Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 37 : Lone Walker Emperor


__ADS_3

Kami mulai berangkat, tempat monster yang aku cari berada disebelah Selatan kota kedua, disana ada sebuah hutan yang cukup besar bernama hutan Greenhollow dan tepatnya berada disebuah reruntuhan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk sampai ke tempat itu, karena memang jaraknya cukup jauh. Banyak monster yang kami temui dan kami kalahkan saat dalam perjalanan menuju hutan Greenhollow, ini memang cukup menghambat kami, tapi ini juga bagus bagi Jessie untuk naik level.


Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya kami pun sampai diluar hutan Greenhollow.


“Pohon yang lebat, cahaya matahari tidak dapat masuk kedalam, tanahnya yang lembab dan juga sedikit berair... Ini adalah hutan hujan tropis” kata ku.


“kau juga tahu ya... Dengan hutan yang selebat ini pastinya diantara pohon itu adalah monster yang menyamar atau mungkin ada yang bersembunyi” kata Elina.


“mau menyamar ataupun bersembunyi itu tidak masalah... Akan aku bakar saja...!!!” kata Bella sambil mengarahkan tongkatnya ke hutan.


“memangnya berapa banyak mana yang kau punya..?” tanya ku.


“ini masih penuh” jawab Bella.


“lalu berapa banyak mana yang kau butuhkan untuk melawan monster ini...?” tanya ku.


“ah... Yah.. Ini... Kita kan membawa potion, jika mana kita habis tinggal minum saja kan” jawab Bella.


“terserah... Tapi aku tidak mau melawan monster – monster ini dua kali” kata ku.


“benar kata nya... Kita kalahkan dulu target kita kali ini” kata Elina.


“huh, membosankan... Lalu bagaimana cara kita masuk..? Kau punya rencana..?” tanya Bella.


“rencana...? Ini sangat mudah... Jika monster itu bisa bersembunyi, kenapa kita tidak bisa” kata ku.


“maksudmu kita akan menyelinap...? Itu bukanlah keahlianku...” kata Bella.


“lalu saat kau menyerangku didalam Event, apakah itu hanya kebetulan..?” tanya ku.


“kau tahu kan kalau saat itu semua Player diteleportasi secara acak” jawab Bella.


“begitu ya, Selebihnya aku bisa menebaknya... Kalau begitu sekarang saatnya kau belajar bagaimana cara menyelinap yang baik dan benar... Ikuti aku, kau mungkin akan membutuhkan kemampuan ini nanti” kata ku sambil melompat keatas pohon bersama jessie.


“dari mana kau mempelajari hal seperti ini...? Kau dulu bukanlah pencuri kan..?” tanya Bella.


“hmm... Yah... Tentu saja bukan... Mungkin” jawab ku.


“jadi begitu... Kalau Elina bagaimana..?” tanya Bella.


“karena Role ku adalah Archer, ini adalah hal yang mudah” kata Elina sambil menyusulku keatas pohon.

__ADS_1


“aku ikut saja deh” kata Bella menyusul.


Kami pun melanjutkan perjalanan menuju reruntuhan itu dengan cara melompat dari dahan ke dahan. Selama diperjalanan kami berhasil melewati beberapa monster, namun saat kami hampir sampai, aku merasakan ada sesuatu yang sedang melihatku dan aku pun langsung berhenti.


“eh... Kenapa kau tiba – tiba berhenti..!?” teriak Bella.


Aku yang melihat Bella tidak bisa menghentikan lompatan nya dan menuju kearah ku, aku pun dengan cepat segera menancapkan pedangku ke dahan tempatku berpijak. Pedang itu aku gunakan untuk menahan tubuhku agar tidak jatuh dari atas pohon saat aku akan menangkap Bella, kalau kami sampai jatuh kebawah, maka monster – monster akan datang menyerang kami.


“awas..!! Menyingkirlah...!!” teriak Bella.


“jangan – jangan dia akan menyelamatkanku dengan cara menggendongku seperti seorang putri dalam film... Ah jangan seperti ini, ada sahabatku disini... Aku sangat malu... Ahhhh” pikir Bella dengan perasaan senang dan malu.


Aku pun langsung menghindarinya lalu menarik jubah yang dipakai Bella dari belakang, saat itu juga aku menggunakan kaki ku ke pedang yang telah aku tancapkan untuk menahannya.


“ahhhh... Huekk” teriak Bella tercekik.


“oke sekarang sudah aman...” kata ku.


“”woah... Kau memang kejam ya..” kata Elina yang melihat caraku menghentikan Bella.


“apa yang kau lakukan sialan...!!!” teriak Bella marah.


“beginikah cara mu menyelamatkan seorang gadis...!! Jika ini nyata aku mungkin sudah mati tahu..!!” teriak Bella marah.


“ya maaf...” kata ku singkat.


“memangnya kenapa kau berhenti tiba – tiba...!!” teriak Bella yang masih marah.


“lihat ada monster didepan... Jika kita tidak berhenti maka kita akan diserang, jika kau lebih suka diserang dari pada menyerang maka akan aku lempar dirimu sekarang” jelasku.


“monster...?” kata Bella sambil melihat kedepan.


“sekarang bagaimana..?” tanya Elina.


“turunkan aku..!!” teriak Bella.


“aku serahkan monster itu kepada kalian berdua... Aku dan Jessie akan menerobos langsung” jawabku sambil menurunkan Bella.


“baiklah...” kata Elina.


“tunggu dulu aku masih belum menyetujuinya...” kata Bella.

__ADS_1


“LIGHTNING JUDGMENT..!!” teriak ku menyerang monster itu.


Seranganku membuat monster itu terkena stun, saat itu juga aku dan Jessie langsung menerobos melewati monster itu. Saat aku melewati monster itu, dari dekat aku melihat kalau monster itu adalah monster Black Snake, monster ini memiliki kekuatan serangan dan pertahanan yang kuat, kulitnya sangatlah keras untuk diserang, kelemahan monster ini adalah mulutnya.


“hei dengarkan aku...!! Duh ada apa sih dengannya..?” kata Bella.


“aku juga tidak mengerti... Yang lebih penting, segera kalahkan monster itu dan kita akan menyusulnya” kata Elina.


“oke serahkan kepadaku, aku akan memancingnya dan kau serang kelemahannya” kata Bella.


Mereka berdua akhirnya bekerja sama untuk mengalahkan monster itu. Setelah beberapa saat kini aku sudah berada didepan reruntuhan itu.


“itu dia... Monster yang paling menyusahkan untuk ditangani... Dia menggunakan pedang untuk menyerang dan sebuah perisai untuk bertahan, dia bahkan juga memiliki armor yang sangat kuat... Tidak mengenal apapun, dia akan menyerang sesuatu yang berada disekitarnya, entah itu monster Player atau pun sebuah bangunan... Namun yang paling menyusahkan adalah setelah kita berhasil membunuhnya, sekumpulan pasukan Skeleton akan muncul dan menyerang kita, tidak cukup sampai disitu dia bahkan juga bisa menarik sekumpulan monster yang berada disekitarnya dalam radius beberapa ratus meter untuk datang mendekat... Untung saja ada Bella dan Elina yang akan membantu nanti” pikirku.


Aku pun mulai menyelinap ke atas reruntuhan dan menunggu monster itu sampai ditampat yang cukup luas untuk bertarung.


“sekarang...!!” pikirku.


Kemudian aku dan Jessie pun menyerang monster itu dari atas, bergerak dengan cepat dan tanpa suara dengan kata lain serangan kejutan. Serangan kami berhasil mengenainya, namun damage yang dihasilkan tidak terlalu besar dan kini monster itu telah menyadari keberadaan kami.


“Groaaaarr” teriak monster itu.


Aku pun segera menjauh dari monster itu dan Jessie langsung menyerang dari belakang. Perhatian monster itu teralihkan, dia sekarang berusaha menyerang Jessie.


“Kesempatan...!!” Pikirku.


“SWORD OF CALAMITY... RELEASE...!! SPEED BOOST... ON..!!” teriak ku.


Aku menaikkan kecepatanku dan langsung menyerang monster itu dari belakang.


“BLADE DANCE...!!” teriakku sambil menyerang monster itu.


Aaku pun menyerang monster itu dengan cepat, saat perhatian monster itu tertuju kepadaku maka Jessie akan menyerang monster itu dari belakang. Kami menggunakan cara itu untuk mengalahkan monster itu, perlahan namun pasti HP monster itu mulai berkurang.


“jika kita tetap menyerang dengan cara seperti ini maka kita akan menang” pikirku.


“Groaaaarr” teriak monster itu.


Tiba – tiba dari tubuh monster itu muncul sebuah aura hitam, HP nya kembali penuh dan kecepatan bertambah. Taktik menyerang kami tidak lagi berguna, setiap kami akan menyerang, dia selalu menggunakan serangan tipe Area nya.


“ini gawat serangannya sangat kuat untuk kami tahan... Aku harus memikirkan cara lain” pikirku.

__ADS_1


__ADS_2