Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 85 : The Other Side


__ADS_3

“master... Master... Bangunlah” kata Jessie sambil menggoyang – goyangkan badanku.


“hmm..? Begitu ya, aku sudah tertidur berapa lama..?” tanya ku saat membuka mataku.


“baru 15 menit... Apakah master kelelahan...? Bagaimana kalau aku memijat tubuhmu..?” tanya Jessie khawatir.


“hoaam... Tidak perlu, apakah yang lain sudah kembali..?” tanya ku sambil mulai bangun dan duduk disebelah Jessie yang menghadap kelautan kabut.


“belum, wanita tadi berkata kalau dia akan menyusul mereka” kata Jessie dengan wajah cemberut.


“kenapa kau tidak menyebutkan nama mereka..?” tanya ku spontan.


“baiklah, hari ini kita akan kemana..?” tanya Jessie bersemangat.


“siapkan lah hatimu karena mungkin saja kau akan terkejut...” jawab ku yang juga bersemangat.


“oh, baik – baik... Aku sudah siap...” sahut Jessie.


“tumbang... Sebelum itu, biarkan nyawaku kembali penuh dulu...” kata ku sambil membaringkan tubuh dan tidur diatas pangkuan Jessie.


“ma-master... Ke-kenapa..?” tanya Jessie terkejut, wajahnya memerah.


“sudah aku bilangan kan..? Siapkan lah hatimu, kau mungkin akan terkejut... Haaah... Tubuhku sangat lemas saat ini” jawab ku.


“hehe...kalau seperti ini, mau bagaimana lagi... Dan master terlihat seperti seekor kucing yang sedang malas – malasan” kata Jessie sambil tersenyum menatapku.


“kau pernah bertemu dengan kucing..?” tanya ku.


“tidak, tapi aku pernah mencari di Internet...” jawab Jessie.


“bagaimana bisa begitu..?” tanya ku sedikit terkejut.


“yah, selama sistem memperbolehkan maka aku bisa melakukannya...” jawab Jessie dengan mudah.


“hah... Kau sulit dimengerti” keluhku sambil kembali bangun.


“apakah sudah baikan sekarang..?” tanya Jessie.


“sedikit” jawabku singkat.


Tiba – tiba Jessie langsung menarik ku kembali ke pangkuannya. Aku pun terkejut saat itu, aku tidak mengerti bagaimana bisa Jessie menjadi seperti ini, dia sekarang lebih berani, meskipun saat aku menatapnya, wajahnya pun langsung memerah.


“sampai master kembali pulih... Tetaplah seperti ini...” kata Jessie malu – malu.


“kau membuatku terkejut saja... Tidak aku sangka kau lebih berani sekarang, tapi melihatmu yang malu – malu... Kau terlihat sangat manis” kata ku sambil tersenyum menatap Jessie.


“a-apa yang master bicarakan...!! Aku tidak semanis itu kok... Tolong berhentilah menatapku seperti itu, aku sangat malu...” kata Jessie sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“haha... Tapi berkatmu, aku kembali bersemangat lagi... Kejutkan aku lagi kalau aku kembali seperti ini ya” kata ku sambil kembali bangun.


“hemm.. Aku akan menganggap kalau master tidak mengatakan kalimat yang terakhir” kata Jessie dengan wajah cemberut sambil memalingkan wajahnya.


“baiklah, selanjutnya kita langsung berangkat menemui nya” kata ku bersemangat.

__ADS_1


“menemui... Nya..?” kata Jessie kebingungan.


“ingat, kita akan menuju tempat yang berbahaya, jadi jangan tunjukkan sifat lemah mu...” kata ku dengan wajah serius.


“baiklah, aku mengerti” sahut Jessie.


Kemudian kami pun langsung berangkat kepusat kota, kami menggunakan portal menuju kota keempat. Kami memasuki wilayah perumahan elit yang ada disana. Aku pun menghentikan langkahku ketika aku melihat sebuah rumah yang berwarna putih dan didepannya tertulis “jangan cari dan jangan masuk”.


Kami pun langsung masuk kedalam rumah itu. Meskipun aku menyebutnya rumah, namun sebenarnya ini adalah markas dari sebuah guild. Dari luar, rumah ini berwarna putih namun ketika berada didalam maka akan terlihat sisi lain nya, tempatnya sangatlah gelap.


Semua orang yang berada disini memiliki tatapan yang sangat tajam. Mereka terlihat sangat kuat dan sepertinya mereka sangat tidak bersahabat dengan Player selain anggota guild ini.


“eeh...!! Bukannya ini adalah White..?” tanya seseorang.


Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena tempatnya memang benar – benar gelap, namun dari suaranya, dia adalah perempuan.


“oh, kau mengenalnya ya PG...” kata seorang laki – laki.


“ya, aku mengenalnya... Lagi pula kau siapa..!!” teriak wanita itu.


“hahaha... Kau selalu bersemangat seperti biasanya ya...” kata laki – laki itu.


“lalu, kenapa kau berada disini..? Apa jangan – jangan kau mau bergabung dengan kami..?” tanya perempuan itu.


“emm... ahh... Siapa..?” tanya ku.


“bwahaha... Anak itu lucu juga... Hahaha” teriak seseorang lagi.


“sial..!! Lihat aku dengan jelas..!! Aku adalah Player yang pernah bertarung melawan DE dikota kedua..!!” teriak wanita itu.


“dia..? Kau sudah tahu dia siapa..?” tanya PG balik.


“kakakku... Aku ingin bertemu dengannya... Ini penting” jawab ku.


“hah... Aku mengerti, dia ada didalam sana... Masuk saja” kata PG sambil menunjuk sebuah pintu.


“baiklah...” kata ku sambil mulai berjalan.


“sekedar mengingatkan... Buka pintunya dengan keras dan berteriak lah ketika mencarinya, disana sangat berisik” kata PG.


“Terima kasih... Bu Suzue...” kata ku sambil terus berjalan meninggalkannya.


“ah..!! Hancur... Hancur sudah hidupku...” kata bu Suzue yang terkejut saat aku mengatakan namanya.


Aku dan Jessie pun langsung menuju tempat itu. Tidak ada hal yang aneh saat kami berjalan, namun ketika kami hampir mencapai pintunya, tiba – tiba 3 Player menghadang kami.


“Siapa kau..? Kenapa kau kesini..?!” kata seorang Player dengan tatapan mengintimidasi.


“White... Mencari DE” jawabku singkat.


“hmm..? Lalu..?” tanya Player itu lagi.


“haaah... Jangan cari dan jangan masuk” jawabku dengan mudah.

__ADS_1


“... Baiklah, silahkan masuk... Dobrak dan berteriaklah” kata Player itu sambil meninggalkan pintunya.


Aku pun terus melirik player itu ketika berjalan meninggalkan kami. Player itu pun memberitahu yang lainnya sambil sedikit tertawa, kemudian suasananya langsung hening.


*Braakk.... Suara pintu yang aku dobrak.


“Aku mencari DE..!!!” teriakku sangat kencang.


*Bwahahaha.... Suara tawa semua Player yang berada diluar.


“dia benar – benar melakukannya... Haha” teriak Player tadi.


Aku pun terkejut saat itu, ternyata aku sedang dikerjai.


“DIAM..!!” suara teriakkan yang sangat keras membuat suasananya kembali hening.


“dasar sialan..!! Kubunuh kalian semua..” gumam Jessie.


“hentikan itu” sahut ku dengan tenang.


Aku melihat ada 5 Player yang sedang duduk disebuah kursi, namun anehnya disana ada 1 kursi yang tidak terisi. Sebuah layar besar berbentuk 3D berada diatas meja bundar depan mereka. Meskipun samar, aku dapat melihat wajah mereka dari kejauhan karena bantuan sinar dari layar itu, 2 pria dan 3 wanita.


“siapa kau..? Apakah yang lainnya tidak memberitahumu kalau kami sedang mengadakan rapat..?” tanya seorang Player yang berada didekat kursi kosong itu.


“kalau mereka telah memberitahuku, mana mungkin aku melakukan hal ini” jawab ku sambil menutup pintunya.


“kenapa kau menutup pintunya..? Apa mau mu..?” tanya Player itu.


“aku mau berbicara dengan DE” jawab ku.


“hei, dia mencarimu... Selesaikan dengan cepat” kata Player itu.


“hoo... Ada apa..? Adik kecilku” tanya kakakku.


“seperti biasa... Bantu aku dan aku akan membantu mu” jawab ku dengan tatapan serius.


“menarik... Tapi tidak perlu sampai sejauh itu, aku akan menunggumu diluar” kata kakakku sambil berjalan menuju pintu dibelakangku.


“itu mudah... Jessie, ikuti dia” kata ku.


“kau meremehkan kami..?” tanya kakakku saat melewatiku.


“aku hanya takut kalau kau kabur, itu saja” jawab ku.


“kau bisa mencariku kan dirumah..? Tapi, ya sudahlah...” kata kakakku sambil membuka pintunya.


“hah... Pertarungan lagi ya, aku kira ini akan lebih mudah karena dia kakakku...” pikirku sambil menghela nafas.


“KALIAN..!! waktunya bersenang – senang” teriak kakakku kepada semua anggota Guild nya.


“yeahh...!!” teriak semua Player.


“baiklah, pertama adalah... Benar, menghadapi mereka dulu dan kemudian yang berada diluar... Sial..!! Setidaknya carilah lawan yang selevel dengan ku” pikirku.

__ADS_1


Didalam ruangan tempatku berada, yaitu ruangan rapat, ada 4 Player berlevel sekitar 400 dan diluar ruangan ada setidaknya sekitar 30 Player berlevel antara 300 – 400. Sekarang levelku masih baru mencapai level 300 dan aku masih belum mengambil Awakening tingkat ketiga, dengan peluang kemenangan yang sangat rendah, akankah aku bisa keluar dari sini..?


Ini adalah sebuah simulasi dari Event Heaven’s Castle.


__ADS_2