
“baiklah, cari titik terlemah dari serangan itu lalu dengan kekuatan penuh langsung potong serangannya... Ini mudah, yang terpenting jangan sampai serangan kita menyentuh intinya, itu akan meledak... Dan sekarang adalah waktunya...” pikirku sambil memejamkan mata.
“hei..!! Apa yang akan kau lakukan...?” tanya Ricoris namun aku tetap diam.
“itu percuma saja, menyerah saja...” kata Ricoris.
“hei – hei, Ricoris jangan berkata seperti itu.. Biarkan saja dia mencobanya dan ketika dia gagal maka itu akan menjadi kesempatan kita untuk menghancurkannya” kata temannya.
“benar sekali itu, seharusnya dia berbahagia karena bisa ikut mati agar teman – temannya bisa menang...” sahut teman nya yang lain.
“ah memangnya aku peduli..?” kata ku sambil melihat kearah mereka.
“cih, jangan sombong kau juga akan ikut mati setelah ini..!!” kata Ricoris dengan tatapan tajam.
“kalau begitu bagaimana kalau kita bertaruh..?” tanya ku.
“heh.. Apa yang ingin kau pertaruhkan kali ini..?” tanya Ricoris balik.
“tenang saja, kau pasti akan sangat senang dengan ini... Yang akan kita pertaruhkan adalah... Akun kita” kata ku sambil tersenyum jahat.
“akun..!! Dia mempertaruhkan akun..!! Apa yang sedang dia rencanakan kali ini..?” pikir Ricoris terkejut.
“apa – apaan dengan wajahmu itu..? Kau tidak berani..?” tanya ku.
“ini sangatlah berbahaya... Setiap kali aku bertaruh dengannya, aku selalu kalah... Melihat situasinya saat ini, jika aku menyetujuinya mungkin saja aku akan menang... Tapi karena dia begitu percaya diri, aku menjadi ragu... Bagaimana ini..?” pikir Ricoris.
“apa yang kau takutkan...? Kalian berempat saja tidak dapat menahan serangannya apalagi aku... Dan juga kau sudah tahu kan kekuatan Jessie..? Jika kau menang kau akan mendapatkannya loh” kata ku memancing nya.
“memang benar apa yang dia katakan, tapi...” pikir Ricoris yang sangat kebingungan.
“bercanda, meskipun kau menyetujuinya mana mungkin aku mau” sahut ku.
“ternyata dia takut... Ini kesempatanku” pikir Ricoris.
“hah..? Kau dengan berani menantangku dan sekarang kau berkata kalau itu hanyalah gurauan..? Dasar pengecut..!!” kata Ricoris merendahkan ku.
“jadi kau menerima tantangku sebelumnya..?” kata ku sambil berpura – pura takut.
“tentu saja, kau takut..?” tanya Ricoris.
“benarkah..? Aku berterima kasih atas akun nya... Kalau begitu hitung mundur dimulai... 3...” kata ku.
Kemudian salah seorang teman Ricoris pun mati karena terkena serangan Bella.
“2...” sambungku.
__ADS_1
Dua Player pun sekarang juga ikut mati, dan kini hanya tinggal Ricoris serta diriku.
“1...” sambungku.
Sekarang Ricoris pun terkena serangan Bella, tubuhnya bersinar dan perlahan mulai menghilang, disaat terakhir Ricoris pun tersenyum dan berkata, kita seimbang namun aku menang telak setelahnya.
“sekarang lah saatnya..!! SWORD OF CALAMITY : SECOND... RELEASE...!!” teriakku bersamaan ketika Ricoris menghilang.
Pedangku pun bergabung dengan sarung tanganku dan kekuatan tebasan nya pun meningkat, bhkn aku dapat menebas serangan Bella dulu saat aku pertama kali bertarung melawannya.
*BOOOM suara ledakan serangan Bella.
“hei..!! Dengan ledakan seperti itu, apakah master bisa selamat..?!!” tanya Jessie marah sambil menatap Bella dengan tajam.
Sambil mengeluarkan hawa membunuhnya, Jessie pun memegang pundak Bella. Namun tiba – tiba Bella terjatuh dan tidak bisa bergerak.
“kenapa kau bertanya kepadaku..? Kalu kau khawatir, coba kau lihat sendiri saja... Sekarang aku tidak bisa bergerak karena Mana ku telah habis tak bersisa sedikit pun” kata Bella yang berbaring dilantai.
“kalau master sampai tidak selamat maka aku akan langsung menghajarmu..!!” kata Jessie mengintimidasi.
“lakukan saja semaumu... Aku tidak peduli” sahut Bella.
Kemudian Jessie serta Elina pun segera datang kearah kobaran api hasil dari ledakan serangan Bella, sementara Eririn membantu Bella berdiri. Mereka berdua menungguku keluar dari lobaran api itu, namun setelah beberapa saat menunggu, aku tidak kunjung keluar.
“hah... Berarti dia sekarang sudah berada diluar arena” kata Elina dengan tenang.
“apa maksudmu...? Meskipun dia mati tapi dia akan hidup kembali nanti... Kita sekarang berada didunia game, bukan dunia asli” jelas Elina.
“meskipun begitu... Meskipun begitu..!!” teriak Jessie.
“hei lihat...!! Ada seseorang yang berbaring disana” sahut Eririn sambil menunjuknya.
“master..!! Apakah itu adalah kamu..?” teriak Jessie sambil berlari mendekat.
“tepat seperti yang dikatakan Hideo... Dia tidak terlihat seperti NPC namun Player asli, apa yang menjadi penyebabnya...?” pikir Elina sambil berlari dan melirik kearah Jessie.
Jessie yang panik pun dengan cepat langsung datang, dia pun terkejut saat melihat orang yang berbaring didalam kobaran api itu adalah aku.
“master bangunlah... Bangunlah master” kata Jessie sambil menggoyang – goyangkan badanku.
“Tunggu dulu... Ada yang tidak beres disini” pikir Elina ketika melihatku.
“tidak mungkin... Ini semua adalah salahmu...!!” teriak Jessie marah sambil menatap Bella.
Tiba – tiba aku pun bangun, aku duduk disamping Jessie yang sedang menatap Bella.
__ADS_1
“ah aku berhasil..” kata ku dengan nada seakan tidak peduli.
“master...!! Hideo..!! Kau..!! Iblis..!!” teriak mereka bersamaan.
“master kau membuatku khawatir..!!” teriak Jessie sambil memelukku.
“ha.. Haha... Hahaha...!! Aku menang lagi..!! Hahaha..!!” teriakku sambil tertawa.
“ya, kau memang master” sahut Jessie sambil tersenyum kearahku.
“tidak, kita semua yang menang” kata Elina dengan bangga.
“hmm..? Sepertinya kita membicarakan dua hal yang berbeda, tapi tidak apalah... Lagi pula kita sama – sama menang” pikirku.
Kami pun tertawa bersama saat itu, dengan wajah gembira kami terus berteriak saat itu. Para penonton pun juga bersorak, ini adalah pertandingan yang hebat. Kemudian aku melihat kearah Party milik Ricoris, mereka sangat terkejut melihatki bisa bertahan dari serangan itu, namun yang paling terkejut adalah Ricoris, wajahnya langsung pucat.
“aku menang...” kata ku sambil mengejek Ricoris.
“aku telah tertipu... Bodohnya aku, sialan” pikir Ricoris sambil memandangku.
“aku menang...” kata ku mengulanginya lagi.
“baiklah, kau menang..!! Tidak perlu mengatakannya dua kali... Akan aku beritahu alamatnya besok” kata Ricoris sambil pergi meninggalkan Colosseum, dia sangat marah.
Aku telah lelah berurusan dengan Ricoris, jadi dengan begini aku tidak akan pernah berurusan dengannya lagi. Setelah itu kami pun meninggalkan Colosseum, kami menjadi pemenangnya di grup C. Namun ternyata ada seseorang Player yang telah menungguku didepan Colosseum, setelah dia pertarunganku, dia langsung datang kesini dan terus menungguku.
“anu... White..” panggil Player itu dari belakang.
“hmm..? Bukankah kau adalah Lili..? Ada apa..?” tanya ku sambil melihat kebelakang.
“maaf, aku salah... Aku telah kalah melawan Dungeon King itu, tapi aku telah mencobanya lagi dan akhirnya aku bisa menang...” kata Lili menatapku.
“baguslah kalau kau sadar... Lalu..?” tanya ku.
“lalu.. Lalu aku tetap ingin menjadi anggota Party mu..!! Meskipun aku lebih lemah darinya tapi aku mohon..!! Biarkan aku bergabung denganmu..!!” teriak Lili sambil membungkukkan badannya.
“aku mengerti... Namun aku tidak bisa menyetujuinya, aku telah memutuskan hal ini dari awal jadi maafkan aku... Tapi tenang saja, kau bergabung lah kedalam guild ini, aku sering kesini jadi mungkin saja kau nanti bisa ikut bertarung bersamaku” kata ku sambil tersenyum.
“benarkah..!! Baiklah, mulai saat ini aku adalah anggota Guild ini..!!” teriak Lili senang.
“selamat kau dapat anggota baru... Dia akan berguna nantinya” kata ku kepada Elina.
“hem... Cewek baru lagi” sahut Elina dengan wajah cemberut.
“kau orangnya cemburuan ya” kata ku sambil tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Akhirnya hari ini pun berakhir dengan kegembiraan. Kemenangan guild Elina serta bergabungnya anggota baru, membuat guild Elina semakin kuat dan bersinar.