
“sekarang... Waktunya ronde kedua”
Kemudian aku pun memejamkan mataku dan mulai merasakan hawa keberadaan musuh. Kedua familiar itu mulai berjalan mengelilingi ku, mereka sedang mencari titik lemahku. Setelah mereka menemukan titik lemah ku mereka pun langsung menyerang, saat itu langsung membuka mata ku.
Hal yang tidak terduga terjadi, tiba - tiba aku berada didalam sebuah ruangan gelap dan bergaris biru, ini sama seperti yang dulu ada didalam mimpiku saat bertemu dengan kakek Sair. Aku bisa melihat semuanya, struktur dari ruangan ini, para familiar itu dan juga Jessie serta yang lain.
“jadi begitu, aku mengerti... Mereka bukanlah familiar, tapi mereka semua adalah bos nya... Itu menjelaskan semuanya, sedari awal aku memang sudah berhadapan dengan 2 bos langsung, itulah mengapa setelah menyerang Bella, tiba – tiba mereka sudah muncul dibelakang Jessie...” pikirku dengan tenang.
Kemudian aku pun berusaha untuk menghindari serangan mereka, aku mengunakan semua kecepatanku untuk bisa menghindari serangannya.
*BOOOM... Suara ku yang terbentur tembok.
“apa itu tadi...?!” tanya Elina terkejut.
“master..!!” teriak Jessie sambil melihat ku.
“jadi begitu... Tidak hanya penglihatanku, namun kecepatanku juga meningkat sangat drastis... Sepertinya aku mendapatkan skill curang ya...” kata ku sambil kembali berdiri menahan sakit.
Elina pun terkejut saat melihatku yang tiba – tiba sudah berada di pembatas arena.
“hei... Bukankah dia tadi berada disana..?” tanya Elina sambil menunjuk kearah kedua bos yang aku lawan tadi.
“aku juga baru sadar kalau dia sudah berada disana” jawab Bella terheran – heran.
“jadi informasi tentangnya hampir semua nya salah... Memanggil familiar yang dapat meregenerasi HP jika diserang... Cukup menarik jika benar begitu, namun ternyata bos yang aku serang itu bertukar tempat dengan bos yang lainnya, itulah kenapa HP nya kembali penuh... Cara yang cerdik untuk mengelabuhi musuh...” kata ku sambil sedikit tersenyum.
“apakah dia mengatakan sesuatu..?” tanya Elina saat melihatku.
“entahlah, aku juga tidak mendengarnya” jawab Bella.
“hmm..?” kata ku sambil melihat Lili yang sedang terdesak.
“hei...!! Kalian berdua jangan hanya diam saja, cepat bantu kami..!!” teriak Lili yang semakin terdesak.
“ah..!! Maafkan kami” sahut Elina.
Elina pun segera mengarahkan busurnya ke bos yang sedang bertarung melawan Lili, namun saat dia mau melepas anak panah nya, tiba – tiba aku muncul didepan bos itu dan menghalangi bidikan Elina.
“tunggu, apa..!!” teriak Elina yang terkejut.
“eh..!! Bagaimana bisa..!!” teriak Lili saat tiba – tiba aku berada disampingnya.
Aku pun langsung menendang bos itu hingga terpental mengenai kedua bos yang melawan ku tadi. Kemudian aku juga membantu Jessie, aku memegang kepala bos itu lalu melempar nya kearah kumpulan bos tadi.
“master...” kata Jessie sambil menatapku.
“kecepatan macam apa itu..?!” tanya Lili.
__ADS_1
“kau... Berapa persen damage yang bisa kau berikan kepada semua bos itu..?” tanya ku sambil menatap Elina.
Elina pun masih terkejut saat itu, dia pun tidak bisa langsung menjawab pertanyaanku.
“apakah aku harus mengulanginya lagi..?” tanya ku.
“si-siapa kau sebenarnya..?” tanya Elina sambil menatapku.
“Hideo... Katsuda Hideo yang sebenarnya” jawab ku sambil kembali menatap bos itu.
“sebenarnya...? Apa maksudmu itu...?!!” tanya Elina.
“jawab saja pertanyaanku... Kita tidak punya lebih banyak waktu lagi” sahut ku.
“sekitar 50%, namun jika aku didukung oleh skill Bella mungkin bisa mencapai 70%, tapi aku butuh waktu setidaknya sekitar 1 menit...” jawab Elina.
“itu sudah cukup... Akan aku beri waktu 1 menit, mulailah sekarang... Oh iya, kau tembak saja lurus kedepan, aku akan mengatur sisanya...” kata ku sambil mulai berjalan menuju kumpulan bos itu.
“setelah ini selesai, aku harap kau mau menjelaskannya... Ayo Bella, kita mulai” kata Elina menahan emosinya.
“aku mengerti” kata Bella sambil mulai memberikan skill dukungan kepada Elina.
*tak... tak... tak... Suara langkah kaki ku yang memecah keheningan saat itu.
“master tunggu..!!” teriak Jessie menghentikan langkahku.
“biarkan kami membantu... Kami berdua adalah Player dengan Role Assassin jadi lebih mudah jika kami ikut membantu” sahut Lili dengan nada serius.
“beban” kata ku singkat.
“hah..? Apa..?” tanya Lili.
“lebih baik kalian tetap disini melindungi mereka berdua... Kalian hanya akan menghambat ku” kata sambil kembali berjalan.
“beban..? Mengganggu..? Omong kosong..!!” teriak Lili sambil berlari kearahku.
“kau tidak paham ya...” kata ku sambil terus berjalan.
Lili pun terus berlari mengerjarku, namun anehnya dia tidak bisa mengapaiku meskipun aku hanya berjalan. Dia terus berusaha mengerjarku namun tetap saja jarak kami tidak berubah sedikitpun.
“kenapa..!! Kenapa aku tidak bisa mengejar mu..!!” teriak Lili yang mulai putus asa.
“sadarlah... Ini adalah jarak kita berdua saat ini” sahut ku sambil menatap Lili sebentar kemudian kembali menatap kedepan lagi.
“master..!!” teriak Jessie.
“kau pun juga sama” sahut ku.
__ADS_1
“baiklah... Aku mengerti... Master” kata Jessie sedih.
“tenang saja... Percayalah kepadaku... Segera setelah ini selesai, aku akan memberitahumu” lanjutku.
Jessie pun terus menatapku saat itu, meskipun aku mengatakan kata – kata yang cukup kejam, dia masih terus menunggu dan mempercayai ku. Tiba – tiba aku menghilang dari pandangan nya, tangannya ingin menggapaiku namun dia menahan nya.
“aku harus semakin kuat... Untuk bisa tetap berada disisi mu...” kata Jessie sambil menggengam tangannya.
Saat itu aku langsung menyerang bos itu satu persatu, dengan kecepatanku yang meningkat, aku terus berusaha untuk mengurangi HP mereka agar bisa langsung kalah dalam satu serangan milik Elina.
“40 detik sampai Elina siap... Tinggal 3 musuh yang harus aku kurangi HP nya” pikirku.
Kecepatanku pun membuat mereka semua terkejut, aku terlihat seperti sedang berteleportasi dengan sangat cepat. Tiba – tiba muncul didepan bos itu lalu menyerang dan kemudian menghilang menuju bos yang lain nya.
“30 detik... Tinggal 2 musuh...” pikirku.
Aku pun terus meningkatkan kecepatanku, bos itu pun juga ikut bergerak, mereka langsung berubah menjadi asap dan pergi kedalam kegelapan, namun karena skill milikku, aku dapat melihat mereka dengan sangat jelas, mereka ternyata mempunyai inti saat berubah menjadi asap. Aku pun langsung menghancurkan inti mereka satu persatu saat berubah menjadi asap.
“10 detik... Hanya tinggal satu langkah terakhir” pikirku.
Aku bergerak semakin cepat, untuk mengakhiri pertempuran, aku harus membuat posisi mereka sejajar menjadi satu garis lurus dengan serangan Elina. Seiring berkurangnya waktu, kecepatanku semakin cepat, tanpa perlawanan yang berarti akhirnya aku berhasil membuat mereka sejajar.
“3.. 2.. 1.. Sekarang..!!” pikirku sambil bergerak menjauh.
“ENCHANT ARROW : ARROW OF THE END..!!” teriak Elina melepaskan anak panahnya.
Anak panah itu melesat langsung menuju keempat bos itu. Mereka sekarang tidak bisa berubah menjadi sebuah asap karena aku telah menghancurkan inti mereka saat menjadi asap tadi. Untuk menghindari kemungkinan kalau mereka masih hidup, aku pun mengurangi HP mereka sampai tersisa 60%.
Akhirnya mereka pun terkena serangan itu, tidak ada yang tersisa saat itu, mereka langsung lenyap. Elina dan yang lainnya pun berteriak saat itu, mereka sangatlah senang, Jessie juga melakukan hal yang sama meskipun aku merasa kalau itu hanyalah sebuah akting.
“semuanya... telah berakhir...” kata ku sambil kembali menyarungkan pedangku.
*Deg... Dug... Tiba – tiba rasa sakit muncul didalam kepala ku, aku pun memegang kepalaku dan berusaha menahan rasa sakitnya.
“master...” kata Jessie menghampiriku.
“ah... Maaf ya... Tidak untuk saat ini” kata ku sambil tersenyum dan menekan tombol Log Out.
Aku tidak ingin membuat mereka khawatir jadi aku memutuskan untuk langsung Log Out.
“aaagghhhh..!!” teriakku kesakitan.
*Slaapp... Suara pukulan kakak, setelah itu aku pun langsung pingsan.
“sudah aku duga... Hal ini pasti akan terjadi lagi” kata kakakku sambil menatap ku.
Kakakku pun kemudian membaringkanku kembali lalu menyelimutiku. Sambil berjalan keluar, kakakku terus berpikir, apa yang sebenarnya terjadi kepada nya..? Apakah sebuah kutukan atau sebuah penyakit..?. Semuanya hanya dia yang tahu jawabannya.
__ADS_1