Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 15 : Elina Lawrence


__ADS_3

Pagi telah datang, aku membuka jendela kamarku, matahari bersinar masuk kedalam kamarku, udara sejuk menerpa ku, hari ini aku harus pergi ke sekolah.


“hoaam... Baiklah hari ini cukup ikut ujian lalu langsung pulang... Tapi aku terlalu malas untuk pergi, kenapa tidak diadakan ujian online saja...?” Pikirku.


“ayah... Kakak aku pergi ke sekolah dulu...” kata ku.


“tidak sarapan dulu...?” tanya ayah.


“aku terlalu malas untuk makan dipagi hari..” jawabku.


“begitu ya... Hati – hati dijalan” sahut ayah.


“hmm... Kakak bahkan tidak mau melihatku, mungkin dia marah karena kemarin... Ya sudahlah mau marah atau tidak yang terpenting itu tidak menggangguku” pikirku.


Aku pun pergi ke sekolah diantar dengan 2 mobil dan aku duduk dimobil kedua.


“ini terlalu berlebihan... Tidak biasanya ayah menyuruh banyak orang untuk mengawalku... Ada apa ini..?” Pikirku.


“berhenti...” kata ku.


“tapi tuan muda... Gerbang sekolahnya masih agak jauh” kata sopir yang mengantarku.


“jujur saja ini terlalu berlebihan... Tanyakan kepada ayah sebenarnya ada apa ini..? Dan apakah dia sudah meragukan kemampuan anaknya ini..?” kata ku saat keluar dari mobil.


Mobil yang ada didepan juga berhenti dan aku menghampirinya.


“kalian pulang saja, tidak perlu mengawalku.. “ kata ku.


“tidak bisa tuan muda... Ini adalah perintah dari kakak anda” kata salah satu orang dimobil.


“ternyata kakak ya... Sudahlah...” pikirku.


“baiklah tapi kalian tidak perlu menemaniku saat di sekolah... Tunggu saja diluar jika ada masalah aku akan menghubungi kalian...” kata ku.


“baik..” kata pengawal itu.


Aku kembali berjalan menuju ke sekolah, saat sampai di gerbang tiba – tiba ada seorang murid yang diantar dengan mobil.

__ADS_1


“wow mobil siapa itu... Bukankah itu mobil milik anak kepada sekolah... Milik bunga sekolah ini ya... Oh dan mobil yang ada dibelakangnya itu milik siapa..” kata para murid yang ada di sekitar gerbang sekolah.


“huh... Jangan – jangan..!! Oh bukan aku kira itu mobil para pengawal... Lalu dimana mereka, seharusnya mereka tidak jauh dari sekolah... Hmm hei..!! Kenapa kalian malah parkir di trotoar..?” Pikirku.


“ah ternyata milik pangeran sekolah ini... Iya itu mobil pangeran... Tampan sekali aku ingin tanda tangannya” kata para murid.


“itulah yang akan terjadi jika aku diantar sampai kedepan gerbang, hanya diantar pakai mobil saja bisa sampai seheboh itu apalagi jika aku masuk bersama pengawalku, aku pasti akan terlihat sangat mencolok disekolah” Pikirku sambil kembali berjalan.


“eh bukankah ini Hideo..!!” kata bunga sekolah itu menyapaku.


“hmm... “ aku pun melihat kebelakang.


“siapa dia..? Dari mana dia mengenaliku, aku bahkan tidak mengenalnya sama sekali... Ahh mungkin disini ada murid lain yang mempunyai nama sepertiku... Aku terlalu peka hari ini, ingatlah wahai diriku jika kau terlalu peka maka kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri” pikirku sambil kembali berjalan.


“Hideo... Oi Hideo..!!” panggilnya lagi.


“Hei orang yang bernama Hideo cepatlah muncul, seseorang mencarimu nih...” pikirku sambil tetap berjalan.


“hei kenapa kau tetap berjalan..? Berhentilah...” kata nya lagi.


“Katsuda Hideo..!! Baru tidak bertemu setelah beberapa hari kau sudah sombong ya...” kata nya lagi.


“sudah aku duga..” pikirku.


“hmm... Kau siapa..? Bagaimana kau bisa mengenalku..? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya..?” tanya ku.


“oh jadi kesombonganmu itu sudah sangat besar ya.. sampai – sampai kau tidak lagi mengingatku..” sahut nya.


“apa salahnya jika aku tidak tahu lalu bertanya..?” tanya ku.


“ugh... Rasanya seperti tertusuk pedang... Tapi baiklah akan aku ulang perkenalanku meskipun dulu sudah sih... Namaku adalah Elina... Elina Lawrence apakah kau mengingatnya..?” kata Elina.


“Elina... Hmm tunggu sebentar.. “ kata ku.


“dasar pria ini... Bagaimana bisa dia lupa dengan wanita secantik diriku... Lagipula siapa yang sedang dia telpon..?” pikir Elina.


“oh ternyata kau adalah Elina yang aku temui ditoko kue kan..?” tanya ku.

__ADS_1


“ohh ternyata kau masih mengingatnya ya...” kata Elina.


“tidak, sebenarnya jika aku tidak bertanya kepada pak tua pemilik toko kue dulu mungkin aku tidak mengenalmu” jelasku.


“pria brengsek...” kata Elina pelan.


“kau mengatakan sesuatu..?” tanya ku.


“ah tidak... Kau salah dengar mungkin” jawab Elina.


“begitu ya... Baiklah sampai jumpa” kata ku sambil kembali menuju kelas.


“Hei... Tunggu dulu.. Jadi kau adalah murid pindahan yang dirumorkan itu ya...?”sahut Elina.


“bukan, aku sedang sibuk sekarang... Mungkin kita bisa lanjutkan nanti.. “ kata ku.


“hey kalian lihat... Siapa pria itu? Murid pindahan... Mungkin, tapi dia mengenal bunga sekolah kita... Dia juga yang pertama pergi saat berbicara kepada bunga sekolah kita” kata para murid.


“dasar pria sialan..!!” pikir Elina marah.


“eh... Selamat pagi putriku yang cantik..!!” kata pangeran sekolah itu menyapa Elina.


“berisik.. Diam dan pergilah..!!” kata Elina marah.


“sebenarnya apa salahku” pikir pangeran sekolah itu.


Elina Lawrence adalah anak dari kepala sekolah saat ini. Dia memiliki darah campuran, ibunya berasal dari Jepang dan menjadi kepala sekolah disini, sedangkan ayahnya adalah orang Inggris dan sekarang masih bekerja diluar negri. Menjadi bunga sekolah saat baru pertama kali masuk ke sekolah reputasinya kini sudah mencapai puncaknya, siapa yang tidak mengenal dia disekolah ini, hanya orang bodoh lah yang tidak mengenalinya. Memiliki tubuh yang indah dan menggoda setiap laki – laki, wajahnya yang cantik bagaikan bulan yang bersinar, rambutnya berwarna pirang dan bergaya twintail, sifat nya yang sedikit tsundere membuat siapa saja ingin memilikinya. Kini dia bagaikan sebuah berlian yang tanpa henti bersinar dan kini berlian itu terjebak ditengah tengah bebatuan. Memang dia memiliki banyak penggemar tapi bukan berarti semua orang menyukainya, ada juga beberapa yang iri akan kepopulerannya.


“hanya orang bodoh lah yang tidak mengenalinya... Hei siapa yang membuat cerita seperti ini..?!! Dan juga jika kalian tahu kalau dia adalah seorang monster yang gila makan, bahkan dalam sekali makan dia bisa menghabiskan satu toko kue, itu perut apa sebuah waduk..? Selain itu kenapa sifat yang baik saja yang ditampilkan, bukankah dia itu sengaja ingin membuatku bangkrut dulu, setelah mengetahui kebenaran nya siapa yang menginginkan makhluk buas sepertinya... Meskipun kau berhasil menjinakkan seekor ular tapi itu bukan berarti kau mendapatkan sebuah jaminan kalau ular itu tidak akan mematuk kalian suatu hari nanti... Pahami itu sialan..!! Sudahlah sejak kapan aku mulai tertarik akan kehidupan orang lain...” pikirku.


Kini aku telah sampai dikelas ku.


“seperti sebelumnya mereka melihatku seperti murid pindahan, bukankah aku kemarin juga masuk..?” Pikirku.


“bro... Kau murid pindahan yang dirumorkan itu ya..?” tanya salah satu murid yang duduk didepanku.


“murid pindahan pala lu...!!” kata ku.

__ADS_1


__ADS_2