Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
NADINE JADI REBUTAN


__ADS_3

Riska menangis tersedu-sedu setelah Zain pergi meninggalkannya. Sakit di pipinya tidak seberapa, tapi luka di hatinya kian menganga. Zain sama sekali tidak pernah mau melihat semua usaha Riska.


Di pungutnya satu persatu data diri dan foto Riska di masa lalunya, ketika dia terpaksa harus menikah karena ketahuan oleh Zain dan warga setempat, sedang melakukan hubungan badan di dalam kos-kosannya dengan Rangga.


Ketika ia di arak masa dan di nikahkan paksa dengan Rangga oleh warga setempat. Penyesalan Riska semakin berlipat-lipat ketika mengetahui sifat buruk Rangga yang suka berjudi dan bermain wanita, Rangga juga ringan tangan. Rangga sering kali memukuli Riska, bahkan memperk*sa Riska(Di perkosa suami sendiri ya).


Saat itu lah Riska mulai membanding-bandingkan sifat Zain dan Rangga. Di lihat dari segi manapun, Zain jauh lebih baik di bandingkan Rangga, walaupun dahulu Zain berasal dari keluarga sederhana dan Rangga berasal dari keluarga kaya. Nyatanya harta bukan lah jaminan hidup akan bahagia. Namun cinta, kesetiaan, ketulusan, pengorbanan dan kasih sayang lah sumber dari kebahagiaan....


Riska menyesal sudah tertipu daya oleh rayuan buaya buntung seperti Rangga yang selalu menawarkan apapun yang Riska inginkan yang tidak bisa di dapatkan dari Zain. Uang dan kehangatan.


Nyatanya, judi dan wanita membuat Rangga jatuh bangkrut. Sementara do'a, usaha dan kerja keras membuat Zain kaya raya. Riska menyesal telah membuang emas demi sebatang tembaga.


***


Di lampu lalu lintas, beratap teriknya panas matahari Nadine dan teman-temannya sedang menjajakan figora kecil bertabur kulit kerang, hasil kreasi unik dari pelaku usaha UMKM. Kegiatan yang di adakan oleh pihak kampus. Selain untuk membantu pengembangan pemilik usaha UMKM, hasilnya juga akan di sumbangkan untuk korban bencana alam.


Nadine memeluk kardus di depan Dadan yang bertuliskan 'PENGGALANGAN DANA KORBAN BENCANA ALAM'


"Ayo mas di beli, lucu-lucu loh. Beli ini dapat pahala loh mas. Soalnya hasilnya akan di sumbangkan untuk korban bencana alam." Kata-kata seperti itulah yang keluar dari mulut Nadine setiap menjajakan barang dagangannya. Parasnya yang rupawan, menarik perhatian para pengguna jalan, maka dari itu hasil jualan Nadine laku keras.


Nadine menghampiri sebuah mobil mewah kemudian mengetuk kaca jendela untuk menjajakan barang dagangannya. Ketika kaca jendela terbuka, wajah sumringah Nadine berubah murung saat melihat penampakan Zain di dalam mobil.


Zain segera menarik lengan baju Nadine ketika dia hendak pergi. Nadine mengendikkan bahunya supaya Zain melepaskan tangannya.


Zain menyodorkan selembar kertas cek pada Nadine.


"Tulis berapa pun angka yang kamu inginkan."Ucap Zain.


"Tidak perlu..... Terimakasih." Tolak Nadine.

__ADS_1


"Itu bukan untukmu tapi untuk korban bercanda alam." Zain memasukkan cek tersebut ke dalam kotak kardus yang Nadine peluk, sebab Nadine tak kunjung menerimanya.


"Diiin....Diiin...Diiin ..." Suara pengendara dari belakang mengelakson. Zain melihat lampu lalu lintas sudah berubah hijau dan langsung tancap gas.


Nadine kembali naik ke atas trotoar, menutupi wajahnya dengan telapak tangan seperti seseorang yang sedang melakukan upacara bendera. Tiba-tiba topi mendarat di kepalanya.


"Biar nggak panas." Ucap Dion yang melepaskan topinya kemudian memasang ke kepala Nadine.


"Terimakasih kasih, kak."


"Sama-sama. Oya, orang aneh itu ngasih apa ke kamu?..." Dion yang sempat melihat Nadine dan Zain adu argumentasi bertanya.


"Cek..." Jawab Nadine singkat. Kemudian Dion mengambil cek tersebut dari dalam kotak kardus yang Nadine pegang.


"Kok kosong, Nad?..." Dahi Dion mengernyit.


"Katanya terserah aku mau ngasih angka berapa pun..."


"Ya ampun, kak... Jumlah itu terlalu besar." Nadine terbelalak melihat nominal yang Dion tuliskan di cek tersebut.


"Nggak apa-apa, tabungan akhirat."


Kepala Nadine menengadah ke atas ketika seseorang memayungi dirinya. Ketika menoleh ke sebelah kanan, Nadine makin terkejut saat Zain sudah berada di sampingnya. Zain mengambil topi yang Nadine kenakan kemudian memasangnya ke kepala anak pengendara motor.


"Untuk mu." Ucap Zain.


"Terimakasih, Om..." Jawab anak kecil tersebut.


"Sialan, elo lagi...." Ujar Dion dengan nada tinggi menatap Zain dengan sinis.

__ADS_1


"Kak Zain apa-apaan sih?..." Keluh Nadine.


"Sudah ku katakan sebelumnya, aku tidak suka melihatmu memakai pemberian darinya." Jawab Zain tanpa rasa bersalah.


"Maksud loh apaan?..." Suara Dion kian meninggi. Dia yang kesal mendorong bahu Zain.


"Singkirkan tangan kotor mu." Ucap Zain berusaha menahan emosi.


"Udah kak Dion, jangan ribut di sini malu di lihat banyak orang." Nadine mendorong tubuh Dion agar menjauh dari Zain. Nadine pun beranjak pergi meninggalkan mereka berdua, dia berjalan ke arah ruko kosong untuk berteduh di bawah atap kemudian duduk di kursi panjang.


Dion dan Zain berjalan bersisian menghampiri Nadine. Keduanya sama-sama bungkam, memberikan tatapan permusuhan. Zain duduk di samping kanan Nadine sementara Dion duduk di samping kiri Nadine.


Nadine mengipasi lehernya dengan tangan, hal itu tak luput dari perhatian Zain dan Dion. Keduanya pria tampan itu beranjak dari tempat duduknya. Zain pergi ke sebelah kanan dan Dion pergi ke sebelah kiri.


Tak lama kemudian keduanya datang menghampiri Nadine, tangan mereka sama-sama memegang es jus. Bedanya milik Zain jus alpukat sedangkan Dion Jus Nanas.


"Ini..." Ucap Dion dan Zain serempak bersamaan.


"Huuuuufffhhh...." Setelah menghela nafas Nadine mengambil jus itu dua-duanya kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk memberikan jus buah tersebut pada pak tua pedagang asongan. Nadine tidak ingin mereka berdua kembali berseteru jika Nadine hanya memilih salah satunya.


"Itu gara-gara elo.... Nadine nggak mau minum es jus, gue..."


"Berisik."


"Nadine milik gue."


"Coba saja rebut dariku kalau bisa." Ujar Zain dengan tatapan sinis. Dion tak tahu, jika yang ia hadapi adalah anggota mafia.


"Ok, lihat saja siapa yang bakal dapatin Nadine." Dion menantang Zain dengan penuh semangat.

__ADS_1


***


Yang ikut kuis jangan lupa dukung novel ini dengan cara klik Vote, favorit, like, komentar hadiah sebanyak-banyaknya,


__ADS_2