
Setelah aku selesai menceritakan kisah ku dulu, Jessie pun kembali tertawa. Kemudian Elina dan Bella pun Log In, mereka pun terkejut karena baru kali ini melihat Jessie tertawa.
“hahaha... Itu sangatlah lucu master...” kata Jessie sambil terus tertawa.
“tentu saja, aku sih bilang dari awal kan..? Kau pasti akan tertawa setelah mendengar cerita ku.. Hahaha” kata ku dengan nada sombong.
“kalian... Ada apa ini sebenarnya..?” tanya Elina kebingungan.
“ini bohong kan...” kata Bella saat melihat Jessie.
“memangnya kenapa..?” tanya Elina sambil menatap Bella.
“tidak aku sangka kalau orang ini bisa tertawa sampai seperti ini...” jawab Bella sambil menunjuk Jessie.
“HAHAHA...!!” suara Jessie yang semakin keras.
“kau benar juga...” sahut Elina.
“hoi... Kau terlalu berlebihan” kata ku sambil melirik Jessie.
“ah..!! Maaf” kata Jessie sambil menundukkan kepalanya.
“dimana yang lainnya..?” tanya Elina yang mulai berjalan menuju sofa.
“mereka belum Log In... Mungkin sebentar lagi” jawab ku.
“begitu ya, aku kira mereka sudah datang” kata Elina.
“aku bosan menunggu... Ah, bagaimana kalau kita bertanding dibelakang..?” tanya Bella.
“kebetulan aku juga berpikiran hal yang sama, dari pada menunggu lebih baik kita...” kata ku dengan nada serius.
“bertanding...!! Ayo berangkat sekarang..!!” sahut Bella memotong sambil berdiri dari sofa.
“tenang lah...” kata Elina sambil memegang tangan Bella dan menariknya kembali.
“... Kita mulai saja rapatnya” lanjutku.
“ehh... Aku bisa mati bosan kalau seperti ini” keluh Bella.
“yang berarti... Kau tidak mau mengikuti rapat..?” tanya ku sambil menatap Bella dengan tajam.
__ADS_1
“yah, seperti itulah” jawab Bella tidak peduli.
“kalau begitu, tolong tutup pintu itu dari luar” kata ku sambil tersenyum dan menunjuk pintu depan rumah.
“aah... Bercanda – bercanda” kata Bella sambil membalas senyuman ku.
“baiklah, kita akan memulai rapatnya meskipun Lili dan juga Eririn tidak berada disini...kalian pastinya sudah tahu tentang apa rapat ini, jadi langsung ke intinya saja” kata ku membuka rapat.
“Event ini bisa diikuti oleh semua guild yang minimal mempunyai 20 anggota... Kemarin, total ada sekitar 130 guild yang mengikuti Event nya, karena ini bukan Event untuk main – main, pastinya setiap guild mengerahkan kekuatan penuhnya, dengan kata lain, 30 anggota terkuat guild pasti ikut bertempur...” sahut Elina.
“tepatnya ada 127 guild yang berarti ada sekitar 3.800 Player, tidak menutup kemungkinan kalau jumlahnya akan terus bertambah...” kata ku melanjutkan Elina.
“hah... Tidak aku sangka kalau jumlahnya akan sebanyak itu... Kau dulu pernah mengikuti Event ini kan...? Lalu bagaimana cara mu untuk terus bertahan..?” tanya Bella yang sedikit terkejut.
“tidak ada cara khusus, mereka cenderung menjauh ketika melihat yang lebih kuat dari mereka... Yah, meskipun untuk pertama kalinya kami juga seperti itu, namun kami ini licik... Kami mengincar guild yang kecil atau guild yang sedang bertarung habis – habisan dengan guild lain, kemudian ketika saat salah satu diantara mereka menang, dengan cepat kami akan menghabisinya...” jawab ku dengan mudah.
“licik namun juga cerdik... Dasar pengecut” sahut Bella.
“benar sekali... Meskipun guild mu masih kecil namun jika berhasil mencapai 3 besar, menambah kekuatan guild sudah bukan masalah lagi... Memang beginilah caranya” kata ku.
“lalu, bagaimana dengan rencana kita..?” tanya Bella.
“tentu saja kita akan mengikuti hal itu” jawab Elina dengan cepat.
“meskipun begitu, bukanlah kita akan lebih mudah disergap oleh musuh..?” tanya Elina.
“apa yang akan kau lakukan ketika melihat musuhmu sedang berlari ketakutan..?” tanya ku.
“hmm... Oh, begitu ya, aku mengerti maksudmu” kata Elina yang mulai paham.
“baiklah, selanjutnya.... Hmm..?” kata ku sambil melihat kearah pintu.
Lili telah Log In kedalam game, dia langsung duduk dan mengikuti rapat kami. Aku pun langsung menjelaskan secara singkat mengenai rencana kami kepada Lili. Dia pun langsung paham ketika aku menjelaskannya.
“sampai disini, apakah tidak ada yang kau tanya kan..?” tanya ku kepada Lili.
“tidak, aku sudah mengerti garis besarnya sih...” jawab Lili.
“baiklah kalau begitu... Katakan saja rencana nya sampai disini kepada semua anak buah mu” kata ku menatap Elina.
“kenapa tidak semuanya saja..?” tanya Elina.
__ADS_1
“ada kemungkinan kalau mereka akan membocorkam rencana ini... Aku tidak mau hal itu terjadi” jawabku.
“kita terus berlari, tetapi kemanakah tujuan kita..? Jangan bilang kalau kita tidak mempunyai tujuan” kata Bella menatapku.
“menurut mu, dimana kah tempat yang paling aman..?” tanyaku.
“hmm..? Tempat yang paling aman... Ah, jangan – jangan diujung Map..!!” teriak Bella.
“itu memanglah tempat yang aman bagi guild – guild kecil seperti kita” lanjutku.
“tapi bukankah guild yang lain akan berpikiran sama..? Bagaimana cara kita untuk mengatasinya..?” tanya Elina.
“tenang saja, aku telah mengatur semuanya... Percayalah kepadaku” kata ku meyakinkan.
“kenapa Lili..? Kau terlihat kebingungan, tanyakan saja kepadaku” kata ku saat melihat Lili.
“ah, tidak... Aku hanya terpikir tentang guild besar, maksudku apa yang dipikirkan mereka..?” tanya Lili.
“oh, guild besar selalu memiliki dendam... Jadi mereka akan berkumpul disekitar kastil dan saling menghancurkan” jawab ku dengan mudah.
“begitu ya, aku mengerti sekarang” jawab Lili singkat.
“dan begitulah, apa yang kita bicarakan tadi sangatlah rahasia, hanya kita yang berada disini yang mengetahuinya... Jadi, meskipun sedikit, jangan pernah menyinggungnya” kata ku menutup rapat dengan tatapan mengintimidasi.
“hah... Baiklah, aku akan memberitahu mereka dulu” kata Elina sambil mulai meninggalkan ruangan.
“aku juga ikut..!!” kata Lili mengikuti Elina.
“aku haus... Aku mau minum dulu” kata Bella sambil berjalan menuju dapur.
“aku akan mengambilkan teh untuk mu master...” kata Jessie yang juga mulai berjalan kedapur.
Sekarang hanya aku saja yang masih berada disana. Aku pun membaringkan tubuhku diatas sofa, sambil menatap kelangit, teringat didalam pikiranku tentang perjalananku sampai kini. Sambil tersenyum aku pun menepuk dada ku, akhirnya aku dapat membalaskan dendamku.
“Dasar... pembohong” kata ku sambil menutup mata ku.
Aku pun mulai bangkit dan berjalan menuju belakang rumah. Disana aku duduk dibawah pohon yang berada ditepi jurang lautan kabut. Hembusan angin perlahan menerpa ku, meskipun aku tidak dapat merasakan sejuk nya, tapi aku bisa membayangkannya.
“Hoaam... Sesekali bersantai tidak apa – apa kan..?” kata ku setelah menguap dan mulai berbaring.
“haaah... Setelah ini menaikkan level lalu meminta bantuan seseorang dan yang terakhir adalah bertarung dengan seseorang... Apa lagi ya...? Ah benar, aku juga harus mencari informasi tentang mereka... Menarik namun juga membosankan dalam satu waktu” pikirku.
__ADS_1
Perlahan aku mulai memejamkan mata ku, dibawah banyaknya tekanan aku mencoba untuk menenangkan hatiku. Tanpa sadar aku pun menikmati nya dan mulai tertidur dengan nyaman. Sebuah kalimat yang membuatku tenang saat aku sulit tidur.
“tidurlah... Malam ini... Kau adalah rajanya”