
“lama sekali sebenarnya kalian itu sedang apa didalam..?” tanya Eririn didepan toko itu.
“aku yang seharusnya bertanya... Kenapa kau disini..?” tanya ku balik.
“hehehe... Ngomong – ngomong apakah dia yang bernama Jessie..?” tanya Eririn mengubah topik dan mulai mendekat ke Jessie.
“hallo... Aku adalah Jessie, saudara jauh master” sahut Jessie dengan tenang.
“hmm..? Master ya.... Kelihatannya menarik” kata Eririn sambil mendekatkan wajahnya kepadaku yang berada disamping Jessie.
“menjauhlah dan cepat jawab pertanyaanku tadi” kata ku sambil menjauhkan wajahnya dariku.
“kau dengarkan... Menjauhlah, kau mengganggu master...!!” kata Jessie dengan tatapan tajam dan kuat sambil memegang pundak Eririn dari belakang.
“eh... Ada apa ini..? Jangan – jangan kau cemburu ya..?” tanya Eririn sambil menggoda Jessie.
“hah...!! Apa maksud dari kata - katamu tadi...?!!” tanya Jessie sambil mengeluarkan aura membunuhnya.
“ugh... Tolong aku...!!” teriak Eririn sambil berlari kearah ku namun Jessie tidak membiarkannya dan memegang tangan Eririn.
“hehehe... Sudah aku bilang... Menjauhlah, kan..?!!” tanya Jessie yang semakin lama aura membunuhnya semakin besar.
“hii... Iblis...!! Ada iblis disini...!! Tolong aku..!!” teriak Eririn ketakutan saat melihat ekspresi wajah Jessie.
“wuah... Wajahnya memang terlihat seperti iblis, ternyata dia juga bisa begini ya... Tapi aku punya ide... Hehehe” pikirku saat melihat mereka berdua.
Aku pun mendekati Eririn yang sedang ketakutan lalu menepuk pundaknya.
“eh White, to... Tolong aku...” kata Eririn sambil melihatku.
“hehehe... Cepat jawab pertanyaanku..!!” kata ku sambil mengikuti ekspresi Jessie.
“aahhhhh...!!! Tidak...!!!” teriak Eririn semakin takut.
Eririn pun ketakutan setengah mati, didalam kepalanya terbayang – bayang wajahku dan Jessie yang seperti iblis.
__ADS_1
“Lo.. Log Out... Log Out... Log Out...” kata Eririn sangat ketakutan.
Eririn mencoba untuk Log Out, namun saat dia mau menekan tombol Log Out aku langsung memegang tangannya itu.
“tolong biarkan aku pergi” kata Eririn gemetaran.
“jawab dulu pertanyaanku” kata ku melanjutkan.
“jawab... Jawab... Jawab... Jawab...” bisik Jessie didekat telinga Eririn.
“aahhhh... Karena Event nya akan dimulai 2 hari lagi, kalian besok diminta oleh ketua untuk datang membahas strategi...” jawab Eririn sambil memejamkan matanya.
“tempatnya...?” tanya ku.
“diguild kami... Sudah itu saja, sekarang biarkan aku pergi...!!” jawab Eririn memberontak.
Kami pun melepas Eririn ketika dia memberontak, kemudian dia dengan cepat langsung Log Out, saat itu wajahnya masih sangat ketakutan. Aku dan Jessie tertawa terbahak - bahak ketika melihat Eririn Log Out dengan wajah ketakutan itu, tidak aku sangka dia akan ketakutan hanya karena ini.
“Jessie... Dimana tempat yang paling baik untuk menaikkan Level saat ini..?” tanya ku.
Jessie menutup matanya dan mulai mencari tempat yang paling baik untuk menaikkan level, dia bisa memperhitungkannya dengan mudah.
“ketemu... Menurut perhitunganku tempat yang paling baik saat ini adalah kota pertama... dengan kekuatan master, ini akan menjadi sangat mudah namun untuk melawan Dungeon King mungkin akan sangat sulit” kata Jessie.
“baiklah kita berangkat sekarang... Kebetulan sekali aku ingin mencoba kekuatan baru dari pedangku ini” kata ku sambil memegang pedangku.
Kami pun berangkat menuju Dungeon kota pertama, disaat kami baru saja masuk kedalam ada banyak Player yang berada disana. Beberapa dari mereka adalah Player dengan level tinggi yang bertujuan untuk menaklukkan Dungeon dan sisa nya adalah Player baru yang ingin menaikkan level mereka. Aku dan Jessie perlahan berjalan melewati mereka, satu persatu dari mereka mulai melihatku dan beberapa ada yang sedang berbisik, aku tahu mereka sedang membicarakanku. Saat itu juga ada seorang Player yang datang menghentikan langkahku.
“Tunggu sebentar kalian berdua...” kata Player itu.
Kami pun berhenti dan menatapnya.
“namaku adalah Viston... Sepertinya kita memiliki tujuan yang sama disini” kata Viston memperkenalkan diri.
“hmm.. Yah, sepertinya begitu” kata ku.
__ADS_1
“dimana anggota kalian yang lain..? Apakah hanya kalian berdua saja..?” tanya Viston mengakrabkan diri.
“kami hanya berdua” jawabku singkat.
“kalau begitu bagaimana kalau kita bekerja sama... Aku mempunyai Party yang hebat, aku yakin kita akan menyelesaikan Dungeon ini dengan mudah...” kata Viston menawarkan diri.
Aku pun melihat Party itu, memang benar itu adalah Party yang kuat, setiap Role ada didalam Party itu namun aku tidak yakin kalau perjalanan kami akan mudah jika kami bekerja sama karena tatapan mereka seperti merendahkanku.
“hei Viston apa yang kau lakukan dengan mereka... Apakah kau sudah tidak bisa melihat..? Salah satu diantara mereka masih berlevel dibawah 200 loh... Tujuan mereka pasti menaikkan level dan itu berbeda dengan tujuan kita... Kita tinggalkan saja mereka, buang – buang waktu saja” kata salah seorang anggota Party itu, dia memakai jubah namun dari suaranya dia adalah seorang perempuan.
“tenang lah Lili... Bukankah lebih banyak yang kesana akan lebih baik..?” tanya Viston kepada Lili.
“cih... Terserah dirimu” kata Lili merasa kesal.
“jadi bagaimana..?” tanya Viston kepada ku.
“seperti yang dikatakan temanmu, tujuan kita disini berbeda, tujuanku adalah untuk menaikkan level sedangkan tujuan kalian adalah menaklukkan Dungeon, jadi aku menolak” kata ku menjelaskan situasinya.
“Begitu ya... Baiklah, kami akan menunggu beberapa Player lagi, kau semangat ya” kata Viston.
“oke, aku pergi dulu” kata ku.
Kami pun kembali berjalan menuju ke Dungeon yang lebih dalam dan meninggalkan Safe Area.
“master maafkan aku, seharusnya aku berjuang lebih keras menaikkan levelku saat master tidak ada” kata Jessie murung.
“kenapa kau berkata seperti itu...? Aku sudah bilang agar kau tidak mudah terpengaruh orang lain kan..? Seharusnya kau lebih bersikap seperti masa bodoh atau memangnya aku peduli, seperti itu” jelasku.
“dimengerti” sahut Jessie.
Kemudian kami pun telah berada diluar Safe Area, monster disini masih sangatlah lemah dan Exp mereka juga sangat sedikit jadi kami memutuskan untuk langsung menuju ke lantai berikutnya. Kami menghabisi semua monster yang menghalangi kami hingga ke lantai yang kelima, kami hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam saja.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan mulai memikirkan strategi untuk kedepannya. Akhirnya kami memutuskan untuk memisahkan diri dan mulai menyerang dari dua arah, selama 15 menit kami akan bertarung dan menghabisi semua monster yang kami temukan setelah itu kami bertemu lagi dipintu tempat lantai selanjutnya, apapun yang terjadi setelah 15 menit berlalu kami harus sudah berada didepan pintu itu.
Karena semakin dalam kami masuk maka akan semakin kuat monsternya maka dari itu kami menambah waktunya selama 5 menit per lantai. Karena strategi kami selalu berhasil, akhirnya kami telah sampai dilantai terakhir yaitu dilantai 10, setelah kami berhasil mengalahkan Floor King lantai 10 maka kita bisa berhadapan dengan Dungeon King yang aku tunggu – tunggu.
__ADS_1
Namun sebelum itu aku memutuskan untuk kembali ke kota untuk mengisi perlengkapanku kemudian kembali lagi kedalam Dungeon. Sebelum hari ini berakhir, aku ingin mengalahkan Floor King terakhir dan Dungeon King dari Dungeon kota pertama.