
Silau nya sinar matahari membangunkan ku, aku pun segera bangkit dan menatap waktu. Meskipun samar aku masih mengingatnya, rasa sakit itu, dan perasaan itu.
“07:00... Cukup lama juga... Aku lapar” pikirku.
Aku pun membuka selimutku, namun anehnya selimut itu terasa berat ketika aku tarik. Meskipun pandanganku agak samar karena masih ngantuk, namun aku dapat melihat seseorang yang tidur disebelahku.
“hmm..? Siapa..?” tanya ku sambil mengucek mata.
“selamat pagi... Bagaimana perasaanmu..?” tanya kakakku yang sedang berbaring disampingku.
“oh, selamat pagi... Kakak..?” kata ku.
“hmm..? Ada apa..?” tanya kakakku.
“kenapa kau ada disini..?” tanya ku.
“tentu saja untuk merawat mu... Tadi malam kau cukup hebat” jawab kakakku.
“begitu ya... Akan aku anggap kalau kakak tidak pernah mengatakan kalimat yang terakhir” kata ku yang masih ngantuk.
“kenapa..?” tanya kakakku sambil mulai duduk.
“sudah jelaskan kalau itu bisa membuat orang lain salah paham...” jawabku sambil mulai berdiri dari kasur.
“kau mau kemana..?” tanya kakakku sambil menatapku.
“aku lapar, aku mau makan dulu... Kalau kakak sudah selesai, tolong rapikan kasurku” kata ku sambil berjalan menuju pintu.
“eh..? Ini serius..?” tanya kakakku.
“hooaamm... Kenapa..? Apakah kakak meragukan kemampuan memasakku..? Meskipun aku seorang laki – laki tapi fakta nya masakan ku lebih enak dari kakak” sahut ku sambil membuka pintunya.
“kau tidak sopan kepada kakakmu sendiri...!! Kemarilah kau..!!” teriak kakakku sambil mulai mengejar.
*Klek... Suara pintu tertutup.
“hei..!! Buka pintunya..!!” teriak kakakku.
“baiklah, untuk saat ini satu masalah telah selesai... Hmm..?” kata ku sambil mengunci pintu kamar.
“selamat pagi, tuan muda” kata asisten kakakku yang berada dibelakangku.
“ah... Kalau tidak salah, kau adalah asisten kakakku kan..? Apakah kau sedang menunggu kakakku..?” tanya ku sambil menatapnya.
“ya, namaku adalah Mazuka Kurumi... Apakah kemarin malam berjalan dengan lancar...?” tanya asisten itu.
“kau juga sama saja ya... Memang nya apa yang direncanakan kakakku saat aku pingsan kemarin malam..?” tanya ku.
“haaah... Wajar saja anda tidak tahu... Lihat” kata asisten itu sambil menunjukan sebuah foto di handphone nya.
“hmm..? Kenapa bisa begitu..!!” teriak ku terkejut.
“yah, aku juga terkejut ketika nona memintaku untuk membeli ini semua” sahut asisten itu.
“hancur sudah... Sebagai laki – laki, aku sudah hancur” keluh ku.
“tenang saja, ini hanyalah telinga kucing dan anda terlihat sangatlah imut” kata asisten itu.
“kau tidak bisa mengerti perasaan seorang laki – laki ya...!! Kau tahu betapa...” teriak kearah asisten itu.
__ADS_1
“yah, tolong hapus foto itu... Kalau bisa milik kakakku juga” kata ku mencoba untuk tenang.
“akan aku usahakan” sahut asisten itu.
“tolong... Nih, kuncinya... Bukalah 15 menit lagi” kata ku sambil memberikan kunci kamarku.
“baik” sahut asisten itu singkat.
Aku pun langsung bergegas menuju dapur untuk memasak. Selama itu aku terus kepikiran tentang fotoku yang tertidur menggunakan telinga kucing. Aku tidak menyangka kalau kakakku ternyata menyukai hal – hal semacam itu.
“ah.. Hampir saja gosong” kata ku sambil membalik telur dadar yang aku goreng.
“itu hampir saja ya” sahut kakakku yang kini dia duduk diruang makan sebelah dapur.
“kenapa kau bisa berada disini..? Padahal ini masih belum 15 menit” tanya ku.
“Kurumi” panggil kakakku.
“baik, meskipun anda juga atasan saya namun saya bekerja untuk kakak anda, jadi prioritas saya tetaplah kakak anda” jelas asisten nya.
“jadi begitu... Aku mengerti, sekarang duduklah” kata ku.
“baik” sahut asisten nya.
Kemudian aku pun berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan – bahan. Aku membuatkan mereka berdua sarapan.
“silahkan dinikmati” kata ku sambil menaruh masakanku dimeja.
“bagus, tapi akan lebih bagus lagi kalau lebih banyak lagi” sahut kakakku.
“memangnya penyimpanan didalam perutmu sebesar apa..?” tanya ku.
“jadi, rasa sakit mu kambuh lagi ya..? Kira – kira apa penyebabnya..?” tanya kakakku.
“entahlah... Kurasa hanya tinggal menunggu waktu saja” jawab ku.
“apa maksudmu itu..?” tanya kakakku.
“akhir – akhir ini aku sering mendapatkan pertanda” jawab ku.
“pertanda..?” kata kakakku kebingungan.
“yah, semacam itulah... Jika nanti hal itu akan benar - benar terjadi, aku ingin berada tepat diantara mereka berdua” jelasku.
“kurumi... Kau tahu kan..? Apa yang harus dilakukan..?” tanya kakakku sambil menatap asisten nya.
“ya, serahkan kepada saya” jawab asisten nya.
“cari semuanya dan jangan tinggalkan sedikitpun, catatlah sampai ke bagian – bagian yang paling kecil sekalipun” sahut kakakku.
“baik” sahut asisten nya.
“kau selalu berlebihan seperti itu ya, kakak” kata ku dengan tatapan datar.
“untuk adik kecilku, ini bukanlah apa – apa” sahut kakakku.
“baiklah, aku sudah selesai... Aku mau kekamar duluan” kata ku sambil berdiri lalu berjalan menuju pintu.
“pagi – pagi seperti ini kau sudah mau main ya” kata kakak ku.
__ADS_1
“sayangnya tidak ada aturan yang melarang hal itu” sahut ku sambil menutup pintunya.
“cukup mudah juga untuk menipunya” kata kakak ku sambil menghapus make up nya dan mengikat rambutnya.
“benar nyonya...” sahut asisten kakakku.
Aku tidak menyadari nya dan langsung menuju kekamar. Karena aku kemarin telah berkata kepada Jessie kalau aku akan menjelaskan apa yang terjadi kepadaku kemarin, jadi aku langsung Log In kedalam game.
“selamat datang kembali... Master” kata Jessie menyambutku.
“ya, aku kembali...” kata ku sambil berjalan menuju sofa.
“mau aku buatan teh..?” tanya Jessie mengikutiku.
“tidak, langsung saja... Duduklah akan aku jelaskan semuanya” jawab ku.
“baik” kata Jessie sambil ikut duduk disofa.
Aku pun mulai menjelaskan semuanya kepada Jessie. Dari awal ketika aku terjatuh diarena sampai aku bertemu dengan kakek Sair yang kedua kali nya. Ekspresi nya berubah ketika aku mulai menyinggung sistem didalam game.
“aku sudah menceritakan semuanya... Apakah kau mengerti sesuatu..?” tanya ku.
“aku masih belum mengerti” jawab Jessie.
“tapi pastinya kau mengetahui tentang hal ini... Kau, pasti ada hubungannya dengan Gama kan..?” tanya ku.
“apa maksudmu master..?” tanya Jessie terkejut.
“bukankah sudah jelas..? Siapa kau sebenarnya..? Atau yang lebih tepatnya... Kau itu apa..?” tanya ku dengan wajah serius.
“aku...” kata Jessie kebingungan.
“tunjukanlah dirimu yang sebenarnya dan jawablah aku... Ini perintah” kata ku sambil menatap wajahnya.
“ah..!!” suara Jessie yang tiba – tiba matanya bersinar sebentar lalu kembali lagi.
“baik, NPC pada awalnya hanyalah sebuah sistem yang dapat membantu para Player... Namun mereka mengembangkan nya dan menciptakan sebuah tubuh buatan didalam dunia maya...” jelas Jessie dengan nada dan wajah datar.
“mereka..?” pikirku.
“NPC dan Mob mereka adalah satu hal yang sama... Mereka diciptakan dengan tujuan untuk melindungi, namun perbedaannya adalah apa yang dilindungi” jelas Jessie.
“aku merasa seperti Deja Vu saat mendengar penjelasan ini” pikirku.
“sebagai contoh, Mob mereka tercipta untuk melindungi sesuatu entah itu berupa item atau wilayah dari para pemain... Sedangkan NPC, bisa anda lihat sendiri kalau kami harus melindungi master kami namun kebanyakan dari kami ditugaskan untuk menjaga” lanjut Jessie.
“dengan memiliki kesadaran... Apakah kalian bisa melanggar perintah..?” tanya ku.
“itu mustahil... Meskipun kami adalah sebuah kasus khusus, tapi bila kami diperintah untuk mati, maka kami akan melakukannya...” jawab Jessie.
“begitu ya, aku paham... Jadi intinya adalah...” kata ku sambil melihat wajah Jessie.
“sampai disini kau paham kan..?” tanya Jessie yang tiba – tiba tersenyum mengerikan.
“Siapa kau..!!” teriakku sambil langsung berdiri.
Setelah aku berteriak, Jessie pun tiba – tiba pingsan. Aku menatap nya sebentar sebelum aku mengangkatnya keatas sofa. Tidak ada informasi lain yang aku dapatkan namun yang pasti ada seseorang yang selama ini telah mengendalikan Jessie dari balik layar.
“Gama, apakah kau mendengarku...? Sebenarnya apa yang kau rencanakan..? Kenapa kau melibatkan ku..? Aku harap, jawabanmu akan memuaskan ku saat kita bertemu nanti...” kata ku sambil menatap Jessie yang sedang berbaring disofa.
__ADS_1