Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 18 : 1st Floor King


__ADS_3

Hari ini adalah waktunya untuk bermain lagi. Karena aku kemarin tidak sempat log in maka aku tidak akan bisa mencapai level yang aku harapkan untuk mengikuti Event. Maka dari itu aku harus masuk ke Dungeon, tapi yang aku khawatirkan adalah ada berapa banyak Player yang masuk ke Dungeon hari ini. Monster yang telah mati akan muncul lagi setelah 6 jam jadi semoga saja tidak banyak Player yang masuk, dan didalam Dungeon ini kita memang bisa mendapatkan Exp yang banyak tetapi sekali kita mati didalam Dungeon maka seluruh Exp yang kita dapatkan akan hangus. Kita juga tidak bisa kembali dengan teleportasi sesuka kita, kita hanya bisa melakukan teleportasi didalam Safe Area. Jika kita masuk tanpa persiapan dan tidak bisa menganalisis kekuatan lawan maka usaha kita akan menjadi sia – sia, yang lebih buruknya adalah kita bisa bertarung dengan sesama Player atau dengan kata lain tindakan Player Killing diperbolehkan didalam dugeon. Setiap kota selain kota kelima memiliki sebuah Dungeon , setiap Dungeon memiliki 10 lantai dan setiap lantai memiliki 3 Safe Area.


“semua persiapan telah siap... Baiklah kita langsung menuju Dungeon nya saja, aku harus cepet – cepat jika tidak maka akan keduluan Player lain... Aku tidak mau menunggu selama 6 jam” pikirku.


Aku pun langsung pergi menuju Dungeon . Tempatnya agak jauh dan memerlukan beberapa waktu untuk sampai. Didepan Dungeon kita bisa melihat jumlah Player yang berada disuatu lantai, tempat untuk melihatnya ada disamping tempat masuk Dungeon dan di Safe Area.


“huh... Untung saja Player yang berada didalam Dungeon hari ini hanya sedikit dan kebanyakan dari mereka masuk dilantai yang bawah sekitar lantai 7 - 10, berarti seharusnya masih banyak monster yang ada dilantai atas... Tapi sepertinya aku di ikuti oleh seseorang... Ini sangat merepotkan, padahal aku hanya ingin bermain dengan tenang...” pikirku.


Aku memutuskan untuk masuk kedalam dan mengabaikan orang yang mengikuti. Aku memasuki lantai pertama, seharusnya level monster disini masih mudah. Didalam Dungeon ini para monster dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu Dungeon King, Floor King, Guardian Floor. Dungeon King adalah monster yang paling kuat didalam Dungeon itu dan hanya muncul saat ada seseorang yang berhasil mengalahkan Floor King lantai terakhir, Floor king adalah monster yang paling kuat dilantai tersebut dan monster ini hanya melindungi suatu area yang digunakan oleh para Player untuk menuju lantai berikutnya, Guardian Floor adalah monster yang hanya satu tingkat lebih lemah dari Floor King dan monster ini biasanya berkeliling didalam lantai yang dijaganya, selain itu semuanya hanyalah monster biasa.


“baiklah, mari kita mulai perburuannya... Jessie keluarlah...” kata ku.


Aku memanggil Jessie keluar, meskipun begitu yang bisa melihat Jessie sekarang hanyalah Player yang memiliki Pets sepertiku, dan yang lainnya tidak akan bisa melihatnya karena ini masih dalam uji coba. Aku menelusuri setiap ruangan yang ada didalam lantai tersebut, meskipun ada Player yang sebelumnya masuk ke lantai ini tapi untungnya Player ini tidak terlalu serakah, masih ada banyak yang dia sisakan untuk Player yang lain.


“Jessie jangan menahan diri, semakin cepat kita naik level maka semakin baik” kata ku.


“meskipun aku berkata begitu, aku tetap saja merasa tidak percaya diri karena orang itu masih mengikutiku bahkan sampai masuk kesini... Hah...” pikirku.

__ADS_1


Dilantai pertama monster yang muncul hanyalah sekelompok Skeleton dan zombie, didalam Dungeon ini mereka merupakan monster yang paling lemah karena tidak memiliki kecerdasan. Dengan capat aku dan Jessie mengalahkan mereka dan sekarang aku sudah sampai diruangan Floor King.


“bukankah ini terlalu mudah..? Aku bahkan tidak menemukan Guardian Floor setelah berkeliling... Apa jangan – jangan semua Guardian Floor telah dikalahkan oleh Player yang datang sebelum aku..? Hmm... Lupakan itu, meskipun mereka Guardian Floor tapi karena baru lantai 1, Exp mereka masih sedikit...” Pikirku.


Aku pun masuk kedalam ruangan Floor King, ruangannya sedikit gelap dan tekstur lantainya sedikit basah, seperti rawa.


“tidak aku sangka... Setelah lama tidak datang kesini ternyata sudah banyak berubah... Hmm.. ” kata ku lalu aku melihat sebuah bayangan.


“tapi sepertinya hanya ruangannya saja yang berubah namun Floor King nya tetap saja... Undead King...” kata ku saat melihat Floor King nya.


Undead king memiliki tinggi tubuh sekitar 3 meter dan penampilannya seperti zombie namun dibeberapa tubuhnya tumbuh tulang yang sangat keras dan menjadi sebuah armor. Menggunakan Giant Sword ditangan kanannya dan ditangan kirinya hanya dilapisi oleh sarung tangan yang sangat keras terbuat dari tulang untuk memukul atau bertahan dari serang musuh. Dia menggunakan mahkota dari emas, beberapa orang mungkin mengira ini hanya untuk menambah penampilannya agar lebih terlihat seperti raja asli, namun sebenarnya itu adalah kelemahan terbesarnya.


Aku dan Jessie menggunakan beberapa combo kami untuk menyerang Undead King dan sepertinya itu berhasil menarik perhatiannya. Undead King itu berusaha menebasku, namun aku selalu menghindarinya untuk mengulur waktu bagi Jessie mendekati mahkota itu. Disaat posisi menyerang Jessie sudah pas, aku langsung menahan serangan Undead King itu dengan pedang ku, lalu Undead King itu mencoba memukul ku disaat aku masih menahan serangan pedangnya, namun itu sudah terlambat.


“Jessie sekarang... Serang mahkotanya sekuat tenaga...!!” teriakku.


Jessie pun menyerang mahkota Undead King itu dan berhasil menjatuhkan mahkotanya, lalu aku mendorong Undead King itu dengan pedang ku dan melompat keatas kepalanya.

__ADS_1


“sekarang sudah berakhir...!!” teriakku.


Dengan bertubi – tubi aku menyerang kepalanya dan disaat HP nya hampir habis aku langsung menusuk bagian atas kepalanya dan Undead King itu akhirnya tumbang.


“Jessie kerja bagus...” kata ku.


“tenyata hanya ruangannya saja yang berubah tapi Floor King nya tetap sama... Hmm... Rawanya menghilang... Dan lantainya berubah mirip seperti yang ada di Colosseum, apakah ini belum berakhir..?” Pikirku.


Pintunya tiba – tiba terbuka.


“ah.. Sepertinya memang sudah berakhir... Baiklah kita akan langsung pergi ke lantai yang kedua, tapi sebelum itu kita harus pergi ke Safe Area dulu untuk memulihkan kekuatanku... Haah... Bahkan saat aku bertarung melawan Floor King aku masih saja di ikuti... Apakah dia kurang kerjaan..?” Kata ku sambil melirik kearah orang itu bersembunyi.


“ah... Sepertinya dia masih yakin kalau dirinya tidak diketahui...!!” kata ku kembali meliriknya.


“hah... Mau bagaimana lagi... Keluarlah kau sudah ketahuan bahkan sejak saat perjalanan menuju Dungeon ini..!!” kata ku.


Akhirnya seseorang yang mengikutiku keluar dan dia menggunakan jubah.

__ADS_1


“Kau siapa..? Kenapa kau mengikutiku..?” tanya ku saat melihatnya.


__ADS_2