Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 27 : Checkmate


__ADS_3

*BOOOM


“cukup sampai disini...” kata ku saat pedangku hampir menyentuh leher Bella.


“benarkah...?” kata Bella sambil tersenyum kecil.


“kenapa dia tersenyum...? Dia kan sudah kalah... Tidak, apakah dia sudah kalah..?” Pikirku.


Aku masih terkejut, namun aku juga tetap berpikir kenapa dia tersenyum saat ini.


“apakah dia sudah menggunakan Skil pelindung..? Bukan, seharusnya dia sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk membuatnya... Jangan – jangan ini adalah item...” Pikirku.


*BOOOM suara ledakan.


Suara ledakan kali ini disebabkan karena dinding jebakan yng digunakan untuk menjebakku hancur, ledakan ini bahkan lebih besar dari sebelumnya.


“itukan..!!” pikirku saat aku menyerang Bella.


Aku menyerang Bella, aku pikir ini sudah berakhir namun aku salah. Serangan ku melewati Bella sepenuhnya, seakan – akan aku telah menebas leher hantu, itu menembus nya.


“Special item..!! Kau mempunyai Special item...?” tanya ku.


Karena kecepatan ku yang tinggi dan seranganku yang menembus dirinya, akhirnya jarak kami sekarang sudah sangat jauh.


“kau pikir hanya kau saja yang mempunyai nya...!!” kata Bella.


“kau juga tahu ya... Tapi sejak kapan kau memakainya..? Aku lihat akan sejak pertama kali kita bertemu kau tidak memakainya” kata ku.


“ahh... Itu ya, aku rasa kau tidak perlu mengetahuinya...” kata Bella.


Lalu aku mengamati ledakan yang barusan.


“itu edakan yang sangat besar... Bahkan seorang Tanker yang mempunyai daya tahan terhadap ledakan pun sudah dipastikan mati... Ternyata kau tidak setengah – setengah ya...” kata ku.


“tentu saja aku tidak pernah memberi kesempatan kepada musuh – musuh ku meski itu sangat kecil” kata Balla sambil menggunakan Potion nya.


Kali ini Bella hanya menggunakan satu potion saja, namun aku juga menggunakan potion ku. Serang Bella sebelumnya menyebabkan HP ku berkurang sangat banyak.


“sebelum kita melanjukannya bolehkah aku bertanya sesuatu dulu..?” tanya ku.


“tentu saja, tapi jawabanmu tergantung dari pertanyaamu” jawab Bella.

__ADS_1


“itu sudah cukup, pertanyaaku adalah apa efek dari Special item mu itu..?” tanya ku.


“sayang sekali aku bukanlah orang yang bodoh... Memberitahu efek dari item yang aku pakai sama saja memberitahu lawan tentang kelemahanku... Aku tidak akan memberitahu kelemahanku padamu” kata Bella.


“oh begitu ya... Kalau begitu biarkan aku menebaknya... Jika kita mengamatinya, serang ku yang barusan sudah cukup untuk membunuhmu namun entah mengapa seranganku yang barusan bahkan tidak bisa menyentuhmu sedikit saja... Berarti efek dari itemmu itu adalah immune kan..?” tanya ku.


“tenyata kau bisa menebaknya ya... Benar sekali efek dari item ini adalah immune, yang berarti serang fisik maupun serang sihir lawan tidak akan bisa menyerangku... Efek ini akan secara otomatis aktif jika serang lawan berpotensi untuk membunuh ku... ” kata Bella.


“itu memang keunggulannya sih... Namun tidak mungkin item itu bisa terus aktif... Jadi berapa cooldown efek itu..?” tanya ku.


“itu rahasia...” kata Bella.


“hmm... Rahasia ya... Kalau begitu biarkan aku menebaknya lagi... 1 menit...? Ah tidak itu terlalu cepat...” kata ku sambil melihat raut wajah Bella.


“dia terus melihatku... Gawat..!! Jangan dengarkan kata – katanya” pikir Bella.


“... 2 menit..?” kata ku.


“tidak ada reaksi ya...” pikirku sambil melihat wajah Bella.


“hmm... 3 menit...? 4 menit..? 5 menit..?” tanya ku.


“raut wajahnya berubah..!! Jadi 5 menit ya...” pikirku.


“he... Hey...” kata Bella.


“oh... Apa jangan – jangan 10 menit...?” tanya ku memancing.


“eh...? Ternyata dia bodoh..!! Ini kesempatanku” pikir Bella terkejut.


“bagaimana kau bisa tahu kalau cooldown nya 10 menit..?!” kata Bella.


“oh... Tenyata benar 5 menit ya... Hahaha” kata ku.


“benar sekali... Eh..?” kata Bella kebingungan.


“kau pikir aku bodoh...!! Raut wajahmu berubah saat aku berkata 5 menit, aku sengaja memancing mu dengan berkata 10 menit namun kau langsung membenarkannya, bukankah itu mencurigakan...?” kata ku.


“ka.. Kau memancing ku... Memang benar cooldown nya adalah 5 menit dan apakah kau sadar kau sudah berapa lama kau mengulur waktu..? Sekarang sisanya aku hanya perlu mengulur waktu lagi untuk mengamankan nyawaku, namun sepertinya pertandingan ini akan berakhir sebelum itu... Mana ku sudah cukup untuk menghabisi mu sekali lagi... “ kata Bella.


“kau benar pertandingan ini akan segera berakhir... Aku minta maaf, sebelumnya aku menggunakan kekuatan senjata asliku namun aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kepadamu... Sekarang akan aku tunjukkan kepada mu senjata yang nantinya kan dikenal oleh semua orang... SWORD OF CALAMITY... RELEASE..!!!” kata ku sambil memisahkan pedangku menjadi dua.

__ADS_1


“aku belum pernah melihat senjata seperti itu, namun itu tidak akan merubah kemenanganku...!! Dengan menambahkan Skil topan angin ku dan api Inferno maka akan tercipta sebuah Skil tingkat tinggi yaitu... Upgrade Skill : THE ETERNAL INFERNO CYCLONE..!!!” teriak Bella.


Aku menyadari serang yang dilakukan oleh Bella akan mempunyai kerusakan yang sangat hebat melebihi kerusakan Skil yang sebelum – sebelumnya dan memiliki area yang sangat luas. Aku pun langsung berlari menjauh secepat yang aku bisa.


“dengan kecepatanmu yang seperti itu kau tetap tidak akan bisa menghindarinya...” kata Bella.


Meski Bella telah memberitahuku aku tetap berusaha lari menghindari serangan itu. Saat Bella akan menembak kan Skil nya aku langsung merubah arah berlari ku, aku berlari mendekatinya.


“jangan harap aku takut akan terkena serangan ku sendiri, kali ini aku tidak akan ragu sperti sebelumnya... Akan aku tunjukkan kekuatan pelindung sejati dari Aegis Shield... Upgrade Skill : PURE AEGIS PROTECTION..!!” teriak Bella.


Tiba – tiba disekitar tubuh bela muncul sebuah pelindung, pelindung itu menutupi seluruh tubuh Bella dan berbentuk sebuah bola. Pelindung ini mempunyai pertahanan terhadap serangan sihir yang sangat tinggi namun pelindung terhadap serangan fisik nya tidak setinggi pelindung serangan sihir.


“terimalah serang sihirku ini...!!” teriak Bella menyerangku.


“kalau begitu kita lihat antara sihirmu dengan pedangku siapa kah yang lebih cepat..!!” teriakku sambil berlari.


Lalu aku pun melemparkan pedangku yang berada disebelah kiri dan berlari mengikutinya. Meskipun kecepatan pedang yang aku lempar kan lebih cepat dari kecepatan berlariku, namun setidaknya itu bisa mengalihkan perhatiannya.


“Serangku ini bergantung kepada reaksinya... Jika dia menghindarinya maka aku lah yang akan menang... Sejujurnya dia bahkan tidak perlu bergerak sedikitpun” pikirku.


“kau tidak pantas untuk menyentuh pelindungku..!!” kata Bella menghindari pedang yang aku lemparkan.


Serangan ku berhasil dihindarinya, namun itu sudah cukup untuk mengulur waktuku mendekatinya.


“kau bodohnya kelewatan..!! Serangan pedang mu memang sangat kuat, namun jika kau membaginya menjadi dua dan menyerangku dengan satu pedang maka pedangmu itu pasti akan hancur...!!” teriak Bella.


“benarkah...?” tanyaku sambil menarik kembali pedang yang aku lemparkan tadi.


Saat aku masih bertarung didalam Dungeon aku menyadari kalau pedang dan sarung tanganku saling terhubung. Di ujung pedang dan sarung tanganku jika aku mengamati dan merasakannya, maka akan terlihat ada sebuah benang berwarna biru pucat yang saling terhubung, Karena itulah aku dapat menariknya kembali sejauh apapun aku lempar. Namun Bella bahkan itu menghiraukan itu, dia terlalu dibutakan oleh kemenangan.


“sekarang berakhir...!! Check...” kata Bella mengarahkan tongkatnya kepadaku.


“... Mate” kata ku yang tiba - tiba muncul tepat didepan Bella dan dengan pedangku yang mengarah kepadanya.


“apa..!! Bagaimana mungkin..!!” kata Bella terkejut.


“BLADE DANCE..!!” teriakku.


Aku terus menyerang dengan ganas hingga perlahan pelindung itu pecah, namun tidak sampai disitu, aku tidak mau memberinya kesempatan lagi.


“hah... Aku kalah...” kata Bella.

__ADS_1


Aku sudah lelah bertarung dengannya, jadi aku terus menyerangnya sampai dia mati dan menghilang. Tenaga ku sudah habis terkuras untuk menyerangnya. Disaat aku melihat sekeliling aku terkejut, ternyata serang Bella terakhir sangatlah menyeramkan, banyak Player disana yang tidak sengaja terkena serangannya, mereka tidak tahu tiba – tiba ada sebuah serangan kearah mereka. Player yang lainnya yang menyadari pertempuran kami pun langsung pergi menghindar, namun tetap saja terkena efek serang itu. Aku juga baru menyedarinya, hutan tempat kami bertarung sekarang sudah hancur sehancur – hancurnya, tercipta lautan api disana. Ada beberapa Player yang datang melihat namun saat mereka melihatku memenangkan pertandingan, mereka langsung pergi menjauh, mungkin karena insting mereka tidak bisa mengalahkanku. Sejujurnya mereka sekarang bisa mengalahkanku dengan sangat mudah kali ini.


__ADS_2