Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 77 : Shadow Devil


__ADS_3

Perlu beberapa waktu untuk menjelaskan semuanya kepada kakakku dan juga ayahku, namun akhirnya mereka berdua bisa memahaminya. Saat itu pun aku juga terkejut saat mereka bilang kalau aku tidak sadar selama 3 hari.


Kemudian tiba – tiba ibuku mulai bangun, dia sebenarnya sudah bangun dari tadi tapi dia berpura – pura masih bermain dan dia juga sudah mendengar semuanya. Ibuku berkata kepadaku untuk terus beristirahat dirumah sakit sampai aku benar – benar sembuh, namun saat itu aku terus memaksa untuk segera pulang dan bermain dirumah.


Akhirnya ibuku menyerah dan membawaku pulang. Kini semua kembali normal, aku pun bisa kembali bermain, namun hal yang tidak aku duga terjadi. Awal tadi yang bermain adalah ibuku namun sekarang kakak ku yang bermain dan dia tidur disebelah ku saat ini.


“kakak... Kenapa kau tidak tidur dikamar mu sendiri..?” tanya ku.


“kalau terjadi sesuatu kepadamu lagi aku bisa segera menolong mu...” jawab kakakku.


“tapi tidak harus tidur seranjang begini kan..?” sahut ku.


“lebih dekat lebih baik...” kata kakak ku sambil bersiap masuk kedalam game.


“sudahlah, aku akan tidur dibawah saja...” kata ku sambil bergerak turun dari ranjang.


“bergerak lah sekali lagi atau kau akan merasakan nikmatnya peluru kesayangan ku ini” sahut kakakku.


“padahal aku baru saja sembuh...” pikirku sambil kembali keatas ranjang.


Kemudian kami berdua pun langsung masuk kedalam game, aku ingat saat terakhir kali aku keluar, aku berada ditengah kota, namun saat aku kembali tiba – tiba aku sudah berada didalam rumah.


“selamat datang kembali master...” kata Jessie menyambutku.


“ya, aku kembali...” kata ku sambil berjalan menuju sofa.


“sudah aku duga kalau ini benar – benar dirimu” sahut Jessie menatapku.


“ibuku tidak melakukan hal – hal yang aneh kan saat memakai akun ku..?” tanya ku.


“ah, itu... Itu...” kata Jessie yang wajahnya tiba – tiba memerah.


“sudah aku duga... Dasar iblis tua...!!” kata ku sambil menggengam tanganku.


“akan aku ambil kan teh dulu untuk mu master” kata Jessie.


“baiklah” sahut ku.


Tiba – tiba Elina pun masuk kedalam game, seperti biasa dilangsung melihat kearah sofa tempatku sering duduk.


“ah, kau benar – benar Hideo kan..?” tanya Elina sambil menuju sofa yang ada didepanku.


“tatap mataku... Kau akan menemukan jawabannya sendiri” kata ku sambil menatap Elina.


“untuk memastikan nya aku tidak perlu melakukan hal itu... Selamat datang kembali sayang..” kata Elina sambil tersenyum kepadaku.


“sayang..? Tidak biasanya kau menyambutku, apakah ada masalah..?” tanya ku dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


“tidak, sekarang aku sudah percaya kalau itu adalah kau...” sahut Elina.


“ah, kau juga ya” keluh ku.


Kemudian Bella dan Lili pun juga masuk secara bersamaan, Jessie pun telah kembali dari dapur.


“ah, Hi-Hideo kau sudah sembuh..?” tanya Bella gugup.


“aku baik – baik saja... Hmm...? Tunggu dulu, dari mana kau tahu namaku..?” tanya ku yang terkejut.


“itu... Emm” kata Bella kebingungan.


“akulah yang memberitahunya... Berterima kasihlah, saat kau sakit kemarin dia juga datang menjenguk mu loh” sahut Elina.


“benarkah..? Kalau begitu, terima kasih karena sudah mengkhawatirkan ku..” kata ku.


“bukan apa – apa..” sahut Bella malu – malu karena teringat kejadian sewaktu menjengukku.


“ini teh nya master..” kata Jessie memberiku secangkir teh.


“Terima kasih Jessie” sahut ku sambil menerima teh nya.


“ah..!! Aku juga mau..!!” sahut Lili.


“ambil sendiri..!!” sahut Jessie balik.


“aku baru saja sembuh jadi aku tidak tahu apa yang telah terjadi saat aku sedang tidak bermain... Apakah ada sesuatu yang menarik...?” tanya ku sambil menatap Jessie.


“aku tahu..!!” sahut Lili sambil mengangkat tangannya.


“katakan” kata ku sambil berbalik menatap Lili.


“ada sebuah bos muncul disebuah Map dikota pertama” kata Lili.


“kota pertama..? Bukannya mereka terlalu lemah..?” tanya ku.


“tidak – tidak – tidak... Meskipun dikota pertama, namun kebanyakan Player yang berlevel 300 kesulitan melawannya” jelas Lili.


“oh, kelihatannya menarik... Kita berangkat Jessie” kata ku sambil berdiri.


“baik master...” sahut Jessie mengikutiku.


“tunggu..!!” teriak Elina.


“kenapa..?” tanya ku sambil membalikkan badan dan menatap Elina.


“kami juga ikut” kata Elina dengan wajah serius.

__ADS_1


“boleh, asalkan hanya menonton saja” kata ku.


“heehh... Itu tidak seru” sahut Lili.


“setelah sekian lama aku tidak bertarung dan kini aku telah menemukan musuh yang kuat, aku sangatlah bersemangat kali ini... Apakah kau ingin menghilangkan semangat ku ini..?” tanya ku.


“cih, kalau aku tidak memberi tahu mu kau mana mungkin akan pergi kesana..?” tanya Lili dengan wajah cemberut.


“kau sendirilah yang mengajukan diri tadi, jika kau tidak mau maka tidak perlu ikut” kata ku mengancam.


“baik – baik aku mengerti, aku hanya akan menonton...” kata Lili sambil memalingkan wajahnya.


“kau juga ikut kan Bella..?” tanya Elina menatap Bella.


“umm...” jawab Bella sambil menganggukan kepalanya.


Kemudian kami pun berangkat menuju lokasi bos itu, menurut informasi dari Lili, bos itu berada disebuah reruntuhan bawah tanah yang sangat gelap, disana hanya ada satu lubang yang terhubung ke langit – langit sebagai pencahayaan nya.


Bos kali ini bernama Shadow Devil, bos ini mempunyai kekuatan yang melebihi Dungeon King kota kedua dan juga dia tidak dapat diserang saat berubah menjadi sebuah asap. Dia dapat memanggil familiar nya yang bila diserang secara otomatis maka akan meregenerasi HP nya.


Ditambah tempatnya yang gelap membuatnya semakin sulit dikalahkan, namun meskipun begitu dia memiliki pertahanan yang tidak cukup kuat, sebagai gantinya dia memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Dia juga cukup pintar, pergerakan sulit diperkirakan hingga banyak Player menyebutkan bahwa bos itu adalah seorang Player yang sedang mencari popularitas.


Selama diperjalanan kami menemui banyak sekali monster, namun tanpa aku dan Jessie bertindak, semua monster itu berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Elina, Bella dan Lili. Setelah sekian lama, akhirnya kami telah sampai didepan gerbang menuju reruntuhan bawah tanah itu.


“ini adalah gerbang terbesar yang pernah aku temui” kata ku sambil melihat gerbang itu.


“aku juga” sahut Elina.


“tapi entah mengapa aku sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya...” kata Lili.


“apakah ini otomatis akan terbuka..?” tanya Jessie menatapku sambil menunjuk kearah gerbang nya.


“aku tidak tahu, jadi lebih baik kita mencobanya dulu” jawab ku sambil berjalan menuju gerbang itu.


Setelah jarakku lebih dekat, gerbang itu pun tiba – tiba terbuka, aku pun sedikit terkejut saat melihat gerbang terbesar itu terbuka. Aku pun melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada monster yang menjaga gerbang itu, setelah selesai aku pun memberi kode kepada mereka untuk segera mendekat.


“baiklah, kita masuk...” kata ku sambil berjalan kedalam gerbang itu.


“entah mengapa aku bisa merasakan hawa yang dingin keluar dari dalam gerbangnya” sahut Elina sambil mengikutiku.


“dalamnya... Sangat gelap” kata Lili gemetaran ketika kami berada didalam reruntuhan itu.


“serahkan padaku... FIRE..!!” kata Bella membuat penerangan.


Setelah jalannya mulai terlihat, kami pun kembali melanjutkan perjalanan nya mencari tempat bos itu. Selama perjalanan, kami tidak melihat satu pun monster yang menjaga reruntuhan itu, sepertinya disini hanya ada satu monster saja yaitu bos nya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya kami menemukan ruangan yang dimaksud. Tempat yang gelap dan luas, hanya memiliki satu lubang yang bisa dimasuki oleh cahaya dari luar, ini adalah ruangan bos nya.

__ADS_1


Kami memang sempat terpukau saat melihat cahaya yang turun dari lubang itu, namun kami tidak sampai lupa karena sekarang kami berada diruang musuh. Tepat saat kami sedang melihat – lihat sekitar, tiba – tiba muncul 2 buah cahaya kecil yang berdekatan, cahaya itu bergerak sedikit kekanan dan kekiri. Itu adalah sebuah tatapan, tatapan dari bos reruntuhan ini, Shadow Devil.


__ADS_2