Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
MP


__ADS_3

Zain dan Nadine terbangun ketika mendengar suara teriakan Zahra, Zain segera turun dari ranjang namun Nadine segera mencekal pergelangan tangannya. Ia mendongak untuk menatap manik mata suaminya yang terlihat begitu khawatir.


"Kakak mau kemana?..."


"Aku mau ke kamar Zahra."


"Jangan ganggu mereka, namanya juga malam pertama."


"Tapi bagaimana jika pemuda itu menyakiti Zahra?..."


Nadine turun dari ranjang lalu memeluk Zain, berusaha membuang kekhawatiran yang berkecamuk di hati suaminya. "Kak Dion itu cowok yang baik, kak, nggak mungkin dia nyakitin Zahra, apa lagi dia rela berkorban nyawa untuk Zahra. Kak Dion itu tulus nerima Zahra apa adanya. Padahal dia nggak tahu kalau 10 hari yang lalu Zahra melakukan operasi plastik pada bekas lukanya."


"Tapi aku hanya ingin memastikan bahwa adikku baik-baik saja." Zain melepaskan tangan Nadine yang membelit pinggangnya. Zain bergegas pergi menuju kamar Zahra, Nadine mendengus kesal menatap punggung suaminya. Masa lalu kelam Zahra membuat trauma sendiri bagi Zain, ada hal buruk sedikit saja pada Zahra, maka Zain akan merasakan dejavu. Mengingat kembali kejadian pahit yang menimpa adiknya.


Zain sudah berdiri di depan pintu kamar Zahra, ia sedikit ragu untuk mengetuk pintu. Ketika tangan hendak mengetuk daun pintu, Nadine malah mendahuluinya, meletakkan telinganya di daun pintu.


"Kenapa ." tanya Zain ketika Nadine melihat ekspresi wajah Nadine terlihat tegang. Karena tak mendapatkan jawaban, Zain ikut-ikutan menguping.


"Nggak ada bunyi apa-apa kak."

__ADS_1


"Tok tok tok tok tok...." suara ketukan pintu yang di lakukan Zain menggema di dalam kamar Zahra, membuat kedua insan yang sedang berdiskusi panik.


"Zahra, kenapa tadi berteriak?..."


"Lagi bercinta, kak." Dion yang menjawab, sebab mulut Zahra di bungkam. Ia mendapat satu cubitan di pinggan, hadiah dari Zahra.


Oh sial, gue keceplosan.


"Oh ****,,, Kenapa dia harus terang-terangan." Zain mengumpat dalam hati dan segera pergi tak lupa membawa Nadine yang cekikikan melihat wajah Zain yang bersemu merah.


"Kita praktek sendiri." kaki Nadine terseret mengikuti kemanapun langkah kaki suaminya berpijak, Zain membawanya ke dalam kamar.


"Kenapa kak?..." tanya Nadine yang tengah berdiri di hadapan Zain, bukannya menjawab Zain malah menarik Nadine hingga terduduk di pangkuannya dan mulai mencumbu istrinya yang selalu membuatnya candu, apa lagi setelah Nadine hamil. Surga dunia yang tersembunyi terasa lebih nikmat, terasa lebih hangat. Setiap malam Zain selalu membawa istrinya terbang melayang-layang, menikmati telaga yang menyejukkan jiwa.


***


"Kak Dion, Iiiiiihhhhh ngeselin.... Malu tau nggak..." Zahra merajuk dengan bibir mengerucut.


"Maaf, aku kalau panik suka keceplosan."

__ADS_1


"Pasti nanti kak Zain akan mikir macem-macem."


"Kita kan emang mau macem-macem, Ra."


Zahra melengos menahan malu.


Dion meraih tangan Zahra, lalu menggenggamnya.


"Ra, boleh nggak aku cium kamu?..."


Zahra makin gugup tak mampu berkata apa-apa, tangannya menggenggam bantal yang ia pangku dengan erat."Kenapa mesti tanya sih, aku kan malu. Tadi aja pas aku lagi tidur main cium nggak pamit."


"Ra..." Zahra tetap bergeming, hingga Dion berpikir bahwa dirinya sedang marah.


"Ya sudah Ra, kalau nggak boleh, tidur aja lagi." Dion melepaskan genggaman tangannya, hendak merebahkan tubuhnya tapi berhenti ketika mendengar suara Zahra.


"Boleh."


Dion dan Zahra sama-sama tegang. Dion mengecup kening Zahra, beralih pada pipinya. Lalu berlabuh pada bibir seksinya. Ia berlama-lama di sana, mereguk manisnya bibir sang istri.tangannya mulai bergerak liar, singgah di manapun tempat yang membuatnya penasaran. Tangan kanannya bertugas membuka kancing kemeja Zahra lalu menyusup di balik bajunya. Zahra hanya pasrah, tak melakukan apapun. Ia hanya mengikuti Sentuhan dan menikmati sentuhan yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2