
Hari ini, Event yang paling ditunggu – tunggu akan segera dimulai. Disebuah taman yang terletak ditengah – tengah kota, kami berkumpul didepan air mancur ditengah taman. Saat aku dan Jessie baru memasuki taman, yang pertama kali kami lihat adalah lautan Player yang memenuhi gerbang di taman itu.
Kami pun mencoba menerobos mereka, desakan demi desakan kami rasakan. Disaat seperti ini, banyak Player yang mencoba mencuri – curi kesempatan. Aku bahkan hampir memotong tangan seorang Player yang mencoba menyentuh Jessie.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya kami pun bisa berkumpul dengan guild milik Elina. Semuanya telah berkumpul, hanya kami berdua yang baru datang.
“kau terlambat..!! dari mana saja kau tadi..?” tanya Elina marah.
“tadi digerbang... Sangat macet” jawab ku sambil memalingkan wajah.
“lalu kenapa kau tidak datang lebih awal..?” tanya Elina yang menatapku datar.
“baiklah, karena semuanya telah datang... Jadi apa yang akan kita lakukan sambil menunggu..?” tanya ku dengan nada datar.
“dasar adik yang tidak berguna... Biarkan kakakmu saja yang melakukannya” kata kakakku sambil berjalan maju didepan.
“ah... Sebaiknya tutup saja telinga kalian” kata bu Suzue yang sudah menutup telinganya.
“kau... Kenapa kau berada disini..? Guild kalian tidak ikut kan..?” tanya ku yang baru saja menyadari kalau bu Suzue juga ada disana.
“tentu saja karena aku telah memenangkan taruhan nya... Jika aku menang maka aku juga ikut” jawab bu Suzue dengan bangga.
“kalian para pecundang dengarkan aku..!! Mulai saat ini aku adalah bos kalian dan kalian adalah budak ku, kalian harus mematuhi setiap perkataanku..!! Jika aku menyuruh kalian untuk menjadi ternak, maka kalian harus melakukannya..!! Apakah kalian mengerti, dasar sialan..!!” teriak kakakku.
“sekarang kau tahu kan..?” tanya bu Suzue sambil menatapku.
“jadi begitu...” jawab ku sambil ikut menutup telingaku.
Kemudian, kakakku pun terus melakukan pidato nya, meskipun agak ekstrem. Disaat yang sama, Elina pun mendatangiku.
“apakah kau yakin tidak ingin bergabung dengan guild ku setelah ini..?” tanya Elina dengan nada serius.
“tidak, aku hanya numpang tempat agar bisa mengikuti Event ini, ini adalah permintaan ku” jawab ku langsung.
“aku tidak menduga kalau kau sudah merencanakan semua ini dari awal” keluh Elina sambil memegang kepalanya.
“aku hanya melihat kesempatan, itu saja...” sahut ku.
Karena aku dulu pernah membantu mereka, jadi sekarang mereka yang membantuku, saat itulah aku menemukan kesempatan ini. Kemudian disaat kami masih mengobrol, tiba – tiba terdengar suara lonceng yang menarik perhatian dan membungkam kami.
“Selamat malam..!!! Kembali lagi bersama ku, Fiola..!! Akhirnya Event yang paling kalian tunggu akan segera dimulai, Event yang paling seru dari semua Event, aku tidak sabar untuk melihatnya... Peraturan sama seperti yang kemarin, dilarang menggunakan program ilegal...” kata Fiola menjelaskan.
“memegang keamanan tertinggi didunia selama 3 tahun berturut – turut, si jenius gila mana yang bisa membobolnya” pikirku.
__ADS_1
“melawan langsung, menyerap atau bahkan mengadu domba, itu semua diperbolehkan...!! Sekarang, tanpa basa – basi lagi, kita mulai saja Event nya...!! Hitung mundur diaktifkan.. Kalahkan Flixer yang menjadi pemenang sebelumnya dan jadilah sang pemenang selanjutnya..!!” teriak Fiola penuh semangat.
Kemudian satu persatu dari kami pun mulai dipindahkan. Saat pertama kali membuka mata, aku melihat banyak pepohonan didepanku. Kami mulai berkumpul dan kembali berhitung untuk memastikan kalau semua telah lengkap.
“sepertinya kita akan aman jika berada disini” kata kakakku sambil melihat ke sekeliling.
“benar, ini adalah tempat yang bagus untuk menyergap... Jika kebanyakan dari kita adalah Player yang berpengalaman, maka ini adalah pilihan yang paling baik, namun lihatlah...” sahut ku sambil melirik anggota Guild Elina.
Mereka semua terlihat sangat gugup, wajah mereka seperti memucat dan tangan mereka tidak hentinya bergetar.
“hah... Kau benar, lalu rencanamu..?” tanya kakakku.
“pertama, Elina..!! Kemari lah..!!” panggil ku.
Elina pun langsung menghampiri kami, kemudian aku menyuruhnya untuk membuka Map karena didalam Event ini hanya ketua Guild saja yang diberikan.
“baiklah, aku akan menjelaskannya...” kata ku sambil melihat - lihat Map.
Tiba – tiba Jessie, Bella, bu Suzue dan Lili pun mendekat.
“kita sekarang berada disini” kata ku sambil menunjuk posisi kami di Map.
“dan jarak terdekat dari ujung Map adalah disini” lanjutku sambil menggeser jariku.
“baiklah, segera bentuk formasi dan kita akan langsung berangkat sebelum lawan kita berhasil menemukan tempat untuk menyergap” kata ku mengakhiri rapat.
“ugh...!!” suara Lili kesakitan.
“hmm..? Ada apa..?” tanya ku sambil menatap Lili.
“ah tidak, aku hanya belum minum obat... Aku akan Log Out sebentar untuk minum” jawab Lili sambil memegang perutnya.
“oh, jangan memaksakan diri” kata ku sambil kembali melihat Player yang lainnya.
Kemudian dengan cepat mereka pun mengikuti arahan ku. Kami pun langsung berangkat ketika semuanya telah siap dan Lili telah kembali. Semua petinggi guild berada di barisan paling depan sedangkan Player tambahan seperti aku, Jessie, kakak, dan bu Suzue berada di barisan paling belakang.
Baru saja kami berangkat, aku bisa merasakan kalau ada seseorang yang sedang mengawasi kami. Bu Suzue dan kakakku pun menyadarinya dan langsung memegang senjata nya untuk bersiap menyerang, namun dengan cepat aku langsung menahan mereka.
“ini adalah bagian dari rencana ku” kata ku sambil memegang senjata mereka berdua.
Setelah mendengar kata – kata ku, mereka pun akhirnya kembali fokus kedepan. Aku pun menyuruh Elina untuk berhenti sebentar.
“tunggu dan bersiaplah disini, aku akan mengecek dulu didepan” kata ku dengan wajah serius.
__ADS_1
“oke, hati – hati..” sahut Elina cemas.
Aku pun pergi meninggalkan mereka, aku hanya membawa kakak untuk ikut bersama ku. Sampai aku merasa kalau kami telah cukup jauh aku pun langsung berhenti.
“tunggu disini dan bersembunyi lah” kata ku singkat.
“oh, kau sudah berani memerintah kakakmu..?” tanya kakakku sambil menatapku.
Aku pun hanya dia sambil meliriknya. Kemudian dengan cepat aku langsung meninggalkannya sendirian. Aku memutuskan untuk berkeliling sebentar dan mencari informasi tentang keberadaan musuh. Setelah beberapa saat, aku pun kembali.
“bagaimana..?” tanya kakakku.
“didepan ada 5 guild, dikanan ada Flixer sendirian, dan dikiri ada 2 guild” jawab ku.
“oh, itu cukup berat untuk guild ini” kata kakakku sambil berpikir.
“tenang saja, ini masih termasuk didalam rencanaku” sahut ku.
Kami berdua pun langsung kembali. Selama diperjalanan, aku pun berbincang – bincang dengan kakak. Hal yang tidak aku duga terjadi, saat kami kembali guild Elina masih bertarung melawan guild lain, namun pertarungan itu telah mencapai babak akhir.
“bagaimana..?” tanya ku.
“beres” sahut Lili sambil tersenyum kepadaku karena dialah yang mengakhirnya.
“bagus, semuanya ikuti aku..!!!” teriakku.
“bahkan setelah kemenangan pertama, mereka masih terlalu tegang” pikirku sambil mulai memandu jalannya.
Mereka pun langsung mengikuti ku. Perlahan, dari hening nya hutan, aku mulai mendengar suara pertarungan. Aku pun memutuskan untuk menghindari pertarungan itu dan mengambil jalan yang agak panjang. Namun tiba – tiba kami sebuah guild menyergap kami.
“yo..!! Kita bertemu lagi, kali ini aku akan menghancurkan mu beserta guild mu..!!” kata Ricoris dengan tatapan mengintimidasi.
“huh... Aku kira siapa, ternyata bocah ini masih belum puas dengan kekalahan ya” ejek ku.
“apa katamu..!! Akan aku hancurkan kalian semua..!!” teriak Ricoris marah.
Pasukannya pun langsung mengeluarkan senjata nya dan bersiap menyerang kami, namun tiba – tiba datang sebuah guild lagi.
“hmm... Sepertinya ada hal yang menarik disini... Bolehkah kami ikut..!!” kata ketua Guild itu dengan tatapan mengintimidasi.
Sangat tidak terduga, kelompok kami pun kebingungan, mereka sangat gugup. Dengan perintah Elina, kami pun menjaga jarak dari kedua guild itu. Aku pun mulai tersenyum sambil mengangkat pedangku peralatan, dibarisan paling depan aku berdiri dan berkata.
“aku akan melayani kalian”
__ADS_1