Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
NADINE BERSEDIH


__ADS_3

"Kamu siapanya nak Zain?..."


"Saya Nadine pak temannya kak Zain."


"Oh, kirain pacarnya. Kalau kamu mau, niat ku jadikan mantu???..." Pak tua itu terkekeh.


"Nadine, pasti gadis sialan itu." Riska kembali masuk, ia lari terbirit-birit masuk kembali ke dalam apartemen. Dia membongkar tas tempat obat-obatan miliknya dengan tergesa. Setelah menemukan obat berupa cairan dia menuangkan obat bius ke sapu tangan kemudian pergi menuju kamar Zain. Dia mendekatkan sapu tangan tersebut ke hidung Zain.


Riska sengaja membuka pintu kamar selebar-lebarnya. Riska menanggalkan bajunya dan hanya menyisakan Bra dan celana jeans. Dengan perlahan dia membuka selimut lalu naik ke atas ranjang kemudian tidur di samping Zain. Memindahkan tangan Zain dengan perlahan ke pinggangnya. Riska membuka selimut hingga di bagian pinggang agar jika melihatnya, Nadine akan berpikir mereka sudah melakukan enak-enak.


"Ya Allah.... Semoga Zain nggak bangun.... Kalau dia bangun, aku bisa di cekik. Semoga Zain nggak bangun.... Semoga Zain nggak bangun. Semoga gadis sialan itu lihat ke sini."


Riska mendengar Nadine mengucap salam namun dia bungkam tidak mau menjawab, tak lama kemudian dia mendengar langkah kaki semakin mendekat ia mengintip, membuka sedikit matanya, ia melihat Nadine melangkah menuju sofa yang berada di depan kamar Zain. Riska mendengar suara derap kaki semakin mendekat di susul suara Isak tangis yang tertahan.


"Syukurin, emang enak... Sakit kan.... Aku yang lebih dulu mencintai Zain, aku yang lebih dulu mengenalnya. Aku lebih berhak atas dirinya di bandingkan kamu yang baru saja hadir."


Dunia Nadine terasa hancur, bagaikan tersambar petir di pagi hari. Nadine merasa tubuhnya mulai goyah, ia menangis meratap, menyaksikan pemandangan yang menyakitkan hati. Nadine lari secepat kilat, ia keluar dari apartemen milik Zain dengan linangan air mata. Dia tidak sanggup melihat Zain dan Riska berada di satu ranjang yang sama.


"Kak Zain jahat, kak Zain jahat, kak Zain jahat... Bisanya-bisanya aku tertipu dengan rayuan gombalnya. Bisa-bisanya aku menyerahkan hatiku padanya. Ya Allah....Hatiku sakit banget..." Nadine terus berlari, bulir air mata terus mengalir deras membasahi pipinya. Sesekali Nadine menyeka air matanya.


"Tin tin tin tin..." Langkah Nadine terhenti ketika motor yang mengelakson menghadang jalannya.


"Nadine, kamu kenapa?..." Nadine segera menghapus air matanya ketika Dion menatapnya penuh dengan kekhawatiran.


"Nggak apa-apa kak..."


"Nadine jangan bohong....Ada apa?... Kamu punya masalah apa?... Katakan, siapa yang membuat mu seperti ini???... Ceritakan padaku!!!..." Dion masih menuntut jawaban.


"Kak tolong jangan memaksa ku...." Ucap Nadine dengan tatapan mengiba.


"Baiklah... Kamu mau kemana sekarang?..."


"Ke kampus lah kak."


"Dalam keadaan mu seperti ini!!!... Kamu masih mau kuliah!.... Kalau kamu mau bolos, aku bisa temenin."


"Aku udah nggak apa-apa kok kak, lagian aku nggak mau beasiswaku di cabut karena bolos."


"Baiklah, baiklah...Aku akan mengantarmu." Dion mengalah, tak ingin berdebat dengan gadis pujaan hatinya. Nadine pun segera naik ke atas motor.


***


Pukul 11.00 WIB Zain terjaga. Ia terkejut ketika melihat jam Beker yang berada di atas meja.


Zain duduk dengan kepala yang terasa begitu berat. Ia keluar dari kamar, apartemen terlihat begitu sepi. Ia berjalan sempoyongan menuju kamar Miranda.

__ADS_1


"Miranda, kamu sudah sembuh."


"He'em..." Jawab Miranda dengan mulutnya penuh dengan bubur yang di suapi oleh BI Nurul.


"Miranda, nanti kakak mau melamar kak Nadine. Doain kakak ya, supaya lamaran kakak di terima."


"Miranda selalu doain kakak kok."


"Bibi juga doain Tuan, supaya Nak Nadine menerima lamaran Tuan."


"Aamiin..." Ucap mereka bertiga serempak.


***


Di dalam kelas, Nadine hanya melamun. Pikirannya melayang-layang pada kejadian pagi tadi. Hatinya amat sakit hingga dia tak bisa fokus dalam belajar. Berulang kali kedua sahabatnya bertanya, tapi dia enggan menjawab.


Di Cafe pun sama, Nadine selalu melakukan kesalahan. Hingga beberapa kali ia mendapatkan teguran dari atasannya.


"Nadine, sejak kemarin kamu sering melakukan kesalahan. Kalau kamu sedang sakit, kamu bisa cuti untuk sementara waktu." Ucap Sang Manager Cafe.


"Iya pak, maaf.... Saya kurang sehat.... Saya izin pulang dulu. Terimakasih atas pengertian bapak."


"Iya, sama-sama. Semoga lekas sembuh... Biar kamu bisa kembali bekerja dengan baik."


"Iya... Tidak apa-apa."


Nadine segera mengemasi barang-barang dan bergegas pergi.


"Nadine..."


"Jleb..." Jantung Nadine berdenyut semakin nyeri. Belum sampai langkah kakinya keluar dari pintu keluar Cafe, Riska sudah memanggilnya. Nadine menatap sinis Riska.


"Kita perlu bicara." Ujar Riska.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan. Toh saya bukan siapa-siapanya kak Zain." Jawab Nadine dengan nada ketus. Dia sudah bisa membaca maksud dari kedatangan nenek lampir ini kemari.


"Bagus lah.... Berarti rencana ku untuk membuat gadis sialan ini membenci Zain sudah berhasil."


"Nadine, ini penting..."


"Kalau untuk membahas hubungan antara kalian berdua. Maaf, Saya tidak punya waktu." Nadine bersikap terlalu formal pada Riska.


"Bukan hanya itu. Aku ingin memberi tahu mu tentang masalah yang di hadapi keluarga mu."


"Deg... Kenapa Perasaanku jadi nggak enak gini ya???... Ada masalah apa dengan keluargaku?...."

__ADS_1


Nadine berjalan menuju meja paling ujung, di ikuti oleh Riska.


"Aku dan Zain sudah lama menjalin hubungan. Jadi aku harap kamu tidak menjadi orang ketiga di antara kami."


"Sudah aku katakan dari awal, aku tidak mau tahu urusan kalian. Aku hanya ingin tahu, ada apa dengan keluargaku?... Dan aku tidak pernah tertarik untuk menjadi orang ketiga."


"Dengarkan dulu ceritaku, baru aku kasih tau informasi tentang keluarga mu, yang aku yakin akan membuatmu syok." Mendengar penuturan dari Riska, hati Nadine jadi was-was. Ada apa dengan keluarganya?... Kenapa nenek lampir ini bicara seperti itu.


"Baik katakan!..."


"Aku harap kamu tidak akan memberi tahu Zain, aku tidak ingin dia marah padaku dan meninggalkanku setelah yang semua kami lakukan. Aku sudah memberikan segalanya pada Zain, aku lebih berhak atas diri Zain daripada kamu, aku tidak mau Kehilangan Zain." Setiap kata yang keluar dari mulut kotor Riska, membuat hati Nadine tersayat. Begitu sakit mendengarnya. Sekuat tenaga Nadine berusaha membendung air mata yang berdesakan ingin keluar, karena Nadine tidak ingin terlihat rapuh di hadapan Riska.


"Jika kamu wanita terhormat, tinggalkan Zain. Jangan mengambil apa yang bukan menjadi hak kamu. Zain milik ku." Ujar Riska dengan tegas.


"Wanita terhormat tidak akan telanjang di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. Hanya wanita murahan lah yang mampu melakukan hal itu." Balasan Nadine berhasil menohok harga diri Riska , dia sudah tidak tahan dengan setiap kata yang meluncur dari bibir ular berbisa itu.


"Gadis sialan. Dia menyindirku."


"Terserah kamu saja. Yang penting aku sudah memperingatkan kamu. Ini hadiah untukmu. Semoga kamu suka. Permisi." Riska berlenggang pergi setelah memberikan Nadine berkas-berkas hasil penyelidikan dari deteksi Conan.


Mata dan hati Nadine semakin perih, ketika membaca hasil laporan yang ada di tangannya. Nadine berlari ke kamar mandi untuk menumpahkan amarah di hatinya. Ia menutup mulutnya agar Isak tangisnya tak terdengar oleh orang-orang di luar. Nadine menangis tersedu-sedu.


"Aku tidak percaya kalau kak Zain bisa sejahat ini padaku dan keluarga ku." Nadine berusaha untuk tidak langsung mempercayai laporan yang berada di tangannya. Dia harus menanyakan langsung pada Zain. Apakah dia benar-benar melakukannya.


***


READERS YANG KU CINTA, SABAR YA.... Bertahan untuk terus baca walaupun menguras emosi.


Nah, aku lagi ngadain kuis nih...


Pemberi dukungan terbanyak bakal aku kasih pulsa 50ribu di akhir cerita alias sampai TAMAT...


Cara, beri HADIAH, FAVORITE, VOTE, LIKE N KOMENTAR sebanyak banyaknya pada karya "KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU."


Hadiah hanya untuk rangking 1 ya kak...


Cara lihat pemenangnya klik TOP FANS Seperti di gambar yang saya lingkari merah.



Kemudian klik rangking umum.



Hadiahnya kalau udah tamat ya kak.

__ADS_1


__ADS_2