Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 79 : Appear


__ADS_3

Sekarang bos itu tiba – tiba sudah berada dibelakang Jessie, Jessie pun menyadarinya ketika aku menatap kebelakang nya. Bos itu pun langsung menyerang Jessie namun serangan itu dengan mudah bisa dihindarinya, lalu Jessie pun membalas serangan nya.


“master..!! Kita lakukan seperti yang tadi...” kata Jessie sambil menatapku yang sedang berlari mendekat.


“tentu saja... SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!!” teriakku saat jarak kami mulai menciut.


“DRAGON SLASH STREAK..!!” teriak Jessie menyerang monster itu.


“ini dia... SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!!” teriakku sambil ikut menyerang.


Tidak lama kami menyerang bos itu, kemudian bos itu pun tiba – tiba berubah menjadi asap dan kembali menghilang didalam kegelapan.


“Lili berhati – hati lah... Jika benar, maka target selanjutnya adakah kita” kata Elina sambil mulai membidik.


“cih, aku juga tau..” sahut Lili.


“kau juga sudah tahu kan, sampai HP Bella kembali, kita hanya bisa bertahan dan melindunginya” kata Elina


“baik – baik, aku mengerti” sahut Lili.


Disaat yang sama aku pun memikirkan sebuah rencana.


“Jessie, dengar... Tetaplah fokus pada sekitar mu, aku kan menghadang jalan bos itu” kata ku sambil bersiap berlari.


“baiklah” sahut Jessie singkat.


“jika bos itu menyerang mu maka buatlah sedikit waktu untuk ku.. Kita akan mengakhiri pertarungan ini...” lanjutku sambil mulai berlari.


“aku mengerti” kata Jessie sambil mengambil kuda - kuda.


Aku pun langsung berlari menuju kegelapan untuk menghadang bos itu. Meskipun tidak terlihat cukup jelas namun aku dapat melihat dimana bos itu berada.


“dia... Tepat disebelahku, sekarang sudah waktunya... SWORD OF CALAMITY : SECOND... RELEASE..!!” teriak sambil menerjang bos itu.


Bos itu pun terlihat sedikit terkejut karena aku berhasil menyaingi kecepatannya. Aku pun langsung menyerang bos itu dari samping, namun bos itu dapat menahan seranganku, kami pun saling mendorong saat itu.


Aura hitam dari bos itu pun kembali muncul, kini auranya semakin pekat, namun aku tidak ketinggalan. Kilatan – kilatan petir mulai muncul dari tubuhku, mata ku juga ikut bersinar biru saat itu. Antara tubuh yang diselimuti kegelapan atau tubuh yang diselimuti oleh kilatan petir, untuk menentukan siapa pemenangnya, kami pun bertarung didalam kegelapan.

__ADS_1


Satu persatu serangan telah kami gunakan dan satu persatu serangan musuh telah kami tahan. Didalam kegelapan, pertarungan kami hanya terlihat seperti sebuah kilatan petir yang terus menyambar didalam kegelapan malam.


Setelah beberapa saat, akhirnya aku dapat menemukan sebuah celah untuk menyerangnya. Aku pun tidak mau menyia – nyiakan kesempatan ini, dengan cepat aku langsung menyerangnya dengan sekuat tenaga. Bos itu pun tidak dapat menghindari maupun menangkis seranganku, dia langsung terpental cukup jauh.


*BOOOM... Suara bos itu yang menabrak tembok.


“hah... Itu tadi hampir saja... Untung saja aku lebih cepat” kata ku sambil melihat kearah tembok yang telah hancur akibat bos itu.


Saat itu ketika aku sedang menyerang celah nya, aku kira dia akan langsung terlempar begitu saja, namun pada saat itu dia juga sedang menyerang titik buta ku. Melihat hal itu, tiba – tiba tubuh ku bereaksi dan langsung menghindari nya.


“kalau begini terus, kami akan menang dengan cepat...” pikirku.


Aku pun melihat bos itu dari kejauhan, HP nya kini hanya tinggal seperempat saja. Aku kembali menyerangnya dan bos itu pun juga melakukan hal yang sama. Kali ini saat kami beradu pedang, kekuatan kami pun seimbang, namun tiba – tiba bos itu kembali menjadi asap dan menghilang.


“baiklah, aku akan menghadang nya jika dia berlari kearah Elina...” pikirku sambil terus berkonsentrasi.


Didalam kegelapan aku melihat sesosok bayangan yang sedang berlari menuju kearah Jessie.


“bagus, ikan nya telah mencium umpan nya...” pikirku sambil ikut berlari mengejar bos itu.


Saat itu Jessie pun menutup matanya dan berfokus untuk merasakan keberadaan bos itu. Kemudian tiba – tiba Jessie membuka matanya dan langsung menangkis serangan yang berada di sebelah kanan nya.


“sekarang ikan nya telah menggigit umpan nya... Selanjutnya adalah... Eksekusi..!! TWIN DEADLY SLASHES..!!” teriakku sambil ikut menyerang bos itu.


Kemudian kami berdua pun menyerang bos itu secara bersamaan menggunakan combo terbaik kami. Dalam sekejap HP bos itu langsung habis dan akhirnya tubuhnya menghilang.


“akhirnya selesai...” kata Jessie sambil melihat badan bos itu menghilang.


“ya, meskipun ada sedikit hal yang tidak terduga diawal” sahut ku sambil menatap keatas.


Disaat yang bersamaan ditempat Elina.


“aku kira aku juga akan ikut bergabung... Sia – sia saja aku bersiap tadi..” keluh Lili.


“tapi bukankah hebat saat mereka bertarung didalam kegelapan tadi..?” tanya Elina sambil melirik Lili.


“yah, memang benar sih... Lagi pula aku juga tidak akan bisa bertarung seperti itu” jawab Lili.

__ADS_1


“Bella kau sudah sembuhkan..?” tanya Elina sambil menatap Bella yang sedang tiduran dilantai.


“dari awal aku sudah sembuh... Lagi pula aku mempunyai Special Item, jika aku mati maka aku bisa hidup kembali” jawab Bella.


“sialan juga kau ini” sahut Lili.


“bukannya kau ingin bertarung..? Itulah kenapa aku berpura – pura belum sembuh, tapi apa yang kau lakukan..? Kau membuang – buang kesempatan mu bertarung bersama Hideo..” kata Bella dengan tenang.


“benar juga ya... Kenapa ini tidak terpikirkan dari tadi..!!” teriak Lili.


“dasar bodoh” kata Bella pelan.


“baiklah, sekarang ayo kita bergabung dengan mereka... Aku benci terlalu lama berada didalam kegelapan” kata Elina.


“aku juga... Susah melihat disini” sahut Lili.


“memangnya ada apa sih didalam kegelapan..? Apakah hantu..? Hantu kan hanya imajinasi kalian...” sahut Bella.


“jangan berbicara seperti itu, bagaimana kalau mereka benar – benar datang..?” tanya Elina sambil menatap Bella.


“omong kosong” sahut Bella.


Tiba – tiba didepan mereka muncul 3 bayangan, bentuknya sama seperti bos yang telah aku kalahkan. Ditempat ku juga muncul sebuah bayangan, aku pun terkejut saat itu dan langsung melompat kebelakang.


“mereka benar – benar muncul..!!” teriak Elina ketakutan.


“kyaaa..!! Hantu..!!” teriak Bella yang juga ikut ketakutan.


“kalian ini benar – benar pengecut ya... Lihat, dia adalah bos yang telah Hideo kalahkan, mereka hidup kembali” sahut Lili dengan tenang sambil menunjuk bayangan itu.


Kemudian ketiga bayangan itu dengan cepat langsung menyerang mereka bertiga, namun mereka bisa menghindari serangan itu. Sementara ditempat kami, bayangan itu masih tetap diam dan tidak bergerak sama sekali, bayangan itu menatap kami dengan mata merah nya.


“apa – apaan ini..!! Apakah ini adalah familiar nya yang telah disebutkan Lili tadi..? Yang berarti aku tadi sedang berhadapan dengan familiar nya..? Omong kosong macam apa ini..?! Kalau familiar nya sekuat tadi lalu bagaimana dengan tubuh aslinya..?” pikirku terkejut.


Bayangan itu pun kemudian langsung berlari kedalam kegelapan dan tiba – tiba muncul dibelakang ku untuk menyerangku. Aku belum menyadarinya saat itu, namun berkat Jessie yang tiba – tiba mengayunkan senjatanya kepadaku, aku pun tersadar dan langsung menghindari serangan Jessie.


“master... Jangan lengah kan pertahananmu..!!” teriak sambil menyerang bayangan yang berada dibelakangku.

__ADS_1


“hah... Ini memalukan... Sialan” kata ku dengan tenang sambil mengayunkan pedangku kearah bayangan itu.


Bayangan itu pun menghindari serangan ku dan langsung melompat kebelakang menuju kegelapan. Didalam kemenangan kami pun kembali terdesak, kami bertahan untuk menyerang dan menyerang untuk bertahan. Didepan kekuatan yang hebat akan kah kami bisa memenangkan pertarungan ini..? Peluang kami terlalu tipis.


__ADS_2