
“aku masuk..” kata ku sambil membuka pintu ya.
Aku masuk kedalam ruangan itu, awalnya ruangan itu terlihat gelap namun perlahan menjadi terang. Ruangan nya mulai berubah, sebelumnya aku bertarung diatas rawa tapi kini aku bertarung ditempat yang luas dan mirip seperti di reruntuhan. Dan Floor King kali ini adalah sebuah monster mitologi yaitu Cyclops.
“yang membuat tempat ini sangatlah hebat, ini terlihat sangat nyata... Terlalu indah untuk dihancurkan... Baiklah sekarang dimana lawanku...? Sejauh aku memandang, disini hanya ada puing – puing bangunan yang panjang dan besar, sepertinya ini adalah tiang yang hancur dari bangunan ini ... Hmm... Tunggu dulu tempat yang luas, tidak ada monster yang terlihat, dan juga reruntuhan ini... Berarti...” pikirku sambil melihat keatas.
Tubuhnya sangat besar, hanya memiliki satu mata yang bersinar didalam kegelapan serta sifatnya yang barbar, itulah Cyclops. Dia selalu mengawasiku dari atas sejak aku masuk, bersembunyi di langit – langit reruntuhan dan saat aku melihatnya dia langsung melompat kebawah.
*BOOOM suara Cyclops saat mendarat dibawah.
“sudah aku duga... Tapi caranya muncul tadi tidaklah buruk.” pikirku sambil menjauh dari monster itu.
“groooww” teriak monster itu sambil mengambil sebuah tiang yang ada dilantai sebagai senjatanya.
“Jessie seperti biasa...” kata ku.
Aku pun memutari monster itu dan tetap menjaga jarak dengan monster itu, aku mencoba mencari celah untuk menyerang monster itu. Tapi mata monster itu seakan terus menatapku, bahkan dia menghirqukan serangan yang dilakukan oleh Jessie.
“hmm... Sepertinya ini agak sulit, bahkan dia tetap tidak mau melepaskan pandangannya dariku... Jadi bagaimana kalau begini...” kata ku.
Aku menambahkan kecepatan ku dan terus memutarinya, monster itu sepertinya masih bisa melihatku meskipun agak lambat. Disaat seperti ini aku memutuskan untuk mengecohnya dengan cara, pertama aku harus berlari secepat mungkin dan mencari sebuah batu yang besar dan disaat aku sudah menemukannya aku harus berlari kesana, kedua disaat aku akan melewati batunya dengan cepat Jessie akan menyerang matanya dan serangan itu akan membuatkan ya meskipun sebentar, disaat itu juga aku akan merubah arah berlariku, monster itu pasti akan mengira kalau akan tetap berlari memutarinya padahal aku merubah arahku untuk menyerangnya secara diam – diam dan cepat.
“bagus teruslah melihatku”pikirku sambil terus berlari.
Tapi monster itu tidak hanya diam dia mulai berlari untuk memblokir jalanku.
“aku kira kau akan tetap diam dan mengawasiku ternyata kau bisa mengambil inisiatif, ini diluar perkiraan ku tapi tetap saja aku tidak akan mengubah rencanaku... Jessie sekarang..!! ” kata ku.
Disaat aku menemukan batunya aku langsung menyuruh Jessie untuk menyerang matanya secara berturut – turut dan ini berhasil monster itu kehilangan jejakku.
“sekarang waktunya untuk menyerang... SPEED BOOST ON..!!” teriakku saat merubah arahku dibalik batu.
Aku menambahkan kecepatan ku karena monster itu masih tetap berlari bahkan saat sudah kehilangan jejakku.
__ADS_1
“kenapa dengan monster itu...? Kenapa dia masih berlari...? Apakah dia berencana untuk menabrakkan dirinya...? Injak rem nya bodoh..!!” teriakku.
*BOOOM suara monster itu menabrak dinding arena itu.
“inikah yang dimaksud dengan barbar...? Dia terlihat sangat bodoh HP nya pun jug turun meskipun sedikit... Senjatanya pun juga ikut hancur... Dasar barbar yang bodoh...!!” pikirku.
Monster itu kembali berdiri dan keluar dari puing – puing tembok yang telah dia hancurkan.
“Groooww” teriak monster itu mengambil sebuah tiang lagi.
“tidak aku sangka dia akan sebodoh ini bahkan Jessie jelas lebih baik darinya... Ini jauh dari perkiraanku, rencanaku dihancurkan oleh si bodoh ini... Ini menyedihkan” pikirku.
“Grooowww” teriak monster itu berlari ke arahku.
“hei hei hei...!! Kau ingin melakukannya lagi ya...?!” teriakku menghindar.
*BOOOM suara monster itu kembali menabrakkan diri.
“haaah padahal dulu saat aku melawannya berasa dengan party ku monster ini tidak sebodoh sekarang” pikir ku sambil memegang kepala terheran – heran.
“kau masih mau melakukannya lagi...?!” teriakku sambil menghindari serangan monster itu.
*BOOOM suara monster itu lagi.
“hah... Aku kecewa, sangat kecewa... Padahal tadi aku kira kau adalah monster yang sangat kuat dan julukan barbar mu aku kira serangan dan pertahananmu sangat besar serta kecepatan serangan mu yang tinggi... Tapi aku salah julukan barbar mu itu ternyata karena ini... Hah... Aku ingin segera log out dan menenangkan pikiranku yang sedang berteriak kecewa ini... Baiklah karena kau terus menyerang ku dengan cara seperti ini maka terpaksa aku menggunakan cara yang sama denganmu...!! “ teriakku.
Minster itu kembali berlari kearah ku dan aku yang juga melawan balik karena muak.
“Grooww” teriak monster itu menyerang dengan senjatanya.
“berisik aku sudah muak denganmu...!! Rasakan jiwa barbar ku ini...!! LIGHTNING JUDGMENT..!!” teriakku marah.
“BOOOM suara seranganku mengenai monster itu.
__ADS_1
Monster itu pun berhenti berlari saat terkena seranganku.
“bagus... Memang seharusnya begitu jadilah anak baik dan berhentilah berlari an lagi... Serta biarkan aku mengajari mu serangan yang sesungguhnya...!! SWORD OF CALAMITY.. RELEASE..!! Awakening tingkat pertama.. RELEASE..!!” teriakku.
Aku pun menyerang nya secara bertubi – tubi dan monster itu langsung marah dan memukulkan senjatanya kebawah, menciptakan serangan Area dan membuat lantainya retak.
“sudah aku bilang kan... Dia lah dan jadi anak baik..!!” teriakku menghindari serangan itu.
Ssetelah menghindar aku kembali menyerangnya, kali ini aku tidak memberinya kesempatan untuk menyerang lagi, namun monster itu tetap memaksakan dirinya untuk menyerang ku.
“ahh... Membosankan..!! Blade Dance..!!” teriakku.
Aku memutuskan untuk tidak menghindari serangan monster itu tapi aku akan menghancurkan senjatanya. Aku menfokuskan seranganku ke senjatanya dan berhasil menghancurkan senjatanya. Lalu aku menyerang kaki dan tangannya agar tidak bisa bergerak atau mengambil senjata lain. Aku menggunakan seluruh kekuatanku yang tersisa dan dengan dibantu oleh serangan Jessie akhirnya ku berhasil mengalahkan monster itu. Ruangan tempat aku bertarung akhirnya berubah menjadi semula.
“hah lelahnya... Setelah aku naik aku akan segera Log out saja” kata ku sambil pergi menuju pintu ke lantai selanjutnya.
Saat aku akan pergi aku melihat ada sebuah party yang menunggu gilirannya untuk melawan Floor King itu. Party itu baru saja datang ke kota kedua dan langsung pergi kedalam Dungeon, setelah berhasil menyelesaikan lantai pertama mereka memutuskan untuk langsung pergi menantang Floor King lantai kedua namun mereka gagal sebanyak 4 kali. Party itu berisi 5 orang yang memiliki Role lengkap.
“hei lihat Player itu melawan monster barbar itu sendiri dan menang” kata seorang Tanker party tersebut.
“kalau tidak salah tadi dia menggunakan cara barbar untuk melawan monster barbar itu” kata seorang Assassin party itu.
“kalau begitu pasti itu adalah cara untuk mengalahkan monster barbar itu, jadi ayo kita gunakan cara itu” kata seorang Archer.
“Ya...!!” teriak semua anggota party itu.
Meraka pun mulai memasuki arena bertarung dan saat monsternya muncul mereka langsung menyerang.
“semuanya serang...!!” kata ketua party itu.
“hiyyaaa..!!!” teriak mereka menyerang.
“huh... Kenapa mereka menyerang asal – asalan..? Apa – apaan party barbar ini..? Aku sudah muak bertemu dengan hal – hal yang barbar hari ini” Pikirku sambil membuka pintu ke antai selanjutnya.
__ADS_1
Karena mereka menyerang secara asal – asalan akhirnya mereka kalah dalam beberapa serangan.
“Idiot... Dasar party barbar idiot” kata ku sambil menutup pintunya.