
Hari ini pertandingan ku melawan Ricoris akan segera dimulai, kabar ini menyebar dengan sangat cepat hingga dalam beberapa puluh menit hampir separuh kapasitas colosseum diisi oleh para Player yang dulu pernah melihat pertarunganku dengan Ricoris.
Aku dan Jessie mulai memasuki arena, semua Player pun bersorak. Dulu ketika aku bertarung pertama kali melawan Ricoris, aku berhasil mengalahkannya karena dia melanggar perjanjian, namun karena Ricoris sangat licik, dia bisa memanipulasi perjanjian itu. Mungkin didalam pertandingan kali ini dia juga akan melakukan hal yang sama, tapi aku akan mengikuti permainannya lalu menghancurkan wajahnya.
“semuanya...!! Dengarkan aku, kalian masih ingat denganku kan..?” tanya Ricoris dengan gagahnya.
Semua penonton pun menanggapi pertanyaan Ricoris, kemudian Ricoris pun tersenyum kearahku sebentar lalu kembali melanjutkan kata – kata nya.
“itu benar aku adalah Ricoris... dan jika kalian selalu melihatku bertarung maka kalian seharusnya juga tahu siapa Player rendahan ini...!!” teriak Ricoris sambil menunjuk kearahku.
Semua penonton pun mulai berbisik, diantara mereka ada yang belum tahu siapa aku jadi mereka mulai bertanya – tanya. Sedangkan Jessie yang sedari tadi berusaha untuk tenang, kini dia sudah murka karena kata – kata Ricoris, Jessie mengeluarkan senjatanya dan bersiap untuk langsung menyerang Ricoris.
“apa yang akan kau lakukan..?” tanya ku sambil memegang senjata Jessie.
“master, aku ingin membunuhnya... Aku tidak bisa terus diam, dia telah merendahkanmu...!! Biarkan aku yang...” kata Jessie yang sangat marah.
“ayo kita duduk...” sahut ku sambil menatap Jessie.
“eh, tapi kenapa..?” tanya Jessie kebingungan.
“duduklah... Ini perintah” kata ku.
“aku tidak paham tapi baiklah...” kata Jessie sambil mengembalikan senjatanya dibelakang.
Meskipun dari ekspresinya dia masih marah namun akhirnya dia menuruti apa yang aku perintahkan. Aku pun menghela nafas panjang, kemudian ikut duduk disamping Jessie. Jessie pun menundukkan kepalanya, sambil memejamkan matanya dia juga menutup kedua telinganya dengan tangannya.
“Jessie, kau tahu kenapa aku... Woy dengarkan aku...” kata ku yang baru menyadari kalau Jessie menutup telinga nya.
Aku mencoba menepuk pundaknya, namun dia tidak mau meresponnya, dia sekarang dalam mode masa bodohnya.
“apa aku harus melakukan hal itu..? Aku belum pernah melakukannya tapi akan aku coba dulu...” pikirku.
Kemudian aku pun merebahkan diri dan tidur diatas pangkuannya, Jessie pun kaget, namun dia masih berusaha untuk tetap tenang.
“hmm..? Tidak ada respon..? Apakah aku gagal..? Sepertinya mengikuti apa yang biasanya karakter utama lakukan didalam game untuk kembali menyenangkan heroine nya adalah salah besar...” pikirku sambil kembali bangun.
Tiba – tiba Jessie memegang bajuku saat aku mencoba untuk bangun, kemudian dengan cepat menarikku hingga aku kembali tidur dipangkuannya.
__ADS_1
“ah...” kata Jessie yang terkejut dengan apa yang telah dia lakukan.
Jessie pun mencoba untuk menutup matanya dengan tangannya, namun dengan cepat aku langsung memegang tangannya. Mata kami saling bertatapan, detak jantung Jessie pun aku bisa merasakannya, Jessie pun langsung memalingkan wajahnya.
“dengarkan apa yang aku katakan... Aku tahu kau marah saat ini, tapi tenang lah... Aku diam bukan berarti aku tidak berani untuk membalasnya, aku lebih suka menghajarnya langsung dari pada berdebat dengannya” kata ku sambil memejamkan mataku.
“Begitu ya.. Aku mengerti” kata Jessie pelan.
Kemudian semua penonton yang melihat kami berdua pun bersorak, dan Ricoris pun melihat kearah kami dengan ekspresi tidak senang.
“hei...!! Ini bukan tempat untuk bermesraan...!!” teriak Ricoris.
“hmm sepertinya dia marah... Jessie pelajarilah, jika nanti kau berada disituasi sama seperti ini... Maka kau harus melakukan hal ini” kata ku sambil kembali duduk.
“hah..? Siapa yang menggonggong kearah kami..?” tanya ku sambil berpura – pura tidak melihat Ricoris.
Semua penonton pun langsung tertawa setelah mendengar kata – kata ku.
“Siapa yang kau maksud itu...!!!” teriak Ricoris sangat marah.
“oh ternyata kau ya Ricoris... Sudah selesai berpidato..? Sebenarnya jika kau ingin berpidato, disini bukanlah tempat yang cocok...” kata ku mengejeknya.
“bagaiamana kalau kau katakan saja apa taruhan kita sekarang..?” tanya ku dengan wajah tidak peduli.
“baiklah kalau itu mau mu...!!” kata Ricoris.
Jessie pun tersenyum kecil saat melihat aksi ku, dia kembali bersemangat. Kemudian Fiola muncul untuk menjadi juri dalam pertandingan kali ini, Ricoris pun sedang membicarakan peraturan pertandingan ini dengan Fiola.
“...jadi taruhannya jika aku yang menang maka aku akan mendapatkan sebuah item tingkat SSR milik wanita itu...” kata Ricoris yang menjelaskan kepada Fiola.
“Revisi...!!!” sahut ku dari kejauhan.
Ricoris, Fiola dan Jessie pun kaget karena tiba – tiba aku berteriak, tak terkecuali para penonton, mereka langsung diam beberapa saat lalu kembali berbisik.
“hei apa maksudnya ini..?! Kita sekarang sudah berada disini..!! Sudah terlambat untuk membatalkan taruhannya..!!”teriak Ricoris sambil melihat kearah kami.
“membatalkan..? Jangan bercanda... Kami memiliki 2 item tingkat SSR dan kami akan mempertaruhkan keduanya” kata ku sambil melihat armor yang dipakai Ricoris.
__ADS_1
“cih, baiklah kalau itu mau mu... Tapi taruhankau tidak akan berubah dan sepertinya kau masih menginginkan item sampah ini... Baiklah, tidak hanya armor saja... Akan aku berikan semua item yang aku pakai hari ini..!!” teriak Ricoris.
“oh begitu ya... Oke..!!” sahut Fiola penuh semangat.
Sambil memalingkan wajahku, aku pun tertawa kecil saat itu karena rencanaku telah berhasil.
“hmm..? Master kenapa kau tertawa..?” tanya Jessie saat melihatku.
“kau tidak dengar apa yang dia pertaruhkan tadi..?” tanya ku berbisik.
“tentu saja aku mendengarnya... Dia mempertaruhkan semua item yang dipakai hari ini kan..?” bisik Jessie.
“jadi apa artinya itu..?” tanya ku balik.
“jadi artinya jika kita menang semua item yang dia gunakan hari ini... Wah...!! Kau hebat sekali master...!!” teriak Jessie tiba – tiba.
“Hahaha ingatlah caraku ini” kata ku dengan sombong.
“baiklah akan aku catat kedalam memori khusus ku” sahut Jessie.
“aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan memori khusus mu itu, tapi sepertinya itu hebat... Jadi apakah kau sudah mengerti strategi apa yang akan kita gunakan..?” tanya ku sambil kembali berdiri.
“pisahkan lalu hancurkan masternya” jawab Jessie sambil ikut berdiri.
“Excellent” sahut ku.
“baiklah semuanya...!! Taruhan kali ini telah ditetapkan, peraturannya juga telah disetujui... Berarti sekarang adalah saatnya untuk...” kata Fiola penuh semangat.
“bertarung...!!!” sahut semua penonton.
“benar sekali... Semua Player bersiap – siap..!!” teriak Fiola.
Fiola pun melihat kearah kami satu persatu, aku dan Jessie pun mengambil ancang – ancang dan pandangan kami pun berfokus hanya kepada Ricoris. Wajah Ricoris terlihat sangat serius namun juga sedikit pucat, sepertinya dia sedikit menyadari apa rencana kami.
“kalian sudah siap..?!” tanya Fiola.
Kami semua pun mengambil nafas panjang – panjang kemudian langsung berteriak...
__ADS_1
“MULAI HITUNG MUNDURNYA...!!!”