MILLY

MILLY
bab 10.kecewa sama mama


__ADS_3

Dean sudah memarkirkan mobilnya di depan kos Milly. Iya melihat rumah Milly yang tertutup seperti tidak berpenghuni.


Dean mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Milly, tetap saja tidak di angkat.


Dean menengok jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Hari sudah pukul 11.45 WIB.


Dean turun dari mobil dan menuju pintu kos Milly.


Cukup lama Dean mengetuk pintu dan memanggil-manggil Milly. Tapi tak ada sahutan dari dalam.


Hingga seorang wanita menghampirinya.


"Mas ... mau cari mbak Milly ya?"


"Iya Mbak, Milly nya kemana ya? Dari tadi saya panggil-panggil tidak ada yang menjawab. Seperti nya tidak ada orang di dalam," jawab Dean.


"Mbak Milly lagi pergi, Mas. Di dalam hanya ada ibunya. Ibunya lagi sakit, gak bisa jalan sendiri, makanya gak bisa bukain pintu," jelas wanita itu.


"Kira-kira Mbak tau gak, Milly kemana atau mau pulang jam berapa?"


"Pergi kemana nya saya gak tau, Mas.


Tadi saya di minta untuk menjaga ibu. Dan menemani ibu nanti malam. Katanya mbak Milly baru pulang besok."


"Besok?"


"Iya, Mas."


"Apa sebelumnya, Milly sering pergi-pergi seperti ini?" tanya Dean lagi.


"Setau saya, gak sih, Mas, baru kali ini saja."


"Mbak lihat gak, tadi Milly pergi sama siapa atau pakai apa gitu?"


"Saya tau nya, tadi ada yang jemput pake mobil warna putih, Mas. Sekitar satu jam yang lalu," jawab wanita itu.


"Yang jemput laki-laki atau perempuan?"


tanya Dean lagi.


"Maaf, Mas, saya gak tau. Orang nya gak turun."


"Baik, makasi ya, Mbak, saya pamit dulu."


"Ya, Mas, sama-sama."

__ADS_1


***


Dean meninggalkan kos Milly setelah berpamitan dengan wanita tadi.


Iya sekarang sudah kembali ke rumah nya.


"Loh Dean, kamu udah pulang?"


"Udah"


"Kamu udah anterin Vallen juga kan"


"Mmmmm"


"Lalu kamu kenapa? Kok muka nya kayak gtu?"


"Dean kesal sama mama dan Vallen. Andai saja tadi Vallen tidak datang dan minta diantar pulang. Pasti tadi aku bisa bertemu dengan temanku."


"Kok kamu nyalahin mama sih, Nak."


"Lalu, siapa lagi? Mama kan, yang selalu minta aku untuk anterin Vallen."


"Kasihan Vallen kalau pulang naik taxi. Kan kamu akan keluar juga."


"Arah rumah Vallen berbeda sama tujuan Dean ma."


"Kan gak ada yang suruh, Ma."


"Ishhh ... kamu ini, orang berbuat baik, masak mau di larang."


"Mama ini sebenarnya kenapa sih? Kok ngotot banget belain dia. Anak mama itu Dean, bukan Vallen. Berhenti lah memaksa aku untuk menuruti keinginan dia."


"Mama hanya ingin kamu mengenal dia lebih dekat lagi."


"Buat apa sih ma? Dean kan sudah bilang, Dean gak suka sama Vallen. Dean juga gak mau di jodohin sama dia."


"Teman kamu yang mana sih, kok kamu segitu nya. Nanti kan bisa kesana lagi."


"Mama gak perlu tau, Mama gak akan bisa ngertiin aku. Mama selalu memaksakan kehendak. Dean kecewa dengan Mama," kata Dean lagi sambil berjalan meninggalkan mamanya.


"Dean, dengar mama dulu. Mama tidak bermaksud begitu."


Dean naik ke lantai dua rumah dengan tergesa-gesa. Iya tidak lagi menghiraukan mamanya.


Dean sudah berada di kamarnya setelah tadi masuk dan membanting pintu kamar.

__ADS_1


Dean uring-uringan sendiri, ia berjalan mondar mandir di kamar.


Banyak pertanyaan yang terlintas di kepala Dean. Tapi tidak ada jawabannya.


"Kemana Milly pergi?"


"Dengan siapa Milly pergi?"


"Dimana Milly sekarang? "


"Apa Milly baik-baik saja?"


"Kenapa besok baru pulang?"


Tidak mungkin dia meninggalkan ibunya, jika bukan karna hal yang sangat penting.


Banyak nya pertanyaan membuat kepala Dean pusing. Iya memutuskan untuk berbaring di kasur nya.


****


Dean melihat Milly di gandeng oleh seorang pria. Bersama pria itu ada juga seorang wanita. Wanita itu seolah tidak asing dimata Dean. Tapi dia tidak ingat, di mana mereka pernah bertemu.


Milly terus saja menengok pada Dean yang berjalan di belakang. Seolah ada yang ingin di katakan nya. Dean mempercepat langkah.


Pria dan wanita itu juga mempercepat langkah yang membuat Milly sedikit terseret.


Sebuah mobil berhenti. Pria dan wanita itu masuk ke dalam mobil, Milly pun ikut bersamanya.


Milly mengeluarkan kepala nya di jendela mobil, yang sudah melaju. Milly terus melihat Dean ke belakang. Tapi dia tak mengatakan apa pun. Dean berlari mengejar mobil itu sambil memanggil-manggil nama Milly.


"Milly ... "


"Milly ... "


"Milly ..."


"Tunggu dulu Mil."


"Berhenti......"


"Mau kalian bawa ke mana Milly," teriak Dean.


Dean berlari sangat kencang dan tidak memperhatikan kondisi jalan di depan nya. Kaki Dean tersandung, dan membuat nya terjatuh.


Mobil itu terus melaju dengan kencang. Dan sekarang telah hilang dari pandangan Dean.

__ADS_1


"Millly............"


__ADS_2