
“selamat datang kembali master...”
Itu adalah kalimat yang aku dengar saat baru saja Log In dalam game. Aku pun hanya mengangguk, kemudian aku berjalan menuju sofa, Jessie pun mengikutiku dari belakang. Sama seperti kemarin, aku duduk disofa dan Jessie berdiri disamping ku, aku pun mencoba meliriknya beberapa kali namun ekspresinya dari kemarin tidak berubah, situasinya menjadi sedikit canggung.
Aku mulai berpikir, mungkin apa yang dikatakan Jessie kemari adalah benar, karena dia bahkan tahu kapan aku akan Log In, tapi aku tetap penasaran. Aku ingin mencoba berbicara dengannya, namun aku tidak tahu topik apa yang harus aku bahas, tapi aku akan tetap mencobanya, seperti hukum aksi dan reaksi mungkin nanti topik itu akan muncul dengan sendirinya.
“he... Hey...” panggil ku.
*Ting... Suara pemberitahuan sistem.
“master ada pesan...” kata Jessie yang masih menatap kebawah.
“ah.. Iya” kata ku.
“hah..? Selesai..? Gitu doang..?” Pikirku.
Aku pun melihat pesan itu, ternyata seperti yang dikatakan oleh Gama pesan itu merupakan pesan untuk para Player yang ingin mengganti ras, mereka hanya bisa menggantinya saat pesan ini masuk pada mereka. Aku pun mencoba melihat – lihat ada berapa banyak opsi ras yang bisa dipakai, pertama adalah ras yang dari awal sudah ada yaitu Ras Human, kemudian ras yang baru saja ditambahkan adalah Ras Elf, Ras Dwarf, Ras Demon, Ras Beastman dan yang terakhir Ras Android.
“Ras Android..? Hmm, coba aku lihat detailnya dulu” pikirku sambil menekan opsi Ras Android.
Didalam Ras Android, kita bisa mengubah sebagian atau pun seluruh anggota badan kita menjadi sebuah robot. Kita bisa menambahkan tangan atau pun senjata dibagian tubuh kita, namun gerakan mereka akan menjadi lambat dan serangan mereka menjadi monoton.
Disaat aku sedang fokus untuk membaca dan melihat – lihat berbagai pilihan itu, Jessie diam – diam terus menatapku. Wajahnya kebingungan, dia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepadaku namun karena permasalahan kemarin dia menjadi ragu – ragu dan takut kalau aku membencinya. Aku pun sadar kalau Jessie ingin mengatakan sesuatu, namun aku tetap diam dan berpura – pura tidak tahu.
“master... Bolehkah aku bertanya sesuatu..?” kata Jessie pelan.
“hmm.. Tanyakan saja, kalau aku tahu pasti akan aku jawab” kata ku yang masih fokus melihat pesan itu.
“tapi master jangan marah ya...” kata Jessie.
“oke” jawabku singkat.
“... Kalau begitu, apakah salah kalau aku memiliki perasaan..?” kata Bella menatapku.
“salah...? Itu bukanlah kesalahan hanya saja kau masih belum mengerti” kata ku.
“kalau begitu jelaskan kepadaku agar aku mengerti” kata Jessie.
Aku pun berhenti melihat pesan itu dan menatap Jessie.
“setiap makhluk hidup pasti memiliki perasaan, kau berkata kalau kau hidup dan aku mempercayainya” kata ku dengan serius.
“Begitu ya... Jadi master sudah mempercayai ku ya...” kata Jessie.
__ADS_1
“buang pemikiranmu yang seperti itu, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain... Kau diciptakan untuk menjadi milikku dan aku disini untuk memilikimu, selamanya akan terus begitu dan takkan pernah berubah” lanjutku.
Aku pun kembali membaca pesan itu.
“ya selamanya aku akan menjadi milikmu, melayanimu dan melindungimu adalah tugasku mulai sekarang” kata Jessie bahagia.
“apakah aku selemah itu hingga harus dilindungi oleh seorang wanita..?” tanya ku.
“bu.. Bukan begitu maksudku... Anu.. Emm..” jawab Jessie kebingungan.
“duduklah” kata ku.
“baik” jawab Jessie langsung duduk dilantai.
“berdiri” kata ku.
“eh.. Baiklah” kata Jessie kebingungan dan langsung berdiri.
“kau sekarang dilarang duduk dilantai, jika kau ingin duduk maka duduklah disofa atau kursi... Ini adalah perintah” kata ku.
“maafkan aku” kata Jessie lalu dia duduk disofa depanku.
“aku tahu, kau ingin melindungiku kan...? Kalau begitu aku juga harus melindungimu, dengan begitu kita berdua akan merasa aman” kata ku.
“ngomong – ngomong apakah kau ingat sebelum kau menjadi NPC..?” tanya ku.
“tidak, ingatanku hanya sejauh saat aku pertama kali membuka mataku dan saat itu aku sudah menjadi NPC” jawab Jessie.
“ohh... Kalau begitu apakah kau tahu kenapa levelku tiba – tiba naik padahal aku baru saja Log In..?” tanya ku.
“aku tidak terlalu mengerti, tapi saat itu aku merasa kalau aku harus melakukannya” Jawab Jessie.
“kalau begitu cara apa yang kau gunakan hingga levelmu bisa naik begitu cepat..?” tanya ku.
“aku hanya memperhitungkannya, pilihan yang mana yang mudah, cepat dan juga efisien” jawab Jessie.
“apa kau tidak merasa lelah..?” tanya ku.
“kalau stamina ku habis aku hanya perlu mengisinya kembali lalu aku melanjutkannya lagi... Begitu dan seterusnya” jawab Jessie.
“kau tidak bosan melakukan itu berulang kali..?” tanya ku.
“itu tidak pernah terpikirkan olehku” jawab Jessie.
__ADS_1
“Begitu ya” kata ku.
Kemudian aku pun menutup pesan itu, aku memilih untuk tidak mengubah ras ku dan tetap menjadi Ras Human. Aku menghela nafasku dan menatap kelangit – langit rumahku.
“master apa yang akan kita lakukan hari ini..?” kata Jessie yang sedari tadi melihatku.
“oh benar juga... Ikut aku” jawab ku sambil bangun.
Aku pun mengajak Jessie untuk menemui salah satu Player yang memiliki NPC sama seperti diriku. Secara kebetulan aku langsung bertemu dengan Inu dan Neko saat berada dikota kedua, mereka sedang membicarakan sesuatu dan terlihat kebingungan.
“punya waktu sebentar..?” tanya ku menghampiri mereka berdua.
“eh.. Bukankah ini White ada apa..?” tanya Inu balik.
“sepertinya kalian sedang kebingungan, aku akan membantu kalian dan kalian akan membantuku... Bagaimana..?” tanya ku.
Kemudian mereka berdua saling bertatapan sebentar lalu menganggukan kepala bersamaan.
“baiklah, pertama bagiamana menurutmu tentang penampilan kami..?” tanya Neko.
“bagus, kalian sangat cocok” jawab ku singkat.
“entah mengapa sepertinya kau memiliki maksud lain...” kata Neko memalingkan wajahnya.
“selanjutnya, bantu kami mencari rumah... Kau tahukan tentang fitur Update terbaru game ini..?” tanya Inu menatapku.
“oke” jawab ku singkat.
Aku pun membawa mereka ke Map baru yang telah ditambahkan dan membantu mereka membeli rumah. Didalam perjalanan aku menanyakan beberapa hal kepada mereka, apakah ada yang aneh belakangan ini sambil menatap tingkah NPC mereka berdua. Mereka berkata kalau tidak ada hal aneh yang terjadi, dari dulu sampai sekarang masih tetap sama. Aku pun juga berpikiran sama, saat aku mengawasi tingkah laku NPC mereka, keduanya memiliki sifat yang sama seperti Jessie dulu sebelum kejadian kemarin.
“cih... Menjijikan sekali” kata Jessie sambil menatap jijik kedua NPC itu.
“eh... Itu NPC mu kan..? Kenapa dia bisa ngomong begitu..?” tanya Neko yang sedikit terkejut.
Dengan segera aku membantah pertanyaan mereka.
“oh dia ya... Dia adalah saudara jauhku, mana mungkin NPC bisa berbicara seenaknya” jawabku sambil tersenyum.
“Begitu ya... Tapi tetap saja aku merasa aneh” kata Neko.
Sejak saat itu, pertanyaan – pertanyaan aneh dan tidak penting mulai muncul, untung saja aku berhasil menjawab semuanya. Setelah beberapa saat berlalu, mereka berdua akhirnya menemukan sebuah rumah yang mereka inginkan.
Kemudian aku berpisah dengan mereka, aku pun mengatakan pada Jessie untuk sementara jika ada orang yang bertanya, aku menyuruhnya untuk menjawab kalau aku adalah saudara jauhnya, untuk menghindari masalah yang tidak diperlukan.
__ADS_1