Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
RENCANA DION


__ADS_3

Seharian ini Dion menempel pada Zahra seperti prangko, kemana pun Zahra berada Dion selalu mengikuti. Ia tak peduli dengan ledekan para kerabat tentang dirinya, ia mulai cuek dan kebal dengan ledekan mereka.


Para kerabat satu persatu mulai pulang, meninggalkan rumah Zain. Hubungan keduanya mulai berkembang, Zahra tak terlalu malu ketika Dion menciumnya.


Dion mengekori Zahra yang sedang membuat teh untuknya, ketika Zahra sedang mengaduk tehnya, Dion mencuri satu kecupan di pipi Zahra, gadis itu tersenyum simpul. Dia baru tau jika ternyata suaminya begitu agresif.


"Uluh uluh... Ini pengantin baru, nggak di sana nggak di sini mesra-mesraan mulu." cetus Rani yang tiba-tiba muncul di dapur.


Zahra dan Dion terperanjat, kaget, tak menyangka aksinya tertangkap basah oleh kakak iparnya. Dion malah terpergok oleh Nadine dan Rani, yang berniat meletakkan cobek ke wastafel dapur. Kedua ibu hamil ini baru selesai makan rujak petis dengan mangga mentah.


"Lanjut di kamar gih, lebih puas." Nadine tersenyum ceria melihat kebahagiaan Zahra dan Dion.


"Kami permisi dulu, kak." ucap Zahra.


"Iya, semoga cepat jadi ya, Ra." ucap Nadine cukup keras, sembari cekikikan. Zahra tak sanggup lagi jika harus berkumpul dengan saudaranya itu, yang ada Zahra akan kenyang dengan bullyan.


Zain menatap gelagat Zahra yang salah tingkah, kemudian menghampiri Nadine yang baru saja keluar dari dapur.


"Jaga menggoda adikku terus, kasian. Dia pasti malu."


"Iiih, lucu tau nggak sih kak. Ini masih di rumah loh, buat latihan. Soalnya kalo udah di kampus, abis deh Zahra di ledekin sama teman-teman. Apalagi temennya kak Dion, kalau ngomong nggak pakai sensor."


"Emm, Nad. Aku permisi mau ke Papanya putri dulu, ya."

__ADS_1


"Mau bikin adik lagi kak?..."


"Kan udah isi. Nanti cek up nya bareng ya."


"Siap kak." Nadine memberikan hormat seperti seorang tentara.


"Sayang, kamu jangan terlalu banyak makan yang pedas-pedas. Kalau ganggu kesehatan kamu dan kandungan kamu gimana?...'


"Nggak pedas kok kak, cuma cabai 10."


"Aw aw aw.... Sakit." Zain menarik telinga Nadine.


"Cabai 10 kamu bilang cuma. Kamu mau membakar anakku."


"Iiih, kan jarang kak." Nadine mengusap-ngusap telinganya.


"Iya, iya." Zain merangkul Nadine dan membawanya pergi ke kamar.


***


"Besok aku mau masuk kuliah, sekalian mau bagiin undangan pernikahan kita sama temen-teman." Zahra menjadikan lengan suaminya sebagai bantal. Tangannya sibuk mengukir sebuah lingkaran di dada Dion.


"Kalau gitu aku juga masuk kuliah kak."

__ADS_1


"Huuuuufffhhh..." Dion menghela nafas panjang."Ra, setelah resepsi pernikahan kita, kamu mau ya, ikut tinggal bersama ku."


"Di rumah Mama?..."


"Iya."


"Tapi orang tuaku pasti sungkan kalau numpang di rumah Papa."


"Orang tuaku baik, Ra. Mereka pasti mau Nerima kedua orang tua kamu untuk tinggal di sana."


"Tapi kak, orang tuaku butuh biaya hidup dan juga perawatan untuk bapak. Kalau kak Zain kan mau nanggung semua kebutuhan orang tuaku."


"Ra, sekarang kamu istriku. Tanggung jawabku. Orang tua mu berarti juga orang tuaku. Aku suamimu, lebih wajib nanggung semua kebutuhan mu dan orang tua mu."


"Tapi kamu kan belum kerja, kak. Aku malu kalau jadi beban papa dan mama."


"Aku akan cari kerja, Ra. Bentar lagi aku lulus. Untuk sementara waktu kita numpang di rumah Papa mamaku ya, sampai aku bekerja, kalau aku udah kerja, kita akan tinggal di apartemen sampai aku bisa membeli sebuah rumah. Aku pengen mandiri, nggak mau bergantung sama orang lain, meski itu orang tua ku dan kakakmu."


"Terus kenapa kakak nikah terburu-buru?..." Zahra penasaran dengan jawaban Dion, walaupun ia tahu, semua ini atas kehendak yang maha kuasa.


"Aku takut di tikung untuk kedua kalinya. Apalagi waktu lihat dengan mata kepalaku sendiri Gus Fauzan melamar kamu di depan mataku. Jantungku rasanya mau loncat keluar. Sumpah, nano-nano rasanya." Zahra terkekeh mendengar gombalan Dion.


"Kayaknya kak Zain nggak bakal ngizinin aku pindah dari rumah ini deh kak."

__ADS_1


"Terus kamu bakal nurut siapa?..."


"


__ADS_2