Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)

Mr. ARROGANT(KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU)
GODAAN


__ADS_3

Tubuh keduanya terasa terbakar, seluruh tubuhnya terasa hangat, semua sel menjadi tenang dan damai. Walaupun kesulitan dalam proses penyatuan, Dion menikmati semua yang melekat di tubuh istrinya. Membuat dentuman jantung mereka menjadi tak beraturan, kenikmatan yang sungguh luar biasa di setiap tempo gerakannya. Aliran darah berdesir lebih cepat, membuat bulu kuduk meremang. Hingga keduanya sampai di ambang batas kenikmatan yang tak bisa di jelaskan hanya dengan kata-kata luar biasa namun hanya bisa di rasakan. Kenikmatan yang halal, setelah menikah, serta berpahala. Adakah kenikmatan lain selain dengan surga dunia yang sering orang sebut-sebut.


Setelah menuntaskan hasratnya, Dion mengelintirkan tubuhnya ke sisi Zahra, sehingga tubuh yang sejak tadi bertautan terlepas, nafasnya masih berkejaran, Zahra menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga leher, nafasnya masih memburu, tubuhnya masih tegang. Dia masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama suaminya. Ini bagaikan mimpi, bahwa sampai saat ini sentuhan Dion masih terasa.


"Aku nggak nyangka, sekarang udah nggak perjaka lagi." cetus Dion sembari tersenyum melihat Zahra. Rasa malu kian menyelemuti hati Zahra, gadis itu menarik selimut hingga menutupi wajahnya lalu membelakangi Dion. Dion mulai menyadari dengan apa yang di rasakan oleh istrinya, Dion menarik diri memeluk Zahra dari belakang.


"Jangan malu, setelah ini kita akan sering melakukannya." ucap Dion."Buka selimutnya biar nggak sesak." Dion menarik selimut yang menutupi wajah Zahra lalu memeluknya lebih erat. Tegang, hanya itu yang di respon tubuhnya.


"Ra." setelah beberapa saat hening, Dion mulai membuka suara.


"Apa?..."


"Boleh minta lagi." Zahra mengangguk, ia tidak pernah ingin mengecewakan sang suami walaupun sekujur tubuhnya terasa remuk.


***


Sepasang suami-istri itu kini duduk bersisian di atas ranjang dengan jarak hanya berkisar setengah meter. Setelah melakukan adegan panas untuk yang kedua kalinya dan membersihkan diri, keduanya terlihat malu-malu kucing.


Zahra yang rambutnya masih basah tertutup handuk yang di lilitkan kemudian di Cepol ke atas kepalanya, menunduk sambil tersenyum, tangannya sibuk menggaruk lehernya yang tak gatal dan sesekali mengusap memainkan jemari tangannya.

__ADS_1


Dion tersenyum malu-malu memperhatikan setiap gerak-gerik Zahra, masih teringat jelas di benaknya ketika mereka saling menghangatkan satu sama lain.


***


Pagi hari di awali dengan pagi yang ceria, para wanita di rumah Zain sedang menyiapkan makanan untuk keluarga yang ada, masih banyak kerabat yang menginap di rumah Zain.


"Iiiihhh, ini pengantin baru ngapain ke sini. Kamu pasti capek semalam abis tempur, eh maksud ku begadang." Nadine mendorong punggung Zahra agar keluar dari dapur. Nadine terkikik ketika merasakan rambut basah Zahra. Semua mata yang melihat kelakuan adik dan kakak iparnya tersenyum senang.


"Aku pengen bantu, kak." ujar Zahra.


"Kamu harus banyak istirahat untuk melayani suamimu."


"Kak..." Zahra mengeluh, malu.


Zahra langsung membekap mulut Nadine agar tidak terus bersuara.


***


Setelah sarapan matang, Zahra berkumpul bersama di ruang makan, ada Dion, Nadine, Zain, Rani, Iqbal, Putri, Miranda, dan kedua orang tua angkatnya serta kerabat.

__ADS_1


Biasanya semua wanita di ruangan ini menjadi ratu, tak ada satu pun dari mereka boleh melakukan pekerjaan rumah karena larangan Iqbal dan Zain. Tapi tidak untuk saat ini.


Mereka semua sarapan pagi bersama di meja makan.


"Wiiiihhhh, Zahra... Pagi-pagi rambutnya sudah basah." celetuk Nadine.


"Uhuuukkk Uhuuukkk Uhuuukkk..." Dion terbatuk, sedangkan Zahra tersedak makanan yang ia kunyah dan segera mengambil air, mengangkat cadarnya lalu meminum air putih yang ada di atas meja. Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus, ia sangat malu.


"Ra, kamu abis berapa ronde?..." sepupu Zahra dari ayah angkatnya juga ikut menggoda.


"Nak Dion harus banyak minum jamu biar kuat." paman Zahra juga menimpali.


"Biasa, namanya juga pengantin baru. Dulu aku keramas bisa sehari 3 kali." sahut Rani.


"Uhuuukkk Uhuuukkk Uhuuukkk..." Kini Iqbal yang terbatuk-batuk.


"Hahahaha.... Sama dong kak." cetus Nadine.


"Minum dulu, Pa." Rani menyodorkan segelas air putih pada Iqbal dan langsung meminumnya. Rani kembali menyuapi Putri, dengan bibir yang terus melengkung.

__ADS_1


"Nadiiiiin. Tolong jaga sikap...." Zain memanggil Nadine, memberikan isyarat pada istrinya agar tutup mulut.


Semua keluarganya malah menertawakan Zahra dan Dion ketika melihat ekspresi kedua pengantin baru itu yang terlihat salah tingkah. Mereka berdua sudah tidak punya muka lagi karena di ledek habis-habisan, keduanya hanya makan sembari menunduk menahan malu. Ingin sekali menelan satu piring nasi ke dalam mulutnya dalam sekali suap dan segera menghilang dari para penggoda iman. Lebih baik berduaan bersama istrinya di kamar daripada kumpul bersama keluarga yang terus menerus menggodanya.


__ADS_2