
Hari ini saat aku baru saja Log In, sesuatu yang mengejutkan telah terjadi. Tiba – tiba saja kini levelku sudah mencapai level 200 dan Jessie sudah mencapai level 45 dalam satu hari.
“apa yang sebenarnya terjadi saat aku tidak ada...?” Pikirku.
Aku mencoba untuk berpikir sebentar tentang apa yang aku lakukan kemarin dan aku baru ingat kalau System Auto Battle Jessie masih aktif.
“kecepatannya dalam menaikkan level... Sangatlah mengerikan... System Auto Battle... Turn Off...” kata ku.
Setelah itu aku pun mulai mengecek semua perlengkapan yang aku butuhkan dan segera berangkat mencari monster itu. Tapi sebelum itu aku harus pergi ke Altar utama dulu untuk mengambil awakening tingkat kedua. Namun hal yang tidak terduga muncul lagi, saat aku tiba didepan pintu masuk Altar aku bertemu dengan Bella dan juga Elina.
“kenapa ada mereka disini...?” Pikirku.
Sebenarnya aku ingin bersembunyi dan menunggu hingga mereka pergi, namun setelah aku pikir – pikir kenapa aku harus bersembunyi dari mereka, aku pun kembali berjalan menuju pintu masuk.
“ah... Itu White... Hei kemari lah..!!!” teriak Bella.
“hmm.. Hideo..!!” kata Elina.
“Hideo..? Siapa dia..?” tanya Bella.
“ah.. Tidak – tidak aku hanya ngomong sendiri” jawab Elina.
“ada masalah denganku..?” tanya ku sambil menghampiri mereka berdua.
“ah tidak... Hari ini kau mau kemana..?” tanya Bella kepadaku.
“ke sana” jawabku sambil menunjuk ke Altar.
“ternyata tujuan kita sama ya... Hahaha... Kebetulan ya” kata Bella.
“benarkah..?” tanya ku.
“iya.. Ngomong – ngomong bukankah kau bilang kalau kau adalah Solo Player..? Siapa dia..?” tanya Bella.
“ini adalah sebuah rahasia” jawabku.
“ehh... Kenapa main rahasia – rahasia...? Katakan saja, apakah dia adalah pacarmu..?” tanya Bella.
“pacar...!!” kata Elina kaget.
“oh aku hampir lupa, biar aku perkenalkan..” kata Bella namun aku memotongnya.
“kami sudah lama saling kenal” kata ku.
__ADS_1
“bagaimana bisa... Jadi aku..” kata Bella.
“huh... Kebetulan sekali kita bertemu disini, aku mencari mu loh” kata Elina.
“ohh... Kebetulan sekali aku sedang sibuk, jadi sampai jumpa...” kata ku sambil berjalan pergi dan melambaikan tanganku.
“tunggu dulu...!!” teriak Elina menghentikan langkahku.
“ada apa lagi..?” tanya ku.
“masih ada hal yang perlu kau jelaskan kepada ku... Ikut aku” kata Elina sambil memegang tanganku.
Elina pun membawaku pergi memjauh dari Elina dan Jessie, saat itu karena aku adalah seorang master, Jessie pun mengikutiku, namun aku menyuruhnya untuk tetap disana dan menungguku. Sekarang aku dibawa Elina ke sebuah gang kecil dan menyudutkanku ke tembok.
“jelaskan kepadaku... Siapa dia...? Apakah dia adalah selingkuhan mu..?” tanya Elina marah.
“kenapa aku harus menjelaskan hal ini kepadamu..?” tanya ku balik.
“bukankah sudah jelas... Karena aku adalah tunanganmu...!!! Bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini..?” kata Elina sambil menangis.
“tunangan..? Bukankah itu hanya pernyataan sepihak dari mu saja..?” tanya ku.
“setidaknya cobalah untuk memahami perasaanku... Kenapa... Kenapa jadi seperti ini..? Aku hanya ingin kau lebih mengerti tentangku” kata Elina tiba – tiba memelukku.
“bohong... Kau bohongkan... Kau pasti bohong... Hei jangan bercanda disaat seperti ini” kata Elina terkejut.
“apakah wajahku ini terluhat seperti orang yang sedang bercanda..?” kata ku dengan wajah serius.
“tidak mungkin... Tapi... Tapi meskipun begitu, bukan berarti kau boleh melakukan hal ini dengan wanita lain... Jika kau memang menginginkan hal ini maka... Maka lakukanlah denganku..!!” teriak Elina.
“maafkan aku... Soal wanita itu, yah bagaimana ya cara ku menjelaskannya...” kata ku.
Aku pun perlahan mulai menjelaskannya, tentang siapa Jessie sebenarnya dan bagaimana bisa seperti ini. Memang perlu waktu lama bagiku untuk menenangkan Elina, namun sekarang Elina terlihat seperti sudah mengerti dan memahami kondisiku.
“... Begitulah kejadiannya... Dan lebih baik kau mulailah untuk melupakanku, agar nanti jika aku benar – benar akan pergi jauh kau tidak akan merasa sangat terpukul dan terus bersedih...” kata ku.
“bodoh..” kata Elina sambil menciumku.
“jika bisa aku mau melakukannya didunia nyata juga” kata Elina dengan wajah memerah.
“ahh... Semakin lama semakin rumit saja” pikirku.
Kami berdua akhirnya pergi meninggalkan tempat itu, dan kembali menemui Bella dan Jessie.
__ADS_1
“hei... Kenapa kalian berdua pergi begitu lama...? Sebenarnya ada masalah apa..?” tanya Bella.
“ada masalah serius kita harus membantunya” kata Elina.
“masalah serius..!! Apa itu.?” Tanya Bella.
“kau tahukan kita membutuhkan 2 orang untuk Guild War nanti” kata Elina.
“hah..!! Maksudmu merekalah 2 orang tersebut...?” tanya Bella.
“tepat sekali” jawab Elina.
“aku memang setuju jika itu adalah White, namun untuk wanita ini... Aku tidak akan pernah menyetujuinya..!!” kata Bella marah.
“memangnya ada apa dengan wanita ini..?” tanya Elina.
“levelnya masih kecil, dia akan mati dalam satu serangan saat baru berada diatas arena... Dan yang paling penting, padahal aku sudah berulang kali mengajaknya berbicara, namun.... Namun dia tetap diam membisu...!!” jawab Bella.
“eh.. Benarkah..?” tanya Elina.
Elina pun melihat Jessie, dia sudah tahu kalau Jessie bukanlah seorang Player, namun dia berusaha untuk menutupi nya dari Bella. Sedangkan untuk Jessie, apapun keadaannya bahkan saat aku berjalan kesini maupun berbicara dengan Player lain, dia terus melihatku.
“Lihat..!! Dia bahkan seperti tidak menganggap kalau aku ada disini...!! Kau minta dibakar ya sialan...!!” teriak Bella marah.
“sudah – sudah... Lagi pula kita akan membantunya, mungkin saja saat dia mengetahui kekuatanmu nanti dia akan lebih menghormati mu” kata Elina menenangkan Bella.
“Baiklah akan aku buat dia menyesal nanti... Ngomong – ngomong kita akan bertarung melawan siapa..?” tanya Bella.
“Lone Walker Emperor” Jawab Elina.
“hah..!! Dia kan memiliki pertahanan sihir dan fisik yang kuat, dan saat kita berhasil membunuhnya, bagian paling merepotkannya baru dimulai... Dari semua monster kenapa dia...?” tanya Bella.
“yah, ada berbagai alasan untuk itu” kata Elina.
“baiklah kalau begitu... Kalian berdua berterima kasihlah..!!” kata Bella kepada ku.
“kau tidak perlu membantuku... Aku bisa mengatasinya sendiri” kata ku sambil berjalan menuju Altar.
“Kau...!! Sialan..!!” teriak Bella marah.
“tenang – tenang..” kata Elina menenangkan Bella.
Aku pun segera masuk kedalam Altar dan mengambil awakening tingkat kedua, dengan kekuatan awakening tingkat kedua seharusnya aku bisa melawan Lone Walker Emperor sendirian, tapi untuk melawan monster lainnya mungkin itu akan sangat sulit, ini bergantung dengan monster yang berada disekitarnya. Setelah aku selesai mengambil awakening tingkat kedua, aku pun keluar dari Altar dan sekarang Bella mulai masuk lalu mengambil Awakening tingkat keduanya juga. Kemudian aku pun segera berangkat menuju tempat Lone Walker Emperor, ditemani oleh Jessie, Elina, dan juga Bella.
__ADS_1