Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
HUKUMAN UNTUK RISKA


__ADS_3

Tari, mata-mata yang di utus Riska untuk memfitnah Zain, ketakutan ketika Iqbal menatapnya begitu tajam .


"Kemari?..." suara bariton Iqbal menggema di ruangan khusus, bercat silver berpadu dengan warna Navy, hanya tersedia beberapa kursi yang mengelilingi meja panjang dengan warna serba hitam, memberikan nuansa kegelapan. Dengan langkah perlahan dan sekujur tubuh yang gemetaran, Tari pun mendekati Iqbal yang sedang duduk di kursi utama. Terlihat seseorang berbadan besar, memakai kemeja putih yang berbalut setelan jas berwarna hitam, berdiri tegak di samping Iqbal.


"Berani kau menjadi penghianat di rumahku." ucap Iqbal dengan suara tegas dan tatapan yang mengintimidasi.


"Ma-maksud anda ap-apa, Tuan?... Sa-saya tidak mengerti." Tari bertanya dengan suara gemetar dan terbata.


"Masih berani kau berkelit."


"Ma-Maaf Tuan, saya khilaf."


"Aku benci penghkianat."


Datang seorang wanita membawa nampan berisi teh kemudian meletakkannya di depan Tari.


"Duduk dan minum teh mu." ujar Iqbal.


"Ta-tapi Tuan."


"Apa aku harus memotong lidahmu agar tidak selalu menyanggah perintahku."


Dengan tangan gemetar Tari meraih secangkir teh kemudian meminumnya meskipun ragu. Dalam hitungan detik, dia sudah tak sadarkan diri.


"Kirimkan sisa gaji dan pesangon untuk keluarganya di kampung. Dan buang wanita ini di suku pedalaman yang jauh dari padat penduduk dan transportasi tanpa bekal apapun. Beri peringatan untuk semua orang yang bekerja di sini." Setelah memberikan perintah, Iqbal bangkit dan bergegas pergi.


***


"Byuuuurrr..." Siraman satu ember air membuat Riska dan Rangga terbangun dan terbatuk-batuk."Uhuuukkk Uhuuukkk Uhuuukkk..."

__ADS_1


Mereka terkejut dan kebingungan ketika melihat sekelilingnya gelap dengan tangan yang terbelenggu.


"Toloooooong."


"Riska." ucap Rangga ketika mendengar suara Riska.


"Rangga."


"Aku di mana."


"Aku juga tidak tahu. Tangan ku tak bisa bergerak." tutur Rangga memberontak. Mereka bungkam ketika mendengar derap kaki kian mendekat.


"Tak, tak, tak..." suara sepatu mengetuk lantai, sesosok tubuh tinggi muncul kian mendekat ke arah Riska dan Rangga.


"JLEB." Lampu menyala. Ternyata Riska dan Rangga duduk di sebuah kursi dengan tangan terborgol di ruangan kosong. Di lihatnya Iqbal dan 10 preman berbadan besar berdiri di belakangnya.


"Apa yang kau lakukan?..." Rangga berteriak geram.


"Sebelum bermain dengan bawahan ku, harusnya kau selidiki dulu latar belakang ku. Kau sudah salah mencari lawan." ucap Iqbal dengan tatapan mengintimidasi.


"Kenapa kau menyekap kami?..." tanya Rangga.


"Aku tidak mau basa basi. Katakan anak siapa yang kau kandung?..." ujar Iqbal.


"Tentu saja anak dari Zain." jawab Riska dengan suara gemetar ketakutan.


"Riska kamu hamil?..." tanya Rangga dengan ekspresi terkejut. Membuat Riska memutar mata malas.


"Jika itu anak Zain, berarti kau harus melakukan tes DNA." tutur Iqbal dengan santai, sedangkan Zain yang sedang menguping pembicaraan mereka, masih gelisah menunggu di depan pintu ruangan.

__ADS_1


"Aku tidak mau melakukan tes DNA, karena itu bisa beresiko keguguran. Aku tidak mau menggugurkan anak ini. Aku hanya ingin Zain mempertanggung jawabkan perbuatannya."


"Ck..." Iqbal berdecak.


"Jangan lakukan. Bisa jadi itu anakku." tutur Rangga.


"Tutup mulutmu Rangga. Ini bukan anakmu. Ini anak Zain."


"Kamu lupa, malam di mana kita pernah tidur bareng." ucap Rangga kesal, dia tidak ingin Iqbal melakukan tes DNA yang akan membahayakan kandungan Riska.


"Jangan bicara sembarangan, Rangga." ucap Riska ketus.


"Aku tidak bicara sembarangan. Kamu cemburu karena wanitanya Zain, malam itu bermalam di apartemennya. Dan melampiaskannya dengan meminum bir di Club malam."


"Sudah cukup, berhenti. Jangan di teruskan." Riska berteriak kesal, derai air mata terjun bebas dari matanya, masih teringat jelas di ingatannya ketika dirinya cemburu dan marah melihat Nadine memasuki apartemen pribadi Zain, karena pikirannya berkelana membayangkan Nadine dan Zain melakukan hubungan terlarang, Riska pergi ke Club malam dan di buntuti oleh Rangga. Rangga sudah melarangnya untuk minum-minuman keras. Tapi Riska tidak menghiraukannya, dia terus minum hingga tak sadarkan diri dan ketika ia sadar, dirinya tengah berpelukan dengan Rangga tanpa busana di atas ranjang.


Iqbal sendiri menyekap Rangga karena mendapat informasi dari anak buahnya jika bulan lalu Riska mabuk di Club malam dan di bawa pulang ke rumah Rangga.


"Apa kau yakin bahwa yang dia kandung adalah anakmu?..."


"Tentu saja, aku sangat yakin."


"Rangga, tutup mulutmu. Ini bukan anakmu tapi anak Zain."


"Lecehkan wanita ini di hadapannya." Iqbal menunjuk Rangga dengan dagunya."Hancurkan kehormatannya sampai tak tersisa." setelah memberi perintah, Iqbal melangkah pergi.


"Jangan, saya mohon jangan lakukan, Tuan." ucap Rangga Mengiba. Iqbal tak peduli, dia tetap melangkah. Sementara para preman semakin mendekati Riska.


"Jangaaaaaaan... Tidaaaaakkkkk..... Toloooooong.... Aku mohon jangan lakukan ini padaku."

__ADS_1


***


Selamat menikmati


__ADS_2