
Aku pun membawa Jessie menuju rumah dengan menggunakan teleportasi. Sesampainya dirumah aku langsung menurunkan Jessie, namun saat dia sudah turun dia malah memelukku dari belakang.
“master kau yudak membenciku kan..?” tanya Jessie yang sekarang sudah sedikit tenang.
“aku membenci orang yang cengeng... Memang benar jika kita melakukan sebuah kesalahan kita harus meminta maaf, tapi jangan terus – terusan meminta maaf... Aku juga membenci seseorang yang seperti itu” kata ku dengan tenang.
“jadi sekarang ini...” kata Jessie dengan pelan.
“jadi sekarang ini berhentilah bersedih... Jangan sedikit – sedikit meminta maaf... Dan jangan buat aku membenci mu, meskipun aku tidak mau sampai seperti itu” sahut ku.
“umm... Baiklah master...” kata Jessie yang semakin erat memelukku.
“kalau begitu...” kata ku sambil mencoba melepas pelukannya.
“master... Bolehkah aku memelukmu sedikit lebih lama lagi..?” kata Jessie.
“hah... Mau bagaimana lagi” jawabku.
Aku pun membalikkan badan dan membalas pelukan Jessie.
“ma..master..” kata Jessie terkejut.
“ini adalah hadiahmu untuk kerja kerasmu hari ini... Mulai besok agar kemampuanmu berkembang, aku secara pribadi akan melatihmu...” kata ku.
“melatihku..?” kata Jessie bingung.
“ya, bersiaplah aku tidak akan segan – segan lagi” bisik ku didekat telinga Jessie.
Jessie pun melepas pelukanku, badannya bergetar, wajahnya memerah dan tersipu malu.
“ba..baiklah” kata Jessie pelan.
“kalau begitu sampai jumpa besok...” kata ku sambil tersenyum.
“ya, sampai jumpa besok” kata Jessie sambil membalas senyuman ku.
Aku pun langsung Log Out. Lampu dikamarku masih menyala, aku melihat jam ku, ternyata sekarang sudah jam 10 malam. Kemudian aku pergi kedapur untuk makan malam, setelah itu aku langsung pergi tidur.
Disaat yang sama saat aku baru saja Log Out
“tidak... Aku tidak boleh seperti ini terus... Perasaan ini... Sekarang aku masih belum pantas untuk berada disisi master” kata Jessie dengan serius sambil mengepal kan tangannya.
__ADS_1
Kemudian Jessie pun langsung berangkat menuju ke Dungeon kota kedua sendirian. Saat dia berangkat dia selalu tersenyum disepanjang jalan, namun ketika ada Player yang mencoba menyapanya, dia tidak akan menanggapi nya, bahkan saat Player itu mencoba menghentikan langkahnya, ekspresinya tiba – tiba berubah.
Dia akan sangat marah ketika ada yang mencoba mengganggunya, tatapannya menjadi sangat mengerikan. Jessie bahkan tidak segan – segan untuk menyerang Player itu, meskipun sampai sekarang dia masih belum mendapatkan masalah, namun perlahan para Player yang telah menjadi korbannya mulai membicarakan dan menyebarluaskan tentangnya.
Jessie tidak mempermasalahkan hal itu, dan dia tidak menanggapi apapun yang dikatakan Player itu, bahkan saat Player itu berbicara tentangnya didepannya. Hal terpenting bagi Jessie adalah bagaimana caranya agar dia dapat disukai oleh masternya dan sebisa mungkin dia tidak ingin membuat masternya kecewa dan membencinya.
Ini adalah keseharian Jessie ketika masternya sudah Log Out.
Sekarang dia telah berada didepan pintu Dungeon, Jessie memejamkan matanya lalu mulai mengambil nafas dalam – dalam kemudian menghembuskannya.
“baiklah sekarang... Waktunya pembantaian...!!” kata Jessie sambil tersenyum.
Jessie mulai memasuki Dungeon, dia langsung menggunakan teleportasi menuju lantai kedua. Baru saja Jessie masuk kedalam, sekumpulan serigala langsung datang menyerangnya.
“akhirnya datang juga... Monster pertama dilantai kedua ini...!! Kemari lah dasar monster sialan..!!” teriak Jessie sambil mengarahkan senjatanya ke sekumpulan serigala itu.
Ketika para serigala itu mulai memasuki jangkauan serang Jessie, dia langsung menyerang serigala itu. Satu persatu serigala itu mulai dibantai, jika bukan didalam game mungkin Jessie sekarang sudah bermandian darah dari serigala itu.
“lemah... Lemah... Lemah...!! Dasar monster sampah..!!” teriak Jessie sambil terus menyerang.
Dengan cepat Jessie mengakhiri pertarungan itu. Kemudian dia langsung berjalan mencari monster lainnya yang berada dilantai itu. Setiap monster seperti serigala, orc dan goblin yang dia temui langsung dia bunuh.
“hah... Membosankan sekali melawan monster ini... Ngomong – ngomong dimana Guardian Floor nya..?” kata Jessie sambil melihat ke sekeliling.
“hah...? Hanya ada satu..? Ini akan membosankan, ayo ikuti aku mencari yang lain..!!” teriak Jessie sambil memancing Guardian Floor itu.
Fire Wolf itu terpancing dan mengikutinya sampai akhirnya Jessie bertemu dengan Guardian Floor lainnya, sekarang dia terkepung oleh 3 Guardian Floor lantai itu.
“beginilah seharusnya... Dengan begini aku bisa melampiaskam perasaanku saat ini..!!” teriak Jessie merasa senang.
Jessie pun langsung menyerang salah satu dari Guardian Floor itu, namun Guardian Floor lainnya langsung datang menyerang.
“Hahaha... Apakah kalian tahu master ku..? Dia sangatlah hebat hari ini...” kata Jessie sambil terus menyerang dan bertahan.
“... Aku bahkan bisa ditenangkan dengan mudah olehnya...” kata Jessie.
Jessie pun langsung menggunakan awakening tingkat pertamanya.
“... Meskipun aku gagal, aku tetap diberi hadiah olehnya... Kalian tahu apa hadiah itu..!!” teriak Jessie.
Jessie menyerang ketiga Guardian Floor itu dengan mudah.
__ADS_1
“... Sebuah pelukan...!! Jika gagal saja aku dapat sebuah pelukan, apa jadinya kalau aku berhasil...? Akankah dia akan menciumku... Ahhhh... Aku jadi malu” sambung Jessie.
“Groooww” teriak Giant itu.
“diam...!! Dengarkan aku berbicara..!!” sahut Jessie.
Dengan cepat Jessie langsung mencabik – cabik Giant itu dan seketika Giant itu mati.
“...ketika dia berbisik didekat telingaku dan berkata ‘aku tidak akan segan – segan lagi’ tiba – tiba jantungku berdetak sangat kencang... Seperti ini kah rasanya cinta...?” kata Jessie bahagia.
“aauuuu...” teriak Fire Wolf itu.
“sudah aku bilang untuk diam kan..?” kata Jessie dengan tatapan yang tajam.
Kemudian Jessie pun langsung membunuh Fire Wolf itu.
“... Ketika aku memeluknya tadi aku bahkan dibuatnya untuk terus memeluknya dan tidak ingin melepaskannya...” sambung Jessie.
“Grooww” teriak Guardian Floor yang terakhir.
“... Ahh aku ingin menjadi kekasihnya... Tidak aku ingin menjadi istrinya.. Aku bisa membayangkan bagaimana kami akan melakukan hal seperti itu setiap malam... Ahhhh... Sungguh luar biasa..” lanjut Jessie.
“Groooww” teriak Guardian Floor itu.
“sepertinya cukup sampai disini” kata Jessie.
Guardian Floor itu menyerang Jessie, namun dengan mudah Jessie menghindarinya, kemudian Jessie langsung memenggal kepalanya.
“hah... Masih terasa ada yang kurang... Baiklah selanjutnya adalah Floor King...” kata Jessie.
Jessie pun langsung menuju keruangan Floor King itu. Saat Jessie bertarung melawannya, Jessie terlihat tidak serius dan masih terus melampiaskan perasaannya. Hingga beberapa jam berlaku, dia masih bermain – main dengan Floor King itu, sampai akhirnya dia mengakhirinya.
“hmm..? Sepertinya master telah kembali, aku harus secepatnya menyambutnya... Memangnya berapa lama sih aku bermain – main disini..?” pikir Jessie.
Ssaat itu sekolahku sedang libur jadi aku bisa Log In lebih cepat dari biasanya.
“selamat datang kembali master” kata Jessie yang telah kembali dengan sangat cepat dari Dungeon.
“ah ya... Sepertinya hari ini kau sangat senang ya..? Apakah terjadi sesuatu padamu..?” tanya ku saat melihat Jessie.
“benarkah..? Master ternyata kau sangat memperhatikanku ya” jawab Jessie sambil tersenyum.
__ADS_1
Saat itu aku masih belum menyadari sifat asli dari Jessie dan tidak akan pernah tahu sampai akhirnya sesuatu hal yang tidak terduga nanti dimasa depan muncul, hal itu merupakan hal yang akan merubah hidupku nantinya.