
"Mas."
Suara seorang wanita memanggil yang langsung masuk ke dalam ruangan itu menghentikan adegan panas Kian dan juga Rama. Wanita itu seketika berdiri di tempatnya saat dirinya masih sempat melihat adegan terakhir yang dilakukan pasangan di depannya itu. Bukannya menangis seperti hal nya seorang wanita yang melihat suaminya berselingkuh, Lian malah tersenyum kecut. Sedikit memalingkan wajahnya, membuang nafas kasar lalu melanjutkan kembali berjalan mendekati suami dan juga adik kembarnya itu.
Melihat kedatangan Lian, wajah Rama seketika berubah menjadi kecut. Sedangkan Kian hanya menunduk karena malu sudah ketahuan bercinta dengan suami kakak kembarnya sendiri.
"Sudah aku duga jika suamiku tercinta pasti sedang menjenguk adik iparnya," ucap Lian dengan sedikit menekankan status-status diantara mereka. Dan hal itu adalah yang paling tidak disukai oleh Rama.
"Mau apa kamu kemari?" tanya Rama dingin. Lian tersenyum.
"Mau apa? Tentu saja mau menjemput suamiku agar dia tidak terlena terlalu jauh dengan kesesatan," jawab Lian.
"Kamu gila. Kesesatan? Kesesatan apa maksudmu?"
"Kesesatan karena bercinta dengan adik ipar sendiri disaat istri sah mu masih hidup dan masih sehat, Mas," jawab tegas Lian.
__ADS_1
"Tapi bukankah sejak awal kamu yang sudah menciptakan hubungan ini? Kamu yang sudah menciptakan hubungan diantara aku dan juga Kian? Lalu kenapa sekarang kamu malah menyesal?" ucap Rama dengan nada sedikit naik. Dia bahkan sampai berdiri dari duduknya dan menatap wajah wanita itu dengan tajam. Lian kembali tersenyum.
"Iya, perkataanmu memang benar, Mas. Memang dulu aku yang menolak hubungan diantara kita. Tapi lihatlah sekarang. Aku sudah sadar bahwa bagaimanapun juga aku adalah seorang wanita yang sudah sah menjadi istrimu. Apapun yang aku lakukan, tidak bisa merubah status itu. Dan aku juga berharap akan hal itu darimu, Mas."
Dengan tanpa diduga, Lian berlari dan langsung memeluk Rama sangat erat. Melihat hal itu, Kian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Walaupun dia sendiri tahu jika apa yang dilakukan pasangan itu adalah hal yang wajar akan tetapi rasa sakit di dalam hatinya begitu perih terasa.
Melihat hal itu Rama berusaha untuk melepaskan pelukan Lian. Dia tidak ingin menyakiti hati Kian terlalu lama. Akan tetapi cengkraman wanita itu sangat kuat. Dan jika dia memaksa maka bisa jadi Lian malah akan terjengkang dan celaka. Sedangkan dia sudah berjanji kepada Kian untuk tidak menyakiti kakak kembarnya itu.
"Mas, ayo kita kembali, Mas. Ayo kita mulai lagi hubungan kita dari awal. Aku berjanji semuanya akan berubah. Aku berjanji akan menjadi seorang istri yang bisa kamu banggakan dan sangat kamu cintai. Ayo Mas! Sekarang penghalang diantara kita sudah tidak ada. Anak didalam kandungan Kian sudah tidak ada, bukan? Jadi apalagi yang menghalangi kita untuk bisa bersatu?" oceh Lian di dalam pelukan Rama. Laki-laki itu tak menjawab. Dia malah mengepalkan tangannya mendengar Lian membahas kembali kematian jabang bayinya.
"Kian, kian aku mohon padamu. Tolong kembalikan suamiku kepadaku. Lepaskan dia. Biarkan dia kembali kepada istri sahnya sendiri. Aku mohon jangan hancurkan rumah tangga kakakmu sendiri," pinta Lian dengan memelas.
"Aku mohon padamu, Kian. Aku tahu kalau Mas Rama pasti akan menurut padamu, jadi aku mohon tolong bujuk dia agar mau kembali ke pelukanku."
Kian mengerutkan keningnya. Perkataan dari sang kakak kembarnya itu seolah menggambarkan kalau dirinya adalah seorang pelakor saja. Padahal mereka berdua sudah tahu bagaimana kisah ini berawal. Dan rasa cinta yang tumbuh di hati Kian dan juga Rama adalah karena sebuah ketidaksengajaan.
__ADS_1
"Aku mohon Kian. Aku mohon."
Lian menangis dan bersimpuh di kedua tangan Kian yang dia genggam. Rama langsung membuang pandangannya karena dia tahu jika air mata Lian adalah air mata palsu. Akan tetapi berbeda dengan Kian. Melihat sang kakak dalam keadaan seperti itu, membuat hati wanita itu terenyuh. Dia tidak tega melihat sang kakak yang biasanya selalu berdiri tegak dan angkuh, kini rela memohon seperti itu untuk meminta suaminya kembali.
"Aku.. aku…" Kian terbata. Dia bingung harus berkata apa. Melihat semua ini dia mulai merasa ragu dengan pendiriannya sendiri.
"Aku mohon Kian. Aku mohon!" pinta Lian lagi.
Rama terus memperhatikan interaksi dua gadis kembar di hadapannya. Selama ini dia yang selalu menolak Lian dan terus meyakinkan Kian kalau dirinya tidak akan meninggalkannya. Akan tetapi saat ini Rama ingin tahu apa yang sebenarnya wanita itu rasakan. Dan keputusan apa yang akan Kian ambil.
****
****
****
__ADS_1