Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
Boncap


__ADS_3

Rindu yang menggebu kian menggunung, dengan erat Zahra memeluk tubuh sang suami, meluapkan segala rindu yang setiap hari menggerogoti hati.


Ingin mencurahkan segala rasa, tapi takut membebani pikiran sang suami yang fokus memulai bisnis barunya. Zahra hanya bisa menahan hati yang merindu, mencoba untuk memahami kesibukan sang suami.


"Mumpung kamu libur kuliah, main ke rumah mama yuk, katanya Mama kangen sama mantunya yang cantik." tanya Dion sembari melipat sajadah setelah melakukan sholat subuh berjamaah bersama Zahra.


"Iya kak, aku juga kangen sama Mama."


Dion membawa Zahra keluar rumah, menuju mobil.


"Pagi-pagi udah rapi, mau kemana?" tanya Zain yang sedang jalan-jalan di halaman rumah bersama dengan Aaron.


"Mau ke rumah mama, kak? Tadi udah pamit sama kak Nadine."


***


"Assalamualaikum." kalimat pertama yang di ucapkan Zahra setelah sampai di pintu rumah mama Kartika.


"Wa alaikumsalam." ucap Papa dan Mama serempak.


Mama Kartika memeluk anak dan mantunya lalu membawanya masuk ke dalam rumah.


"Udah sarapan belum."


"Belum ma." jawab Dion dan Zahra kompak.


"Kebetulan, makanan udah siap di meja makan."


Ketika sampai di meja makan, Dion terkejut melihat Marco sudah duduk di kursi samping Papa.


"Ngapain elo disini?..." tanya Dion yang sudah duduk di samping Marco.


"Ngurusi cabang perusahaan yang ada di sini." jawab Marco santai.

__ADS_1


"Terus tinggal di mana?..."


"Tinggal di sinilah."


"Nggak boleh."


"Om sama Tante sudah mengizinkan."


"Sayang, Marco kan juga saudara mu. Nggak apa-apa lah dia tinggal di sini." ucap Mama.


"Tapi kan Marco bisa tinggal di rumah Oma." Dion tetep menolak.


"Gue nggak bisa tinggal di rumah itu." Marco enggan bertemu dengan Art itu di rumah Omanya.


"Sudah-sudah jangan berdebat di meja makan." Mama memecah ketegangan yang terjadi antara dua bersaudara itu.


"Tapi Ma." Zahra memegang paha Dion, sembari menggeleng pelan, memberikan isyarat lewat tatapan matanya agar tak terus berdebat.


"Kamu harus jaga kesehatan, jangan terlalu stres kalau perlu kamu ikut program hamil supaya cepat hamil. Kemarin mama beli madu ini, katanya bisa menyuburkan kandungan. Ini jamu tradisional bagus untuk rahim. Teman mama 10 tahun menikah belum dapat momongan, sulit untuk bisa hamil tapi setelah rutin minum ini akhirnya bisa hamil."


Zahra merasa sedih tiap membahas masalah anak, bukannya tak bersyukur atas segala nikmat tapi tetap saja setiap ada orang yang mempertanyakan 'kapan hamil' selalu saja merasa sesak, apa lagi dengan kesibukan sang suami yang membuatnya jarang tersentuh. Dion selalu lembur, pulang tiap malam, lebih sering pulang setelah Zahra tertidur. Pagi-pagi sudah berangkat bekerja.


"Kamu harus minum ini rutin ya, Mama udah nggak sabar pengen nimang cucu."


"Mungkin belum saatnya, Ma. Sabar aja dulu, mungkin sebentar lagi juga hamil."


"Zahra bukan sulit hamil, tapi kurang perhatian dan jarang di belai." Marco bangkit meninggalkan meja makan. Dion semakin kesal, tangannya mengepal menahan emosi.


"Zahra pasti bisa ngerti kalau suaminya sedang sibuk." ucapan Dion membuat langkah Marco terhenti lalu berbalik.


"Semoga saja hati istrimu tak berpaling." setelah mengucapkan itu, Marco kabur.


"Tuh, dengerin Marco. Kamu terlalu sibuk sampai kurang perhatian sama istri. Setidaknya luangkan sedikit waktu untuk istrimu," ucap Mama Kartika.

__ADS_1


"Maaf," ucap Dion lirih sembari memeluk Zahra, mereka sudah berada di atas ranjang.


"Kenapa?"


"Aku terlalu sibuk sampai kita miskomunikasi."


"Haruskah sesibuk itu kak?"


"Beberapa bulan lalu usaha ku hampir gagal, makanya aku sibuk banget tapi sekarang Alhamdulillah mulai berjalan lancar. Aku udah dapet beberapa perusahaan di luar kota dan luar negeri yang mau ekspor barang dari pabrikku. Kalau semuanya sudah berjalan stabil, aku janji bakal lebih meluangkan waktuku untukmu."


"Maaf ya, kak. Aku mungkin udah jadi beban pikiran kakak."


"Nggak lah, kamu istriku. Kebanggaanku, usahaku yang semakin maju ini juga berkat doa istri Solehah yang mustajab. Aku yakin, meskipun tanpa memintanya, kamu pasti selalu mendoakan kebaikan untuk suamimu ini."


"Iya, aku selalu doain kakak kok."


"Sebenarnya aku selalu ingin membawa kamu kemana pun aku pergi, tapi kan kamu masih kuliah."


"Lakukan apapun yang menurut kakak benar dan baik. Aku bisa paham kok, kalau semua yang kakak lakukan demi aku juga."


"Jangan terlalu di ambil pusing Ucapan orang tentang anak. Kita jalani dengan santai aja, nggak usah ngebet."


"Emang kakak nggak mau punya anak?"


"Ya mau, tapi aku nggak mau kamu terbebani karena tuntutan mama tentang anak."


"Kalau aku nggak bisa hamil gimana?"


"Kamu pasti bisa hamil, jangan pesimis gitu dong."


"Kalau aku nggak bisa punya anak, apa kamu mau cari istri baru?"


"Hahahaha ... Nggak mungkin lah, kamu tahu nggak? Suami paling setia di dunia ini adalah aku."

__ADS_1


__ADS_2