
"Ini cobalah!" ucap Safira. Dia meletakkan sepiring nasi goreng seafood di atas meja di depan Rama.
"Tapi sayang ini sudah terlalu malam untuk makan nasi," kata Rama sambil melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Tapi aku sengaja buat ini sendiri spesial untuk kamu, sayang. Apa kamu tidak mau mencobanya walaupun hanya sedikit? Setidaknya hargai aku yang sudah capek-capek buatin ini. Bikin nasi goreng seafood itu gak gampang loh sayang," ucap Safira merajuk. Dia memanyunkan bibirnya.
Safira tau jika Rama tidak akan pernah bisa menolak keinginannya. Wanita itu tau jika cinta Rama kepadanya begitu besar sehingga laki-laki itu mau melakukan apa saja untuknya. Lihatlah, bahkan Rama dengan setia menunggu dirinya walaupun wanita itu pergi ke luar negeri untuk tour modelnya. Setidaknya itulah yang ada dipikiran Safira.
Wanita itu sangat bangga dengan kecantikannya. Wanita itu juga sangat bangga dengan dirinya sendiri yang bisa dengan mudah membuat CEO Amarta's Group bertekuk lutut dihadapannya. Wanita itu sangat bangga karena dia tau jika hubungannya dengan sang kekasih tidak direstui oleh Kakek Bimo, akan tetapi Rama tidak memperdulikan hal itu dan tetap menjalin hubungan dengannya walaupun secara diam-diam.
Safira Virginia, adalah seorang model profesional yang sering mengadakan tour sampai keluar negeri. Bertemu dengan Rama saat laki-laki itu memenuhi undangan sang teman untuk menonton sebuah pertunjukkan fashion dimana Safira merupakan salah satu modelnya. Mereka pun berkenalan dan Rama langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Mereka sempat menjalin hubungan selama satu tahun, sebelum akhirnya Rama memperkenalkan Safira kepada sang kakek. Saat itu, reaksi yang diberikan oleh Kakek Bimo sangat dingin dan tidak ramah sama sekali. Melihat cara berpakaian Safira yang teramat seksi dan juga perilakunya yang sangat sombong membuat kakek Bimo tidak suka dan tidak akan pernah merestui hubungan sang cucu dengan kekasihnya itu.
Akan tetapi hal itu tidak dipedulikan sama sekali oleh Rama. Laki-laki itu terus menjalin hubungan dengan Safira dengan ataupun tanpa restu sang kakek. Bahkan ketika Safira harus pergi keluar negeri untuk menjalani tour modelnya kembali, Rama masih terus berhubungan dengan wanita itu. Sampai pada akhirnya sang kakek pun menikahkan Rama dengan Lian.
"Sayang, ada satu hal yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Safira. Rama yang pada akhirnya terpaksa menyantap nasi goreng seafood buatan sang kekasih, menghentikan makannya.
"Iya?" tanya Rama. Wajahnya mendongak menatap sang kekasih.
"Hmm, tapi kamu jangan marah ya!" ucap Safira lagi.
"Ada apa?" tanya Rama dengan menggenggam tangan wanita itu.
"Kapan kita akan meresmikan hubungan kita?" tanya Safira lirih. Akan tetapi itu sangat terdengar jelas di telinga Rama. Laki-laki itu pun melepaskan genggaman tangannya dan lalu duduk bersandar di kursi yang sedang dia duduki. Rama menarik nafas panjang.
"Sayang, kamu tau sendiri jika kakekku tidak pernah merestui hubungan kita," ucap Rama.
"Aku tau. Tapi aku juga tidak mengerti kenapa kakek Bimo sangat membenci aku dan tidak pernah mengizinkan kita untuk berhubungan. Apa kamu pernah bertanya kepadanya?"
__ADS_1
"Hmm. Aku pernah sekali bertanya pada kakek kenapa dia tidak mau merestui hubungan kita."
"Lalu? Apa yang dia jawab?"
Rama mengangkat bahunya.
"Dia hanya bilang kalau dia tidak setuju. Itu saja," jawab Rama.
"Aneh. Kakekmu benar-benar aneh," ucap Safira dengan mata mendelik.
"Jangan bicara seperti itu. Bagaimanapun dia adalah kakekku," ucap Rama.
"Iya. Aku tau dia adalah kakekmu. Tapi kakekmu itu memang aneh. Lagipula dia itu bukan orang tuamu. Dia hanya kakekmu. Hanya kakek. Dia tidak berhak mencampuri urusan pribadimu. Seharusnya dia melakukan apa yang setiap kakek lakukan. Selalu mendukung apa yang menjadi keinginan cucunya. Sejak dari dulu aku tidak suka dengan kakekmu. Dia terlalu ikut campur dengan urusan kita."
"SAFIRA!!!"
"Rama. Kamu membentakku? Kamu berani berucap keras kepadaku hanya demi kakek tua itu?" ucap Safira tak kalah tinggi.
"Kakek tua itu adalah kakekku. Kakek tua itu sudah menjadi orang tua bagiku. Dia sudah menjadi ayah sekaligus ibu bagiku. Aku sangat menghormatinya dan juga menyayanginya. Aku tidak suka jika ada orang lain yang menjelekannya. Walaupun itu kamu sekalipun," ucap Rama tegas.
Rama langsung berdiri dari tempatnya duduk. Mengambil jas yang tersampir di sofa dan bersiap untuk pulang. Safira yang sadar telah melakukan kesalahan, langsung berlari dan memeluk Rama dari belakang.
"Sayang maafkan aku," ucap Safira dari balik punggung sang kekasih. Rama tak menjawab.
"Sayang… kamu marah dengan kata-kataku? Aku minta maaf. Aku hanya terbawa emosi saja. Aku begitu mencintaimu dan begitu menyayangimu. Aku ingin kita segera bersatu. Aku ingin kita bisa secepatnya menikah. Tapi restu kakekmu selalu saja jadi penghalang diantara hubungan kita. Aku bingung harus bagaimana lagi," ucap Safira. Wanita itu mulai menangis dan hal itu berhasil membuat emosi Rama meredam.
Laki-laki itu membalikkan badannya dan lalu memeluk sang kekasih.
"Aku tau kalau kamu sangat menyayangiku. Aku juga tau kalau kamu sangat ingin kita menikah. Tapi aku mohon padamu jangan pernah menjelek-jelekan kakekku. Aku sangat menyayanginya melebihi rasa sayangku kepada siapapun."
__ADS_1
"Bahkan kepadaku?" tanya Safira ingin mengetahui posisinya di hati Rama.
"Iya."
Jawaban dari sang kekasih sedikit membuat Safira terkejut. Wanita itu sebenarnya sangat berharap jika Rama lebih memilih dirinya daripada sang kakek. Akan tetapi ternyata semuanya salah.
"Jika kamu sangat menyayangi Kakek Bimo daripada aku, lalu kenapa kamu masih menjalin hubungan denganku walaupun secara diam-diam dan tidak mendengarkan kakekmu?" tanya Safira akan tetapi kali ini dengan nada rendah.
"Karena aku yakin jika suatu saat nanti hati Kakek Bimo akan luluh. Dan mau menerima hubungan kita."
"Tapi kapan? Aku sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah denganmu," ucap Safira manja.
"Bersabarlah sebentar lagi ya sayang. Aku sedang mengurusnya." ucap Rama. Safira mengangguk.
"Sekarang aku harus pulang. Ini sudah malam. Aku tidak ingin kakek curiga dan akhirnya hubungan kita akan berakhir untuk selamanya."
"Hmm.. kapan kamu akan menginap disini?"
"Aku tidak tau. Sekarang kondisinya berbeda. Tidak seperti dulu lagi," ucap Rama. Dia mengingat jika dulu dirinya selalu menginap bersama Safira dengan alasan ingin pulang ke apartemen.
"Berbeda? Apanya yang berbeda?" tanya Safira tidak mengerti.
"Nanti aku jelaskan. Sekarang bukan saatnya," jawab Rama.
****
****
****
__ADS_1