Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
BOLEH AKU MEMINTA HAK KU SEKARANG


__ADS_3

"Ra, Ra, Ra.... Bangun Ra..." Dion menusuk nusuk lengan Zahra, tubuhnya sudah gelisah, ada hasrat yang sejak tadi ia bendung ingin tersalurkan.


"Ra, ayo bangun.... Ini malam pertamanya gimana?..."


"Eemmmm.... Ke laut aja..." gumam Zahra dengan suara parau dan mata masih terpejam. Tak hanya itu, Zahra malah berbalik memunggunginya.


"Ngigok ni anak..." Dion menyesal, jika tau jadinya seperti ini lebih baik Dion membaca diary Zahra lain kali saja.


Dion meraih hp-nya yang sejak tadi berbunyi, pertanda ada pesan beberapa kali masuk. Ia membuka aplikasi hijau, banyak pesan dari group Couplak yang beranggotakan Malik, Agung, Darma, Alex, Habibi dan dirinya.


Agung : (Ada yang lagi begadang, melepas keperjakaan)


Alex : (Dion, muncul lah kalo udah selesai enak-enak.)


Darma : (Lagi asyik dia, nggak mau di ganggu)


Malik : (Sibuk dia, efek obat kuat ngeces Mulu)

__ADS_1


Alex : (Ceritain dong, gimana rasanya. Penasaran nih?...)


Habibi : ( Halah gue nggak percaya, Alex masih perjaka)


Alex : (Gue masih polos, belum pernah molosin. Yang udah di polosin tuh si Dion.)


Dion : (Zonk pemirsaaaaaa..... Bini gue bobok, gue di tinggal molor.)


Alex : (Colek-colek , Yon, biar bangun.)


Dion : (Di colek-colek dari tadi nggak mau bangun.)


Agung : (Bini Lo tidurnya Kayak kebo)


Dion : ( Ah, sialan Lo Gung. Udah ah, gue mau tidur.)


Darma : ( Hura Gung, Dion ngambek.)

__ADS_1


Setelah membaca pesan terakhir, Dion memadamkan ponselnya lalu meletakkannya ke atas meja. Ia menghela nafas panjang kemudian mengangkat kepala Zahra dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk kepala Zahra. Dion memeluk Zahra dari belakang. Ia menciumi rambut Zahra, menghirup aroma shampoo yang menguar dari rambut istrinya. Rasa bahagia membuncah ketika ia mengetahui fakta bahwa Zahra sudah lama mencintainya. Perasaan yang tak pernah ia duga sebelumnya.


Setelah beberapa saat Dion bergelung di rambut istrinya. Tak di sangka, Zahra berbalik menghadap dirinya, hingga wajah mereka saling berhadapan. Ia menikmati pemandangan yang tersuguh di depannya. Jemarinya menelusuri wajah cantik sang istri, jempolnya mengusap lembut bibir ranum Zahra, yang berwarna merah muda tanpa polesan lipstik, terasa kenyal ketika di gesek, gerakan tangan Dion membuat bibir bawah Zahra sedikit terbuka, mempertontonkan deretan gigi bagian bawahnya yang berbaris rapi. Air liur Dion bergelenyar, susah payah Dion mereguk salivanya. Nafasnya semakin sesak, ia sudah tak tahan lagi menahan gejolak hasrat yang terus mendesak.


"Ra...." suara Dion terdengar lirih nan parau. Wajahnya semakin mendekat, sampai akhirnya bibir mereka saling bersentuhan. Jantungnya terpompa lebih cepat dari biasanya, bergemuruh hebat merasakan sensasi luar biasa. Bibirnya mulai bergerak lembut, ada gelenyar aneh yang Dion rasakan. Seperti aliran listrik menjalari seluruh tubuhnya. Dion semakin memperdalam ciumannya. Tangannya mulai membuka kancing babidol Zahra.


Zahra mulai melenguh, tidurnya terusik. Ini seperti mimpi yang terasa nyata. Aneh, ini mimpi tapi.... Kesadaran Zahra mulai terkumpul ketika seseorang tengah mengecupi lehernya, ia membuka mata dan terbelalak ketika tangan itu sampai di area sensitif.


"Aaaaahhhh...." Zahra berteriak. Membuat Dion terkejut dan langsung menghentikan aksinya. Ia segera membekap mulut Zahra.


"Aaaww..." Zahra menggigit tangan Dion dengan keras lalu menendangnya hingga ia terjungkal.


"Kak Dion ngapain di kamar ku." Zahra berteriak marah, Dion segera membekap mulut Zahra, lalu menindihnya. Zahra kembali memberontak.


"Aku suamimu sekarang. Sudah ingat?..." Mata Zahra kembali terbuka lebar. Kemudian mengangguk. Kesadarannya mulai kembali utuh 100%. Ia terlalu ngantuk dan capek sampai lupa kalau ia sudah menikah.


"Jangan teriak. Malu kalau di dengar orang di luar." Zahra kembali mengangguk.

__ADS_1


"Boleh aku meminta hak ku sekarang?..." Zahra kembali mengangguk, walaupun hatinya sangat gugup.


__ADS_2