Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
NADINE MULAI BERSUARA


__ADS_3

POV Nadine


Selama satu bulan ini, Aku selalu di buat kesal oleh kak Zain. Siluman es terkutuk itu selalu menyuruhku ini itu. Menyuruhku melakukan hal-hal yang sama sekali tidak penting....


Dalam waktu 1 jam di pagi hari Aku bisa mondar-mandir dari ruang tamu ke dapur sebanyak 4 sampai 8 kali hanya untuk memenuhi keinginan kak Zain, minta di buatkan kopi lah, teh lah, susu lah, air panas lah, air dingin lah, kurang dingin lah, kurang panas lah.... Tapi yang iya sentuh hanya susu atau teh, sisanya akan ia berikan pada pekerja rumah yang lain.... Pokoknya bikin pusing deh... Mulutku rasanya sudah gatal ini menyemburkan kata-kata pedas pada kak Zain, oh bukan, nama itu terlalu bagus. Kak Zain lebih pantas menyandang gelar siluman es terkutuk.... Tapi kembali lagi pada prinsipku, perempuan marah itu harus diam. Anggap saja lelahku sebagai olahraga di pagi hari.


Setiap hari Aku harus duduk di samping kak Zain untuk mengoleskan selai coklat. Mengupas kulit kacang, membuka kulit kuaci, mengupas buah harus di sampingnya, katanya Ingin tahu prosesnya steril atau tidak. Setelah buah di kupas, maka akan di bagikan pada para pekerja rumah tuan Iqbal ...Nyebelin banget kan.... Ini aku lagi marah loh, tapi di kerjain abis-abisan. Kak Zain sama sekali tidak memberikan kesempatan untukku menghindar. Setiap hari Aku harus mendengarkan celotehan tidak berfaedah dari mulut Siluman es terkutuk itu. Aku sampai hafal setiap kalimatnya.


"Maafkan aku, aku tahu aku salah."


"Maafkan aku, aku menyesal."


"Jangan menghukum ku seperti ini, ini sangat menyakitkan."


"Katakan sesuatu, jangan diam saja."


"Aku sama sekali tidak berniat menyakiti mu dan keluargamu." Banyak lah pokoknya ungkapan penyesalan dari kak Zain. Jujur saja hal itu sedikit mengusik perasaanku, hati nuraniku. Tapi ini menyangkut orang tua loh.... Orang tua yang sangat Aku sayangi, tapi malah di jebak oleh orang yang sangat Aku cintainya.... Seandainya orang lain yang melakukannya, mungkin rasanya tidak akan sesakit ini. Apalagi saat mengingat dia tidur satu ranjang dengan wanita lain tepat di depan mataku, sumpah itu rasanya nano-nano banget. Hatiku rasanya kayak di tusuki jarum.


Aku semakin giat bekerja keras. Aku sudah mentransfer uang 8 juta ke rekening kak Zain. Hasil kerjaku selama 2 bulan di cafe, di rumah Tuan Iqbal dan kiriman dari orang tuaku di kampung.


"Ya Allah, kalau ingat orang tuaku di kampung jadi sedih dan benci sama siluman es terkutuk itu. Cobaan hidupku itu terlalu banyak. Sampai bingung mau cobain yang mana dulu!!!..."


***


Zain datang menghampiri Nadine, mengambil satu cucian terakhir yang ada di dalam ember kemudian menjemurnya.


"Mau ngapain lagi siluman es ini kemari?..."

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan menghindari ku?..."


Tanya Zain sembari menjemur pakaian. Namun Nadine malah mengambil ember dan beranjak pergi tak mau berlama-lama berada di dekat Zain.


"Lepas Om..." Nadine berteriak berusaha menarik tangannya yang di cekal oleh Zain.


"Om... Siapa yang kamu Maksud Om???..."


"Umur ku masih 19 tahun, pantas kan kalau aku memanggil mu Om yang usianya sudah kepala 3."


"Tapi aku tidak suka kamu memanggilku Om."


"Lalu mau di panggil apa?... Siluman es terkutuk."


"Nadine, kau Aaaaahhhh...." Zain berteriak kemudian melepaskan tangan Nadine ketika Nadine menggigit tangannya. Nadine pun lari terbirit-birit.


"Nadine..." Zain berteriak memanggil Nadine Ketika yang di panggil menoleh, Zain memperlihatkan bekas gigitan Nadine kemudian mengecupnya. Membuat Nadine tersentak, Zain pun tersenyum.


"Lumayan, sebentar lagi tinggal prakteknya. Setidaknya dia sudah mau bicara padaku."


***


Riska melangkah dengan hati gembira ria karena merasa masih memiliki celah untuk mendapatkan hati Zain kembali. Zain sangat baik, cara Zain mencintai begitu indah, perhatian Zain dan segala kebaikannya masih membekas di hati dan ingatannya. Riska berjalan memasuki apartementnya sembari bersenandung lirih. Dia berjalan memasuki kamarnya kemudian meraba dinding untuk menyalakan saklar lampu.


"Riska..." Dia menoleh ketika mendengar namanya di panggil.


"Deg....." Riska terkejut melihat Sosok Zain yang terlihat begitu ganas duduk di atas sofa, merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa, sedangkan kaki kanannya bertumpu pada kaki kirinya.

__ADS_1


"Za-Zain.... Kamu sedang apa di sini?..."


"Kau senang aku di sini?..."


"I-iya..." Jawab Riska dengan suara bergetar, dia takut jika Nadine menceritakan bahwa dirinya sudah memfitnah Zain. Zain beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menghampiri Riska.


"Plaaaakkk...." Satu tamparan keras mendarat di pipi Riska hingga tersungkur di atas lantai. Riska memegangi pipinya yang terasa begitu panas.


"Hemmmm... Selama ini aku terlalu lembek padamu. Aku terlalu fokus meminta maaf pada Nadine, sampai lupa dengan dalangnya... Aku sudah memaafkan kesalahanmu dahulu tanpa menuntut balasan. Tapi aku tidak akan pernah memaafkan mu jika aku sampai kehilangan Nadine."


"Zain apa maksudmu?..."


"Kau sudah memberikan bukti transaksi dan perjanjian hutang piutang orang tua Nadine padanya. Dan sekarang masih pura-pura bodoh.... Jika kau masih terus mengganggu ku dan Nadine, aku bersumpah akan menghancurkan karir dan semua kehidupan mu yang mewah. Ingat baik-baik, aku bisa lebih baik pada orang yang baik padaku. Tapi aku bisa lebih jahat pada orang yang jahat padaku."


"Sreeeeekk...." Zain melemparkan bukti-buktinya kasus yang menyandung Riska dahulu yang akan merusak karir dan citranya ke wajahnya.


***


Yang mau gabung GC Alwi 1234 silahkan, saya tunggu....Biar kita bisa gosip-gosipan.


Yang ikut kuis silahkan, caranya Klik favorit LIKE, KOMENTAR, VOTE, HADIAH, Sebanyak-banyaknya ke karya KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU.


Kalau novel ini sampai masuk Rangking 10 besar, hadiahnya 100ribu bagi rangking umum 1 jika novel dah tamat. Tapi kalau nggak masuk rangking 10 besar, balik lagi ke 50ribu...Hehehe soalnya ini novel belum di kontrak.


Caranya lihat pemenang klik TOP FANS


__ADS_1


lalu Klik rangking umum



__ADS_2