MILLY

MILLY
bab 56. di tampar Vallen


__ADS_3

"Hallo, Bro."


"Hallo Jeff, gua mau minta tolong lagi sama Loe. Kira-kira Loe bisa gak ya?"


"Minta tolong apa? Soal kerjaan, insyaallah gue bisa kerjakan."


"Bukan, ini di luar kerjaan."


"Ohh ... trus soal apa? Bilang aja, nanti akan gue usahain untuk bantu."


Dean menceritakan tentang pesan almarhum papanya, yang mengatakan bahwa Dean memiliki kakak perempuan, tapi berbeda ibu. Dan papanya, menyuruh Dean untuk mencari kakaknya itu. Karna ada hal yang harus diberikan oleh Dean pada kakaknya.


Dean pun menceritakan keinginannya untuk mencari tau tentang seseorang. Selain akan menyelidiki sendiri. Untuk mempercepat pencariannya, ia meminta Jeff untuk ikut mencari tau tentang perempuan itu.


"Baiklah, gue akan membantu loe mencari informasi tentang perempuan itu. Tenang saja, gue punya teman yang bisa mengerjakan itu dengan cepat."


Dean cukup senang, mendengar penuturan Jeff. Ia berdoa semoga semuanya cepat selesai.


****


Pak Adrian merasa Milly masih memikirkan Dean, ia melihat perubahan Milly saat tau Dean akan bertunangan dengan Vallen. Ia cemburu dengan itu.


Tadinya ia ingin melindungi Milly dari Vallen, agar Vallen tidak lagi menganggap Milly yang tidak-tidak, makanya ia mengatakan bahwa Milly adalah istrinya. Tapi Milly malah memarahinya. Itu membuat pak Adrian tersinggung dan marah.


Setelah kejadian itu pak Adrian belum pernah lagi bertemu atau pun menghubungi Milly. Pekerjaan kantor yang banyak, juga membuatnya sangat sibuk.


****


Dilain tempat, Di rumah Dean, Mamanya Dean makin cemas, karna Dean tidak juga pulang ke rumah setelah beberapa hari. Padahal besok adalah hari pertunangannya.


Mama Dean sudah mencari kemana-mana, termasuk ke kantor. Tapi Dean juga tidak ada di sana. Kepada karyawan kantor mama Dean juga menanyakan keberadaan anaknya, tapi tak ada satu orang pun yang tau.


Mama Dean juga menanyakannya pada Jeff. Jeff juga menjawab tidak tau. Ia sudah berjanji pada Dean untuk merahasiakannya. Jeff hanya mengatakan bahwa Dean menugasinya untuk mengambil alih pekerjaan kantor. Tapi ia tidak tau Dean dimana.


Mama Dean semakin khawatir, disamping itu ia juga bingung harus berbuat apa. Undangan pertunangan sudah di sebar. Gedung tempat acara pun sudah di siapkan. Sedangkan ia juga harus menghadapi Vallen dan keluarganya.

__ADS_1


Vallen setiap hari datang ke rumah Dean. Ia terus menangis memikirkan nasip pertunangannya. Ia pun tak tega melihatnya.Sedangkan mamanya Vallen terus mengancam akan melaporkannya ke polisi kalu pertunangan itu batal dilakukan. Karna merasa keluarga besarnya di permalukan.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Mama Dean langsung berdiri saat melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Vallen dan mamanya.


"Vallen, Jeng Sarah, silahkan duduk," ucap mama Dean.


"Tidak usah Jeng, nanti saja. Kami ke sini mau ngajak Jeng ke suatu tempat. Kita akan mencari Dean ke sana," kata mama Vallen.


"Baiklah, saya ambil tas dulu, tunggu sebentar ya?"


Setelah mengambil tas, mereka bertiga pun meninggalkan rumah. Sesampainya di tempat yang di tuju, mama Dean diliputi cemas dan takut.


"Rumah Sakit?"


"Iya, Tante."


"Nanti Jeng akan tau sendiri, ayo kita masuk sekarang."


Meski kepalanya masih dipenuhi oleh berbagai pertanyaan. Tapi mama Dean tetap mengikuti langkah Vallen dan mamanya. Sepanjang jalan berbagai hal buruk muncul difikirannya. Ia takut terjadi sesuatu pada Dean. Itu membuat tubuhnya gemetaran dan berkeringat.


Sesampainya di depan pintu sebuah ruangan. Vallen masuk tanpa mengetuk pintu, kebetulan pintunya juga tidak di kunci. Mamanya dan mama Dean juga ikut masuk.


Plakk.


Mama Vallen dan mama Dean kaget melihat Vallen menampar seseorang. Wati pun ikut terkejut melihatnya. Sedangkan Milly memegangi pipinya yang terasa panas, karna tamparan Vallen yang sangat keras. Bahkan air matanya ikut menetes karna kesakitan.


"Mbak Milly. Mbak tidak apa-apa kan?"


Wati mendekati Milly yang masih memegangi pipinya. Kemudian ia mendorong Vallen.


"Ehh Mbak, sebenarnya Mbak ini ada masalah apa dengan Mbak Milly. Kenapa datang-datang langsung menampar? Kenapa Mbak senang sekali mengganggu Mbak Milly?" ucap Wati. Ia tidak suka dengan sikap Vallen yang terus memojokkan Milly.

__ADS_1


Meski hatinya lega, karna yang di khawatirkannya tidak terjadi. Tapi mama Dean cukup kaget, ternyata mereka pergi menemui Milly. Orang yang sangat dicintai anaknya. Ia sebenarnya juga tidak suka dengan sikap Vallen yang langsung main tangan. Tapi ia tidak mungkin melarangnya. Bisa-bisa temannya makin marah padanya.


"Ehh ... saya tidak ada urusan dengan kamu ya. Jadi jangan ikut campur. Urusan saya dengan pelakor murahan ini."


Vallen balas mendorong Wati, ia tidak terima Wati ikut campur. Milly pun menggelengkan kepalanya pada Wati. Ia memberi kode agar Wati tidak usah meladeni Vallen.


"Dimana mas Dean? pasti kamu yang menghasutnya untuk pergi. Agar pertunangan kami batal. Iya kan, pasti semua ini ulah kamu kan," ucap Vallen, sampil menunjuk-nunjuk wajah Milly.


Milly cukup kaget mendengar perkataan Vallen. Ia tidak menyangka kejadiaannya akan seperti itu. Pasti ada sesuatu yang membuat Dean pergi. Waktu itu ia berfikir Dean berbohong mengatakan tidak mencintai Vallen. Tapi sekarang ia percaya Dean berkata jujur.


"Kenapa diam? Benarkan kamu yang mempengaruhi mas Dean. Katakan dimana mas Dean sekarang?"


Vallen makin berani menekan Milly. Karna sekarang ia tidak sendirian. Apalagi Milly hanya bersama Wati. Berarti tidak ada yang akan membela Milly seperti kemarin itu.


"Kenapa mencari kesini? Bukankah kamu bilang dia calon tunanganmu. Harusnya kamu tau kemana dia pergi. Atau dia pergi karna kemauannya sendiri. Karna dia tidak mencintai mu dan tidak mau menjadi tunangan mu."


Entah dapat kekuatan dari mana. Milly yang biasanya diam saja. Sekarang balik menantang Milly.


Tidak terima dengan perkataan Milly, Vallen kembali menamparnya.


Seolah sudah kebal dengan rasa sakit. Meski air matanya terus mengalir, karna tidak bisa berbohong akan rasa sakit yang dirasanya. Milly kembali menantang Vallen.


"Terus saja tampar, tapi saya yakin itu tidak akan membuatmu menemukan Dean."


Milly benar-benar memancing amarah Vallen. Vallen yang tidak terima langsung menarik rambut Milly. Milly pun berusaha membalasnya.


Mama Vallen dan mama Dean berusaha menenangkan Vallen. Wati pun berusaha menenangkan Milly. Wati paham dengan apa yang dirasakan Milly. Tapi ia juga tidak bisa membiarkan Milly selalu ditindas Vallen.


"Sabar Vallen, kamu tidak perlu mengotori tangan mu. Kamu lihat saja, apa yang akan mama lakukan padanya," ucap mama Vallen yang juga didengar dengan jelas oleh Milly. Milly tidak tau apa yang dimaksud mama Vallen.


Mama Vallen pun mengajak anaknya pergi dari sana. Sebelum pergi ia sempat memandang Milly dengan penuh kebencian. Milly juga sempat beradu pandang dengan mama Dean yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Milly.


Setelah mereka pergi, Wati bergegas menutup pintu. Di sana orang-orang ternyata sudah rame berdiri. Mungkin mereka datang, karna mendengar keributan.


Wati pun mencoba menenangkan dan memberi kekutan pada Milly. Ia yakin saat ini Milly pasti sangat terpukul karna kejadian tadi. Wati juga mencemaskan kandungan Milly. Ia takut janin di kandungan Milly ikut terganggu. Karna Milly yang terus-terusan dilanda masalah.

__ADS_1


__ADS_2