Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 61 : Reverse Trap


__ADS_3

Kemudian setelah kemenangan hari itu, kami pun merayakan nya kecil – kecilan, namun aku hanya menghadirinya sebentar setelah itu aku langsung pulang. Hari ini pun aku kembali Log In, namun hal yang tidak terduga terjadi.


“selamat datang kembali master..” kata Jessie menyambutku.


“ya, aku kembali...” jawab ku.


“meskipun aku berkata seperti itu, tapi apa – apaan situasi saat ini...” pikirku sambil melihat sekeliling ku.


“hei... Apakah kau selalu menyambut orang seperti ini setiap hari...?” tanya Bella mengejekku.


“apa maksud dari orang seperti ini..? Hah..!!” kata Lili marah kepada Bella.


“hah..!! Kenapa kau marah, kau ingin aku bakar hidup – hidup..!!” sahut Bella yang tidak terima.


“baiklah kita lihat saja mana yang lebih cepat, seranganku atau seranganmu..!!” kata Lili sambil mengeluarkan senjatanya.


“sudahlah kalian berdua... Kita disini bukan untuk hal seperti ini” kata Elina yang mencoba menenangkan.


“ah... Anu... Aku sudah boleh pulang kan..?” tanya Eririn yang ketakutan.


“belum, kita bahkan baru bertemu dengannya” jawab Elina.


“kenapa kalian ada disini..!!!” teriakku.


“hmm..?” kata mereka semua bersamaan sambil melihatku.


Aku pun terkejut saat itu, tiba – tiba Elina, Bella, Lili dan Eririn sudah berada dirumahku. Aku tidak tahu mengapa, namun perasaanku menjadi tidak enak.


“jadi apa tujuan kalian kesini..?” tanya ku sambil berjalan menuju sofa.


“aku hanya ingin berkunjung..” jawab Elina.


“aku tidak akan membiarkan Elina datang sendirian berkunjung kerumah orang sepertimu” sahut Bella.


“akh ingin melihat rumah mu” jawab Lili.


“anu... Aku... Aku hanya ikut – ikutan saja” jawab Eririn.


Mendengar jawaban mereka semua, aku pun hanya diam, kemudian mereka pun ikut duduk disofa depanku.


“master, ini teh mu” kata Jessie sambil memberikan teh kepadaku.


“terima kasih...” kata ku yang kemudian meminum teh itu.


“hei... Dimana teh ku..? Kenapa kau tidak memberi ku juga..?” tanya Bella.


“hah...!! Buat sendiri..!!” kata Jessie dengan tatapan mengintimidasi.


“apa kata mu..!!” kata Bella sambil membalas tatapan Jessie.


“jadi begitu, kalian datang kemari dengan alasan yang berbeda – beda ya...” kata ku sambil meletakkan teh nya keatas meja.


“tentu saja...” sahut Elina.

__ADS_1


“tapi...” kata ku sambil berdiri dengan gagah.


“ohh...” kata semua orang yang melihatku.


“aku menolak... Kalian pergilah dari sini, aku akan pergi ke Dungeon hari ini dan karena cepatlah keluar” kata ku.


“hah... Apa maksudmu itu..?” tanya Bella.


“memangnya apa lagi..? Ini adalah rumahku, rumahku adalah istana ku yang berarti aku adalah rajanya disini... Raja ini memerintahkan kalian untuk pergi dari sini karena sedang sibuk” kata ku sambil menatap Bella.


“kalau kau adalah rajanya maka aku adalah ratu nya disini... Ini telah diputuskan” sahut Elina.


“itu hanya keputusan sepihak dari mu saja” kata ku menatap Elina.


“ini keputusan bersama” sahutnya lagi.


“aku tidak menyetujuinya...” kata ku.


“sudah aku putuskan..!! Mulai hari ini aku akan tinggal disini..!!” kata Elina dengan penuh semangat dan tidak menghiraukan kata – kata ku.


“hah..!! Kau yakin..?” tanya Bella seakan tidak percaya dengan keputusan Elina.


“sangat yakin” jawab Elina tanpa ragu.


“kalau begitu aku juga akan tinggal disini, aku tidak bisa meninggalkan Elina tinggal sendirian bersama pria seperti mu” kata Bella sambil menatapku.


“aku tidak ingat kalau aku menyetujui nya..!!” sahut ku.


“aku juga ikut” kata Lili.


“kalau begitu...” kata Eririn.


“hei... Jangan – jangan...!!” pikir ku sambil menatap Eririn dengan tajam.


“eh..!! Anu... Aku pulang dulu” kata Eririn sambil berjalan menuju pintu.


“selamat datang dirumah..!!” teriak Bella sambil menghadang Eririn.


“tidak... Bukan itu maksudku...” kata Eririn kaget.


“sudahlah, ayo kita kembali duduk” kata Bella sambil menarik tangan Eririn.


“kalian tidak mau mendengarkanku ya..?” tanya ku sambil memegang kepalaku.


“hah..? Buat apa..?” tanya Bella.


Aku pun hanya menghela nafas panjang saat mendengar pertanyaan Bella. Istana ku yang damai kini telah hancur, dihancurkan oleh para iblis – iblis ini. Namun hal yang paling aku tidak mengerti adalah Jessie, dia hanya diam saja dari tadi dan tidak menolaknya, seakan dia juga menginginkan hal ini.


“apa hadiah yang kau dapatkan dari mereka..?” tanya ku kepada Jessie.


“hmm..? Semua hal tentang master didunia nyata” jawab Jessie sambil menatapku.


“hah... Baiklah kalau begitu aku akan Log Out dulu... Aku ada urusan” kata ku sambil berdiri.

__ADS_1


“ah tunggu sebentar..!!” teriak Elina yang mencoba menghentikan ku.


“sampai jumpa nanti” kata ku sambil menekan tombol Log Out.


Aku pun ingat kalau hari ini adalah hari dimana aku akan bertemu dengar Ricoris yang asli didunia nyata. Dia pun baru saja mengirimi ku sebuah pesan, tempat kami akan bertemu.


“hmm..? Bukankah tempat ini adalah tempat dimana aku bertemu denag Elina dulu... Toko roti yang dibeli oleh ayahku” pikir ku saat melihat pesan itu.


Aku pun langsung bergegas menuju tempat itu, kami bertemu jam 10 pagi dan aku datang keempat itu 10 menit lebih awal.


“hmm..? Gadis aneh... Bukankah ini hari minggu..? Kenapa dia malah memakai baju olahraga sekolah..? Dan tatapannya itu, dia tipe orang yang pemarah... Lebih baik aku tidak dekat – dekat dengannya” pikir ku sambil berjalan menuju tempat yang kosong.


“siapa laki – laki itu..? Dia tampan... Aku ingin mendekatinya... Tapi kenapa waktunya tidak pas..!! Aku sedang memakai baju olahraga, dan sekarang aku pasti dianggap orang yang aneh” pikir gadis itu sambil menutupi wajahnya.


10 menit telah berlalu namun aku tidak melihat ada seorang pun yang masuk. 15 pun kembali berlalu namun tidak seorang pun yang datang. Aku hanya melihat ada sekumpulan gadis yang datang hari itu.


“tidak mungkin kan kalau Ricoris itu adalah perempuan..? Akan aku coba hubungi dia dulu” pikir ku.


Aku pun mengirimi dia sebuah pesan, tidak butuh waktu yang lama dia langsung membalasnya. Katanya dia juga sudah menunggu didalam toko dan dia memakai baju olahraga.


“hmm..? Memakai baju olahraga..? Jangan – jangan..!!” pikirku sambil melihat gadis itu.


Aku pun berdiri dan mencoba melihat sekeliling, aku berpikir kalau gadis itu hanya kebetulan saja memakai pakaian yang sama dan Ricoris ada disuatu tempat didalam toko itu. Namun setelah beberapa kali aku mencari, ternyata hanya gadis itu saja yang memakai baju olahraga. Aku pun memutuskan untuk menemuinya.


“selamat siang...” kata ku sambil tersenyum.


“se-selamat siang...” sahut gadis itu terkejut.


“bohong..!! Tidak mungkin..!! Dia datang menemui ku” pikir gadis itu.


“apakah kau adalah Ricoris..?” tanya ku gugup.


Dia tidak memberitahuku nama aslinya jadi aku menggunakan nama karakternya.


“eh..? Bagaimana kau bisa tahu..?” tanya gadis itu.


“tenyata benar... Ini adalah sebuah reverse trap..!! Aku terkena reverse trap” pikirku.


Aku pun sangat terkejut saat itu, badanku bergetar hebat, aku ingin segera mengakhirinya.


“ah... Jangan – jangan kau adalah Hideo..?” tanya gadis itu.


“kau salah orang” jawab ku sambil mencoba untuk bersikap tenang.


“mencurigakan” kata gadis itu sambil menatapku dengan tajam.


“haha.. Aku hanya ingin bertanya, apakah kau tadi melihat gadis ini..?” tanya ku mengubah topik.


“gadis itu ya... Sepertinya aku mengenalnya, tapi aku tadi tidak melihatnya sama sekali” jawab gadis itu.


“begitu ya... Maaf telah mengganggu, aku akan pergi mencarinya... Sampai jumpa” kata ku sambil bergegas meninggalkan nya.


“Tunggu dulu...!!” teriak gadis itu.

__ADS_1


Aku pun berhenti, badanku pun kembali bergetar dan jantungku pun berdetak sangat cepat. Disaat gadis itu mulai memgejarku, aku pun hanya berdiri terpaku didepan toko, hari yang sangat aneh telah terjadi.


__ADS_2