
“ oii Ricoris apa kau sudah puas dengan melawan pemula yang lemah? “ ucap wanita tersebut.
“Siapa dia..?” Itulah yang aku pikirkan saat aku menatapnya.
“hah... Siapa kau...? Berani – beraninya kau memasuki arena ini..!!” teriak Ricoris.
“aku...? Itu tidak penting dan tentu saja aku datang disini untuk bertarung” kata wanita itu.
“bertarung...? Dengan siapa..?” tanya Ricoris.
“tentu saja dengan seorang pengecut yang ada disini” kata wanita itu.
“pengecut...? Oh yng kau maksud pengecut yang itu ya..? Kalau begitu aku tidak akan menghentikanmu” kata ricoris sambil menatap kearah ku.
“bukan, pengecut yang aku maksud adalah dirimu...!! Dan kau tadi berkata menghentikanku..? Apa kau sedang bercanda..? Aku bahkan ragu kalau kau bisa menggoresku” kata wanita itu.
“wanita sialan.. Apakah kau meremehkanku...?” kata Ricoris marah.
“meremehkanmu...? Bukankah kau selalu meremehkan orang yang lebih lemah darimu...? Sekarang bagaimana jika kau merasakannya juga...?” kata wanita itu.
“brengsek... Oh aku tahu kau pasti temannya seorang pecundang disana yang kalah duel hari ini... Aku telah memberinya pelajaran jadi akan aku biarkan kau membawa nya... Setidaknya ini sudah membuktikan bahwa dia memenangkan Event karena keberuntungan nya saat itu memang bagus” kata Ricoris.
“Hahaha...!! Aku kalah... Apakah kau sedang bercanda..? Aku lah pemenangnya hari ini..!!” teriakku.
“hei – hei ada apa denganmu...? Apakah kau sudah gila karena kau kalah denganku..? Lihatlah dengan kenyataannya akulah pemenangnya” kata Ricoris.
““hei – hei ada apa denganmu...? Apakah kau sudah gila karena kau kalah denganku..? Aku kembalikan semua pertanyaanmu” kata ku.
“apa maksudmu..?” tanya Ricoris.
“hah... Apakah kau sudah lupa dengan janjimu saat kau menentangku berduel dikota pertama..? Kalau kau sudah lupa maka akan aku ingatkan lagi seperti apa janjimu itu, dengarkan dengan baik agar kau mengingatnya kembali... (tenang saja aku berjanji tidak akan menggunakan awakening tingkat menengah, jika aku menggunakannya aku akan langsung kalah)... Apakah kau sudah mengingatnya..?” kata ku.
“hahaha apa yang bisa menjadi bukti omonganmu itu..? Semua orang disini sudah pasti tidak akan percaya kepadamu bodoh...!” kata Ricoris.
“memang aku tidak memiliki bukti... Tapi apa masalahnya...?” kata ku.
__ADS_1
“apa maksudmu...?” tanya Ricoris.
“maksudku adalah memangnya kenapa jika mereka tidak mempercayai ku... Mau mereka percaya kepadaku atau tidak, itu bukanlah urusanku... Dan meskipun mereka tidak mengetahui ini tapi setidaknya kita berdua mengetahui hal ini” kata ku.
“brengsek kau...!!” teriak Ricoris.
Lalu Ricoris berlari kearahku untuk menyerang, tapi dalam sekejap wanita itu menghadang Ricoris.
“sudah selesai ngobrolnya...?” kata wanita itu.
“wanita sialan... Apa yang kau lakukan...? Kau mau menghentikan..?” teriak Ricoris.
“menurutmu apa yang sedang aku lakukan...?” tanya wanita itu.
“sialan aku sudah muak denganmu... Aku menantangmu Duel...!! Jika aku menang kalian berdua serahkan semua item kalian berlututlah dan meminta maaf kepadaku” kata Ricoris marah.
“kenapa semua itemku juga ikut dipertaruhkan...?” tanyaku.
“tenang, serahkan saja masalah ini kepada kakak yang cantik dan baik hati ini... Baiklah jika aku yang menang serahkan saja semua armor dan senjata yang kau pakai untuk duel denganku saat ini” kata wanita itu.
“baiklah... Jangan sampai kalah, jika kau kalah akan aku cari kau sampai ke ujung dunia” kata ku.
“huh meskipun kau sudah berhasil menemukanku, saat itu juga kau pasti akan langsung meminta maaf kepadaku” kata wanita itu.
“apa maksudmu..?” tanyaku kepada wanita itu namun dia tidak menjawabnya.
“sialan..!! Ini adalah tempat untuk Duel bukan untuk ngobrol...!!” teriak Ricoris marah.
“kau benar... Semuanya hitung mundur.. “ kata wanita itu.
“5... 4... 3... 2... 1... Start...” teriak semua penonton.
Pertandingan sudah dimulai tapi Ricoris dan wanita itu hanya saling memandang. Mereka terlihat seperti sedang mengukur kekuatan lawan mereka. Lalu Ricoris mengeluarkan tobak satunya yang dia simpan saat sedang bertarung denganku tadi, dan untuk wanita itu sepertinya dia tidak mau memakai senjatanya untuk berhadapan dengan Ricoris.
“hei..!! Apa yng aku lakukan...? Cepat pakai senjata mu, jangan bilang kalau senjata yang kau bawa itu adalah senjata yang rusak” kata Ricoris.
__ADS_1
“aku tidak membutuhkannya untuk melawanmu” kata wanita itu.
“Apa..!! Kau... Jangan meremehkanku...!! Awakening tingkat kedua... RELEASE..!!” teriak Ricoris.
“sepertinya Ricoris ingin cepat – cepat mengakhiri pertarungan ini, dia bahkan mengeluarkan semua kekuatannya... Sedangkan wanita itu, dia terlihat sangat tenang... Apa yang akan dia lakukannya..? “ Pikirku saat melihat mereka berdua.
“ini adalah peringatan terakhir dariku cepat pakai senjata mu..!!! “ teriak Ricoris.
“sudah aku bilang kan untuk melawanmu aku tidak membutuhkan senjata, apakah aku harus membuat sebuah janji..? Baiklah kalu begitu jika aku menggunakan senjataku aku akan mengaku kalah” kata wanita itu dengan sangat tenang.
“apa yang kau katakan..!! Maskipun kau membantuku tapi jika aku kehilangan semua itemku maka lebih baik kau tidak membantuku” pikirku terkejut.
“kau yang bilang sendiri...! Aku tidak akan menerima protesmu nanti..!!” teriak Ricoris.
Ricoris pun langsung melompat kearah wanita itu.
“pakai senjata mu...!! DOUBLE BEHEMOTH LANCE..!! ” teriak Ricoris sambil menerjang kearah wanita itu.
Aku melihat wanita itu masih belum bergerak, dia tetap sangat tenang meskipun sedang diserang. Dia mengangkat tinggi – tinggi kakinya, apakah dia berencana untuk melawan tombak dengan kakinya..? Sudah pasti kalau jangkauan tombak itu lebih panjang dari kakinya.
“Berapa kali aku harus mengulanginya... Aku... Tidak... Butuh... SENJATA...!!!” teriak wanita itu sambil menyerang Ricoris.
Kecepatan yang mengerikan serta kekuatan serangan itu. Bahkan Ricoris pun langsung kalah hanya dengan satu tendangan dikepalanya. Ricoris terbaring ditanah dan wanita itu masih meletakkan kakinya diatas kepala Ricoris, wanita itu sedang menghancurkan martabat Ricoris. Semua penonton yang melihat pertandingan itu pun langsung terkejut, mereka diam selama beberapa saat lalu secara bersamaan mulai berteriak.
"Siapa wanita ini...?"
Didalam pikiranku aku terus bertanya – tanya, tapi satu hal yang pasti. Jika dia bisa mengalahkan Ricoris yang mempunyai level lebih dari 250 berarti dia berada di kisaran level 350 – 400. Sungguh mengerikan, bahkan jika aku menggunakan aku Silver Raven aku hanya bisa bertahan dan pasti aku akan tetap kalah.
“pertandingan antara Ricoris dan Desert Eagle telah berakhir... Dan item yang dipertaruhkan untuk duel kali ini mohon segera diberikan kepada sang pemenang, jika tidak maka akan segera diberi hukuman... Sekian dan terima kasih” kata Fiola.
“ingatlah aku, namaku adalah Desert Eagle... Seperti yang kau dengar tadi sekarang semua item yang kau pakai untuk berduel denganku...” kata wanita itu.
Lalu Ricoris dengan terpaksa melepas dan memberikan semua item yang dia pakai untuk duel hari ini.
“.. Ohh jika kau menginginkan item ini kembali maka carilah aku, aku akan selalu siap menghajarmu” kata wanita itu meninggalkan Ricoris.
__ADS_1
Wanita yang sangat menyeramkan, tapi kenapa namanya seperti sebuah pistol..? Apakah dia adalah seorang maniak pistol...? Sepertinya aku dulu pernah melihat seseorang yang aku kenal selalu membawa pistol yang sama, tapi siapa..? Aku tidak mengingatnya. Sekarang pertandingan telah selesai dan wanita itu berjalan kearah ku, masalah apa lagi ini..?