Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 14 : Mysterious Place


__ADS_3

“baiklah karena pertandingannya berakhir seimbang dan Player yang bertarung tidak menerima hasil seimbang maka duel akan diulang... Untuk yang bertarung semoga beruntung..!!” kata Fiola.


“kita ulang lagi..!!” kata Phantom Girl.


“tentu saja..!!” kata DE.


“MULAI HITUNG MUNDUR YA..!!!” teriak mereka berdua.


“5...4...3...2...1... START..!!!” teriak semua penonton.


Pertandingannya dimulai lagi, kali ini mereka langsung mengeluarkan semua kekuatan mereka diawal pertandingan.


“huh.. Ini membuang – buang waktu ku...” pikirku.


*Ting...


“hmm ada pemberitahuan apa ini..? Hmm... Event dikota kedua ya... Pas sekali aku juga bosan duduk disini terus, lebih baik aku baca ini saja” pikirku.


Event kota kedua kali ini akan dimulai 4 hari lagi. Peraturan untuk mengikuti Event kali ini adalah semua Player yang mengikuti Event kali ini hanya berasal dari kota kedua dengan level minimal adalah level 150 – level 200, didalam Event semua Player bertarung secara individu, setiap Player yang mengikuti Event akan diberi sebuah bola kristal setiap 1 jam dengan durasi Event adalah 6 jam, setiap dapat menyerang dan mencuri bola kristal lawan, tidak ada larangan untuk mengambil bola kristal milik lawan, setiap Player yang telah kalah 3 kali dalam Event akan langsung dikeluarkan dari Event dan Player yang mempunyai bola kristal terbanyak adalah pemenangnya.


“harus cepat – cepat naik level nih... Aku harus pergi dari sini.. Tapi sepertinya pertandingannya akan berlangsung lama...” pikirku saat melihat pertarungan kedua Player itu.


“sial kenapa kau tidak menyerah saja...!!” teriak DE sambil terus menyerang.

__ADS_1


“kenapa tidak kau saja..!!” sahut Phantom Girl.


Pertarungan antara Desert Eagle dan Phantom Girl sangat lah dahsyat. Semua penonton yang berasal dari kota kelima bahkan sampai terkagum – kagum.


“sudah aku duga... Aku akan bertaruh meskipun mereka akan bertarung kembali hasilnya akan tetap seimbang... Lebih baik segera cari cara untuk keluar dari sini...”


Aku mencari cara agar bisa keluar dari ruangan itu namun semuanya gagal, aku berusaha menghancurkan ruangan itu dengan semua kekuatanku namun tidak berhasil, aku mencoba keluar dengan teleportasi tapi juga gagal.


“ahh.. Tidak ada harapan... Sepertinya aku akan tetap disini selamanya... Tapi anehnya saat aku mencoba berteleportasi aku samar – samar melihat ada sebuah tempat yang misterius, apakah jangan – jangan aku bisa keluar ke sana tapi tempat itu terlihat sangat nyata ..?” Pikirku.


Sementara aku menunggu waktu mundur itu habis aku melihat lagi pertarungan mereka berdua. Namun saat aku melihat dibagikan para penonton aku melihat seseorang yang aku kenal dulu.


“bukankah itu... Balton... Si pengkhianat sialan...!! Aku akan menghancurkan pengkhianat seperti mu nanti..!! ” teriakku.


“silau sekali... Dimana ini...? Semuanya terasa nyata... Cahaya matahari dan angin yang menyejukkan ini... Ini sama seperti sebelumnya... Akan aku coba melihat Map nya saja... “ kata ku.


Tempat yang sangat luas, sejauh mata memandang aku hanya melihat rerumputan, tidak ada hewan yang terlihat. Saat aku mencoba melihat Map, Map nya terlihat rusak dan ada sebuah tulisan diatas Map yang berarti tidak diketahui (Unknown).


“lagi – lagi tidak diketahui... Sangat aneh” Pikirku.


Aku pun memutuskan untuk kembali ke kota. Sejak saat aku kembali hati ku terasa sangat gelisah, ada apa ini. Aku merasa kalau akan terjadi hal yang sangat besar dan mengerikan disana nantinya. Selama aku dikota aku terus berpikir tentang hal itu.


“ahh... Aku pusing memikirkan hal itu terus... Labih baik aku menaikkan levelku saja” pikirku.

__ADS_1


Untuk kembali menenangkan pikiranku dan melupakan kejadian itu, aku mengambil sebuah misi, misinya adalah untuk mengambil sebuah sisik emas yang dimiliki oleh buaya monster didanau yang penuh dengan monster. Meskipun aku berusaha melupakan kejadian saat itu dengan cara aku bertarung melawan para monster tapi tetap saja pertanyaan – pertanyaan aneh muncul didalam kepalaku. Hingga tanpa sadar aku telah melawan bos monster itu, aku terkena serangan karena aku terlalu banyak melamun. .


“aghhhh...” teriakku saat terkena serangan.


“sial.. Ini bukan waktunya untuk melamun..!! SWORD OF CALAMITY RELEASE... SPEED BOOST ON..!!” teriakku.


Aku berlari mendekati monster itu, menyerang dibagikan kakinya lalu saat monsternya lengah langsung incar matanya.


“lihat kemana kau... Aku ada disini..!! Lightning Judgment..!!” teriakku menyerang kepala bos monster itu. (Lightning Judgment merupakan Skil tingkat tinggi yang baru saja aku dapatkan, Skil ini memanggil sebuah petir yang sangat besar, mempunyai kerusakan yang sangat besar dan mampu melumpuhkan target meskipun hanya sesaat, kekurangannya Skil ini adalah serangan yang digunakan hanya dapat menyerang satu target secara acak dan memerlukan tenaga yang sangat besar untuk menggunakannya, sekarang aku hanya bisa menggunakan sekali dalam pertempuran).


Aku menggunakan Skil tingkat tinggi ini tepat dikepala monster itu, namun meski kerusakan yang diciptakan sangat besar namun itu tidaklah cukup untuk mengalahkan bos monster itu.


“sekarang aku berada dipunggung mu apa yang akan kau lakukan...!! Awakening tingkat pertama RELEASE..!!” teriakku.


Aku menggunakan awakening tingkat pertama dan menyerang punggung monster itu dengan cepat. Monster itu berusaha menjatuhkanku dengan berguling namun aku menyadarinya dan seger melompat keatas dari punggungnya. Ketika melompat aku melihat monster itu sudah bersiap menyerang dengan menggunakan mulutnya, dia sudah membuka mulutnya lebar – lebar, tapi itu tidak akan membuatku takut, aku menggengam kedua pedang ku dan berputar dari atas untuk langsung menyerang kedalam mulutnya.


“Tempat apa itu..? Kenapa aku bisa ada disana..? Perasaan aneh apa itu..?” Pikirku.


“Sial lagi – lagi aku teringat hal itu... Sekarang bukan waktunya untuk berpikir hal itu namun sekarang ini adalah waktunya kita akhir sampai disini..!!” teriakku mengakhiri pertarungan itu.


Akhirnya pertarunganku selesai namun aku tetap tidak bisa melupakan kejadian itu, mungkin nanti aku akan menyelidikinya, lalu aku mengambil sisik dari buaya itu lalu kembali ke kota kedua. Setelah itu aku menyerahkan sisik itu dan misinya telah berakhir, kini aku sekarang sudah level 120.


“oh... Aku baru ingat hasil pertarungan DE dan Phantom Girl bagaimana ya..? Sepertinya aku besok harus menghindar dari mereka berdua saat sedang bermain game” pikirku.

__ADS_1


Hari ini telah berakhir, tujuanku besok adalah meningkatkan levelku sampai level 150, namun sebelum itu aku besok juga harus pergi kesekolah. Aku tidak akan khawatir jika bertemu kakakku atau bu Suzue karena mereka pasti tidak mau rahasia mereka terbongkar.


__ADS_2