
Saat aku berpisah dengan Inu dan Neko, aku menyuruh Jessie untuk bertindak seperti para Player pada umumnya. Jika Elina mengetahui ini, aku yakin aku nanti bisa menjelaskannya.
“master sekarang kita akan pergi kemana..?” tanya Jessie yang mengikutiku dari belakang.
“kita akan pergi ke toko kenalanku, kita akan membuat senjata khusus untuk mu” jawab ku sambil terus berjalan.
“baiklah” kata Jessie sambil terus mengikutiku.
Selama dijalan aku melihat ada banyak Player yang mengganti ras nya, tapi entah mengapa penampilan mereka sedikit lucu, aku ingin tertawa. Setelah beberapa waktu aku menghabiskan waktu dijalan dan menahan tawa, akhirnya aku sampai ditoko milik Bubble.
Aku pun membuka pintu toko itu, lonceng yang ada diatas pintu pun berbunyi menandakan kalau ada pelanggan yang datang.
“hmm..? Dia sudah memasang lonceng ya...” pikirku sambil melihat ke lonceng itu.
“selamat datang... Bagaimana kau sudah dapat..?” tanya Bubble sambil menyambutku.
“ya...aku bahkan punya tiga” jawab ku sambil mengeluarkan item itu dari Inventory ku dan memberikannya kepada Bubble.
“wow... Kau sangat beruntung ya, biasanya para Player hanya mendapatkan satu saja, dapat dua sudah langka apalagi tiga...” kata Bubble sedikit terkejut.
“keberuntunganku memang besar...” sahut ku.
“ngomong – ngomong sudah berapa lama kalian pacaran..?” tanya Bubble menggoda.
“ah.. Tidak kami hanya... Emm, saudara... Jauh” kata Jessie kaget dan wajahnya memerah.
“saudara jauh..? Hmm, mencurigakan...” kata Bubble melirik ku.
“apa..? Kau tidak percaya..?” tanya ku kepada Bubble.
“Hahaha... Baiklah jadi langsung saja menuju ruang kerjaku... Ikuti aku” kata Bubble sambil memandu kami.
“ngomong – ngomong kau tidak mengganti ras mu..?” tanya ku sambil mengikuti Bubble.
“buat apa..?” tanya Bubble balik.
“yah, kau tahu kan kalau pandai besi itu identik dengan ras Dwarf” jawab ku.
“aku tidak terlalu memikirkan hal itu... Aku bermain untuk bekerja bukan bekerja untuk bermain” kata Bubble sambil mengambil Scythe itu dan meletakkan ya diatas meja.
“Begitu ya... Berapa banyak pendapatan mu dalam sehari..?” tanya ku.
__ADS_1
“tidak banyak, pendapatan hanya bisa untuk membiayai hidupku sehari – hari, namun berkat mu aku mendapatkan banyak pelanggan akhir – akhir ini, jadi pendapatku mulai meningkat” kata Bubble.
“jadi bagaimana kau akan memodifikasinya kali ini...? Jujur saja aku tidak punya ide sama sekali kali ini” kata ku sambil melihat Scythe itu dari jauh.
“itu adalah pertanyaan yang aku tunggu – tunggu dari tadi... Lihat lah..!!” kata Bubble sambil mengeluarkan sebuah Blueprint.
Aku pun mendekat dan melihat Blueprint itu, sekilas aku melihat Blueprint itu dibuat dengan sangat rinci namun juga rumit, kemudian Jessie pun ikut menyusul melihat Blueprint itu.
“bagaimana...? Aku telah membuat ini dengan susah payah, ini bukanlah sebuah Scythe biasa tapi jika bagian yang melengkung ditekuk maka akan jadi sebuah kapak dan jika yang bagian kecil dan runcing ini digeser keatas maka akan menjadi sebuah tombak..” kata Bubble dengan sombong.
“tapi tetap saja, ini terlalu berat” kata ku sambil melirik Bubble.
“ah... Bagaimana ya..? Hmm..?” kata Bubble sambil berpikir.
“master aku punya ide” sahut Jessie.
“hmm..? Kau punya..?” tanya ku sambil melihat Jessie.
“ya aku punya ide” kata Jessie mendekat kepadaku.
“master...? Apa maksudnya itu..?” tanya Bubble menyahut.
“lebih baik jika master mengetahuinya secara langsung” jawab Jessie mendekatkan wajahnya kepada ku.
“sudah aku bilang, master itu artinya apa..?” tanya Bubble menyela.
“apa kau yakin idemu ini akan berhasil..?” tanya ku sambil menjauhkan wajah Jessie.
“umm.. Mungkin keberhasilannya sekitar 30%” jawab Jessie.
“hei jangan hiraukan aku” kata Bubble kembali menyela.
“baiklah kita lakukan” kata ku.
“oke” sahut Jessie.
“aku hanya jadi penggangu ya” kata Bubble dengan wajah kecewa.
Kemudian Bubble pun mulai memodifikasi senjata itu, dia meleburkan item yang aku bawa kemudian mulai menyatukannya dengan senjata itu.
“Energy Transfer” kata Jessie.
__ADS_1
Saat itu Jessie tangan kanan memegang tanganku dan dia mengarahkan tangan kirinya ke senjata itu. Perlahan Stamina dan Mana ku mulai berkurang, aku pun bertanya – tanya dalam hati, namun aku tetap melanjutkannya. Beberapa saat kemudian, bilah Scythe itu mulai bersinar dan proses modifikasi nya selesai.
“akhirnya selesai... Mana ku yang sedikit sudah hampir habis” kata ku.
“ini.. Ini adalah maha karya yang hebat, aku belajar hal baru hari ini...!! Terima kasih ya” kata Bubble senang.
“apa – apaan idemu itu..?” tanya ku sambil menggunakan potion.
“hehe... Tapi berhasil kan..?” tanya Jessie sambil tersenyum.
“hah... Akan aku coba dulu” kata ku.
Aku pun mulai mencoba senjata itu, namun hasilnya tetap sama, senjata itu masih terlalu berat untuk Role Assassin.
“Master bukan seperti itu cara menggunakan nya” kata Jessie saat aku mencoba senjata itu.
“hmm... Lalu bagaimana..?” tanya ku.
“senjata itu juga terbuat dari mana master yang aku transfer dan stamina master tadi untuk sang penempa agar lebih fokus, itu akan meningkatkan keberhasilan proses ini... Jadi untuk menggunakannya master juga harus mengalirkan sebagian mana mu ke dalam senjata itu, semakin banyak mana yang master alirkan maka semakin kuat senjata itu, itu bisa dilihat dari sinar aura dari senjata itu, semakin pekat warnanya sinarnya maka semakin kuat senjata itu” jelas Jessie.
“memang benar, senjata ini tiba – tiba menjadi ringan sekarang tapi bukankah senjata ini akan lebih menyeramkan jika digunakan oleh Role Wizard...? Mana mereka kan sangat banyak” tanya ku.
“tentu saja tidak, ini dibuat oleh mana Player dengan Role Assassin, jadi mana yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan mana Role yang membuatnya... Singkat nya semakin banyak mana yang Role itu miliki maka semakin besar juga mana yang diperlukan untuk memperkuat senjata ini... Assassin memiliki jumlah mana yang sedikit jadi mana yang dibutuhkan juga sedikit sedang kan Wizard memiliki jumlah mana yang banyak jadi mana yang dibutuhkan juga banyak” Jelas Jessie.
“bagitu ya... Kalau begitu senjataku juga bisa kan..?” tanya ku.
“tentu saja, senjata master tidak perlu ditambahkan item lagi, master hanya perlu memasukkan mana master seperti yang kita lakukan tadi dengan bantuan penempa” jelas Jessie.
“kau memang hebat” kata ku sambil mengelus kepala Jessie.
“hehe... Master terlalu memuji” kata Jessie sangat senang.
“baiklah Bubble kita lakukan sekali lagi... Eh apa yang sedang kau lakukan..?” tanya ku saat melihat Bubble.
“tentu saja mencatat apa yang dijelaskan pacarmu itu... Informasi ini seperti sebuah emas dan aku tidak mau menyia – nyiakan nya... Pacar mu sangat hebat ya, ini adalah sebuah kemajuan yang luar biasa...!!” kata Bubble sangat senang hingga berkata dengan sangat cepat.
“aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan tadi... Tapi jika sudah selesai maka bantu aku” kata ku.
“oke serahkan hal itu padaku” kata Bubble sambil terus menulis.
Kemudian kami bertiga mulai menempa pedangku, aku menggunakan semua mana ku sampai habis, bentuk pedangnya tetap sama namun jika dialirkan mana maka pedang itu akan semakin kuat. Setelah semuanya selesai aku membayar Bubble dan pergi dari toko itu, namun saat aku keluar seseorang telah menungguku diluar toko itu.
__ADS_1