
Entah mengapa hari ini aku berhasil lolos, aku meyelinap keluar dari sekolah dan pulang kerumah tanpa diketahui kakakku. Aku sadar kalau aku tetap dirumah bahkan jika aku mengunci pintu kamarku kakakku tetap akan bisa membukanya, jadi aku putuskan untuk mengambil semua peralatan gameku dan membawanya dimarkas rahasia. Dulu kami menemukan markas ini secara tidak sengaja, lalu kami sedikit merubahnya, seperti ruangan bawah tanahnya. Lokasinya dekat dengan pemakaman, jadi saat malam, tempat itu akan terkesan menyeramkan, dibagikan luar gudang itu terlihat seperti sudah rusak dan angket, apalagi yang didalamnya, kami memang sengaja membuatnya seperti ini, tentu saja agar tidak ada orang yang berani masuk kesini, karena ini adalah markas rahasia hanya aku dan sahabatku yang tahu. Ditempat itu ada 2 ruangan bawah tanah yang saling berurutan, kami membuat sebuah pintu yang sangat mirip dengan temboknya, dikegelapan malam pintu itu akan tampak seperti tembok dengan sempurna, yang menjadi petunjuknya adalah beberapa barang aku tempatkan didepan pintu itu, seperti vas bunga yang sudah pecah. Diruangan pertama kami menempatkan beberapa lemari dan meja kerja, kami menempatkan beberapa dokumen palsu yang terlihat penting. Ruangan pertama itu juga digunakan untuk mengelabuhi musuh, ruangan yang sebenarnya berada dibalik lemari dan sama seperti pintu ruangan ini, kami membuat pintu masuk ke ruangan kedua mirip seperti tembok. Dan dibalik tembok itu adalah ruangan terhebat yang pernah ada, sebuah arena yang kami gunakan untuk latih tanding, komputer dengan spek dewa, akses wifi sepuasnya, dapur, toilet, stok bahan makanan dan minuman, beberapa futon, lemari penuh dengan manga dan novel, ratusan action figure, permainan konsol dan masih banyak lagi.
“Ini adalah tempat yang kami gunakan untuk membolos saat sekolah... Hahaha... Sebuah tempat yang bahkan dewa pun ingin memilikinya... Ruangan yang paling...” kata ku.
“meoongg...” suara kucing.
“ah..!! Ternyata kau ya... Bagaimana kabarmu..? Kau maka dengan teraturkan..?” tanya ku sambil mengelus kepala kucing itu.
Namanya adalah Nemea, kami berdua menemukannya dan merawatnya disini. Dari namanya kami terinspirasi dari singa Nemea yang kuat dan juga berani, kami berharap dia juga seperti itu. Hingga kini Nemea adalah satu – satunya penjaga markas rahasia kami, beberapa minggu yang lalu ada seseorang yang tidak sengaja sampai kesini dan Nemea berhasil menakutinya dan membuatnya kabur. Kami telah membuatkan sebuah pintu masuk khusus untuknya, yaitu lewat lubang ventilasi udara yang sudah kami modifikasi sehingga dia bisa bergerak lebih nyaman saat keluar ataupun masuk. Untuk makanannya kami juga membuatkannya sebuah alat khusus, jadi ketika dia lapar dia bisa menekan sebuah tombol yang ada dialat itu dan akhirnya makanannya pun keluar.
Setelah aku selesai memberi makan Nemea, aku pun langsung Log In kedalam game. Sudah satu bulan berlalu sejak aku bertemu dengan Jessie dan kini adalah saat untuk bertemu dengan Gama. Dengan waktu yang sudah diumumkan lewat Email dalam game, kini aku sudah berada didalam ruangan khusus yang telah disiapkan oleh Gama, ruangan yang sama seperti sebelumnya. Gama pun datang dan cara datangnya juga sama seperti sebelumnya, tapi kini dia tidak muncul dari atas meja, namun disampingnya, sekarang dia lebih menghormati kami.
“selamat datang diruangan ini lagi...!! Kita bertemu lagi, kalian senangkan bertemu denganku..? Aku juga senang bertemu dengan kalian lagi... Hahaha... Jadi apakabar kalian...?” kata Gama membuka percakapan.
“ehh... Sepertinya kami semua baik – baik saja, mungkin” kata Hiro.
“lalu apa yang kalian lakukan setelah saat kita bertemu disini dulu... Seperti sebuah kejadian yang menarik..?” tanya Gama.
“kejadian yang menarik..? Mungkin itu yang dia maksud” pikirku.
Aku pun teringat saat aku bertarung melawan Ricoris, sepertinya dia masih tidak menyukaiku.
“Tidak...” sahut Ricoris.
“dia ingin menutupinya ya...” pikirku.
“hmm..? Begitu ya... Baiklah sekarang langsung ke intinya saja jadi uji coba selama satu bulan ini bagaimana menurut kalian..?” tanya Gama.
“ini sangat membantu... Terlebih bagi sebuah party yang anggotanya tidak memiliki Skil Support... Pets ku ini bahkan bisa menyembuhkan luka – luka ku saat pertarungan...” kata Neko.
“hmm... Benar sekali, Skil Support kemungkinan memang bisa dimiliki oleh semua Player, namun Skil ini hanya bisa digunakan untuk teman... Yah, kecuali seorang Wizard dia bisa mensupport dirinya sendiri... Ini bisa dipertimbangkan” kata Gama.
__ADS_1
“jadi apakah ini bisa dianggap berhasil..?” tanya Hiro.
“hmm... Soal itu mungkin saja” jawab Gama.
“kalau begitu seperti apa yang aku katakan sebelumnya... Apa yang akan kalian berikan sebagai kompensasi memenangkan Event sebelumnya...?” tanya Hiro.
“soal itu... Kalian panggilan Pets kalian” kata Gama.
“hmm..? Bukankah Pets kami ada disini..? Eh.. Kok gak ada..?” kata Neko.
“tentu saja... Karena ini adalah ruangan khusus, hanya Player saja yang bisa datang kesini... Lagi pula Pets ini masih dalam uji coba jadi System nya masih belum kami perbarui sepenuhnya...” jelas Gama.
“itu masuk akal... Kalau begitu...” kata Hiro.
Kami berlima mulai memanggil Pets kami, Neko memiliki Pets sejenis kucing yaitu Cait Sith atau peri kucing, Inu memiliki Pets hewan mitologi Cerberus atau anjing dengan kepala 3, Hiro memiliki Pets sejenis burung hantu atau didalam game biasa disebut The Owl yang merupakan hewan yang sulit ditemukan dan juga sangat sulit untuk dikalahkan, sementara Ricoris memiliki Pets kuda bertanduk atau biasa disebut Unicorn dan milikku adalah seekor Acient Dragon yang merupakan sebuah monster yang memiliki level setara dengan Dungeon King.
“ohh... Semuanya memiliki Pets yang hebat ya... Yang tidak aku duga adalah Pets yang memiliki kekuatan setara Dungeon King ini... Luar biasa...!!!” kata Gama.
“memang benar...” pikirku.
“hmm... Yah itu tidak masalah” kata Gama sambil menepukan tangannya.
Tiba – tiba Pets kami seperti dikurung.
“hei hei...!! Apa maksudnya ini..?” tanya Hiro.
“tenang saja...” kata Gama.
Kurungan itu pun perlahan menjadi sebuah peti mati dan dibagikan tutupnya muncul sebuah wajah, wajah dari seorang raja dan ratu disebuah kartu poker.
“dan arti wajah ini..?” tanya Hiro.
__ADS_1
“ini merupakan jenis kelamin mereka, jangan salah paham mereka tercipta secara acak... Bukalah ini nanti dan kalian akan melihat wajah sebenarnya dari mereka, oh iya mereka masih memiliki beberapa bagian dari diri mereka saat masih jadi monster... Dan juga aku sudah memberikan mereka perintah – perintah dasar dalam pertarungan, kalian bisa menambahkan perintahnya dan aku akan memberi kalian buku panduan ini... Jadi selamat untuk kalian dan sampai jumpa...!!!” kata Gama sambil kembali menghilang.
“tunggu dulu..!!” teriak Hiro.
“sudah menghilang...” kata Neko.
“apa – apaan sikapnya itu..!!” kata Hiro marah.
“sudah lah yang terpenting usaha kita di Event tidak sia – sia... Ayo pergi Neko...” kata Inu.
“oke..!!” sahut Neko.
“aku juga pergi..!!” kata Ricoris.
“aahh... Menyebalkan...” kata Hiro.
Mereka pun mengambil peti mereka masing – masing dan mulai meninggalkan ruangan itu.
“jadi hanya aku yang masih berada diruangan ini...” pikirku.
Aku memutuskan untuk tinggal diruangan itu sampai aku selesai membaca buku panduan yang diberikan oleh Gama.
“kenapa kau berkata bahwa ini sudah diacak...? Bukankah kau sudah mengaturnya..?”
“benarkah...? Apa aku berkata seperti itu tadi...?”
“kau ini ya..”
Aku pun selesai membaca buku panduan itu, dibuku tertulis bagaimana cara menambahkan perintah nya dan juga kita diharuskan untuk membuat deskripsi NPC yang kami miliki. NPC akan dihitung sebagai Player, dia hanya berbicara melalui perintah dan tidak bisa berbicara bebas, memiliki kesetiaan mutlak dan selalu menuruti perintah masternya meskipun itu mati. Level yang dimiliki sebelumnya akan direset kembali menjadi level 1. Jika NPC mati maka akan direspawn lagi dalam waktu 8 jam, jika masternya mati dalam pertempuran meskipun NPC nya masih hidup maka pertandingan akan tetap dihitung sebagai kekalahan. Karena dihitung sebagai Player maka NPC dapat memilih sebuah Role dan Skil yang ditentukan oleh masternya. Nama bisa diubah sekali saat pengaktifan NPC dan jenis kelamin tidak bisa diubah. Deskripsi adalah sebuah latar belakang NPC itu atau bisa dikatakan Deskripsi merupakan sebuah Biografi.
“kenapa masih banyak yang tertulis dibuku ini..? Ini bahkan masih sebagiannya... Sudahlah lebih baik aku bawa saja ini dulu...” pikirku.
__ADS_1
Aku pun mengambil peti itu dan segera pergi dari ruangan itu, namun untuk Gama aku merasa seperti Deja Vu.