Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 93 : The Traitor is Exposed


__ADS_3

Seakan masih belum percaya dengan apa yang terjadi kepadanya, Lili pun mencoba memegang padang yang menusuk tubuhnya. Ini nyata, pedangnya terasa dingin namun terasa hangat ditubuh nya.


“Lili... Kerja... Bagus” kata ku sambil meliriknya dengan senyuman tipis namun menakutkan.


“kenapa..?” tanya Lili sambil mencoba meraih pundak ku.


“hmm... Sepertinya kau belum mengerti ya..?” tanya ku sambil membuka tanganku dan menatapnya dengan jijik.


“hah...? Apa yang kau maksud itu..?” tanya Lili dengan wajah kebingungan.


“kenapa kau tidak sadar juga..?” tanya ku balik.


“sudah aku bilang... Jangan – jangan, kau berencana untuk mengkhianati kami semua..?” tanya ku Lili yang beruasah mengubah topik.


“ada – ada saja, dasar kau ini... Jangan membodohi kami, tunjukkan saja dirimu yang asli... Semua ini hanyalah kepalsuan, akhiri akting mu...” kata ku sambil mulai berjalan menjauh.


“akting..? Apa yang kau katakan..?” tanya Lili.


“hah... Dengar...” kata ku sambil mulai duduk agak jauh didepan Lili.


“penyamaran mu sudah ketahuan dari awal... Sang pangkhianat” lanjutku sambil menatap Lili.


“kau salah paham, aku bukanlah pengkhianat” kata Lili membela diri.


“aku sudah muak berputar – putar terus... Sejak awal kita bertemu, kau membenciku kan...? Namun setelah tahu kalau nama ku adalah White, sikapmu tiba – tiba langsung berubah...” jelasku sambil menutup mata.


“itu karena kau adalah Player yang sangat aku kagumi..!!” sahut Lili menatapku.


Aku pun sedikit terkejut dan marah ketika Lili memotong kata – kata ku, sambil menyipitkan mataku, aku pun langsung menatapnya.


“disitulah keanehan nya, kau mengagumi seseorang tanpa mengetahui orang nya, bukankah itu aneh..? Bagaimana kalau kau menjelaskannya..?” tanya ku.


“ba-baiklah, dengarkan aku...” jawab Lili menatapku, aku pun kembali memejamkan mataku sambil menatap kelangit.


“dulu, semua teman – teman ku membicarakan seorang Player, kata nya Player itu sangat kuat dan berani, disaat itulah aku mulai menyelidikinya, satu – satu nya petunjuk adalah namanya... Aku pun kesana – kemari untuk mencari informasi lainnya seperti ciri – ciri, level, Role dan yang lainnya...” jelas Lili dengan wajah penuh percaya diri.


“sejauh ini, dia berkata benar...” pikirku sambil terus mendengar nada suaranya.


“kemudian, aku pun menemukan beberapa rekaman ketika kau bertarung, aku pun berpikir kalau cara mu bertarung sangatlah indah namun kuat, saat itulah tiba – tiba aku ingin melihat rekaman mu yang lain, aku mulai dan entah dari kapan aku mulai mengagumi mu...” lanjut Lili.

__ADS_1


“ada yang aneh dari nada nya, dia mulai bohong...” pikir ku sambil terus mendengar.


“ketika kita bertemu untuk pertama kali nya, aku ragu kalau itu adalah dirimu, aku curiga kalau yang aku temui dulu juga adalah salah satu penggemar mu..” lanjut Lili meyakinkan.


“begitu ya...” kata ku.


“apakah kau sudah percaya..?” tanya Lili.


“tidak, sejak awal kita bertemu aku tidak pernah mempercayai mu...” jawab ku.


“huh.. Lalu kenapa...?” tanya Lili terkejut.


“karena aku hanya mempercayai orang yang benar – benar dekat denganku, jujur aku juga sedikit tidak mempercayai Elina dan yang lain...” jawab ku dengan mudah.


Lili pun terdiam, dia menatap kebawah, usahanya untuk menyakinkanku pun lenyap, kemudian dengan cepat dia langsung menatapku.


“sepertinya tidak ada gunanya lagi... Bagaimana kau bisa tahu kalau aku adalah sang pengkhianat..?” tanya Lili dengan nada yang tiba – tiba berubah.


“tujuanmu adalah ingin ikut bertarung bersama ku, namun tujuanmu yang sebenarnya adalah mengawasiku, kemarin Jessie melihat mu sendiri, kau berbicara dengan dia secara diam – diam kan..? Lalu tadi, entah memang kebetulan atau memang telah direncanakan, setelah kau mendengar rencana ku kau langsung keluar dari game untuk menghubungi dia kan..? Huh, belum minum obat, alasan yang konyol sekali” jelas ku sambil sedikit mengejek nya.


“kau memang menyadarinya, namun ini sudah terlambat..!!” teriak Lili menggertak.


“tujuan dan rencanamu..!! Aku sudah memberitahunya...” teriak Lili.


“Hahaha... Kau pikir kami akan menuju kesana..? Aku hanya mendukung sedikit pendapat dari Bella dan bodoh nya kalian langsung mempercayai nya... Hahaha...” sahut ku.


Setelah mendengar kata – kata ku, Lili pun langsung mengingat ketika kami rapat kemarin. Saat itu akulah yang membuat rencana nya, namun bukan aku yang memutuskan tempat yang akan kamu tuju waktu itu.


“aku hanya mengatakan tempat yang paling aman dan kalian sendirian yang salah paham lalu menganggap kalau yang paling aman adalah diujung Map” lanjutku.


“tidak mungkin... Jadi selama ini...” kata Lili sambil menatap tangannya.


“baiklah, kita akhiri sampai disini...” kata ku sambil mengangkat tanganku untuk memberi kode kepada Neko dan Inu.


“aku memang kalah, namun aku tidak akan meminta maaf... Ini adalah pekerjaan ku” kata Lili sambil tersenyum menatapku.


“lain kali, kalau kau ingin bertarung melawan ku, jangan sungkan – sungkan untuk mencari ku...” kata ku sambil menurunkan tanganku dengan cepat.


Inu dan Neko pun langsung mencabut pedangnya lalu segera menebas Lili. Sambil menatapku dia pun perlahan menghilang, namun aku tidak ingin melihat nya dan langsung membalikkan badanku.

__ADS_1


“jadi bagaimana..? Hanya cukup sampai disini kan...?” tanya Ricoris sambil berjalan kearahku.


“ya, terima kasih atas bantuan mu... Isumi” bisik ku sambil menepuk pundaknya.


“ap... Jangan katakan hal itu bodoh” bisik Ricoris yang terkejut.


“baiklah karena urusan ku disini sudah selesai, aku pergi dulu... Sampai jumpa... Ayo Jessie” kata ku sambil berbalik badan dan meninggalkan mereka.


“hei..!! Kami akan selalu menerima mu, jadi datanglah kalau kau mencari Guild..!!” teriak Neko kepadaku.


Aku pun hanya melambaikan tanganku untuk menaggapi nya. Kemudian aku dan Jessie pun langsung menuju ke tempat selanjutnya, tempat untuk mengakhiri ini semua, pertarungan yang sesungguhnya nya baru akan dimulai.


Dilain sisi, Elina yang mengikuti kakakku pun telah sampai ditempat yang paling aman. Aku memberitahunya tadi ketika kami kembali menuju Guild Elina. Awalnya dia pun terkejut dan menentang nya, namun setelah aku menjelaskan nya, dia pun akhirnya setuju.


“hei... Bukankah ini adalah tempat yang paling berbahaya..? Kenapa kita malah masuk kedalam kandang singa..!!” teriak Elina terkejut.


Elina dan semua anggota Guild nya pun dapat melihat dengan jelas dan sangat dekat, pertarungan dari Guild – Guild besar yang saling menghancurkan. Mereka pun langsung menjaga jarak karena mereka tahu hanya dalam sekali serang mereka bisa langsung tamat.


“ini konyol..!! Apakah dia ingin kami kalah..?!” tanya Bella ketakutan sambil menatap kakakku.


“untuk sekarang, lebih baik kita tonton dulu... Aku akan mengatasinya jika keadaan gawat” sahut kakakku sambil terpaku menonton pertarungan itu.


“apakah ini juga salah satu dari rencana Hideo..?” tanya Elina.


“ya... Dan seperti nya mereka telah datang...” jawab kakakku sambil melirik kebelakang.


Elina dan Bella pun langsung melihat kebelakang, puluhan orang muncul dibelakang mereka. Para petinggi guild itu berdiri diatas pohon sambil mengamati pertarungan itu.


“oh, sepertinya Flixer dan Rainbow sedang bersenang – senang, sayangnya The Other Side tidak ikut, pasti akan jauh lebih menarik kalau mereka ikut..” keluh ketua Guild itu.


“maaf kalau mengecewakanmu... Ketua Guild dari Famous Family” sahut bu Suzue menyapa.


“Famous Family...!! Bukankah mereka adalah peringkat kelima..?” tanya Elina terkejut.


“yo... Tidak aku sangka kalau kami begitu terkenal... Jadi, apa yang dilakukan Guild sampah disini..?” tanya ketua Guild itu mengejek.


*Tek... Tek... Tek... Suara langkah kaki.


Kakakku pun berjalan kedepan, dia pun menghentikan langkahnya ketika berada tepat dihadapan Guild Famous Family. Kakakku mulai melihat mereka satu persatu lalu pandangan terakhir tertuju kepada ketua Guild itu. Mereka saling tersenyum namun pandangan mereka saling berlawanan. Wajahnya yang tanpa takut dan tatapannya yang percaya diri membuat semua anggota Guild Elina berpikir kalau kakakku bisa mengatasinya, namun apakah begitu..? Kita lihat saja nanti.

__ADS_1


__ADS_2