanya memperingati kematian mendiang keluarga Frans saja tapi Monica sengaja mengundang mereka hanya untuk silaturhami dan temu kangen tidak lupa ibu dan kaka Gio juga sudah ada di sana sejak pagi.
Tradisi ini sudah keluarga mereka lakukan sejak puluhan tahun lalu dan masih berjalan hingga saat ini.karena biasanya tidak semua keluarga dapat hadir di hari besar.seperti pada saat lebaran,tahun baru atau pun ada acara keluarga.seperti pada saat Ayana menikah keluarga dan kerabatnya tidak semua dapat hadir di sana hanya keluarga inti saja.
"Minta doanya ya semua,Jenni lagi isi udah jalan 9 minggu," ujar Monica mengumumkan kehamilan menantunya sontak semua yang ada di sana terkejut dan langsung menatap istri dari Abimana itu.
"Bener itu neng?" tanya tante Rosa dan ibu dari Althea.
Jenni mengangguk dengan senyum bahagia." Iya bener,minta doanya ya semuanya." jawabnya sembari mengelus perutnya yang masih rata itu.
"Masya allah ya,penantian ga sia sia semoga allah lancarkan sampe lahiran." semua kompak mengaminkan bahkan ada yang sampai meneteskan air mata haru penantian Abi dan istri akhirnya membuahkan hasil.
Ayana ikut senang bukan main tentu saja ia terkejut mendengar kabar mengejutkan itu bahkan saking senangnya ia sampai memeluki kaka iparnya dan mencium pipi Jenni berkali kali." Selamat ya kak akhirnya"
"Iya makasih sayang,doain ya." balas Jenni dengan bahagia.
...☘☘☘☘☘...
"Suami lo mana?" tanya Adisty_cucu dari adik Melani Raharjo neneknya Ayana perempuan itu celingukan ingin melihat suami sepupu jauhnya,selama ini ia hanya melihat dari foto saja tidak pernah bertemu langsung,Adisty baru saja sampai dengan keluarganya.
"Tadi sih sama Papah di halaman samping. bentar gue panggilin," Ayana beranjak dari sana mencari Gio yang entah sedang berada di mana.ia mencoba menelepon Gio namun tidak di angkatnya karena mungkin suami Ayana itu meninggalkan ponselnya di kamar.biasanya begitu sih.
"Ka,lihat Gio nggak?" tanya Ayana pada Indri yang sedang mengganti baju anaknya basah ketumpahan kuah soto.
"Naik ke atas,kayanya ke kamar mandi." sahut Indri memberitahu.Ayana naik ke kamar mencari suaminya yang ternyata sedang berdiri di dekat meja rias Aya sambil bertelanjang dada seraya memandangi ponselnya,melihat Ayana masuk Gio buru-buru mematikan ponselnya lalu menaruhnya karena ponsel itu sedang di cas.
"Kenapa yang?tadi telep?" tanya Gio.
"Kamu di cariin sodara aku tuh,mereka baru pada datang,ayo turun pada pengen ketemu kamu katanya." ajak Ayana matanya melirik ponsel Gio entah mengapa ia ingin sekali memeriksa ponsel itu.wajarlah Ayana kan cemburuan orangnya sama seperti Gio juga.
Gio mengangguk sambil berjalan ke lemari mencari baju ganti.karena tadi bajunya basah oleh keringat." Ayo,aku pake baju dulu." katanya sambil mengambil kaus bergambar avenger berwarna hitam merah yang sangat kontras dengan kulitnya.ia berkaca merapikan rambutnya menyugarnya ke atas terlihat lebih keren dan cuakep banget.
"Ck,ga usah ganteng ganteng.nanti mereka pada naksir kamu." Ayana tidak suka melihat Gio yang rapih dan ganteng begitu.apa sih pikirnya kalau para kerabatnya pada naksir kan repot.mana mereka pada cantik dan muda-muda lagi Ayana kan jadi insecure seketika.sudah cukup lah Gio menjadi idola ibu-ibu teman dan saudara-saudara dari ibu dan ayahnya Ayana.
"Katanya suka kalau lihat aku ganteng. gimana sih,nda?" sahut Gio santai sambil menilik penampilannya.
"Iya,ya udah ayo ke bawah." ajak Gio sambil mencium pipi istrinya lalu mereka berjalan beriringan ke bawah menemui sanak family Frans dan Monica. sesampainya di ruang tamu Ayana dan Gio langsung di serbu ibu ibu,mereka tak henti memuji suami Ayana katanya tampan seperti orang barat,lah emang dia campuran barat batin Indri.
"Aya pinter ya cari suaminya,ganteng banget kaya Manu rois loh kalau di lihat-lihat," ucap keluarga dari Monica.
"Manu ruis bu,bukan manu rois" Aline membenarkan kalimat ibunya.
"Manurios yang bener" sungut Agnes ini juga kerabat Ayana dari ayahnya.gelak tawa terdengar memenuhi rumah besar itu perkara salah menyebut nama artis yang mirip dengan Gio.
"Nah harusnya Agnes kaya Aya,telat nikah tapi dapetnya bibit unggul," ujar mama Agnes membuat Agnes mendelik tak suka.
"Dengerin tuh," ucap Adisty yang baru ikut bergabung di situ.pandangannya bertemu dengan pandangan Gio dan Gio tersenyum ramah menyapa.
Tentu saja Ayana tidak suka ia menyikut perut Gio dengan sikunya." Mata lo." gumamnya yang hanya di dengar oleh Gio.
Gio tersenyum segera mengakhiri pandangan takut pada istrinya." Iya," katanya.
"Ini laki lo,Ay?" tanya Adisty yang di angguki Ayana dan di sahuti yang lain Adisty mendekat lalu menyodorkan tangannya pada Gio,seharusnya Gio yang melakukannya lebih dulu mengingat ia lebih muda dan ibu dari Adisty adalah kaka sepupu dari Frans,tentu saja perempuan itu lebih tua darinya dan Ayana.
Mau tidak mau Gio menerima tangan Adisty." Giovanno,Ka" Gio memperkenalkan diri.
"Adisty,kaka sepupu dua kali Ayana," balas Adisty sambil tertawa karena bingung hendak menyebut status dirinya.
"Ribet amat,tinggal bilang aja sih orang tua kita sepupuan gitu." ujar Ayana yang di balas gelak tawa ibu ibu di sana termasuk Gio.semua keluarga berbaur menikmati hidangan setelah acara pengajian dan mendengar ceramah dari ustad yang di panggil oleh Frans.Gio memandangi satu persatu keluarga istrinya yang memang ternyata banyak juga meski tidak semua kumpul di sana.
"Gila,di sini kaka ngerasa cuma remehan astor." Indri mendudukan dirinya di samping Gio yang memang sedang duduk anteng sambil memperhatikan putranya yang sedang main tembakan pistol air sabun dengan anak kerabat Ayana.
Gio menoleh sambil tersenyum." Emang kenapa?" katanya.
"Semuanya orang kaya Gi,lah kita orang orangan sawah" ujar Indri sambil menyedot air gelas kemasan yang tadi ia bawa.
__ADS_1
"Ya biarin,toh mereka juga ramah dan gak meninggi kan?" sahut Gio santai.Indri mengangguk membenarkan memang keluarga Ayana memiliki attitude yang bagus semua ia mengakui itu.selama berbaur di sana Indri tidak sekali pun merasa di abaikan semua menyambutnya hangat dan ramah mereka tidak membedakan status.
"Iya,tapi ngerasa minder aja sih" balas Indri ia melihat orang-orang yang sedang bercengkrama sembari menikmati hidangan.
"Kamu juga sama,iyakan?" Gio hanya terkekeh pelan tanpa menjawab,ia melihat kakanya tersenyum penuh arti lalu beranjak dari sana. Gio terdiam tebakan kakanya memang benar ia merasa minder sendiri apa lagi melihat kerabat Ayana yang rata-rata menempuh pendidikan di luar negeri.dari cara gaya dan bahasanya juga sudah pasti berbeda dengan dirinya.
"Gabung di sana Gi,lo ngendog bae di mari heran gue" Kevin tiba-tiba menepuk bahu Gio dan duduk di sebelahnya.
"Lagi jagain anak gue," sahut Gio sembari menoleh ke samping.
Kevin berdecak malas." Ya bawa Avennya ke sana.gabung-gabung di sana sama mereka biar akrab dan bisa berbagi pengalaman.mereka juga sama sodara lo Gi.lo kenalnya kan cuma sama Gue doang."
"Gue malu dan gak enak Vin." jujur Gio.
"Malu,malu terus.kaya ga punya hidung aja lo." sahut Kevin tak suka,ia maunya Gio bergabung dengan para kerabat di sana toh mereka sejak tadi menanyakan Gio terus katanya ingin mengobrol biar lebih akrab tidak hanya sekedar saling memperkenalkan diri.
"Beneran deh Vin,gue malu dan Gak enak guenya,serius" balas Gio lagi sambil membuka baju anaknya yang basah,ia menggantinya dengan kaus biasa yang di sediakan oleh Ayana.
"Alah,serah lo monyong," dengus Kevin sambil membawa anak Gio yang sudah selesai memakai kaus itu." Biasanya juga lo ga tau malu,dan mana ada lo ga enakan." sambungnya.mendengar itu Gio hanya terkekeh sembari menyusul Kevin.
...☘☘☘☘☘...
Hari menjelang sore keluarga Ayana sudah sejak tadi bergantian pulang.mereka tidak ada yang menginap dan karena itu Gio merasa sedikit lega.ia akhirnya bisa bernapas dengan bebas tidak lagi merasa canggung,malu,dan merasa minder keluara Gio sendiri juga sudah pulang sejak tadi siang.Gio membuka ponselnya mendengar notif yang masuk.ia membuka beranda instagram miliknya,ia teringat tadi siang ada teman Gio yang mengetag akunnya di salah satu postingan orang yang Gio ketahui itu adalah akun milik Raka.
@Denisgustian:@GiovannoPram:Gi,ada yang mau nikah loh,mau nyusul lo kayanya.
"Siapa sih?" gumam Gio sembari membuka postingan itu.begitu terbuka ia tertegun melihat sebuah foto yang sepertinya itu foto prewedding." Manda" sambungnya sembari menzoom foto itu untuk memastikan.
Ibu jari Gio bergerak untuk menslide foto foto itu,jumlahnya ada lima foto dengan gaya yang berbeda namun orangnya sama di foto itu di sana terlihat Raka dan Amanda sedang berfoto dengan gaya mesra dan penuh cinta.mereka seakan dua manusia yang bahagia dan saling mencintai.
Gio hanya diam memandangi foto itu,tidak tau mengapa tapi hatinya sedikit tercubit melihat kemesraan di foto itu.meski ia sempat lupa pada perempuan itu tapi perlahan ia mengingat meski tidak semuanya secara nyata,Gio sudah tidak mencintai Amanda,cintanya sudah lama hilang yang ada hanya Ayana yang memenuhi hatinya,namun entah mengapa melihatnya bahagia dengan pria lain perasaan Gio sedikit terganggu.manusiawi memang seseorang yang pernah hadir di hidup kita tentu saja tidak semudah itu. pasti jauh di hati mereka masing-masing masih ada setitik kenangan yang tersisa tidak usah munafik kita bicara sesuai fakta kebanyakan.
"Gi?.." Gio menoleh saat Ayana keluar dari kamar mandi dan melihatnya sedang melamun.
"Yang." ujar Gio sambil meminta Ayana ke dalam pelukannya.perempuan yang masih handukan itu menurut dan duduk di atas paha Gio yang memang sedang duduk di tepi ranjang.
Gio menciumi bahu Ayana yang terbuka dan wangi sabun,ia tau Ayana pasti habis luluran.Gio memeluk istrinya dan meminta maaf dalam hati sambil merutuk.ia memaki dirinya yang bodoh." Maaf ya" ucap Gio membuat kening Ayana berlipat.
"Untuk?"
"Gak ada sih.cuma mau minta maaf aja takut ga sengaja bikin salah dan nyakitin kamu." Gio mengecup sudut bibir istrinya wangi odol mint tercium jelas olehnya,ia tau Ayana sehabis gosok gigi nih.
Ayana hanya menggelengkan kepalanya. kedua tangan lentik itu menangkup rahang Gio dan mengelusnya." Ga ada sayang. ngapain minta maaf?kamu ga ada salah"
Mendangar itu perasaan bersalah makin bersarang di hati Gio,lantas ia memeluk Ayana sampai istrinya ngap ngapan tapi tetap tersenyum biar pun sesak." Sayang dan cinta kamu banyak banyak." ucap Gio sembari mengecupi seluruh wajah istrinya yang polos dan alami.pas Ayana polos begini nih Gio paling suka,tanpa bedak tanpa foundation.tanpa yang lain.cantik alami ciptaan tuhan.
"Yang,pengen nyusu" ujar Gio sembari menatap istrinya dengan sayu.
Ayana yang tahu arti dari tatapan itu pun mendengus." Nyusu doang kan?soalnya baru mandi,masa mandi lagi?"
Gio merubah tatapannya menjadi memohon." Gapapa nanti mandi bareng biar aku sabunin." modusnya.
Ayana pasrah saat handuk kimononya di buka dan langsung menampakan dua gunung kembar yang masih kencang dan bulat,karena Ayana masih menyusui jadi gunung itu masih tampak kencang dan menantang biar pun kecil.begitu di raup dan di sentuh oleh Gio pucuknya yang pink dan kemerahan itu langsung menegak membuat suaminya kalang kabut,ingin memasukan sekaligus kedua pucuk itu ke mulutnya.dasar serakah dan maruk ya bapak bapak satu itu.
"Udahhh,lecet nanti_shhhh" Ayana mend*sah dan meringis karena pucuknya terasa perih.Gio ini kalau sudah menyusu ia akan lupa dengan apa pun dan menjadi brutal mengalahkan anak kambing.
Gio melepaskannya meski tak rela." Ya udah ga jadi yang.pake baju sana nanti masuk angin,aku mau keluar bentar." katanya tanpa dosa membuat asap hitam di kepala Ayana mengepul keluar.
"Gak di lanjut ini?"
"Nggak,katanya perih ya udah libur dulu"
"Yakin?" tangan Ayana seketika menerobos masuk ke dalam celana pendek Gio dan meremas jamur super suaminya yang gagah dan berotot itu membuat sang empu melenguh.
"Yanghhh.."
Ayana terkekeh dan melepaskan diri lalu berjalan ke lemari mencari baju yang akan ia kenakan,Ayana meninggalkan Gio yang sedang naik-naiknya." Rasain." ledeknya sembari memakai piyama satin berwarna dusty pink yang cocok daan kontras sekali dengan kulitnya.
__ADS_1
...☘☘☘☘☘...
Terima kasih buat yg masih baca yg cantik2.sayang kalian banyak2💖