Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 33 : Arguing with Gama


__ADS_3

Saat ini aku sedang berada didalam rumah yang baru saja aku dapatkan, rumah ini adalah hadiah dari Event yang terakhir kali aku dapatkan. Sebelumnya saat Event berakhir kami, peringkat 1 – peringkat 3 dalam Event, diteleportasi kedalam sebuah ruangan untuk menerima hadiah. Aku terkejut saat pertemuan didalam ruangan itu, peringkat ketiga adalah anak kecil.


“he... Hei gadis kecil siapa namamu...?” tanya Bella.


“siapa yang kau panggil gadis kecil...!! Dasar gadis kecil..!!” kata gadis kecil itu.


“ugh... Tidak sopan..!!” kata Bella.


“puftt... Pertunjukan yang menarik..” kata ku sambil menahan tawa.


“jangan mengejekku..!!” kata Bella marah.


“yah, bagaimana ya...? Maaf... Hihihi...” kata ku menahan tawa.


Llalu tiba - tiba Gama datang, dia memberitahu kami hadiah yang akan kami dapatkan.


“hah...? Rumah...? Bukankah ini adalah game perang secara langsung bukan game tembak menembak, buat apa kita mempunyai rumah..? ” tanya ku.


“meskipun ini adalah game perang, tapi bukankah kita juga harus memiliki tempat beristirahat..?” tanya Gama.


“tempat istirahat macam apa...? Ini tidak ada gunanya, kaki bisa beristirahat dimana saja...” jawab ku.


“tapi nanti kami mungkin akan membuat rumah itu sebagai Save Point” kata Gama.


“save point apaan..? Kami bisa Log Out atau pun Log In ditempat yang sama dan itu bisa dilakukan dimanapun... Kau ingin mengubahnya...? Konyol sekali..!!” kata ku.


“konyol...! Kau yang tidak mengerti..!! Kami tidak hanya mengubah itu saja, kami telah membuatkan Map khusus untuk rumah itu...!!” kata Gama.


“memang seharusnya begitukan... Jika tidak maka pertempuran akan menghancurkan rumah itu kan..?” sahut ku.


“bukan hanya itu saja, kau juga bisa membuat makanan dirumah itu, dan kau juga bisa merasakan rasanya makanan yang kau buat...!!” kata Gama.


“hah..? Merasakan kata mu..!! Aku bahkan tidak bisa merasakan rasa sakit didalam game ini bahkan saat tertusuk pedang...!! Jadi bagaimana bisa merasakan makanan itu...?” kata ku.


“hah...!! Kau tidak bisa merasakan sakit..? Mungkin saja kau masokis kan..?” kata Gama.


“aku..? Masokis kata mu..!! Aku bukanlah masokis, ini adalah kenyataan...!!” kata ku.

__ADS_1


“anu... Sebenarnya saat kau menusukku rasanya sedikit sakit sih...” sahut Bella.


“diam..!! Kau mau bilang kalau aku masokis ya...? Kau bilang kau bisa merasakan sakit... Itu mungkin perasaanmu saja...” kata ku.


“tuh benar kan kau masokis...!!” sahut Gama.


“diam..!! Apakah kau akan membuat game ini seperti sebuah game simulasi kencan online...?” tanya ku.


“kenapa kau mempermasalahkan itu..? Bukankah dikota kedua juga seperti itu..?” tanya balik Gama.


“aku tahu alasan kenapa kau membuat kota kedua seperti itu... Bukankah itu untuk menarik banyak Player untuk bermain..? Mereka bisa bermain dan juga mendapatkan uang...!! Aku bisa menerima hal itu tapi tidak untuk hal ini..!!” kata ku.


“ugh... Kau pandai berbicara ya sialan...!!” kata Gama.


“sialan..? Orang yang menyebut orang lain sialan itu adalah seorang sialan yang sebenarnya..!!” kata ku.


“ugh... Tapi pikirkan baik – baik bagaimana nasib Pets yang ditinggal Log Out para Player nanti... Bagaikan kalau mereka diculik..?” bisik Gama.


“bukankah dia akan menghilang bersamaan dengan kita..” kata ku.


“bukankah itu terlihat tidak realistis..?” tanya Gama.


“karena itulah aku mencoba hal ini” kata Gama.


“kau menjadikan aku percobaan lagi ya..?!” kata ku.


“bukan seperti itu maksudku, tapi bukankah kau akan membantu perkembangan game ini..?” kata Gama.


“berikan kami kompensasi sebuah item SSR” kata ku.


“diterima... Kalau begitu sampai jumpa...!!” kata Gama sambil meninggalkan ruangan.


Aku merasa pusing karena memikirkan hal itu, kami berjuang melawan musuh – musuh kami dalam Event dan hadiah yang kami dapatkan adalah rumah yang tidak berguna dalam pertarungan, tapi setidaknya kami mendapatkan sebuah item yang sangat bagus. Aku baru sadar, aku telah berdebat dengan Gama yang sudah seperti dewa dalam game ini dan telah disaksikan oleh 2 orang yang baru saja bertemu, mereka berdua dari tadi terdiam dan saling memandang satu sama lain.


“ah... Mungkin aku terlalu berlebihan” pikirku saat melihat mereka berdua terdiam.


“wow keren...!! Kau bahkan berani berdebat pada dewa game ini, itu sangat mengagumkan...!! Mulai hari ini aku adalah murid mu” kata pemenang ketiga.

__ADS_1


“aku tidak menerima murid... Aku adalah seorang solo Player... Lagi pula aku tidak mengenal mu” kata ku.


“baiklah perkenalkan namaku adalah Alice” kata Alice.


“itu bukan nama asli mu kan..?” tanya ku.


“tentu saja bukan... Orang bodoh mana yang memberitahu nama aslinya dalam game..!! Sebutkan nama mu aku akan menambahkannya dalam daftar pertemananku” kata Alice.


Setelah Alice berkata seperti itu, aku pun melihat Bella, dia terlihat ingin mati saat mendengar kata Alice.


“ahh... Aku ingin mati” kata Bella.


“hmm... Kenapa tidak dari tadi..?” sahut Alice.


“jahat...!!” kata Bella.


“kalau begitu...” kata Alice sambil melihatku.


“dengar aku adalah orang yang tidak mempercayai kata Teman dalam hidupku... Jadi pergilah” kata ku.


“oke kalau begitu aku adalah Fans pertama mu...” kata Alice.


“yah kalau itu mungkin boleh” kata ku.


“benarkah..? Horee...!!” kata Alice sambil melompat karena senang.


“dasar loli kemari kau...!!!” kata Bella sambil menarik Alice menjauh.


Aku melihat mereka sedang berdebat, karena aku tidak ingin mengganggu aku langsung pergi dari sana saat itu.


Aku berkata pada Gama untuk memberikanku sebuah item tingkat SSR, namun aku malah diberi sebuah potion. Katanya ini akan berguna nanti, karena dalan Update berikutnya mungkin saja aku butuh untuk mengubah jenis ras ku. Dalam Update berikutnya akan ditambahkan beberapa ras dalam game ini dan semua Player mendapatkan satu kali kesempatan untuk mengubah jenis ras mereka, karena aku merasa sedang dipermainkan lagi jadi aku kembali berdebat dengan Gama dan akhirnya Gama menambahkan sebuah efek didalam potion itu, dapat berubah ras yang telah meminum potion ini semua mereka dan maksimal ras yang bisa digunakan adalah 2 ras. Mendengar penjelasan Gama aku pun langsung menyetujuinya, aku merasakan akan berguna nantinya.


“rumah yang sangat luas... Sekarang langsung kita buka saja peti matinya” pikir ku.


Aku pun membuka peti mati itu, didalamnya berisi seorang NPC perempuan, tingginya hampir sama denganku, wajahnya sangat cantik, rambutnya berwarna putih dan panjang, tubuh yang seksi dan berisi, serta memiliki kulit putih dan sebagian tertutup sisik naga yang berwarna putih.


“wow... Ini adalah perempuan tercantik yang pernah aku temui selama hidupku, ini masih Jessie kan...? Aku akan memberikannya potion ini...” kata ku.

__ADS_1


Aku pun memberikan potion ku kepada Jessie dan aku juga memilih rasanya, kini dia mempunyai ras naga dan juga manusia, penampilannya dalam ras manusia bahkan lebih cantik dari dugaanku. Namun aku masih belum mengaktifkan Jessie, dia kini masih tertidur, aku pun menutup kembali peti mati itu. Didalam buku dijelaskan kalau ingin menambahkan perintah maka NPC harus tetap berada didalam peti itu, dan peti itu hanya bisa digunakan sekali saja. Aku pun menghabiskan waktu seharian untuk memasukkan perintah – perintah sebanyak mungkin. Aku juga mempelajari buku petunjuk yang diberikan Gama kepada ku sekali lagi, aku membacanya sedetail mungkin, karena peti ini dapat digunakan sekali saja aku tidak mau ada sedikitpun kesalahan saat aku sedang memprogram Jessie. Setelah berjam – jam aku memprogramnya akhirnya kini telah selesai, namun aku berpikir mengaktifkannya besok, aku hari ini merasa sangat kelelahan jadi aku langsung Log Out.


__ADS_2