
Setelah Elina Log Out dari game, dia langsung berangkat bersama Bella menuju rumah sakit tempat aku dirawat. Semua anggota keluargaku terlihat cemas, mereka terus menemani dan menungguku bangun.
*Braakk... Suara pintu terbuka.
“Hideo..!!” teriak Elina bersamaan saat membuka pintu.
“hmm..?” kata semua orang sambil menatap Elina.
“ah, maafkan aku...” kata Elina yang terkejut, dia kemudian langsung menundukkan badannya.
“tenang saja... Sekali lagi kau berteriak, aku akan membunuh mu...!!” kata kakak ku mengintimidasi.
“Akiko... Tenanglah...” sahut ibuku.
“sayang, siapa gadis ini..?” tanya ayahku sambil menunjuk Elina.
“ah, dia ya... Tunangan hideo” jawab ibuku.
“hah...? Bukankah dia sedang berpacaran dengan guru itu..?” tanya ayahku kebingungan.
“hah...?” kata semua orang terkejut.
“apa maksudmu ayah...?!” tanya kakakku.
“benar, apa maksudmu..?! Dasar laki – laki tua..!!” tanya ibuku melirik ayah.
“itu benar sekali, apa maksudnya ini..?! Hideo itu adalah milikku..!!” tanya Elina yang ikut – ikutan.
“ah..!! Hoho... Kau sudah sedikit berani sekarang” kata ibuku menggoda Elina.
“aku sarankan untuk berhati – hati ketika mengatakan sesuatu” kata kakakku sambil menatap Elina dengan tajam.
“bu-bukan itu maksudku.. Maaf aku kelepasan...” sahut Elina.
“Dan gadis yang dibelakangmu..?” tanya ibuku sambil menunjuk Bella.
“ah, dia adalah... Coba perkenalan dirimu” kata Elina sambil mendorong Bella kedepan.
“anu... Pe-pe...” kata Bella gugup.
“ada apa...?” tanya Elina.
“ini mustahil..” bisik Bella.
“tenang saja, pegang tanganku...” bisik Elina sambil mengulurkan tangannya.
“baiklah...” kata Bella menggengam tangan Elina.
“lakukan...” sahut Elina.
“pe-perkenalkan namaku adalah Isabella Robertson, aku adalah teman..” kata Bella sambil menundukkan kepalanya.
“kekasih Hideo yang kedua...” sahut Elina memotong.
“huh..?” kata semua orang.
“apa – apaan lagi ini..?!” tanya kakakku dengan wajah marah.
“apa.. Apa yang kau katakan..?” bisik Bella menatap Elina.
“kita berbagi” sahut Elina sambil mengacungkan ibu jarinya.
__ADS_1
“tidak aku sangka dia bahkan lebih berani dari ayahnya ini...” kata ayahku bangga.
“diam..!!” kata ibuku sambil memukul kepala ayahku.
“sepertinya kau juga perlu belajar dulu” kata kakakku mengintimidasi.
“A-KI-KO...” kata ibuku menatap kakakku dengan tajam.
“cih, aku tahu...” sahut kakakku.
“berarti kita sudah mempunyai 3 calon kan...?” tanya ayahku sambil memegang kepalanya.
“3 orang..? Biar aku beritahu, ayah... Guru yang kau maksud itu adalah teman sebangku ku dulu disekolah, dia hanya ingin menang bersaing dengan ku jadi tidak mungkin dia akan...” jelas kakakku.
*Braakk... Suara pintu terbuka lagi.
“Hideo bagaimana kabarmu..?!!” teriak bu Suzue.
“akan aku bunuh..!!” sahut kakakku sambil memegang pistolnya.
Sementara mereka semua sedang berdebat, aku pun sekarang sedang berada ditempat yang tidak aku ketahui bersama dengan kakek Sair.
“mau sampai kapan kau akan mengurungku disini..?” tanyaku.
“sudah aku bilangan kan..? Bukan aku yang membawamu kesini, kau sendirilah yang datang kesini” jawab kakek Sair.
“jangan bercanda oi..!! Cepat kembalikan aku...!!” teriakku.
“kenapa kau tidak bisa mempercayai kata – kata ku..?” tanya kakek Sair.
“baiklah kalau itu mau mu...” kata ku.
Aku pun langsung berteleportasi keluar angkasa dan mengarahkan tanganku ke planet itu.
“hah..? Sejauh mana kau tahu..?” tanya kakek Sair menggunakan telepati.
*BOOOM...
Suara ledakan yang sangat keras pun terjadi, cahaya akibat ledakan nya pun menyinari sekitarnya, planet itu pun lenyap.
*Tak... Suara petikan jari.
Tiba – tiba semua nya kembali seperti semula, planet yang tadinya hancur kini kembali lagi.
“kau tidak mengerti arti dari kata percuma ya...” kata kakek itu.
“berisik... Dasar kakek tua..!!” sahut ku.
“imajinasi mu bahkan sangat luar biasa” kata kakek itu.
“cepat kembalikan saja aku” sahut ku.
“kenapa aku harus melakukannya..? Kau bisa masuk tapi kau tidak bisa keluar, itu konyol sekali” kata kakek itu.
“hmm..? Benar juga, saat itu kepalaku tiba – tiba terasa sangat sakit, kemudian aku keluar dari game, aku kira rasa sakitnya akan menghilang namun ternyata masih terasa... Setelah itu tiba – tiba semuanya menjadi gelap namun saat itu ada sebuah cahaya, meskipun kecil namun sangat terang... Aku pun mencoba menyentuh nya dan tiba – tiba aku berada disini” jelasku dengan sangat cepat.
“pelan – pelan..!! Tapi itu aneh juga” kata kakek itu sambil berpikir.
“ah..!! Jangan – jangan kau adalah bagian lain dari diriku..!!” teriakku dengan ekspresi terkejut.
“tidak mungkin..!! Siapa juga yang mau menjadi bagian lain dari dirimu..!!” sahut kakek itu.
__ADS_1
“eh.. Bukannya ini seperti yang ada didalam anime dan manga..?” tanya ku.
“mana bisa begitu..!!” sahutnya lagi.
“atau mungkin dari awal adalah mimpi” kata ku sambil berpikir.
“bukannya dulu aku sudah bilang..?” tanya kakek itu.
“tapi kenapa aku bisa merasakan rasa sakit..?” tanya ku.
“itu karena jiwa mu yang datang kemari” jawab kakek itu.
“jadi begitu, aku mengerti” sahut ku sambil terus berpikir.
“apakah kita harus melakukan hal seperti itu dulu agar kau dapat mendengarkan kata – kata ku” kata kakek itu.
“berisik... Jangan ajak aku bicara ketika aku masih berusaha keras untuk berpikir” sahut ku.
“baiklah, panggil aku saat kau sudah selesai... Aku mau minum teh dulu” kata kakek itu.
“aku akan berterima kasih jika kau melakukannya dari awal” sahut ku lagi.
“cih, dasar bocah sialan..!!” pikir kakek itu sambil menahan emosi nya.
Saat itu aku tidak menyadarinya kalau waktu yang berada disitu berjalan lebih cepat dari dunia yang asli. Tiga hari telah berlalu dan aku masih belum sadar, kondisi ku semakin memburuk namun aku tidak bisa merasakannya.
Tepat dihari itu Elina pun Log In kedalam game untuk memberitahu keadaan ku kepada Jessie.
“kau masih menunggu ya..?” tanya Lili kepada Jessie.
Jessie pun tidak menanggapi pertanyaan Lili, dia berdiri mematung sambil terus menatap tempatku muncul saat Log In.
“setidaknya duduk lah sebentar, sudah tiga hari kau terus berdiri disitu” lanjut Lili.
“Jessie” panggil Elina bersama ketika dia muncul saat Log In.
“master... Bagaimana..?” tanya Jessie yang masih menatap tempatku.
“sudah tiga hari berlalu namun dia masih belum sadar, kondisi nya malah semakin memburuk... Keluarganya sudah memanggil banyak dokter yang terkenal dari seluruh dunia yang mereka bisa, namun jawaban mereka sama... Diperkirakan waktunya hanya 2 hari lagi” jawab Elina sambil memalingkan wajahnya.
Jessie pun sangat terpukul mendengar jawaban Elina, tubuhnya tiba – tiba langsung bergetar dan dia pun langsung menundukkan kepalanya.
“ti-tidak mungkin... Master akan...” kata Jessie sambil meneteskan air mata nya.
“apa yang kau katakan Elina..?”
Jessie pun terkejut saat mendengar suara itu, suara yang sangat dia kenal, suara dari orang yang telah dia tunggu – tunggu, jantungnya berdetak sangat cepat, hatinya berdebar – debar. Perlahan dia mulai melihat kedepan, dia yang tadinya sedih sekarang berubah menjadi bahagia.
“master..!!” teriak Jessie sambil berlari dan langsung memelukku.
“yo, aku kembali Jessie” kata ku.
“Hideo..!! Kau baik – baik saja..?” tanya Lili yang juga terkejut.
“ya, seperti yang kau lihat” jawab ku.
“kau...!!” teriak Elina yang terkejut dan menyadari ada sesuatu yang aneh.
“apa..? Bercanda juga ada batasnya tahu...” kata ku sambil mengedipkan salah satu mataku.
“jadi begitu, aku mengerti... Selamat datang kembali, sayangku...” kata Elina sambil tersenyum kearahku.
__ADS_1
“aku kembali, sayangku...” jawab ku sambil membalas senyuman Elina.
Ada sesuatu hal yang aneh terjadi, Elina pun juga menyadari hal itu namun dia menyembunyikan nya. Dia tahu kalau aku masih belum sadar dan saat ini sedang berbaring dirumah sakit, dia berpura – pura seakan semuanya telah kembali seperti biasanya. Sebenarnya ada apa ini..? Apakah ada maksud lain dibalik semua ini..? Dan siapa sebenarnya dia itu..?