Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 19 : 3 Guardian Floor


__ADS_3

“Kau siapa..? Kenapa kau mengikutiku..?” tanya ku.


“hah jadi sejak awal kau sudah mengetahuinya ya..?” tanya orang itu sambil melepas jubahnya.


“eh... Kau... Apakah kau Eririn..?” tanyaku.


“benar sekali... Kenapa kau bisa lupa pada wanita secantik diriku...?” goda Eririn.


“yah...aku hanya mengingat orang yang penting saja” kata ku.


“apa...!! Jadi aku ini adalah orang yang tidak penting..” tanya Eririn.


“seharusnya kau tidak secepat itu mengakuinya kan” kata ku.


“aku tidak mengakuinya...!! Hah... Apakah kau tidak bertanya kenapa aku mengikuti mu..?” tanya Eririn.


“bukankah aku sudah bertanya sejak awal..?” tanya ku.


“uhh... Setidaknya bertanyalah lagi...” kata Eririn.


“hah... Aku sedang repot sekarang... Jika kau menemuiku kau pasti memiliki masalah kan...? Lupakan saja aku tidak akan membantuku, aku pergi dulu...” kata ku.


“tunggu dulu... Memangnya kenapa kau tidak ingin membantuku..? Apakah kau tiga membiarkan wanita secantik diriku memiliki masalah seberat ini..?” tanya Eririn.


“hentikan itu... Aku bukanlah orang yang senaif itu, aku tidak akan membantu orang lain secara gratis” kata ku.


“baiklah jika aku memberimu sesuatu kau akan membantuku kan..?” tanya Eririn.


“itu juga tergantung apa yang aku dapatkan” jawab ku.


“baiklah bantu aku... Apa yang kau butuhkan..? Apakah itu uang..? Berapa yang kau butuhkan..?” tanya Eririn.


“apakah aku terlihat seperti orang yang kekurangan uang..? Yang aku butuhkan bukan itu, aku akan membantuku tapi suatu saat ketika aku dalam masalah kau juga harus membantuku” kata ku.


“hutang budi..?” kata Eririn.

__ADS_1


“benar... Hutang budi dibawa mati, ingatlah” kata ku.


“baiklah..!! Kau memang yang terbaik..!! Aku menyukaimu..!!” kata Eririn bersemangat sampai mencoba memelukku.


“katakan apa yang harus aku lakukan..?” kata ku sambil menghindari pelukan Eririn.


“menjauhlah...!!” Pikirku.


“baiklah, sebenarnya guild kami sedang memiliki masalah... Kau tahu guild kami masih belum lama ini berdiri mungkin ini baru satu bulan dan rata – rata anggotanya adalah seorang pemula...” jelas Eririn.


“jika kau ingin aku bergabung kedalam guild mu maka pergilah, apapun yang kau berikan kepadaku aku tidak akan bergabung... Meskipun itu adalah Guild terbaik didunia ini” kata ku.


“bukan itu, memangnya siapa yang menginginkan mu masuk ke guild kami...? Kau tahu kan Guild War Party Mode..?” tanya Eririn.


“tentu saja, aku dulu selalu mewakili guildku mana mungkin aku tidak tahu” jawab ku.


(untuk menentukan peringkat guild, maka setiap bulan akan dilakukan Guild War. Guild War dibagi dalam dua mode yaitu mode Party dan mode Great War, mode Party adalah mode yang paling banyak dipakai karena dalam hal ini bahkan Guild yang baru saja dibentuk bisa bersaing dengan guild yang telah lama dibentuk. Sebuah Guild akan diwakili oleh satu Party yang dibentuk oleh ketua Guild itu, anggota maksimal dalam Party ini adalah 5 Player. Dimode ini anggota party tidak harus berasal dari Guild itu sendiri tetapi dibatasi hanya 2 Player saja. Sedangkan Great War merupakan sebuah mode yang melibatkan semua anggota Guild, seperti mode sebelumnya, dalam mode ini guild yang akan bertarung dapat meminta bantuan Player yang tidak berasal dari Guild itu sendiri, maksimal 5 Player).


“kalau begitu ini menghemat waktuku, jadi bagaimana jawabanmu...?” tanya Eririn.


“memang benar, tapi perkembanganmu ini sungguh luar biasa... Bagaimana tidak dalam waktu sekitar 2 minggu saja kau sudah mencapai level setinggi ini... Kau masih memiliki waktu yang banyak sekitar 3 Guild War ini akan dimulai... Semoga nanti aku tidak akan terkejut melihat berapa level yang kau miliki saat bertemu di Guild War nanti...” kata Eririn.


“baiklah aku akan datang nanti, sekarang aku ingin fokus untuk menaikkan level ku... Aku akan pergi dulu dan jangan mengikutiku..” kata ku sambil meninggalkan Eririn.


“ah satu hal lagi...!! Pertarungan mu tadi sangatlah seru loh untuk ditonton, meskipun tadi kau ngomong sendiri..!!” teriak Eririn.


“kau kira aku ini gila.... Ngomong sendiri..? Hah jika percobaan ini berhasil maka kau akan tahu” pikirku.


Aku pun kembali menjelajahi lantai kedua, Guardian Floor disini memiliki kekuatan setara dengan Floor King dilantai sebelumnya. Monster yang ada dilantai kedua ini hanyalah sekumpulan goblin, serigala, dan beberapa orc. Monster – monster ini memiliki sedikit kecerdasan, jadi saat mereka merasakan ada musuh yang lebih kuat mereka akan bersembunyi dan hanya akan menyerang jika mereka terpaksa tapi jika musuhnya lebih lemah mereka akan terus bermunculan.


“membosankan... Mereka terus saja bermunculan, meskipun dengan begini aku bisa mendapatkan Exp lebih cepat tanpa harus bersusah – susah mencari, tapi jika terus seperti ini lama – kelamaan juga akan membuatku bosan... Langsung pergi ke area Floor King saja” pikirku.


Setelah banyak membunuh sekumpulan monster yang mendatangiku aku pun langsung pergi ke area Floor King. Tapi saat menuju ke area Floor King aku bertemu dengan Guardian Floor.


“Ogre... Hah... Akhirnya setelah sekian lama aku bertarung denag sekumpulan semut aku bertemu dengan yang lebih kuat... Tapi meski kekuatanmu sama dengan Floor King dilantai sebelumnya saat ini kekuatanku jauh lebih besar dari yang sebelumnya” kata ku.

__ADS_1


“groowww” teriak Ogre itu menyerang ku.


“Lambat..!! Jessie kita kalahkan dia dalam satu combo..!! ” teriakku.


Aku dan Jessie pun langsung menyerang balik. Sekarang Jessie mencoba memancing perhatiannya dan aku menyelinat dibelakang badannya.


“sekarang Jessie..!! Slash and Blast...!!” teriakku.


Aku menggunakan combo yang aku ciptakan bersama dengan Jessie, dalam combo ini aku menyerang monster sebanyak mungkin lalu Jessie menembakkan sebuah bola api kedalam luka yang aku berikan pada monster itu, ini akan menyebabkan damage yang besar.


“ahh... Lemah sekali hanya dalam sekali combo sudah mati...” kata ku.


“Grooww.... Aaauuuuu...” suara monster.


“ehh... Setelah Ogre sekarang malah Giant dan Fire Wolf ya... Bukankah Guardian Floor itu bermusuhan..?” Pikirku.


Aku terkepung oleh 2 Guardian Floor itu dan kemudian keduanya menyerang ku secara bersamaan.


“Baiklah waktunya memilih... Ogre atau Fire Wolf dulu ya... Hmmm..” pikirku sambil melirik kedua monster itu.


“kalau begitu akan aku pilih secara acak saja... LIGHTNING JUDGMENT ..!!” teriakku.


Aku menggunakan Skil ini untuk menyerang, tapi karena Skil ini dapat menyerang satu target saja dan targetnya juga acak, aku melihat kedua monster itu dan skil ku bekerja kepada Giant nya dan langsung mati. Lalu Fire Wolf itu mencoba menyerang ku dari belakang.


“eh.. Hampir saja” kata ku menghindari serangan Fire Wolf.


“aauuu” teriak Fire Wolf itu dan kembali menyerangku dengan cepat.


“kau ingin bertarung dengan kecepatan ya... Baiklah majulah SPEED BOOST ON...!!” teriakku.


Kami pun beradu kecepatan, tapi sekarang kecepatan ku sudah berlipat ganda, soal kecepatan aku adalah pemenangnya. Aku terus menyerang Fire Wolf itu dan ketika Fire Wolf itu menyerang aku dapat menghindarinya dengan mudah.


“sekarang sudah berakhir..!!” teriakku.


Diserangan terakhir serigala itu menggunakan Skil apinya untuk menyerang ku tapi sebelum selesai aku langsing memenggal kepalanya.

__ADS_1


“hah... Selesai dengan cepat dan mudah... Sekarang saatnya pergi keruangan Floor King...!! Aku datang..!! ” kata ku menatap pintu menuju ruangan Floor King.


__ADS_2