Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes

Mugen Monogatari : The Infinity War Of Heroes
Chapter 35 : Jessie is Active


__ADS_3

Hari ini adalah waktunya untuk mengaktifkan Jessie, aku berpikir untuk mengaktifkannya diluar rumah tepatnya dibelakang rumah. Aku membawa peti itu kebelakang, disaat aku sampai dibelakang aku terkejut dengan pemandangan yang ada dibelakang rumahku. Ada lautan awan dibelakang rumahku, ini seperti rumahku terbang dilangit atau mungkin rumahku dibangun diatas gunung yang sangat tinggi sampai menembus awan. Aku sangat penasaran apakah benar rumahku berada diatas awan, namun untuk sekarang aku harus segera mengaktifkan Jessie terlebih dahulu. Aku menaruh peti itu dalam berdiri dan mulai membuka peti itu. Didalam buku petunjuk dijelaskan kalau kita sudah membuka peti itu maka keluarkan NPC itu dari peti, kemudian tunggu beberapa saat untuk proses identifikasi, jika proses identifikasi berhasil maka peti yang digunakan sebelumnya akan menghilang dan NPC telah aktif.


“aku sudah melakukan semuanya seperti yang telah dijelaskan dibuku, tapi kenapa petinya masih belum menghilang....? Apakah gagal...?” pikir ku.


Aku pun terus menunggu tetapi tetap saja peti itu tidak menghilang, lalu aku memutuskan untuk menempatkan Jessie kedalam peti itu lagi.


“padahal aku sudah mengikuti semua petunjuknya, aku yakin kalau tidak ada masalah saat aku memprogramnya, tapi jika tidak bisa aktif maka ada sesuatu yang salah... Akan aku baca sekali lagi saja buku petunjuk itu...” pikirku sambil mengangkat Jessie.


Kemudian aku pun mulai berjalan kearah peti itu, namun saat aku akan memasukkan Jessie kedalam peti, tiba – tiba peti itu menghilang.


“hmm...? Kalau tidak salah tadi petinya ada disini... Eh, petinya menghilang, jadi ini berhasil kan..?” Pikirku saat mencari peti itu.


Perlahan Jessie ulai membuka matanya.


“tidak aku sangka, dia akan terlihat sangat cantik saat membuka matanya, namun dia memiliki latar belakang yang menyedihkan, sepertinya aku menyesal...” pikir ku.


Jessie pun melihat ku, dia seperti sedang melihat identitasku setelah itu dia tiba – tiba dia membungkukkan badannya.


“Master...” kata Jessie.


“ah.. Hm.. Iya” kata ku.


“ternyata dia bisa berbicara ya... Tapi sepertinya aku pernah mendengar suara ini, serasa Deja Vu..” pikirku.


“INVENTORY... Aku ingin melihat kemampuanmu... Pakailah pedang ini... System Auto Battle...!!” kata ku.


Aku memberikannya pedang yang aku pakai dulu sebelum aku mempunyai Sword of Calamity. Saat Jessie memegang pedang itu, dia terlihat sedang membiasakan dirinya dengan mengayunkan pedang itu. Tiba – tiba mata Jessie menyala sebentar lalu mulai menyerangku, namun aku selalu menghindari serangan itu, aku hanya ingin melihat bagaikan kemampuan sebuah NPC jadi aku tidak menggunakan pedangku.


“hmm... Kecepatannya bagus, serangannya kuat dan akurat, tapi sepertinya dia lengah dalam pertahanan... Aku coba dulu deh...” pikirku.


Aku pun mencoba memukul kepalanya, namun dia bisa menghindarinya dengan mudah.


“hei hei dengan cara menghindar mu yang seperti itu, kau akan kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang loh...” pikirku.


Namun Jessie tidaklah sebodoh itu, dia menggunakan pedangnya untuk mendapatkan keseimbangannya kembali lalu dengan cepat menyerang balik. Aku yang sempat meremehkan Jessie pun terkejut dengan serangan balik nya, jika bukan karena perbedaan level mungkin kepalaku sudah terterbas.

__ADS_1


“apakah ini masih bisa disebut NPC...? Dia bahkan lebih mirip Player asli” pikirku.


“baiklah... Kalau begitu sarung kan pedangmu... Kita akan bertarung dengan tangan kosong” kata ku.


Jessie pun menyarungkan pedangnya, lalu mata nya tiba – tiba berubah lagi dan langsung menyerang ku.


“matanya berubah lagi... Apakah ini semacam ganti mode...?” Pikirku sambil menghindari serangan Jessie.


Jessie pun terus menyerang ku meskipun aku selalu menghindari dan menangis serangannya.


“bahkan saat dia bertarung dengan tangan kosong, apapun keadaannya dia selalu bisa menyerangku... Aku telah menjatuhkanku berulang kali namun saat jatuh dia juga masih sempat melancarkan sebuah serangan... Dia seperti Player yang sudah lama bermain...” pikirku.


Tidak terasa selama aku bertarung melawannya dengan tangan kosong, aku telah disudutkannya kesebuah jurang dibelakang rumahku. Aku pun baru sadar saat serangan Jessie perlahan berubah, sebelumnya dia menyerangku dari berbagai arah namun sekarang dia lebih fokus menyerangku dari depan, dia memaksaku untuk terus mundur.


“apakah dia sudah merencanakan semua ini...? Apakah aku telah dikalahkan oleh seorang NPC..? Dipertarungan pertama meskipun hanya latihan dia bahkan bisa membuat rencana seperti ini dan insting bertarungnya juga tinggi, harga diriku kini telah turun drastis...” pikirku.


Kemudian saat aku berada diujung tebing, Jessie dengan cepat memukul ku, namun aku yang sudah menyadari rencananya segera menghindarinya, Jessie pun terjatuh kedalam jurang.


“sebuah kesalahan... Yah tinggal menunggu 8 jam lagi” Pikirku.


Aku pun melihat kedalam jurang itu, tiba – tiba Jessie melompat dan menyerangku, sekali lagi aku dibuatnya lengah.


Kami berdua kembali melanjutkan pertarungan itu.


“aku tadi sudah melihatnya langsung Jessie telah jatuh kedalam jurang dan dengan level Jessie yang sekarang, bagaimana pun itu tidak mungkin untuk tiba – tiba muncul didepanku... Atau jangan – jangan...” pikirku.


Aku pun mulai berlari dan melompat kedalam jurang.


“jika perkiraanku benar maka..” pikirku.


Ternyata benar, awan – awan itu hanyalah sebuah kabut yang sangat lebat hingga terlihat seperti sebuah awan. Jarak pandang didalam kabut itu hanyalah beberapa meter saja, tiba – tiba dari atas Jessie datang menyerang ku.


“oke... Stop Jessie...” kata ku sambil menghindari serangan Jessie.


Jessie pun berhenti menyerang dan matanya kembali seperti semula.

__ADS_1


“Tempat apa ini...? Kau tahu sesuatu Jessie..?” tanya ku.


“proses pengambilan data sedang berlangsung... Tidak dapat menjawab” jawab Jessie.


“Be.. Begitu ya... Oke” kata ku.


Kemudian aku pun memutuskan untuk menemui Bubble untuk membuatkan sebuah senjata untuk Jessie.


“yo...” kata ku menyapa Bubble.


“ooh... Selamat datang... Dan siapa gadis yang bersamamu...? Bukankah kau bilang kau adalah seorang solo..?” tanya Bubble.


“Ceritanya panjang... Aku butuh senjata” jawabku.


“seperti biasa ya... Kau ingin senjata apa kali ini..?” tanya Bubble.


“senjata untuk Role Assassin... Keluarkan yang paling hebat aku akan membelinya berapapun harganya” jawab ku.


“oh kalau begitu bagaimana dengan yang ini...!!” kata Bubble sambil mengeluarkan sebuah senjata.


“scythe...? Apakah benar itu cocok untuk Assassin..?” tanya ku.


“tentu saja dengan sedikit modifikasi maka ini akan cocok untuk seorang Assassin... Kau tahu, berkat senjatamu akhirnya toko ini dikenal sebagai toko modifikasi senjata terbaik dikota ini” kata Bubble.


“kalau begitu tunggu apa lagi... Segera buatkan” kata ku.


“Memang mudah kau berbicara... Aku membutuhkan bahan – bahan untuk memodifikasi nya” kata Bubble.


“kau butuh apa saja..?” tanya ku.


“ini bacalah, jika kau tidak bisa menemukannya kau bisa menggunakan bahan lainnya, ingatlah lebih tinggi kualitas bahan maka akan semakin kuat senjata itu...” kata Bubble.


“ini bukankah item drop dari Lone Walker Emperor... Ini adalah monster yang sangat kuat dan juga merepotkan, monster ini juga sangat jarang ditemui... Tapi aku akan mencoba mencarinya” kata ku.


“Oke... Ingatlah jika kau tidak menemukannya maka kau bisa mencari bahan yang lainnya... Aku juga suka bereksperimen kok...” kata Bubble.

__ADS_1


Karena toko Bubble sekarang hanya menyediakan senjata, kini aku sekarang sedang mencarikan toko yang menjual armor untuk Jessie. Setelah itu aku akan mengajak Jessie ke kota pertama untuk menaikkan beberapa level Jessie sebelum aku mencari monster itu.


Setelah berjam – jam aku menemani Jessie untuk menaikkan levelnya, kini Jessie sudah mencapai level 20 dan aku mencapai level 195. Aku pun memutuskan untuk keluar dari game dan melanjutkannya besok, pertarungan yang sebenarnya akan dimulai besok.


__ADS_2