
Kini, tepat didepan mataku, aku dapat melihat sebuah bangunan yang cukup luas dan terbuat dari kayu. Ditambah dengan beberapa bunga yang mekar didepannya serta papan nama yang tepat berada diatas pintunya membuat suasana seperti berada didunia fantasi.
Meskipun baru beberapa minggu dibentuk, namun sekarang aku dapat melihat banyak Player yang keluar masuk disana. Tanpa basa – basi lagi, kami pun langsung berjalan kesana. Mereka pun memandangku, mereka berpikir kalau aku juga akan bergabung. Beberapa Player pun mencoba menghentikan kami dan bertanya kepadaku, aku pun hanya menjawab sekedar nya saja, kemudian mereka pun mengizinkan kami masuk.
*Ting... Suara lonceng yang berbunyi saat aku membuka pintunya.
Sebuah tatapan penuh kecurigaan dan pertanyaan pun tertuju kepada kami berdua. Tidak ada orang yang menyambut kami, tidak ada orang yang membantu kami, mereka semua hanya melirik sambil berbisik. Aku pun mengambil inisiatif, aku mendatangi salah satu dari mereka dan bertanya dimanakah pendiri guild ini, mereka pun langsung menunjukan kami tempatnya.
*Creekk... Suara pintu terbuka.
“bos, ada tamu” kata Player itu tepat setelah membuka pintunya.
“biarkan dia masuk” sahutnya.
Player itu pun memberikan kami jalan dan kami pun langsung masuk kedalam ruangan itu.
*Creekk... Suara pintu tertutup.
“jadi, apa yang membuat kalian... Kenapa kau berada disini...?!!” teriak Ricoris yang terkejut.
“oh, tidak aku sangka... Para master telah berkumpul disini”kata ku saat melihat ke sekeliling ruangan itu.
Aku melihat ada 8 Player yang berada diruangan itu. Mereka adalah Ricoris, Inu, Neko, Hiro beserta NPC nya masing – masing. Sekarang kelima pemenang, kelima master dan kelima Player spesial telah berkumpul.
“hallo, lama tidak bertemu” kata Neko sambil tersenyum kepadaku.
“kau terlihat sangat berbeda ya, sekarang” kata Inu saat melihatku.
“oh, jadi sekarang level mu sudah menyaingi kami ya... Lalu, apa tujuanmu datang kesini..? Apakah kau ingin bergabung..?” tanya Hiro sambil terus membaca sebuah dokumen.
“menarik...!! Ini sangat menarik..!! Kita akan lengkap kalau seperti ini” sahut Neko bersemangat.
__ADS_1
“ho... Itu boleh juga” sahut Hiro.
“kalian diam lah...!! Biarkan dia menjawabnya dulu” kata Ricoris sambil melirikku.
Akhirnya mereka pun diam, sekarang mereka pun memandangku dengan panuh harapan.
“hei... Mari bertaruh...” kata ku sambil tersenyum dan mengulurkan tanganku kepada Ricoris.
“hah...!! Apa yang kau mau sekarang...?!! Aku telah bersumpah untuk tidak bertaruh denganmu lagi..!!” teriak Ricoris yang sangat terkejut.
“cih, pecundang...” sahut ku merendahkan nya.
“me-meskipun kau berkata seperti itu, aku tidak akan pernah menerimanya” kata Ricoris menekan emosinya.
“oh, lalu bagaimana kalau aku membocorkan sebuah rahasia kecilmu...?” ancamku.
“Rahasia...!! Apa itu...?!” tanya Inu yang sangat bersemangat.
“hmm..? Ada apa denganmu..?” tanya ku yang terheran – heran sambil menatap Inu.
“jadi begitu... Lalu bagaimana..?” tanya ku memojokkan Ricoris.
“memangnya apa itu..?” tanya Ricoris menatapku tajam.
“siapa dirimu sebenarnya” jawab ku dengan nada serius.
“cih, katakan apa mau mu..?” tanya Ricoris mulai geram.
“sederhana, ikuti Event dan bantu aku sedikit...” jawab ku dengan mudah.
“baiklah, tidak perlu bertaruh, aku akan membantu mu... Lagipula aku juga harus berterima kasih karena kau tidak jadi mengambil akun ku..” kata Ricoris sambil menghela nafas.
__ADS_1
“oh, aku kira ini akan lebih merepotkan... Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu” kata ku sambil berjalan menuju pintu.
“apa maksudnya itu..?” tanya Neko kebingungan.
“tidak ada... Dan juga, lebih baik kalau kau pintar berakting...” sahut ku sambil melirik Ricoris sebentar.
*Creekk.. Suara pintu terbuka.
Saat aku membuka pintunya, aku melihat ada beberapa Player yang sedang menguping pembicaraan kami. Dengan wajah yang terkejut, mereka pun langsung pergi dan bersikap seperti tidak mendengar apapun. Aku tidak mempermasalahkan hal itu, namun sepertinya mereka yang didalam juga mengetahuinya, jadi akan aku serahkan kepada mereka.
Kemudian aku pun meninggalkan markas Guild itu dan langsung menuju rumah. Dengan begini, tahap awal dari rencanaku telah tercapai, meskipun prediksiku salah namun akhirnya juga dapat terselesaikan seperti yang aku rencanakan.
“sekarang, apakah kita akan pergi ke Dungeon..?” tanya Jessie setelah membuatkan teh untukku.
“tidak, aku harus mempersiapkan untuk besok, jadi untuk hari ini aku akan Log Out lebih cepat...” jawab ku sambil mulai berbaring.
“begitu ya, baiklah aku mengerti” sahut Jessie dengan wajah sedikit kecewa.
Aku merasa kasihan ketika melihat Jessie, jadi aku mengajaknya berbincang tentang diriku dulu. Bagaimana aku selalu membuat repot ayah ku ketika aku masih kecil dan hal – hal konyol yang pernah aku lakukan dulu. Jessie pun sangat antusias sejak aku mulai bercerita, dia tidak henti – hentinya tersenyum ketika mendengar kisah ku dulu.
Akhirnya setelah 1 jam lebih aku bercerita, kini aku memutuskan untuk mengakhiri nya dan langsung Log Out. Senyuman nya masih membekas bahkan ketika aku melepas perangkatnya, itu mengingatkan ku tentang adikku dulu, kisah yang tragis.
Aku pun segera bangun dan mempersiapkan perangkat ku. Aku berencana untuk pindah ke markas rahasia ku agar tidak ada yang mengganggu ku. Setelah semuanya siap, aku pun langsung berangkat, namun sebelum itu, aku mampir dulu ke sebuah toko untuk mengisi persediaan makanan ku.
Aku sudah memberitahu bu Haruna, ibunya Elina kalau aku tidak bisa masuk selama beberapa hari kedepan, aku meminta izin darinya dan dengan mudah dia langsung menyetujuinya. Aku juga telah memberitahu ayahku, namun aku tidak memberitahu ibu dan kakakku karena mereka pasti tidak mengizinkan ku untuk pergi.
Setelah itu aku pun langsung menuju markas rahasia ku. Tempat yang tenang dan damai bagiku, disana hanya ada kucing penjaga, Nemea. Karena aku memasang banyak perangkap agar orang – orang menjauhi tempat itu, aku pun memarkirkan motorku didekat pemakaman.
Sebuah pemandangan yang sama seperti terakhir kali aku datang, hanya saja sekarang sedikit berdebu. Kemudian aku memutuskan untuk membersihkannya lalu menambah persediaan makanan untuk Nemea juga.
Hari sudah semakin gelap, aku juga telah selesai membersihkan ruangan itu. Setelah aku merasa semuanya telah beres dan tidak ada lagi yang perlu dilakukan, aku pun memutuskan untuk langsung tidur, aku ingin bangun lebih pagi besok untuk segera menaikkan levelku.
__ADS_1
Note : untuk para reader yang belum tahu, karena proses editing nya masih belum jadi dan eps nya sudah sebanyak ini (untuk season ini kayak nya mau tamat) jadi aku kasih lihat dulu coretan karakternya seperti apa... Kalau mau tahu, lihat aja di Chapter 1 : New Player.
Sekian dan thanks telah setia membaca novel ku, jangan lupa like dan sarannya, see you later...