Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 39 : Odd Jessie


__ADS_3

Setelah kemarin aku bertarung habis – habisan, sekarang akhirnya aku bisa membuatkan senjata pribadi untuk Jessie. Tapi sama seperti hari sebelumnya, saat aku Log In levelku dan level Jessie sudah berubah.


“hah..? Naik lagi ya... Apa jangan – jangan aku lupa mematikan modenya ya..? Untuk sekarang lebih baik aku matikan saja dulu... System Auto Battle... Off” kata ku.


Aku ingat kemarin setelah aku mengambil awakening tingkat kedua di Altar, sebelum aku keluar dari sana, aku telah mengaktifkan mode Jessie. Menurutku akan lebih aman jika aku mengaktifkannya terlebih dahulu agar Bella tidak mengetahui kalau Jessie adalah NPC.


“jika bukan Gama yang meminta untuk merahasiakan soal NPC ini, aku tidak perlu repot – repot untuk terus menyembunyikan hal ini dari orang lain... Ahh aku lupa..!! Aku sudah memberi tahu Elina tentang ini... Huh... Biarkan sajalah aku sedang tidak mood hari ini” pikir ku sambil menguap.


Setelah itu aku memutuskan untuk mengantarkan Jessie mengambil awakening tingkat pertama nya. Namun setelah aku sampai didepan Altar, aku tidak melihat siapapun disana bahkan dijalanan juga sepi.


*tak tak tak.... Suara seorang player yang berlari.


Aku pun mencoba untuk menghentikannya dan bertanya kepadanya tentang apa yang sedang terjadi disini dan Player itu mulai menjelaskan kepadaku.


“hah..? Kau tidak tahu..? Dengar ya, game ini akan segera diperbarui/Update jadi semua Player yang masih bermain diharapkan untuk segera keluar, jika tidak mungkin akan ada beberapa kerusakan permanen bagi Player itu, mungkin seperti tiba – tiba Levelnya turun kembali dari awal dan sebagainya” jelas Player itu.


“begitu ya... Lalu kenapa kau tadi berlarian bukan langsung Log Out..? Ini bukan informasi palsu kan..?” tanya ku.


“tentu saja karena janji kencan, aku masih belum diberitahu dimana tempat kami bertemu... Dan kalau kau tidak percaya, kau bisa melihatnya di Mail mu, kau dapat pemberitahuan dari GM nya kan...? Kalau begitu sampai jumpa... Hehehe...” jawab Player itu.


Akhirnya Player itu pun langsung pergi setelah menjelaskan hal itu kepadaku.


“uwah... Sehebat itulah kencan itu..? Tapi benarkah informasi itu..? Kenapa aku tidak mendapatkan pemberitahuan..? Jessie cek informasi itu...” kata ku.


“dimengerti” kata Jessie.


Kemudian aku pun kembali berjalan ke Altar, saat didalam Altar Jessie pun memeriksa informasi itu sambil mengambil awakening nya. Beberapa saat kemudian Jessie akhirnya mendapatkan awakening.


“pencarian informasi telah selesai... Pemberitahuan informasi terakhir adalah hari ini, tepatnya pukul 09:00” kata Jessie datar.


“ternyata benar ya... Ahh.. Jam sembilan, aku tadi masih berada disekolah” kata ku.


Aku pun berjalan menuju pintu keluar.


“kalau begitu terpaksa harus Log Out lagi...” pikirku sambil membuka pintu Altar.


“padahal aku baru saja Log In... Haahh” lanjutku sambil menutup pintu itu.


*Creekk... Suara pintu itu.

__ADS_1


Tiba – tiba kepala ku pusing, badanku sangat berat, ini seperti aku sedang terkena sebuah gelombang kejut. Semakin lama kesadaranku mulai menghilang, pandangalu menjadi buram, aku mencoba untuk bersandar ke pintu Altar itu namun pintu itu sudah tidak ada, pintu itu telah menghilang.


“Hijau... Biru...” kata ku.


Aku merasa kalau ada sesuatu yang menabrakku dari belakang dan aku pun langsung pingsan.


“gelap... Semuanya terlihat gelap... Dan sunyi...” pikirku.


Kemudian perlahan aku melihat ada sebuah tubuh yang mirip seperti rupa ku saat ini.


“ini... Ini terlihat seperti mimpi ku yang dulu... Tempat yang gelap serta sunyi dan tubuh ku yang bersinar didalam kegelapan...” pikirku.


Aku terus menatap tubuhku itu lalu aku menyadari sesuatu, ruangan itu telah berubah, sekarang ruangan itu jadi putih. Aku melihat lagi tubuhku itu, dia masih diam dan tidak bergerak dari tempatnya, dia seperti sedang tertidur.


“apa itu..?” Pikirku.


Sesosok bayangan pun muncul menghampiri tubuhku dan memandang sejenak tubuhku, kemudian dia pun duduk disampingnya. Dia mengangkat kepala tubuhku dan menempatkan nya dipangkuannya, dia menatap wajahku.


“siapakah dirimu..?” tanya ku dari kejauhan.


Tiba – tiba semuanya menjadi silau, aku menutup mataku dan membukanya perlahan, aku melihat sebuah bayangan seperti aku sekarang berada ditubuhku yang aku lihat tadi. Pandangan ku mulai memburam dan perlahan bayangan itu mulai berwarna, semakin lama wajahnya terlihat seperti wajah Jessie.


“master... Master kau sudah sadar..?”


“master kenapa kau menutup mata mu tadi..?”


Suara itu terdengar kembali dan suara itu adalah suara Jessie.


“Siapa..?” tanya ku.


“ini aku Jessie” jawab nya.


Pandangaku sekarang sudah jelas, aku melihat wajah Jessie sangat dekat.


“Jessie ya...” kata ku sambil bangun.


“maaf saja... Tapi Jessie adalah NPC jadi dia tidak mungkin bisa berbicara dengan kehendaknya sendiri” kata ku sambil mengeluarkan pedangku.


“apa maksudmu master..?” tanya nya.

__ADS_1


“jenis monster Doppelganger ya... Sudah aku katakan kalau...” kata ku yang tiba – tiba menyadari sesuatu.


“tunggu dulu..!! Sebuah NPC saja hanya bisa berbicara ketika dia diperintahkan, bahkan suaranya mirip seperti robot, sangat datar... Jadi tidak mungkin kalau dia adalah sebuah monster... Atau pun NPC... Jangan – jangan dia adalah seorang Player...” pikirku sambil menatap Jessie.


“hahaha... Aku baru tahu kalau ada seorang Player yang mempunyai kemampuan Doppelganger...” kata ku sambil mengarahkan pedangku kepadanya dan bersiap menyerang.


“apa maksudmu master...? Aku memang diciptakan dan dihitung sebagai Player, namun perbedaannya aku tidak memiliki sebuah tubuh asli” kata Jessie mencoba meyakinkan.


“oh begitu ya... Maafkan aku, ternyata kau memanglah Jessie ya...” kata ku sambil tersenyum dan menurunkan senjata ku.


“ah.. Akhirnya kau sudah percaya kepadaku ya...” kata Jessie senang.


“hmm... Jadi kau sudah berpikir kalau aku serius berkata seperti itu ya... System Auto Battle... On” kata ku sambil tersenyum.


“eh..” kata Jessie terkejut.


“sudah aku duga... Tidak ada reaksi” kata ku.


Dengan cepat aku langsung menyerang Jessie, aku menyerangnya dengan sebagian kekuatanku, dan aku masih menggunakan satu pedangku.


“aku masih mengingat bagaimana cara bertarung Jessie, jika dia memang Jessie maka seharusnya dia bisa bertahan... Tidak petintahku tadi sebenarnya sudah cukup untuk membuktikannya” pikirku.


“master tenanglah..!!” teriak Jessie sambil mengambil pedang nya.


“bahkan pedangnya juga sama... Tapi..” pikirku.


Aku pun menambahkan kekuatanku dan mengayunkan pedangku dari samping. Kemudian Jessie dengan cepat menahan seranganku, karena perbedaan kekuatan Jessie pun terdorong.


“master tolong dengarkan aku..!!” teriakku.


Aku kembali menyerangnya namun Jessie dengan seluruh kekuatannya berhasil menahannya.


“master kau salah paham” kata Jessie.


“hmm...? Jadi begitu...” kata ku.


Disaat kami saling mendorong dengan pedang kami, aku dengan kuat segera menendang tubuhnya. Jessie pun kembali terlempar jauh dan tubuhnya berbaring ditanah sesaat sebelum dia kembali bangun.


“master apa yang harus aku lakukan agar master mau mempercayai aku..?” kata Jessie sambil memegang bagian tubuhnya yang aku tendang.

__ADS_1


“kalau begitu tunjukkan kekuatan mu” kata ku yang sedikit terkejut.


Saat itu aku keraguanku sedikit berkurang, namun aku tetap saja masih belum percaya. Aku masih ingin membuktikannya lewat kemampuan bertarung yang dulu pernah dia gunakan saat aku mengujinya pertama kali.


__ADS_2